
"Kenapa tidak menjawab pertanyaan ku ?" tanya Ansel lagi.
"Itu ... uang bonus akhir tahunku. Aku ambil duluan," jawab Haidar.
"OK berarti bonus akhir tahunmu tetap segitu tidak akan aku naikan karena sudah diambil diawal," ujar Ansel menimpali jawaban Haidar.
"Jangan Bos, aku bersalah. Tidak akan aku ulangi lagi. Bonusku tetap naik ya My Bos," rayu Haidar.
"Untuk apa aku menaikan bonusmu. Apa untungnya bagiku ?" tanya Ansel menjahili Haidar.
Haidar berpikir sejenak. Dirinya harus memberikan alasan yang tepat dan masuk akal untuk bosnya.
"Kalau adikku tidak membeli ley, pasti bos tidak mungkin bisa bertemu dengan Freya." jelas Haidar.
"Ley ?" tanya Liam menunjuk wajahnya.
"Penjelasan mu masuk akal aku setuju denganmu Jarvis. Baiklah aku akan menyusul Freyaku," Ansel menepuk-nepuk celana menyingkirkan debu, "Kerja bagus Jarvis anggap saja itu uang muka untuk bonusmu. Malam ini sangat indah pas sekali untuk kencan. Dan tugasmu sekarang menjaga Ley."
Ansel berlalu meninggalkan Haidar dan Liam.
"Siapa ley ?" tanya Liam lagi.
"Tentu saja dirimu mainan baru adikku Bentley continental gt," Goda Haidar.
"Jangan samakan aku dengan mobil !" protes Liam.
Haidar hanya tertawa mendengar protes dari calon adik iparnya.
"Apa karena kalian anak-anak konglomerat jadi menganggap remeh orang-orang dari kelas bawah sepertiku," ujar Liam merajuk pada Haidar.
"Jangan merajuk Ley, kamu sudah mirip Kyra. Sudah cukup Kyra saja yang membuatku pusing tujuh keliling. Sekarang aku yakin kalau benang takdir itu ada. Sepertinya jodohmu dan jodoh bos tertukar." Haidar memasukan gorengan ke mulutnya.
"Apa maksud jodohku dan jodoh Ansel tertukar ?" tanya Liam mulai tertarik dengan ucapan Haidar.
"Dulu Kyra itu mengejar-ngejar terus bosku. Namun bos tidak pernah melihat Kyra sebagai wanita. Ansel hanya menganggap Kyra sebagai serangga pengganggu. Tapi sekarang seperti karma itu nyata, malah Ansel yang mengejar-ngejar Freya. Dan sikap Ansel dibalas oleh Freya dengan tidak menanggapi Ansel," Haidar menyeruput kopi, "aku tidak menyangka sedikit kesalahan yang dibuat adik kecilku Kyra bisa langsung memutuskan tali jodohmu dengan Freya," jelas Haidar menyeringai penuh makna.
kesalahan kecil ?! itu sudah kesalahan yang fatal. Bagaimana mungkin kesalahan kecil bisa mengubah takdir seseorang. Jangan berkecil hati Liam, Freya masih belum pasti dengan Ansel selalu ada pelangi setelah hujan. Ya aku yakin itu. Tetap semangat ...
Liam menyemangati dirinya sendiri berharap Freya bisa kembali lagi pada dirinya.
"Belum tentu jodohku Kyra bisa saja Freya." ujar Liam tidak menyakini ucapan Haidar.
"Mungkin jodohmu bisa saja bukan Kyra, tapi sudah dapat dipastikan bukan Freya juga. Bosku bukan pria sembarangan. Ansel tidak pernah tertarik dengan wanita. Bila tahun ini Ansel tidak menikah, nenek Liza akan menikahkan Ansel dengan Kyra," Haidar menghela napas, "untunglah bos sudah bertemu dengan Freya. Bila belum ... aku tidak tahu harus bagaimana jika punya adik ipar seperti Ansel. Itu mengerikan," Haidar bergidik ngeri.
"Apa kamu tidak bisa membantuku untuk mendapatkan cinta Freya kembali ?" tanya Liam berharap ada secercah harapan bagi dirinya.
"Ini tidak sesimpel itu. Bisa saja kamu mendapatkan cinta Freya tapi bila raganya dimiliki Ansel kamu tidak bisa berbuat apapun. Ansel sudah menentukan pilihannya. Bila Ansel sudah memiliki keinginan dia pasti mendapatkan semua yang menjadi keinginannya. Dengan cara apapun baik putih maupun hitam," Jelas Haidar menangkis ucapan Liam.
"Kalau begitu Ansel terlalu memaksakan kehendak. Seharusnya Ansel membiarkan Freya bahagia. Ansel terlalu egois." Liam menuangkan opininya terhadap Ansel.
"Memang ini terdengar egois dan kejam. Namun belum tentu juga Freya akan bahagia denganmu ley," Haidar menyeringai, "Keluarga King memang begitu. Sudah turun-temurun setiap pasangan dari pewaris King tidak mungkin mendapatkan cinta dari pasangannya. Mereka akan terus hidup dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Bisa dibilang itu kutukan keluarga King."
"Itu bukan kutukan mereka hanya memaksakan kehendak. Mereka harus diajari bahwa cinta itu tidak harus memiliki," ujar Liam.
"Sok tahu kamu Haidar. Memangnya kamu pakar cinta, pacar saja kamu tidak punya." Liam tidak setuju dengan ucapan Haidar.
"Aku bukan tidak punya pacar. Aku pernah terluka, aku belum siap terjatuh kembali. Dulu aku lemah dan menganut keyakinan cinta tak harus memiliki. Aku membiarkan orang yang aku cintai menjadi milik orang lain. Pada akhirnya dia salah memilih, dirinya tidak bahagia dan diriku jatuh terluka. Harusnya aku mempertahankannya dan berjuang lebih keras untuk membuatnya mencintaiku dengan begitu mungkin dia akan bahagia dan diriku tak akan terluka," jelas Haidar berkaca-kaca.
"Woy ... Haidar yang banyak bicara ternyata cengang," Liam menepuk pundak Haidar, "Lalu bagaimana denganku. Aku tidak bermaksud melepaskan Freya, aku hanya tidak bisa berkata tidak pada ibu. Bila aku bersama Freya ibu akan terluka, tapi bila aku tidak bersama Freya hatiku yang mati seperti hatimu sekarang."
"Jangan berbicara konyol ... hatiku tidak mati hanya sedang berusaha menjadi lebih kuat. Aku masih menyukai perempuan," ucap Haidar.
"Memang aku pernah menyebutkan dirimu tidak normal. Hey bagaimana kalau kita bantu Ansel melepaskan kutukan keluarga King ?"
"Ley punya ide ? bagaimana caranya ?" tanya Haidar antusias.
"Kita dekatkan Kyra dengan Ansel. Kyra sudah menyukai Ansel tinggal kita menyakinkan Ansel saja," Jelas Liam.
"Dasarβ " Haidar memukul pundak Liam, "Itu hanya akal licikmu. Itu sulit, Kyra itu gadis plintat-plintut. Rasa sukanya bisa berubah-ubah secepat mengedipkan mata. Jadi kunci menghancurkan kutukan keluarga King kita harus membantu Ansel untuk mendapatkan cinta dari Freya."
"Itu mustahil. Freya itu seperti merpati hanya mencintai satu pasangan dalam hidupnya," ujar Liam.
"Sudahlah aku pusing. Kenapa harus aku yang repot. Ansel saja terlihat baik-baik saja. Intinya jangan dekati Freya lagi karena menjadi musuh seorang King itu seperti menggali kuburanmu sendiri," jelas Haidar.
"Lalu bagaimana denganku ?" tanya Liam.
"Habiskan kopimu, habiskan makan yang tersaji saat ini lalu bayar," goda Haidar.
"Apa ?! Bolehkah ku berkata kasar Haidar ?" bentak Liam.
Haidar tidak menanggapi ucapan Liam hanya menutup sebelah telinga dengan jari telunjuk bersiap dengan kata kasar yang akan diungkapkan Liam, sambil asyik memasukan kacang rebus ke mulutnya.
***
Angin malam mengusik rambut Freya. Ranbutnya berhamburan diterpa angin. Freya hanya asyik memakan jagung bakar tanpa memperdulikan keadaan lingkungan sekitar.
Freya masih merasa senang teringat sikap protektif liam, Freya sibuk dengan pikirannya sendiri tanpa mendengarkan celotehan Kyra yang terus bercerita tanpa henti tentang masa lalunya dengan Ansel.
Freya tidak tertarik dengan cerita Kyra namun dengan terpaksa dirinya harus tetap disana daripada harus bersama Ansel.
Baru juga Freya memikirkan Ansel. Orang yang dipikirkan nya sudah terlihat berjalan hendak menghampirinya.
Baru juga sekelebat terlintas dipikiranku ... orang itu langsung bisa terlihat oleh mata, aku menyesal memikirkan Ansel.
Freya mengerucutkan bibirnya.
Next \=>
πTerima Kasih sudah mampir baca.
ππ Jangan lupa like + Komentar + Vote
πππ Dukungan reader sangat berpengaruh bagi Author untuk bisa terus semangat Up.