MY NAME IS RIO...

MY NAME IS RIO...
Healing



2 bulan ini aku sibuk sekali. Setelah deal dengan Tania dan Mr. Ortega, kesibukanku luar biasa. Selain menyiapkan konsep fine dining untuk klien Tania. Aku juga repot mengawasi finishing Cafe and Bar milik Mr. Ortega. Waktu untuk bertemu Cresa yang pun berkurang, untungnya dia tidak selalu di Bali. Sudah 2 bulan ini dia berkeliling ke cabangnya di bulan Jawa. 1 minggu lagi aku berencana akan mengambil cuti 1 bulan untuk merefresh otakku.


Aku pun menelpon Cresa sore itu setelah mengawasi pekerjaanku untuk Mr. Ortega.


"Lagi dimana, Beb? Udah makan?" Tanyaku sambil menyetir.


"Ini baru selesai, habis ngecek nota baru pulang. Aku lagi males makan, Beb. Nanti aja lah makannya," jawabnya sambil menarik nafas panjang.


"Beb, besok lusa aku ke Bali. Aku kangen banget sama kamu!" Katanya manja.


"Serius? Hmmm, kamu liburnya bisa agak lama gak beb?" Tanyaku lagi.


"Klo soal libur sih, terserah aku. Kan kerjaanku cuma ngecek cabang doank," katanya.


"Kenapa beb?" Tanyanya lagi dengan nada curiga.


"Ntar aja deh, nunggu kamu datang aja, Beb! Aku juga kangen!" Kataku sambil membuka jendela mobil. Lalu kuakhiri sambungan telponku karena Cresa harus segera membereskan pekerjaannya. Begitu sampai di Villa, aku langsung mengganti bajuku dengan celana pendek dan berendam di kolam renang sendirian.


****


Kujemput Cresa di Bandara, kubawa koper kecilnya sambil menggandengnya. Begitu sampai di mobil, dan menaruh kopernya dibelakang. Aku dan Cresa saling menatap. Langsung kurenggut tubuhnya dan kucium bibirnya yang menggemaskan. Cresapun membalas ciumanku dengan ganas. Tangan kami saling merayap menyusuri daerah sensitif.


"Beb, Kangen banget gue!" Kataku setelah bibirku menyusuri lehernya yang jenjang. Kuhentikan ciumanku dengan nafas tersengal-sengal. Kukecup keningnya. Cresa memelukku erat.


"Makan fast food aja ya sekarang. Gue belum makan siang, beb!" Katanya sambil menyebutkan resto fast food favoritnya.


"Makan dihotel aja ya, beb!" Ujarku sambil mengedipkan mataku. Dia hanya tersenyum sambil menatapku dengan tatapan manja.


Setelah tiba di hotel. Kami langsung melepas kangen, setelah 1 jam bermain cinta. Kami pun menikmati makanan yang sudah dibeli sebelumnnya.


"Nanti malam elu bobo disini kan, Beb?" Ujarnya sambil menggigit kentang goreng.


"Klo gue bobo disini, elu bakal susah tidur lho sayang.Hahaha!" Kataku sambil tertawa.


"Dasar, elu nakal ihhh!" Ujarnya sambil mencubit pipiku.


Setelah mandi kami tidur sambil berpelukan diranjang sambil menonton Drakor favorit Cresa.


"Korea itu oke banget ya, Beb. Gue pengen banget kesana, jalan-jalan di pulau Jeju trus kulineran di Gangnam dan Itaewon. Apalagi sama elu perginya. Pasti asyik banget. Gue lagi nabung nih beb, mudah-mudahan tahun depan bisa kesana bareng elu. Muuuuach!" Ujarnya panjang lebar berkhayal tentang liburan ke Korea bersamaku lalu menciumku.


"Gak usah nunggu tahun depan, besok kita cari tiket ke Korea!" Jawabku sambil membelai rambutnya.


"Tabunganku belum cukup, beb. Nggak mau ah. Jangan boros ah. Nabung dulu beb!" Katanya menolak tawaranku.


Lalu kujelaskan apa yang kemarin mau kuceritakan padanya. Komisi pekerjaan yang kulakukan 4 bulan kemarin akan aku pakai untuk mencari ide untuk konsep pekerjaan yang berikutnya. Pekerjaanku di bidang kuliner, kadang perlu explore ke tempat baru untuk mencari untuk mendapatkan ide baru.


"Bukan boros, beb. Udah gue planning. Dan ide tempatnya dapat dari elu barusan. Gue dikasih cuti 1 bulan. Ya dimanfaatin lah!" Kataku sambil mencium gemas pipinya.


"Iya beb. Tapi...," Cresa langsung terdiam karena saat itu aku sudah menyusup kedalam selimut dan bermain dengan dua bukit indahnya.


3 hari kemudian...


Malam itu setelah mendarat di Bandara Internasional Incheon, Aku dan Cresa dengan menggunakan Taksi menuju ke Hotel Lotte di kawasan Myeongdong, Seoul. Saat itu sudah jam 11 malam waktu Korea. Wajah Cresa terlihat gembira malam itu. Ini pertama kalinya dia melakukan perjalanan keluar negeri. 30 menit kemudian kami tiba di hotel. Setelah melakukan check in, kami segera menunju kamar untuk beristirahat. Kamar hotel itu lumayan mewah dan pemandangan dari jendela kamar pun sangat indah, pemandangan gedung-gedung menjulang dengan lampu-lampu kota yang terlihat indah. Cresa menikmati pemandangan kota Seoul malam itu dari jendela kamar. Kupeluk tubuhnya dari belakang.


"Kotanya keren ya, beb!" Kataku sambil mengalungkan tanganku dipinggangnya dan ikut menikmati pemandangan kota.


"Makasih sudah ngajak gue kesini, Beb! Satu impianku sudah terkabul!" Ujarnya sambil mengecup lembut pipiku dan memegang erat tanganku yang memeluknya.


"Impian elu ada berapa banyak, beb?" Tanyaku lagi.


Lalu Cresa berbalik menghadapku.


"Sukses di klinik kecantikan gue! Itu impian gue no.4! Terus...," belum selesai Cresa meneruskan kalimatnya. Bibirku sudah menempel dan mengecup lembut bibirnya. Lalu kulepaskan kecupan bibirku.


"Impian lu yang no.1, beb! Gue pengen tau impian elu yang no.1!" Ujarku sambil memeluk tubuhnya. Satu tangan Cresa yang mengalung di leherku, membelai wajahku dengan lembut. Matanya menatap mataku dalam-dalam.


"Impianku No.1 adalah menua dengan cinta pertama gue dan menjadi isteri terbaik untuknya!" Bisiknya lembut sambil mengelus dan memandangiku. Aku tertegun sejenak mendengar kata-katanya.


"Rii, Elu kenapa.Kok bengong?" Tanyanya lagi.


"Elu cinta pertama gue, Cresa! Apa gue juga cinta pertama elu?" Tanyaku sambil menatap matanya.


"Iya, Beb! Elu cinta pertama dan terakhir gue! Gue gak mau lagi kehilangan elu, Rii!" Ujar Cresa sambil mencium ketat bibirku. Ciuman Cresa seakan ingin menumpahkan perasaannya malam itu. Dengan lembut dan masih berciuman kugendong tubuhnya ke atas ranjang. Kami mencopot pakaian tanpa melepaskan bibir kami. Malam itu desahannya dan desahanku saling bersahutan. Kami tak tahu jam berapa kami selesai bercinta. Karena kami sama-sama tertidur lelap sambil berpelukan erat sekali. Pagi itu aku dibangunkan Cresa dengan ciuman lembutnya dibibirku.


"Sayang, Bangun yuk, Udah Siang! Gue udah bikinin kopi!" katanya sambil mengelus kepalaku. Kurengkuh tubuhnya kepelukanku. Kupejamkan mataku saat memeluknya. Cresa pun balas memelukku.


"Mau mandi bareng gak sayang?" Katanya sambil tersenyum nakal. Aku tersenyum dan menganggukkan kepala.


Setelah selesai sarapan, Cresa membuat itinerary. Hari pertama ini kami memutuskan untuk menjelajahi kota Seoul. Kami mengunjungi istana kerajaan Gyeongbokgung yang megah dan sangat memanjakan mata dengan arsitektur tradisional Korea yang indah. Kami juga menjelajahi pasar tradisional Namdaemun, di mana aku dan Cresa mencoba makanan lokal seperti bibimbap dan bulgogi yang lezat.


Salah satu tujuan yang paling dibicarakan Cresa sepanjang jalan tadi adalah Namsan Tower. Kami naik ke atas menara dan terpesona melihat pemandangan langit kota Seoul yang megah di bawah mereka. Kami juga menambahkan gembok cinta kami di pagar yang ditujukan untuk pasangan yang berjanji untuk bersama selamanya.


"Semoga cinta kita abadi sampai tua ya, beb!" Kata Cresa saat hendak memasang gembok itu dipagar.


"Amiin!" Kataku menggangguk sambil menggenggam tangannya. Lalu kami mengambil foto saat kami berdua memasang gembok dipagar. Cresa memposting foto itu di IGnya. Sambil menuju perjalanan pulang ke hotel kuajak Cresa ke pusat perbelanjaan Myeongdong.


Cresa adalah pecinta K-Pop dan K-Drama semenjak kami masih SMA, jadi dia sangat antusias untuk menjelajahi dunia kecantikan Korea Selatan. Cresa bingung saat tiba di pusat perbelanjaan di Seoul itu. Pusat perbelanjaan yang terkenal dengan produk kecantikan. Kusuruh Cresa untuk memborong beberapa produk kecantikan yang dia impikan sejak lama dan untuk dijadikan sample di klinik kecantikannya.


"Beb, ini kebanyakan!" Katanya dengan suara yang terdengar khawatir.


"Udah beb, mumpung disini di Indo gak ada lho!" Kataku sambil mengelus rambutnya. Setelah dari situ kami berjalan pulang ke Hotel kami yang tidak jauh dari situ. Kami berjalan bergandengan sambil membawa barang belanjaan.


"Kita kayak habis kulakan ya, beb!" Kataku sambil tersenyum.


Ditunggu komen, follow dan like-nya ya Gess.Thanks a lot buat kalian yang sudah mampir!