
Reno membawaku sebuah ruangan di Clubnya. Ditemani 2 Security. Aku pun duduk di ruangan itu. Reno memberiku sebotol air mineral. Nafasku masih tersengal-sengal karena emosiku belum surut. Reno menyuruh 2 orang itu untuk keluar. Reno menepuk-nepuk pundakku lalu berkata.
"Apa boleh gua tau masalah lu dengan Tino, Bro? Baru kali ini gua liat lu seemosi tadi." Kuceritakan masalahku dengan Tino dimasa lalu. Dan perbuatannya pada Eva yang sampai membuatku sangat marah.
"Jaga adik lu, Reno. Gue gak jelek-jelekin dia. Tapi suruh adik lo hati-hati!" Ujarku saat itu sambil berdiri hendak pergi dari ruangan itu. Lalu datanglah Donna yang datang lalu menampar mukaku.
"Bikin kacau acara gue aja, lu! PERGI LU DARI SINI!" Bentak Donna padaku.
"Maafin gue, Donna!" Kataku sambil berlalu dari tempat itu. Aku masuk ke mobilku dan pergi dari situ.
"KACAU PARTY GUE!!!" Teriak Donna histeris pada Reno yang duduk didepannya. Tak lama seorang gadis cantik tinggi semampai berkulit putih masuk diruangan yang sama.
"Donna, lu ditunggu tamu-tamu diatas. Elu kok malah disini?" Ujar gadis yang bernama Angela itu pada adik sepupunya. Donna pun beranjak dari ruangan itu dengan wajah cemberut.
"Mana cowok yang loe bawa tadi, Ren? Itu teman elo?" Tanya Angel pada Reno.
"Iya, Dia temen baik gue waktu kuliah di Aussie. Gak nyangka gue dia bisa beringas kayak gitu!" Jawab Reno sambil merokok.
"Cakep orangnya. Gue suka. Kenalin donk!" Ujar Angela lagi
"Husssh. Dia bukan jomblo. Rio itu udah duda. Duren. Duda keren!" Sahut Reno sambil meninggalkan Angela. Angela tersenyum sambil memelintir rambutnya, kemudian ia lalu mengikuti langkah Reno.
Rio mampir ke apotik untuk membeli plester dan salep untuk lukanya. Lukanya sudah tidak mengucur lagi. Saat Rio sampai di Villa, mama Wanda hendak pergi dengan pak Kadek. Ketika Rio turun mama Wanda melihat kemeja dan celana Rio yang sobek.
"RIO! KAMU KENAPA?" Tanya mama Wanda sambil mengikutiku ke dalam Villa. Kuambil kotak P3K di lemari obat. Kubersihkan lukaku dengan alkohol dan mengolesinya dengan salep lalu menutup lukaku dengan plester. Mama Wanda memandangiku. Aku duduk di kursi disebelahnya dan berkata.
"Saya habis berantem dengan Tino, ma." Mama Wanda kaget mendengar jawabanku.
"Yang ngelakuin ini Tino?" Tanyanya lagi. Aku tertawa.
"Tentu bukanlah, ma. Pengawalnya yang nggores, Rio. Tapi gak papa kok, cuma luka gores doank, ma!" Jawabku sambil tersenyum. Mama Wanda lalu meninggalkanku karena beliau sudah ada janji dengan temannya yang baru saja datang dari Jepang.
Ponselku bergetar, kulihat dilayar ponselku. Cresa menelponku untuk mengabari besok malam dia akan tiba di Bali. Lalu setelah mengobrol sebentar Cresa memutuskan sambungan telpon. Aku menyalakan sebatang rokok, sambil membayangkan saat aku menghajar Tino tadi. Terbayang lagi senyuman Eva. Airmataku tak bisa kutahan saat teringat Eva. Kupanjatkan doa agar Eva tenang disana. Aku pun mengganti bajuku lalu mengambil kunci mobilku, kulajukan mobilku tanpa tahu mau kemana. Kuparkirkan mobilku di PH Beach Club, aku lalu memasuki club yang dihiasi ratusan jendela berwarna-warni yang tersusun unik dan artistik itu. Saat itu sudah jam 7, biasanya Club itu ramai hanya sampai menjelang sunset saja. Tapi Club ini ramai sekali. Aku berkeliling mencari meja yang kosong.
"RIOOO!!!" Teriak laki-laki didekat bar yang sedang mengobrol dengan bartender. Ternyata yang memanggilku itu adalah Reno.
"Apesss gue! Kenapa ketemu dia lagi!" Batinku dalam hati sambil melambaikan tanganku padanya.
"Yaelaah udah ganti baju aja, lu!" Kata Reno sambil menepuk bahuku saat datang. Aku tersenyum pada Reno dan gadis cantik disampingnya yang menatapku.
"Sori yang tadi ya, Ren. Sampein maaf gue ke Donna!" Kataku meminta maaf pada Reno.
"Gue yang harusnya minta maaf ke elu, Bro. Lu yang dikeroyok! Chill dulu lah bro!" Ujar Reno sambil tersenyum lebar. Lalu gadis disampingnya menyenggol tubuh Reno. Reno melirik gadis itu sambil tertawa.
"Kenalin sepupu gue, Angela! Fans elu yang baru, Rii! Hahaha daritadi ngebet banget kenalan sama elu!" Kata Reno mengenalkan sepupunya. Aku pun menjabat tangannya.
"Rio!" kataku.
"Angela!" jawabnya sambil tersenyum. Tiba-tiba teriakan suara yang sangat kukenal mengejutkanku lagi.
"RIOOO!" Teriak Tania yang datang bersama teman-temannya.
"MANA OLEH-OLEH BUAT GUE! DARI KOREA GAK BILANG-BILANG!" Teriak Tania padaku. Aku hanya tersenyum sambil menjabat tangan Tania yang lain.
"Besok pas gue ke Ubud gue bawain, Tan!" Jawabku singkat. Kukenalkan Reno pada Tania. Ternyata mereka cocok setelah berkenalan sebentar mereka sudah akrab dan saling bercanda. Aku mencari tempat untuk duduk dan aku melihat 2 kursi yang kosong baru saja ditinggalkan. Saat aku hendak duduk di kursi itu. Angela sepupu Reno sudah duduk mendahuluiku. Aku pun duduk disebelahnya. Kulambaikan tanganku kearah Reno. Tapi Reno tidak melihat. Kulirik Reno masih asyik mengobrol dengan Tania.
"Biarin aja, Rio. Reno klo ketemu cewek cantik suka lupa teman!" Katanya sambil memanggil waiter.
"Lu mau minum apa?" Tanyanya saat waiter menghampirinya.
"Suffering Bastard aja!" Jawabku singkat.
"Lu lagi pengen mabok?" Tanyanya lagi. Aku tersenyum sambil mengedipkan mataku pada Angela. Aku menyalakan rokok sambil memandangi pengunjung yang berenang. Aku melamun mengenang saat aku dan Eva ketempat ini. Aku dan Eva biasanya berendam dikolam renang sambil berpelukan menunggu sunset.
"Ealaaah. Diajak ngobrol malah ngelamun!" kata Angela dengan nada tinggi.
"Sori, Angela. Gue gak denger. Lu bilang apa barusan?" tanyaku sambil tersenyum padanya. Angela menatapku saat kutersenyum padanya.
"Nggak jadi!" jawabnya dengan ketus. Tak lama kemudian minuman yang kami pesan datang. Langsung kutenggak minumanku hingga tersisa setengah saja.
"Bli, long island triplenya 2 lagi ya!" Kataku sambil menyelipkan selembar uang merah dinampannya.
"Siap bos!" Ujarnya sambil berlalu pergi.
"Aiissh kelupaan kan gue!" Kataku sambil berdiri. Minuman yang baru kuminum ternyata cukup keras. Tubuhku mulai terasa oleng. Aku pun duduk kembali. Angela menyadari kondisiku yang sudah mulai oleng, dia menyindirku lagi.
"Sok sih, Sore-sore udah minum SB aja. Kapal mulai oleng kapten!" Dia tersenyum memandangiku yang masih memandangi orang yang berenang.
"I need more alcohol to revive me, Angela!" jawabku tanpa menoleh kearah Angela. Tak lama datang lagi minuman pesananku. Oleh waiter itu aku mendapat bonus 1 mangkuk kacang Asin.
"Thanks bli!" Ujarku sambil menenguk SBku sampai habis dan menaruh gelas kosong itu dimeja.
"Lu mau minum semuanya???!" tanya Angela lagi.
"Buat elu satu. Gue satu," ujarku sambil memakan kacang asin.
"Pacar lu mana?" Tanyaku pada Angela.
"Mati!" Jawabnya dengan nada kasar.
"Lu serius atau becanda?" Ujarku lagi.
"Seriuslah, ngapain gue becanda sama elu!" Sahutnya dengan ketus. Aku menyalakan rokok sambil menghisapnya dalam-dalam.
"Maafin gue. Sori banget!" Kataku dengan suara pelan. Angela masih cemberut. Saat itu Reno dan Tania datang menghampiriku dan Angela.
"Hey, gue mau nganterin Tania ke Ubud. Lu pulang bareng gue atau naik taksi?" Tanya Reno pada Angela.
"Klo gue bareng lu, muter ke Ubud dulu baru pulang?" Tanya Angela lagi.
Reno menganggukkan kepalanya sambil menggandeng tangan Tania.
"Sepupu lu gue anterin aja, Ren!" Jawabku cepat sambil mengedipkan mataku pada Tania.
"Thanks Bro!" Ujar Reno lalu berlalu bersama Tania. Kuacuhkan Angela yang menatapku sambil cemberut. Angela malam itu hampir mabuk berat, sebelum dia tumbang kugandeng dia menuju mobil untuk mengantarnya pulang. Saat sampai di mobil Angela masih mengomel karena dia masih belum mau pulang. Kutelpon Reno. 2x kutelpon tidak ada jawaban dari Reno. Saat aku sudah keluar dari parkiran, Reno menelponku.
"Ya bro. Whats up?" tanyanya dengan nafas terengah-engah.
"Gue anter kemana nih sepupu lu? Doi KO bro!" Kataku sambil melirik Angela yang sudah tertidur disampingku.
"Gue 3 jam lagi sampai! Lu anter ke rumah gue aja, bro. Sorry jadi ngeribetin!" Ujar Reno lagi dengan nafas tak beraturan.
"Ok, gue anter Angela 3 jam lagi. Klo lari pelan-pelan ya bro. Hahhaha. Bye!" Jawabku sambil tertawa mendengar nafas Reno yang ngos-ngosan.
Aku lalu mampir untuk membeli burger dan kentang goreng di restoran cepat saji.
Lalu aku lalu parkir untuk memakan makananku sambil menunggu Reno datang dari Ubud.
Ditunggu komen, follow dan like-nya ya Gess.Thanks a lot buat kalian yang sudah mampir!