
Ansel menutup pintu mobil dengan kencang, ia bergegas mencari Freya di kerumunan orang-orang yang masih syok. Ansel tidak menemukan istrinya. Hormon adrenalin muncul di dalam tubuh Ansel. Kewaspadaan Ansel meningkat, telapak tangannya bergetar, tapi energi untuk menemukan Freya semakin menggebu selaras dengan detak jantung dan napas menjadinya lebih cepat.
Terlihat Wardhana berlari menghampiri Ansel, Ia terengah. "Dimana Freya?" tanya Wardhana.
"Apa kamu tidak lihat aku belum menemukannya. Ini gedungmu. Bila sesuatu terjadi pada Freya. Aku akan melenyapkanmu tanpa mendengar penjelasanmu terlebih dahulu. Cari Freyaku!" Bentak Ansel.
Wardhana makin panik. Tangannya gemetaran, kakinya mulai lemas rasanya ia akan pingsan. Namun, wardhana harus meredakan gejala paniknya. Ini memang gedungnya tapi kebakaran bermula dari gedung sebelah. Jadi ini bukan salah Wardhana. Ditambah lagi Dream Star harusnya tidak berdampak karena Wardhana yakin kalau semua gedung miliknya dilengkapi fasilitas safety building.
"Sekarang bukan saatnya kita bertengkar. Kita harus fokus menemukan Freya. Aku akan mencari informasi pada rekan kerja Freya, mereka mungkin tahu dimana istrimu terakhir kali terlihat," ujar Wardhana menepuk pundak Ansel kemudian berlari pada kerumunan para gadis.
Ayolah berpikir Ansel ... Freya kumohon bertahanlah!!!
Ansel teringat ucapan Asri saat panas Freya mendinginkan tubuhnya di kantor. Namun, Ansel tidak tahu di bagian mana kantor tempat Freya mendinginkan tubuh. Ansel mengeratkan gigi. Ansel berlari mengejar Wardhana. "Dimana ruang paling dingin yang ada di kantor?"
Wardhana tidak paham dengan ucapan Ansel, alhasil ia hanya bisa melongo. "Ruang server," tukas salah seorang karyawan Dream Star.
"Dimana ruang itu Wardana? seharusnya kamu tahu!" Bentak Ansel lagi.
Wardhana mengingat-ingat gambar di cetak biru gedung Dream Star yang tersimpan dalam memori otaknya. Wardhana termenung beberapa saat. "Di lantai dua, kita harus memutar. Ruangan itu dirancang terkunci otomatis untuk mengamankan data jika terjadi kebakaran. Kita harus memecahkan kaca. Ikuti aku!"
Wardhana dan Ansel berlari ke belakang gedung, disana sudah ada satu mobil pemadam yang sedang memadamkan api di gedung sebelah. Wardhana menunjuk satu ruangan di pojok kiri yang sekelilingnya di hiasi kaca. Ansel diam-diam mengambil palu pemecah kaca dari mobil pemadam, melemparkannya satu buah pada Wardhana. Dengan sigap Wardhana meraih lemparab Ansel. Salah satu bawahan Wardhana datang membawa truk dengan tangga (boo) di atasnya. Ansel bersiap saat tangga otomatis meluncur ke lantai dua, Ansel naik dan berjalan perlahan mendekati kaca.
Ansel tidak bisa melihat apapun. Kaca yang terpasang kaca buram, Wardhana sengaja mendesainnya untuk menjaga privasi pengguna ruangan. Ansel melompat dari boo ke kanopi atap yang terbuat dari baja ringan dengan beton diatasnya. Ansel melangkah mendekat ke kaca, ia mulai memalu kaca. Disusul Wardhana ikut membantu Perlahan muncul retakan di kaca. Ansel mulai tidak sabar, Ansel menendang kaca agar lebih cepat pecah.
Pecahan kaca berhaburan ke lantai seraya dengan asap keluar dari ruangan. Ansel berhasil membuat lubang. Manik hitam Ansel menerawang ke dalam, matanya menangkap bayangan Freya yang terbaring. Ansel memaksa masuk meski lubang di jendela kaca baru terbuka sedikit. Ia merangkak masuk ke dalamnya.
"Hey, tunggu!" teriak Wardhana.
Teriakan Wardhana tidak berarti Ansel sudah berhasil masuk ke dalam meski bercucuran darah segar dari tangan kanannya akibat tergores pecahan kaca, Ansel tidak gentar. Ia meraih Freya, menggendongnya segera.
"Tunggu!" Bentak Wardhana. "Freya akan terluka bila kamu tidak sabar. Mundur Ansel!" Wardhana menendang kaca yang sudah retak. Membuat lubang lebih besar agar memudahkan Ansel yang sedang menggendong Freya keluar dari sana.
"Cepat Wardhana, disini penuh asap tidak baik untuk Freya," teriak Ansel.
"Iya, aku juga sedang berusaha lebih cepat," gumam Wardhana. "Sudah cukup, keluar perlahan Ansel!" titah Wardhana.
Next \=>
🥰 baca juga Cinta itu Kamu ya ...
🙏Terima Kasih sudah mampir baca.
🙏🙏 Jangan lupa like + Komentar + Vote
🙏🙏🙏 Dukungan reader sangat berpengaruh bagi Author untuk bisa terus semangat Up.