
Gak terasa sudah waktu belajar disekolah sudah sampai diakhir semester. Ujian Akhir semester pun sudah usai, tinggal menunggu hasil raport dan kenaikan kelas. Tahun depan kelasku dan Cresa sudah berbeda, Cresa memilih jurusan MIA, dan aku memilih jurusan IIS.
"Bentar lagi liburan panjang, liburan ke mana bro?" tanya Robin saat pulang sekolah.
"Belum tau bro, pengennya ke Bali tapi tabungan gue belum cukup.Tahun depan kali ya" jawabku singkat.
"Halaahh, Bokap lu mah banyak duit. Kakak lu yang sulung aja kuliah di Aussie. Kakak lu si Faizal hobinya traveling kemana-mana. Masa lu ke Bali aja nunggu sampai tahun depan, Bro!" ujar Robin sambil tersenyum.
"Kakak gue mah beda sama gue, Bro. Gue ga berani minta, apalagi belum rapotan gini. Klo raport gue jelek bisa digampar gue, Bro. Hahahhaa!" jawabku sambil tertawa.
"Klo lu rencana liburan kemana Bro?" tanyaku lagi.
"Paling liburan ke desa bro. Nengokin nenek gue. Hahahaha," jawab Robin tertawa.
"Ehh ada pacar lu tuh. Gue duluan ya," ujar Robin berlari ke gerbang depan. Kubalikan badanku kearah belakang. Cresa berlari kecil kearahku.
"Baby!!!" katanya sambil mengembangkan tangannya mau memelukku. Kupeluk tubuhnya.
"Kamu udah dijemput tuh!" ujarku sambil menunjuk kearah mobilnya.
"Aku pengen sama kamu aja pulangnya," katanya manja sambil menggengam tanganku.
"Aku gak bawa motor, Beb. Ini aku pulang aja jalan kaki," jawabku
"Kuanterin kamu aja yah," katanya sambil mengedip-ngedipkan matanya.
"Papa sama mama ke Semarang, Beb. Aku dirumah sendirian bikin males. Mana besok udah libur lagi," lanjutnya sambil memonyongkan bibirnya yang mungil.
"Emmm gini aja. Habis ngambil motor, mandi, aku ke rumahmu. Gimana?" Kataku sambil mengelus tangannya yang kugenggam.
"Deal Beb. Temenin aku nonton drakor ya malam ini. Aku order pizza juga deh," katanya girang.
"Ok buruan pulang gih," ujarku mengelus kepalanya.
"Idih ngusir, bebeb jahat ahh!" ujarnya cemberut manja.
"Klo kamu gak pulang-pulang, kapan aku ngambil motornya, bebi?" Kataku sambil memencet ujung hidung mancungnya.
"Iyaa bebi. Cepetan ya. Muuachhh," katanya sambil mencium pipiku lalu berlari ke mobilnya.
Cresa melambaikan tangannya dari balik jendela mobilnya. Kulambaikan juga tanganku padanya. Aku lalu berjalan ke bengkel motor didekat sekolah untuk mengambil motorku.
Sore itu aku memakai Celana Joger dan kaos singlet untuk jogging kepadukan dengan jaket baseball. Mama menanyai aku mau kemana sore itu. Aku bilang cuma ke Cresa trus paling pergi makan karena besok sudah libur. Aku pun pamit sambil mencium mama. Kunyalakan motorku.
"Brummmmm... Bruummm".
Mama keluar dari dalam rumah.
"Kirain suara berisik apa Rii,"kata mama sambil menggeleng-gelengkan kepalanya ketika mendengar suara knalpot motorku.
"Pergi dulu ya, Ma!" Aku pun melaju menuju rumah Cresa.
Aku duduk diteras menunggu Cresa yang sedang mandi. Aku buka jaketku, sehingga otot lenganku yang menonjol terlihat jelas karena aku hanya memakai singlet untuk jogging. Kuminum kopi yang disuguhkan sambil menyantap pisang goreng yang masih hangat.
Bau wangi mendekat, ini tandanya Cresa sudah selesai mandi. Aku menyalakan rokok sambil menyesap kopi hangat. Cresa muncul mengenakan babydoll mini dress berwarna hitam sehingga pahanya yang mulus terlihat jelas.
"Sayang, ihh item-item trus bajunya warna ya samaan.Suka deh," ujarnya memelukku.
"Beb, aku tadi udah pesan pizza. 2 box yang rasa cheeseburger sama yang pepperoni. Gak papa kan?" Katanya sambil duduk disampingku yang sedang merokok.
"Iya gak papa, Beb," jawabku.
"Bik. Bibi klo mau pulang sekarang gak papa. Besok pagi datangnya jangan kesiangan ya, bik!" Ujar Cresa lagi.
Bibi pun mengangguk lalu pamit pulang setelah dijemput suaminya.
"Ayo, beb. Kita nonton didalam."
Aku pun masuk setelah Cresa. Setelah menaruh jaketku dikursi aku mengikuti Cresa ke ruang tengah. Cresa memutar drakor Favoritnya. Cresa yang sudah menyalakan lampu-lampu dirumahnya. Kecuali lampu diruangan TV itu, dibiarkan temaram hanya 2 lampu berwarna kuning yang menyala. Cresa pun membawa 2 box pizza dan 2 botol besar softdrink dingin untuk menemani kami menonton. Aku yang sedang asyik menonton terkejut, tiba-tiba Cresa duduk diantara 2 kakiku yang sedang bersila. Cresa bangkit dan menarikku ke kamarnya.
"Rio malam ini aku mau nyerahin Virgin aku untuk kamu," Katanya sambil menggengam erat kedua tanganku. Aku terdiam melongo, aku tak tahu apa yang harus aku katakan.
"Aku cuma mau ngelakuin itu cuma sama kamu Rio," katanya sambil menciumku. Lalu kami bercumbu dengan hebatnya, malam itu adalah pengalaman pertama kali kami melakukan itu. Setelahnya kami berpelukan erat, tubuh kami telanjang berpelukan seakan tak ada apapun yang bisa memisahkan kami. Seakan tidak ada yang lagi yang bisa mengganggu kami berdua.
"Jangan tinggalin aku ya, Rio!" katanya dengan mata berkaca-kaca.
"Aku gak akan pernah ninggalin kamu, Cresa. You have my Words!" Kataku sambil mencium tangannya yang kugenggam. Cresa tersenyum manis lalu memelukku.
"Jagain aku ya, beb." Kubenamkan wajahnya didadaku sambil kubelai rambutnya yang harum.
"Aku akan selalu jagain kamu sayang, SELALU!!!" Kataku lagi sambil mencium pipinya.
Kami berpelukan lagi untuk beberapa saat.
"Kita kedepan lagi, yuk. Kita nonton lagi," ujarnya sambil menarik kedua tanganku ke ruang depan. Sambil menggandengku dia membuang tissu dengan noda darah ditempat sampah.
"Darah cintaku dan kamu itu, beb!" Katanya sambil mengecup bibirku lagi.
Sebelum tengah malam aku pun berpamitan untuk pulang. Dimotorku kepalaku berpikir keras, entah kenapa tiba-tiba perasaanku mendadak tidak enak.
"Perasaan tidak enak apa ini?" gumamku berhenti sejenak ditepi jalan, lalu kemudian kugeber lagi dengan kencang motorku itu.
...----------------...
Kuhapus keringat di kening Cresa yang bercucuran. Pagi itu aku dan Cresa jogging dilapangan dekat stadion. Setelah mengitari stadion, kami beristirahat di depan pintu masuk stadion yang waktu ramai dengan orang-orang yang sedang berolah raga pagi.
"Ayo beb. Jangan duduk dulu klo habis lari, ntar varises lho!" ujarku menarik kedua tangan Cresa yang sedang duduk.
"Aku capek banget, sayang," sahut Cresa dengan nafas terengah-engah.
"Aku gak kuat jalan," katanya lagi sambil membungkukkan tubuhnya. Lalu kubungkukkan badanku didepannya.
"Ayo kamu kugendong aja beb," kataku sambil menepukkan tangan dipunggungku. Cresa tertawa riang lalu dia melompat naik kepunggungku. Dua bukitnya yang besar menempel erat dipunggungku yang berkeringat.
"Awas berdiri ya punya kamu sayang," katanya sambil menggelayutkan tangannya ditubuhku. Aku pun tertawa sambil berlari pelan sambil menggendong Cresa. Tiba-tiba ada seorang gadis berlari kencang didepanku dan menubrukku dengan keras. Aku terhuyung dan terjatuh sambil masih menggendong Cresa.
"Mbak, klo lari liat-liat donk!" tukasku pada cewek itu. Tapi belum selesai kata-kataku pada cewek itu, sudah ada 4 orang cowok sudah berdiri di belakang cewek yang menabrakku itu.
"Gila lu, lincah juga ternyata kayak kancil," ujar cowok berkulit putih itu.
"Ayo Sis, Jangan lari-larian lagi lu. Sesak nafas gue nguber elu!" kata cowok tinggi bermata sipit.
"Ehhh elu kan Cresa? Member baru itu kan? Kemana aja lu kok gak pernah latihan lagi?" kata cowok yang memakai topi terbalik menyapa Cresa. Cewek yang jatuh itu lalu berlindung dibelakangku.
"Tolongin gue, Rio. Tolongin!" Aku dan Cresa lalu saling berpandangan. Dari mana cewek ini tau namaku?! Batinku dalam hati.
"Lu gak usah ikut-ikut ya!!!" Kata cowok bermata sipit itu sambil menunjukku dengan mata melotot.
"Ayo Sis, Seto sudah nungguin elu!" ujar cowok bertopi terbalik itu. Begitu mendengar nama Seto disebut membuat emosiku tiba-tiba mendidih ke ubun-ubun.
"KLO GUE IKUT-IKUT, LU SEMUA MAU APA?!" Bentakku sambil menderakkan tulang jemariku hingga berbunyi.
"HHOHOOHO, Ada pahlawan kesiangan nih, Broo!" ujar cowok berbadan kekar sambil memasang kuda-kuda. Cowok kekar itu lalu maju dan menendang ke arahku. Aku menghindari tendangannya sambil mundur sedikit kebelakang. Kuberi kode pada Cresa dan Siska untuk mundur. Cowok itu menyerangku lagi. Dengan pukulannya bertubi-tubi, kulihat kuda-kudanya yang tidak seberapa kokoh. Pukulannya kerasnya kutepis, tidak ada pukulannya yang mengenai sasaran. Kupancing dia dengan tendangan tipuan untuk melihat reaksinya. Reaksinya seperti dugaanku. Tiga temannya hanya melihat cowok kekar itu menyerangku tanpa ada keinginan membantunya sama sekali.
"Cukup sudah dia menyerangku, sekarang aku yang akan menyerang dia!" batinku dalam hati.
Kutendang dia dengan tendangan beruntun, dia cukup tangkas menangkis tendanganku. Kuberi tendangan tipuan lagi yang kali ini kukombinasikan dengan tendangan putar dan cangkulku.
"Braakkkk! Braaakkk!" ia pun terkapar sambil memegangi rahangnya. Setelah cowok itu jatuh pingsan barulah ketiga temannya bergerak menyerangku, kulentingkan tubuhku 540° berputar-putar diudara "Bletakkk...Buggghhh...Baamm!"
Mereka bertiga jatuh tersungkur bersamaan terkena tendangan putar beruntunku. Kuajak Cresa dan Siska untuk meninggalkan tempat itu. Siska berterima kasih padaku sambil menangis.
"Sudah mbak, yang sabar ya," kata Cresa sambil menepuk-nepuk punggung Siska yang masih menangis.
"Terima kasih, Cresa. Aku sudah gak papa kok. Cuma aku masih ketakutan aja," ujar Siska sambil menyeka airmatanya.
"Kenapa mereka mengejarmu? Apa hubungan kamu dengan Seto?" tanyaku sambil menepikan mobil dipinggir jalan. Lalu Siska menceritakan keributan itu berasal karena ia mencari rekaman video perbuatan cabul Seto kepada muridnya termasuk Siska. Video itu diambilnya dari lemari kecil di Studio tari milik Seto. Itulah yang membuat Seto marah dan menyuruh anak buahnya mengejarnya. Cresa memandangku lalu memegang tanganku. Siska sudah berhenti menangis setelah menceritakan hal itu.
"Untung malam itu kamu ditolong Rio, Cresa. Klo tidak kamu akan jadi seperti aku. Jadi budak nafsunya Seto," ujar Siska terisak.
"Iya mbak, gara-gara Seto juga aku sampai putus dengan Rio," ucap Cresa sambil memegang tangan Siska.
"Gue antar lu pulang,Sis. Soal Seto, biar gue yang handle," ujarku sambil kembali menyalakan mobil.
Setelah mengantar Siska, aku mampir ke rumah Cresa. Cresa benar-benar jijik dengan kelakuan Seto yang ternyata seorang PK( Penjahat Kelamin).
"Mau kamu apain si Seto itu, Sayang?" Kata Cresa sambil duduk disebelahku di bangku teras.
"Maunya sih kugantung ditower aja, beb. Hahahha ," ujarku tertawa.
"Belum tau juga sih, ntar deh kupikirin mesti kuapain tuh anak ," ujarku mengusap kepalanya.
"Aku pulang dulu yah, mama masak banyak hari ini. Atau kamu sekalian ikut ke rumah. Biar sekalian kukenalin sama mama. Gimana?" Tanyaku lagi.
"Mau beb.Tapi aku mandi dulu,ya. Bau keringet nih!" Katanya lalu berdiri.
"Iya. Tapi jangan lama-lama mandinya ya," ujarku menggenggam tangannya.
"Iya, iya, kamu takut dimarah mama ya?" Katanya sambil mencubit pipiku.
"Bukan itu, Ntar klo kelamaan aku kangen kamu sayang," ujarku tersenyum meledek.
"Idiiih raja gombal!" Ujarnya mengecup bibirku lalu masuk ke rumahnya.
...----------------...
"Ehh siapa ini,kok cantik banget?" Kata mama saat bertemu Cresa.
"Kenalkan. Ini Cresa, Ma," kataku mengenalkan Cresa pada mama.
"Teman atau pacar?" Goda mama padaku sambil tersenyum.Belum sempat kujawab pertanyaan mama itu. Vina sudah menjawab pertanyaan mamaku.
"Pacar tersayangnya si Rio, bulek!" Kata Vina sambil memeluk Cresa.
"Hahahhaa, klo Rio bilang Cresa cuma teman, tante suruh jadian Cresa sepulang dari sini nanti," canda mama.
"Kamu udah kenal sama Cresa, Vin?"
"Udah bulek. Kan Vina yang bantu mereka jadian," kata Vina sambil menjulurkan lidahnya kepadaku.
"Makan bareng yuk Cres," ujar mama menggandeng Cresa ke ruang makan. Cresa pun mengikuti mama ke ruang makan sambil menggandeng tangan mama.
"Lolos jadi mantu bro ," ujar Vina menggandengku ke ruang makan. Kujitak kepala Vina. Lalu bude pun bergabung di ruang makan.
"Yaa ampun, Cantik banget. Bude pikir lagi ada syuting Sinetron dirumah ini. Kok ada artis cantik disini!" Sapa bude sambil dicium tangannya oleh Cresa. Kami pun makan bersama. Ikan Bakar & Ikan Tuna asap buatan mama memang paling TOP.
......................
"Mamamu cantik ya, nurun ke kamu tuh, makanya muka kamu Cute banget, Sayang!" Ujar Cresa memelukku erat dari belakang. Aku tersenyum sambil terus memacu motorku dengan kecepatan sedang. Aku menguap.
"Kok nguap sih, kamu ngantuk ya beb?" Tanya Cresa
"Iya beb, tumben ngantuk banget nih. Habis ini aku langsung balik aja ya," kataku sambil menguap lagi.
"Iya!" Jawabnya ketus sambil mengendurkan pelukannya dipinggangku.
"Loooh, kok aku gak dipeluk lagi sih sayank?" Kataku sambil menolehkan kepala kearah belakang.
"Tau ahh. Pacarnya masih kangen, bawaannya mau pulang mulu aja," katanya terdengar ngambek.
"Iya, iya. Ntar aku tiduran di rumah kamu dulu sebentar deh," ujarku sambil memegang tangannya dengan satu tangan.
Sesampai dirumah Cresa, aku masuk ke ruang tamu. Cresa masuk ke kamarnya mengganti pakaiannya. Aku yang sangat mengantuk akhirnya terlelap tidur disofa. Gimana gak ngantuk, malam sebelumnya setelah "berbuat" dengan Cresa, paginya aku langsung jogging dengannya. Kurang tidur dan kurang tenaga.Hahahaaha.
Saat kuterbangun, Cresa tertidur dipangkuanku di sofa. Tirai-tirai dirumah itupun sudah tertutup rapat semua. Tandanya bibi sudah pulang. Cresa tertidur lelap dipangkuanku, aku pun mengambil bantal dan membaringkan kepalanya di bantal pelan-pelan. Lalu aku menuju kamar mandi. Kucuci muka dan membasahi kepalaku di wastafel. Ternyata Cresa sudah di dibelakangku saat aku selesai mencuci muka.
"Jahat kamu beb, aku tadi ditinggal tidur, trus sekarang diem-diem ditinggal ke kamar mandi," ujar nya sambil memelukku. Dia lalu menciumku. Lalu tubuhnya bergelayut padaku. Kedua tangannya melingkar dileherku, sambil kakinya mengapit pinggangku. "Aku pengen ML lagi Beb," bisiknya ditelingaku. Kubalas ciumannya sambil menggendong tubuhnya ke kamar. Dan terjadi lagi...
Ditunggu komen, follow dan like-nya ya Gess.Thanks a lot buat kalian yang sudah mampir!