
"Mau makan apa, Cres?" Tanyaku sambil menyetir skuter matic itu pada Cresa.
"Aku ngikut kamu aja, Rii!"
Ujarnya sambil memeluk erat perut sixpackku dengan erat.
"Pengen makan Sea Food, dimana ya?" Tanyaku pada Cresa. Cresa menunjukkan jalan menuju Resto Seafood yang tidak jauh dari posisi kami saat itu. Bali Nikmat namanya.
"Semoga masakannya seperti nama restonya!" Batinku dalam hati. Kupesan beberapa menu favorit di resto itu. Aku teringat Eva lagi saat itu, sebab selama aku dan Eva di Bali, Eva yang mengajakku ke tempat makan favoritnya tanpa aku harus bingung berpikir untuk makan apa dan dimana. Makanan yang kami pesan pun akhirnya datang. Sup asparagus kepitingnya betul-betul nikmat, Apalagi Udang Crispy saus Telur Asinnya!
"Gimana Chef? Masakannya cocok nggak sama selera, Chef?" goda Cresa sambil tersenyum kepadaku yang terlihat lahap menyantap hidangan itu.
"Ce repas est delicieux! Bon appetit!" Ujarku dalam bahasa Perancis pada Cresa.
"Artinya apa itu, Rii?" tanya Cresa sambil bengong.
"Artinya Makanan ini lezat banget. Selamat makan, Cresa!" ujarku sambil meneguk air mineral. Cresa menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tertawa.
Setelah selesai makan, Aku dan Cresa pun lalu meninggalkan Resto itu.
"Kamu mau kuantar ke hotel sekarang?" kataku pada Cresa saat kami berhenti dilampu merah.
"Emmm iya deh, Rii!" Jawabnya singkat. Tak lama kemudian sampailah kami di hotel tempat Cresa menginap.
"Kamu gak mau mampir dulu, Rii?" Tanya Cresa dengan wajah datar tanpa senyum padaku.
"Gak apa nih klo aku mampir?" godaku sambil tetap duduk diatas skuter matic itu.
"Ayo ahh buruan turun!" kata Cresa dengan nada manja sambil menarik tanganku. Cresa menggandeng tanganku sambil berjalan.
"Udah gak ada yang bakal marah kan, klo aku gandeng kamu sekarang?" Katanya sambil memegangi lenganku dengan erat. Aku tak menjawab pertanyaannya, aku melayangkan pandanganku ke arah langit sambil terus berjalan. Cresa membuka pintu kamarnya. Kamar itu cukup besar untuk ditempati seorang diri. Aku pun mengikuti langkah Cresa memasuki kamar itu.
"STOP! Tunggu disitu, Rii!!!" Kata Cresa sambil berteriak. Kuhentikan langkahku yang baru sampai di depan Pintu toilet.
"Baju perang gue kececeran, Rii. Maklum lah yaa! Sebentar gue beresin ini dulu ya, Rii!" Katanya sambil memungut pakaian dalamnya yang berceceran di lantai.
"Ok, Silakan masuk, Chef!" Katanya begitu selesai berberes.
"Ngerokok di kamar ini gak papa kan?" Tanyaku sambil mengeluarkan rokokku.
"Jangan, klo mau ngerokok di teras luar. Hotel ini klo ngerokok dikamar dendanya gede!" Jawab Cresa sambil membuka pintu kaca disamping kamarnya. Dibalik pintu kaca itu terdapat teras kecil yang terhubung langsung dengan kolam renang. Cresa mengambil sekaleng bir dingin dari mini barnya. Aku lalu menyalakan rokok, Cresa pun ikut menyalakan rokok.
"Mulai kapan kamu merokok, Cres? Udah lama?" Tanyaku ketika melihat rokok Cresa yang berputar-putar diselah jemarinya.
"Sejak 1 tahun setelah merit, itu pun karena niru kamu, Rii. Kamu kan klo lagi banyak masalah selalu ngerokok. Awalnya coba-coba, ehh jadi keterusan sampai sekarang!" Ujarnya sambil tersenyum. Aku tersenyum mendengar jawabannya. Kuminum bir dingin yang diberikan Cresa.
"Aku ganti baju dulu sebentar ya, Rii!" Cresa lalu masuk kedalam dan berjalan menuju kamar mandi. Aku menyalakan rokok lagi sambil melamun memandangi kolam renang. Cresa yang sudah mengganti bajunya dengan kimono tipis. Wangi tubuh Cresa pun tercium saat dia berdiri disampingku. Tiba-tiba jantungku berdetak kencang saat mencium bau parfum itu.
"Stay with me tonight, Please!" Katanya sambil membenamkan wajahnya didadaku. Aku tak membalas pelukannya, tanganku terdiam kaku disamping tubuhku. Cresa menatap wajahku. Wajahnya makin mendekat ke wajahku.
"Kiss me, Rii. Please, Kiss me!" Kupeluk tubuhnya erat sambil berbisik.
"I'm sorry, Cresa! I can't stay with you tonight. And i'm sorry i can't kiss you too. I'm so sorry, i need more time!" Cukup lama kami diposisi yang canggung itu. Tak lama kemudian Cresa lalu melepas pelukannya.
"Aku antar kamu ke depan, kamu hati-hati pulangnya!" kata Cresa dengan mata berkaca-kaca sambil menundukkan kepalanya dan mencoba tersenyum.
"Iya, besok aku telpon kamu ya!" kataku sambil mengelus kepalanya. Kubuka pintu kamar yang secara otomatis tertutup itu. Aku berjalan dilorong hotel tanpa menoleh kebelakang sama sekali. Kupercepat langkahku menuju parkiran. Begitu aku duduk diatas jok skuterku. Kuhembuskan nafas panjang. Aku melihat ke atas ke arah langit.
"Eva, i missed you so!!!" bisikku dengan nada lirih. Saat itu kurasakan juga batinku berteriak kencang! Batinku meneriakkan kalimat yang sama dengan bisikanku yang barusan!
Pagi itu setelah jogging dan sarapan. Aku menunggu kiriman barang dari toko alat olah raga. Tak lama kiriman barang itu pun datang. SandSack(KantongPasir) itu dipasang dihalaman dekat kolam renang. Pak Kadek menemaniku saat Sandsack itu dipasang petugas dari toko tersebut.
"Mas Rio mau latihan tinju?" Tanya pak Kadek dengan logat Bali yang khas. Kulatih tendangan putarku yang sudah lama tidak pernah kupraktekkan. Kulatih tendangku dengan sandsack itu sebagai targetku.
"Ooow mas Rio suka Taekwondo, sekarang sudah sabuk apa mas?" Tanya pak Kadek lagi ketika aku sedang mengambil ancang-ancang. Kulentingkan tubuhku 360° kutendangkan 3 tendanganku kearah sandsack itu. Pak Kadek bertepuk tangan melihat tendanganku itu.
"Sabuk hitam pak!" Jawabku tersenyum sambil terus melanjutkan latihan tendanganku.
"Pantes bisa melintir-melintir gitu tendangannya, ternyata sudah sabuk hitam toh!" Ujar pak Kadek sambil berlalu dan menutup pintu gerbang Villa.
"Hello.Cresa, kamu dimana?" Kataku sambil keluar dari kamar mandi.
"Aku masih di klinik, Rii. 1 jam lagi sudah selesai. Ada apa?" Tanya Cresa saat kutelpon sore itu.
"Klinik kamu dimana? Kamu shareloc deh, habis ini aku meluncur kesana. Aku mau ajak kamu makan di Jimbaran. Kamu bisa kan?" Tanyaku lagi sambil menyemprotkan cologne ditubuhku.
"Emmmm, kamu kesini dulu aja deh, Rii. Aku shareloc sekarang ya! Bye!" Ujarnya sambil memutuskan hubungan telepon.
Kupacu Jeep Rubiconku melintasi jalan Sunset Road yang padat!
Kulihat lagi ponselku, C Skin Beauty Skin Treatment nama klinik kecantikan kulit milik Cresa. Aku bercermin sebentar sebelum turun. Kupakai kacamata Aviatorku ketika memasuki Klinik Cresa itu. Aku disambut oleh 2 cewek cantik yang berpenampilan menarik.
"Ada yang bisa kami bantu, Kak?" Tanya cewek yang memakai dress putih dengan sopan. Aku tersenyum sambil melihat-lihat jenis paket perawatan di atas mejanya.
"Kakak ada masalah dengan kulit? Coba sebelumnya biar saya cek dulu jenis kulit kakak!" Ujar cewek yang satu lagi kepadaku.
"Rio! Kamu sudah sampai, sebentar ya!" Kata Cresa dari balik pintu ketika melihatku. Aku menganggukkan kepala sambil melihat kesekeliling klinik itu. Ada 2 orang pasien yang sedang menunggu giliran periksa sepertinya. Kemudiaan Cresa keluar dari ruangannya.
"Langsung pergi sekarang kah?" Tanyanya sambil menyibak rambutnya dengan tangannya.
"Ayo, Cresa. Kakak permisi dulu adik-adik!" Kataku sambil melangkah ke pintu dan membuka pintu untuk Cresa.
Ditunggu komen, follow dan like-nya ya Gess.Thanks a lot buat kalian yang sudah mampir!