
"Aku dijebak ibu. Ibu memintaku untuk mengambil pesanan baju, aku tidak curiga sama sekali meskipun tempat pertemuan bukan di butik melainkan di resto The King laluβ"
#Flashback
Liam sampai di resto The King terlebih dahulu, pramusaji mengantar Liam ke salah satu meja yang sudah dibooking atas nama Kyra.
Beberapa saat berlalu , Liam memperhatikan pengunjung resto semuanya berpasangan tidak ada yang membawa keluarga.
Apa ini resto khusus kencan ? mungkin ya ...
konsep yang menarik.
"Maaf menunggu lama, tadi aku terjebak macet," ujar Kyra terengah-engah.
"Tidak apa, aku juga baru sampai. Mana pesanan ibuku ?" tanya Liam tanpa basa-basi.
"Ini," Kyra memberikan tas kemasan kertas Ivory, "Kakak anak yang berbakti."
Liam menerima tas kemasan dari Kyra. "Kamu kerja di MC ?" tanya Liam.
"Bukan aku seorang pengangguran," jawab Kyra manja.
"Tapi ini bermerek MC. Aku dengar pakaian di sana sangat mahal. Ibuku tidak mungkin berbelanja produk MC," ujar Liam mulai merasa ada kejanggalan.
"Itu tidak terlalu mahal, kakak tidak perlu berlebihan. Itu hanya hadiah kecil untuk ibu," jelas Kyra tersenyum manis.
"Hadiah ? aku mengambil pesanan bukan hadiah. Mungkin anda salah orang." ujar Liam memberika tas kemasan itu kembali.
"Kak Liam jangan begitu, Kyra sedih bila kak Liam menolak pemberian Kyra. Padahal Kyra sudah memilih langsung dan pergi ke MC sendiri sampai Kyra berlari takut kak Liam menunggu lama," protes Kyra mengerucutkan bibirnya.
Liam memperhatikan sikap manja Kyra. Liam berpikir bagaimana gadis semanja Kyra bisa berurusan dengan ibunya. Padahal ibunya tidak ramah sampai Freya selalu mencoba bersembunyi untuk menghindari berpapasan dengan ibu.
Liam tersenyum teringat kelucuan Freya bersembunyi di bawah meja saat mereka sedang bermesraan saat jam kerja lalu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu ibunya masuk ke ruang kerja Liam.
Untung ibunya belum melihat Freya karena Freya yang sedang duduk dipangkuan Liam langsung reflek berjongkok masuk ke kolong meja kerja.
"Kakak Liam, menertawakan ku ? apa aku lucu dimata kak Liam ?" tanya Kyra.
Senyuman sirna dari bibir Liam, dirinya tersadar dari lamunan menyenangkan berkat ucapan Kyra.
"Maaf ... aku tersenyum karena mengingat hal yang lain bukan bermaksud menertawakan mu," jelas Liam.
Kyra terpesona oleh senyuman Liam. Ketika Liam tersenyum seketika terpancar cahaya dari wajahnya sampai hati Kyra dapat merasakan kehangatan berkat senyuman Liam.
"Kakak sangat tampan saat tersenyum, membuat hatiku terasa hangat," ujar Kyra.
Liam hampir terjungkal karena kaget mendengar ucapan Kyra.
Bisa-bisanya gadis ini berbicara seperti itu pada pria yang baru dikenalnya. Mungkin gadis ini player.
"Apa kamu player ?" tanya Liam penasaran.
"player ? hahaha ... kak Liam sudah tampan lucu juga. Aku makin suka kak Liam," ujar Kyra beranjak merangkul Liam.
"Lepas !" Liam menyingkirkan tangan Kyra yang melingkar di lehernya, "Aku sudah punya tunangan. Maaf aku tidak tertarik denganmu," jelas Liam menunjukan cincin couple yang melingkar dijari manisnya.
"Hmmmppp," Kyra melepaskan rangkulannya melangkah kembali ke tempat duduk, "Aku tidak percaya kalau kak Liam sudah punya tunangan. Kalau sudah punya kenapa ibu kak Liam mendaftarkan kak Liam ke love shot ?
kak Liam makin menggemaskan bila berbohong."
"Aku tidak berbohong. Apa lagi itu love shot ?" tanya Liam belum mengerti maksud ucapan yang terlontar dari mulut Kyra.
"Love shot itu project perjodohan online yang dibuat oleh kakakku," jelas Kyra.
"Sepertinya aku salah tempat, saya permisi." Liam beranjak pergi tidak ingin terus terjebak dalam situasi yang membingungkan.
Kyra melihat Liam berlalu tanpa membawa hadiah yang sudah Kyra beli khusus untuk ibu Liam. Kyra menjingjing tasnya kemudian berlari mengejar Liam.
Gadis itu gila ? untuk apa dia berdiri disana ... Apa dia sudah bosan hidup ? kalau sudah bosan hidup jangan membuat orang lain susah.
Liam menghentikan mobilnya, tergesa keluar untuk memarhi Kyra, "Gadis bodoh bila sudah bosan hidup cari tempat yang sepi lalu minum racun. Jangan menabrakan diri, itu akan membuat orang lain kesusahan karena mu."
Hik ... hik ...
Kyra menangis, dirinya sedih karena dimarahi Liam.
tinnnn ... tinnnnn .... tinnnnn
Para pengendara mobil yang lain protes karena pintu keluar parkiran macet akibat mobil Liam yang berhenti seenaknya.
"Eeeehhhh." Liam mengerang, menjambak rambutnya frustasi. Liam menarik tangan Kyra menuntunnya agar masuk ke mobil dan melaju menjauh dari sana.
"Kak maaf bila Kyra cengeng. Kak Liam tidak marah lagi pada Kyra ?" tanya Kyra membuka pembicaraan.
Liam malas menanggapi pertanyaan dari Kyra. Kalau bukan karena kemacetan yang dibuatnya Liam mungkin akan meninggalkan Kyra.
"Terima kasih kalau kak Liam sudah memaafkan Kyra. Kita mau kemana ini kak ?" tanya Kyra.
"Kyra maunya kemana ?" tanya Liam mencibir.
"Kita ke rumah kakak saja. Sebagai pasangan kita harus lebih memahami satu sama lain," ujar Kyra tersenyum ceria.
Liam menghentikan mobilnya. Liam sangat geram dengan kata-kata Kyra yang menyebut mereka sebagai pasangan.
"Kita saja baru kenal, bagaimana kita bisa jadi pasangan. Aku luruskan sekali lagi. Aku Liam sudah punya tunangan yang bernama Freya Aileen. Kami saling mencintai satu sama lain dan kelak kami akan menikah juga memiliki beberapa buah hati," Jelas Liam.
"Kak Liam ini," Kyra mencubit pipi Liam, "itu dulu sekarang kak Liam milikku. Aku sudah membeli kak Liam dari ibu kak," Jelas Kyra.
"Memang aku boneka bisa diperjual belikan. Berapa digit yang kamu berikan pada ibuku ?" tanya Liam mulai tersulut emosi.
Kyra menunjukan bukti transfer dari smartphonenya. Mata Liam membulat melihat dua digit didepan disusul dua belas angka nol ber deret mengikuti di belakang.
"Apa kamu gila ? bukankah kamu pengangguran ? bagaimana kamu bisa memberikan uang sebanyak itu pada ibuku," ujar Liam kesal.
"Aku minta dari kakakku, aku bilang ingin beli bentley continental gt lalu kakak mentransfer senilai itu. Dan langsung ku berikan ke ibu kakak," jelas kyra dengan wajah lugunya.
mendengar penjelasan Kyra emosi Liam makin mengebu-gebu. Liam memukul setir dan mengumpat "Si*l."
uang sebanyak itu bagaimana aku bisa mengembalikan pada Kyra ... Jika aku menggadaikan Dream Starpun masih kurang banyak.
#Flashback Off
Liam tertunduk lesu dirinya merasa malu setelah menceritakan kemalangan nasibnya. Ansel memicingkan mata ke arah Haidar.
"Apa aku salah bila memanjakan adik peremuanku satu-satunya ?" Haidar langsung membela diri menanggapi tatapan menyeramkan Ansel.
"Tidak salah ... Jarvis selalu benar. Bisakah kamu memakai otakmu walau hanya sedikit. Apa kamu tidak curiga kenapa belum ada mobil baru di garasi rumah ?" tanya Ansel.
Haidar menggelengkan kepala karena memang Haidar tidak berpikir sampai sejauh itu. Ansel menaburkan kuaci ke rambut Haidar. Haidar menggelengkan kepalanya lagi.
"Jarvis dari mana kamu mendapatkan uang sebanyak itu ? apa itu uangku ?" tanya Ansel curiga pada Haidar.
Kegugupan langsung menerpa Haidar. Lidahnya kelu tidak bisa menjawab pertanyaan Ansel.
Next \=>
πTerima Kasih sudah mampir baca.
ππ Jangan lupa like + Komentar + Vote
πππ Dukungan reader sangat berpengaruh bagi Author untuk bisa terus semangat Up.