MY NAME IS RIO...

MY NAME IS RIO...
My Precious



Cresa dan mama Anggi memandangi wajah Rio yang tampak lelah tapi tetap tersenyum didepan para tamu yang menikmati hidangan.


"Cresa, apa kamu selalu diajak Rio seperti ini?" Tanya mama pada anak tunggalnya itu.


"Cresa baru ketemu Rio lagi 3 bulan yang lalu, ma. Cresa menemani Rio bekerja baru 2 kali ini. Kenapa mama nanya begitu?"


"Rio terlihat beda sekarang, Tapi ternyata sifatnya tidak berubah. Bukannya dulu waktu kamu masih pacaran, gak ketemu 1 hari aja dia sudah bingung?" Ujar mama sambil tertawa mengenang masa Rio dan Cresa saat berpacaran. Saat FD akan berakhir Tania baru muncul di Resort milik koleganya itu sambil berlari-lari.


"Maaf Cresa, Tante, saya terlambat. Bisa kita ke kamar sekarang? Mari ikut dengan saya!" perintah Tania pada mama Anggi dan Cresa. Cresa dan mamanya saling berpandang-pandangan. Tapi mereka mengikuti langkah Tania yang sudah menunggu mereka di depan lift. Tania hanya diam saat di lift tanpa mengatakan sepatah kata. Cresa merasa ada yang aneh. Tania membuka pintu kamar paling pojok dilantai itu. Kamar itu sangat mewah, setelah mama Anggi dan Cresa masuk ke kamar itu. Tania langsung berpamitan.


"Maaf atas keterlambatan saya! Ini kartu untuk kamar sebelah ya, Cres.Maaf saya pergi dulu. Setelah ini ada Compliment dari manajer hotel sebagai permintaan maaf. Permisi!" Ujar Tania yang tampak terburu-buru. Cresa yang merasakan ada sesuatu yang tidak beres langsung mengejar Tania.


"Tania, Tunggu!" Cresa berteriak sambil berlari mengejar Tania. Tania ternyata sudah hampir menangis saat pintu lift terbuka.


"Ada apa Tania?" tanya Cresa.


"Mmmmpphh. Rio ngamuk, Cres. Gara-gara gue telat!" jawab Tania yang kelihatan bingung. Cresa mengajak Tania kembali kedalam kamar untuk menjelaskan kenapa Rio bisa sampai marah. Ternyata kemarahan Rio karena Cresa dan mama selama hampir 5 jam menunggui Rio di dekat bar yang berada ditepi kolam renanglah penyebabnya. Rio bahkan mengancam untuk memutuskan kontraknya dengan Tania.


"Ya ampun, udah Tan. Entar gue aja yang ngomong sama dia. Elu yang tenang ya!" Kata Cresa sambil tertawa sambil menenangkan Tania. Wajah Tania masih panik, dia masih belum bisa tenang. Terdengar ketukan di pintu kamar. Tania melirik jam tangannya.


"Itu Rio datang, Cres!" ujarnya panik.


"Biar gue yang ngomong di kamar sebelah! Elu tunggu disini sebentar ya, Tan!" lanjut Cresa lalu membuka pintu kamar.


Sebelum Aku masuk ke kamar itu Cresa sudah menyeret tanganku menuju kamar sebelah.


"Sabar, Honey! Calm down!" ujar Cresa sambil menggandeng tanganku.


"5 jam elu dan mama duduk disitu! Manajer hotel atau Tania gak mikir apa lu dan mama dari pagi nungguin gue kerja sambil duduk! Gue ngerasa diremehkan, Beb. Westin jaringan hotel internasional, tapi servisnya malah bagusan losmen!" Kata Rio berapi-api. Gue cari Manajernya gak ada. Klo udah gini pada jadi hantu semua! Malu gue sama elu! Terutama sama mama! Udah kita sore ini balik aja!


Cresa tertawa melihatku yang sedang marah. Cresa membuka seragam Chef yang masih kupakai. Cresa lalu menciumku dengan liar! Aku yang 3 hari merindukan tubuhnya, lalu membalas serangannya dengan buas. Setelah kami selesai bercinta. Cresa menindihku dengan tubuhnya yang masih tanpa busana.


"Udah reda kan marahnya?" Ujar Cresa sambil mengelus dada dan perutku.


"Hihihi, Jangan marah ke siapa-siapa beb. Gue dan mama memang lagi pengen liat elu kerja. Kami tadi enjoy kok ngeliatin kamu. Kasian Tania, dia sampe ketakutan lhoo!" Ujar Cresa lagi.


"Temuin Tania yuk di sebelah. Kasian dia. Nanti malam gue pengen tidur sama elu aja! Biar otak lu besok fresh, beb!


Aku pun mengangguk. Lalu kami berpakaian. Sebelum masuk kamar Cresa mengingatkanku untuk tidak marah.


"Tadi udah janji lho ya!" Bisiknya pelan sambil melotot kepadaku.


"Maaf Chef! Saya teledor! Manajer hotel juga minta maaf! Kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi, Chef!" Ujar Tania tertunduk.


"Bilang sama Pak Samuel! Bulan depan Tanggal 10. Chef Rio mau bikin wedding party di sini untuk 100 pax. Dia harus kasih gue kabar besok siang. Gue minta spesial charges untuk acara gue bulan depan. All in ya Tan. Spesial Charges All In!"


Tania tersenyum lebar. Rio tidak marah padanya karena rayuan Cresa! Tania langsung berdiri sambil tersenyum.


"SIAP CHEF!!! SAYA PERMISI SEKARANG!" jawab Tania dengan suara lantang. Tania mengedipkan matanya pada Cresa. Cresa hanya tersenyum sambil memeluk lengan kekar Rio. Setelah Tania keluar kamar, Rio menghampiri mama Anggi dan menyalaminya sambil mencium tangannya.


"Maaf ya ma, tadi mama kelamaan duduk!" Mama Anggi tertawa, disusul tawa Cresa yang dengan gemas mencubit pinggangku.


"Tadi dikirimin makanan banyak banget. Yuk kita makan dulu. Kasihan Rio pasti belum makan. Mama menggandeng tangan Rio menuju ruang tengah.Di meja yang lumayan besar itu penuh dengan makanan dan minuman yang terlihat lezat. Aku dan mama pun mengambil makanan itu.


"Cresa, Ayo makan!" kata mama.


"Ini saya makan bareng Cresa kok, ma!" Kataku sambil duduk disebelah Cresa lalu menyuapi Cresa. Mama Anggi tertawa melihat kemesraan kami.


Malam itu aku membahas tentang acara pesta pernikahan kami bulan depan.


"Papa diundang gak ma?" Tanya Cresa. Mama Anggi terdiam sejenak, matanya berkaca-kaca.


"Diundang aja, beb. Nanti gue kirimin undangan plus kode booking tiket pesawat," kataku pada Cresa.


"Sodara yang mau diundang gak ada ma?" Mama kembali menggelengkan kepalanya. Cresa lalu menghibur mamanya agar tidak bersedih lagi. Mama Anggi menyeka airmatanya. Lalu beliau pamit untuk duluan pergi tidur. Aku dan Cresa pun pindah ke kamar sebelah. Begitu pintu kamar kututup Cresa langsung menciumku.


"Gue kangen, beb!" katanya sambil mengusap otot panjangku.


"Gue juga kangen banget, beb! Cresa menindihku.


"Gue pengen diatas beb!" Aku memandanginya yang sedang bergerak dengan tubuh indahnya sambil menghentak-hentak. Aku merasakan rasa hangat yang teramat sangat hangat didalam dirinya. Cresa tersenyum, senyumannya sangat seksi saat tubuh berputar-putar lalu mengejang sambil meremas rambutku dan menarik kepalaku kearah dua bukit indahnya. Saat kugigit lembut bukit itu diriku pun menyusulnya mengejang. Cresa memekik tertahan! Tubuhku dan tubuhnya berpelukan dengan lemas. Tubuhnya berdenyut-denyut lembut memijat ototku.


"I love you!" bisiknya lembut.


"I love you too, my precious!" balasku dengan suara lembut.


Ditunggu komen, follow dan like-nya ya Gess.Thanks a lot buat kalian yang sudah mampir!