Love Shot

Love Shot
Bermalam



Sehuh sangat senang setelah mendapat izin dari ibu asrama, walau awalnya tidak membari izin tapi karena ada Chanyeol bersamanya dan akhirnya mereka mendapatkan izin.


"Thank you!!"


"Iya sama-sama, ada lagi? gue mau balik nih soalnya!!"


"Udah itu aja, gue masuk dulu ya dah!!" melihat sikap Sehun, Chanyeol merasa kalau Sehun berlebihan. Tapi ya gimana lagi itu sudah jadi kemanuannya, kalau enggak di turuti akan merajuk tu anak. Sehun tanpa rasa takut dia menyusuri jalan hingga menuju kamar nomor 294, yaitu kamar Zalfa, tak lama kemudian Sehun tiba di depan kamar Zalfa.


Tok..........Tok..........Tok...........


"Ia bentar!!" saat membuka pintu Zalfa kaget bukan main, "Kakak??"


"Hay, belum tidur??" entah apa yang Chanyeol katakan sampai-sampai ibu asrama memberikan izin terhadap Sehun.


"Kakak kok disini? apa yang kakak lakukan nanti kalau ketahuan gimana??"


"Jangan takut aku udah izin kok sama ibu asrama!!" perkataan Sehun membuat Zalfa bingung.


"Maksud kakak??"


"Zalfa, ibu sudah memberinya izin jadi kamu tidak perlu khawatir jika aku memarahimu!!" ucap ibu asrama.


"Terima kasin nyonya!!" lalu ibu asramapun pergi meninggalkan Zalfa yang masih kebingungan "Apa kamu tidak mau mengajak ku masuk??" ucap Sehun membuyarkan lamunan Zalfa.


"Oh iya kak lupa, ayo masuk!!"


"Waw kamar kamu bagus, kamu sendirian di kamar ini??"


"Iya kak, lagi pula mamaku melarangku untuk satu kamar dengan orang lain!!" ucap Zalfa sambil menundukkan kepalanya karena malu akan keberadaan Sehun.


"Lalu kenapa kamu kayak enggak suka gitu??"


"Aku merasa kesepian setiap malam aku sendirian di sini." Sehun tahu apa yang dia fasakan Zalfa saat dia sendirian di dalam kamarnya.


"Kamu tenang aja mulai hari ini kakak akan menemani mu!!" Zalfa kaget saat mendengar bahwa Sehun akan menemaninya, siapa yang tidak berfikiran akan hal itu apa lagi cowok sama cewek satu kamar. Tapi Zalfa yakin kalau Sehun tidak akan melakukan hal itu karena jika itu terjadi maka reputasi Zalfa maupun Sehun akan berantakan.


"Aku enggak papa aku sudah biasa kok tidur sendirian!!!"


"Kamu tenang aja kakak enggak akan ngapa-ngapain kamu, kakak masih punya harga diri, dan kakak juga memikirkan akan persaan kamu!!" Zalfa mendengar perkataan Sehun langsung melihat ke arah Sehun untuk memastikan bahwa perkataannya itu memang benar adanya. Sehun menagatakan dengan tulus tanpa ada kebohongan, bahkan Zalfa merasakan sangat nyaman saat bersamanya.


"Kakak bisa aja, oh iya kakak mau minum apa??"


"Apa aja yang bisa di minum!!" Zehra tersenyum dengan perkataan Sehun, walaupun tidak ada yang lucu Zalfa merasa bahagia saat bersama Sehun.


"Ini kak minumannya, maaf ya adanya cumam jus jeruk!!"


"Iya enggak papa, oh iya kamu sudah selesai belajarnya??"


"Belum kak, gimana mau belajar tadi pas ambil buku tiba-tiba ada yang ketok pintu!!" ucap Zalfa dengan wajah cemberut karena Sehun menggaggu Zalfa saat ingin belajar.


"Ya udah sekarang lanjutkan belajarnya, nanti kalau ada yang kamu enggak ngerti bisa kamu tanyakan sama kakak!!"


"Emang bisa??"


"Bisa dong, ganteng-ganteng gini kakak cerdas loh!!" mendengar ucapan kakaknya Zalfa pun tertawa.


"Hahahahaha, kakak lucu!!" ucap Zalfa sambil mengambil buku yang ada diatas meja dan di bawa ke sebelah Sehun agar bisa menemaninya sambil belajar. Saat Zalfa asil belajar tiba-tiba ponsel Zalfa berdering sehingga Zalfa menghentikan kegiatannya.


"Siapa??" tanya Sehun karena melihat wajah Zalfa seperti tidak suka.


"Mama kak!!"


"Lalu kenapa wajah kamu kayak enggak suka gitu??"


"Paling mama menghubungiku karena masalah perjodohan!!" ucap Zalfa dengan wajah yang sedang sedih karena tidak terima dengan perjodohan yang di inginkan oleh kedua orang tuanya.


"Angkat aja siapa tahu penting, jangan berfikiran negatif terhadap orang tuamu!!"


"Baiklak aku coba!!" Zalfa pun mengangkat telfon dari mamanya, karena dia percaya akan perkataan Sehun.


Zalfa πŸ“² "Hallo mam ada apa??"


Mama πŸ“² "Sayang kapan kamu pulang?? pertunangan kalian sebentar lagi!!"


Sehun mendengar pembicaraan Zalfa dengan sang mama karena Zalfa menggunakan pengeras suara atas keinginan Sehun.


Mama πŸ“² "Zalfa sampai kapan kamu seperti ini?? apa kamu enggak kasihan sama mama??"


Zalfa terdiam mendengar perkataan sang mama, sedangkan Sehun merasa bersalah karena telah menyuruh Zalfa mengangkat telfonnya.


Zalfa πŸ“² " Mam aku mohon jangan itu lagi, mam setelah aku lulus nanti aku janji akan menerima perjodohan itu. Tapi tidak untuk saat ini mam, zalfa ingin fokus dulu, Zalfa mohon pengertian mama!!!"


Zalfa tak kuat menahan air mata nya pun keluar, Sehun yang melihat Zalfa menangis dia langsung memeluk Zalfa agar dia tenang dan tidak bersedih lagi. Tanpa Zalfa sadari dia tertidur dalam pelukan Sehun, karena Sehun tak tega melihat Zalfa seperti tadi dia menaruhnya di pangkuannya agar Zalfa lebih nyaman.


"Maaf, aku enggak bermaksud membuatmu sedih!!" ucap Sehun kepada Zalfa yang melihat Zalfa sudah terlelap di pangkuan Sehun akibat menangisnya terlalu lama. Tanpa di sadari Sehunpun ikut terlelap dengan posisinya yang sedang duduk, malam ini adalah malam yang membuat keduanya tidur dengan posisi masing-masing.


Β 


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Β 


Pagipun tiba saat Zalfa terbangun dia terkejut melihat dirinya tertidur di pangkuan Sehun.


"Ternyata kakak tampan juga saat tertidur, seandainya saja orang yang di jodohkan denganku seperti kakak. Pasti aku tidak akan menolaknya!!!" gumam Zalfa sambil senyum-senyum melihat ketampanan Sehun.


"Kenapa senyum-senyum gitu? aku tampan ya??" perkataan Sehun membuat Zalfa kaget dan dia langsung terbangun dan duduk di sebelah Sehun.


"Kakak udah bangun?? maaf ya kak aku tertidur di pangkuan kakak!!"


"Iya enggak papa, kakak boleh nanya enggak??"


"Boleh kakak mau tanya apa??" ucap Zalfa menatap wajah Sehun dengan serius.


"Kakak kebelet kamar mandinya di mana??" Zalfa tertawa terbahak-bahak karena melihat ekspresi Sehun yang menggemaskan kalau dia akan kekamar mandi.


"Hahahahahaa!!!"


"Kenapa ketawa?? emangnya ada yang kucu??"


"Udah sana ke kamar mandi nanti kakak malah ngompol disini, hahahaha!!!" sambil menunjukkan kamar mandinya.


"Aku pikir kakak mau bicara apa tak tahunya malah mau kekamar mandi, baru kali ini aku melihat kak Sehun secomel itu. Andai aja usiaku sama seperti kak Sehun pasti aku akan menjadikannya pacarku dan tidak akan aku lepaskan!!" gumam Zalfa sambil mengandai-ngandai akan hubungan mereka, Zalfa belum menyadari bahwa Sehun menyukainya.


"Kamu kenapa senyum-senyum gitu??"


"Eh kakak udah ke kebeletnya??"


"Udah, kamu belum jawan pertanyaan kaka!!" Zalfa terdiam karena tidak mungkin Zalfa mengatakan kalau dia sedang menghayal akan menjalin hibungan dengannya.


"Enggak ada, hanya mengingat ekspresi kakak yang tadi!!"


"Memangnya ada yang lucu??"


"Ada, kakak comel saat kayak tadi!!" Sehun kaget bukan main saat Zalfa mengatakan bahwa dia comel, karena baru pertama kalinya Zalfa berani mengatakan hal itu kepada Sehun.


"Oh kamu menggoda kakak??"


"Tidak siapa yang menggoda kakak??" Ucap Zalfa mengela agar dia tidak ketahuan malu di depan Sehun.


"Baiklah jika seperti itu!!" Sehun menghela nafas "Zalfa kakak minta maaf soal semalam, kakak enggak tahu kalau itu akan menyakitimu!!" ucap Sehun sambil memegang tangan Zalfa.


"Udah kak aku enggak papa, aku udah biasa akan masalah itu, kak aku minta tolong??"


"Minta tolong apa??"


"Kakak jika suatu hari aku bener-bener di jodohkan aku ingin kakak tetep menjadi kakakku, jika tuhan berkehendak lain apapun itu aku akan terima walau...???" Perkataan Zalfa tergantung dia gidak berani mengungkapkan perkataannya, karena dia tahu kalau Zalfa memiliki rasa akan keberadaan Sehun saat ini.


"Walau apa??"


"Tidak buka apa-apa!!" ucap Zalfa sambil senyum manis terhadap Sehun.


"Maaf kak, karena aku tidak mungkin mengatakan kalau aku ada rasa sama kakak, entah dari kapan aku memiliki perasaan terhadapmu!!" ucap Zalfa dalam hati dia sangan paham akan posisinya saat ini.


"Baiklah jika kamu tidak ingin memberi tahukan ini kepada kakak!!"


"Ya udah kak aku mandi dulu ya!!" Sehun hanya senyum melihat Zalfa menuju kamar mandi.


"Zalfa asal kamu tahu bahwa aku mencintaimu, bahkan aku tidak rela jika kamu di jodohkan. Tapi apa boleh buat jika tuhan berkehendak lain, maka aku akan menerima semuanya walau itu berat untukku. Maaf karena aku belum ada keberanian untuk mengungkapkan hal itu terhadapmu!!" guman Sehun sambil menatap lagit-langit kamar Zalfa, Sehun tidak ingin kehingan Zalfa, karena Zalfalah yang membuat Sehun membuka hatinya yang sudah lama tertutup.