Love Shot

Love Shot
Siluet Gadis Berdess Coklat



"Ini masih pagi. Sepertinya kita lebih rajin daripada ayam," keluh Wardana sudah sejak Fajar dirinya bertengger di dalam mobil Haidar menunggu karyawan Dream Star.


"Jangan mengeluh terus, telingaku berdengung karenamu. Kita harus mencari gadis itu," dalih Haidar.


"Pagi-pagi begini, memang kita mencari gadis penjual bubur," celetuk Wardana. "Kamu yakin gadis yang menemukanmu pingsan di pernikahan Ansel kerja disini ... bagaimana kalau bukan ?! sia-sia usaha kita."


Haidar tidak bisa membantah keluhan Wardhana kali ini. Memang dalam hati Haidar terbersit sedikit keraguan karena wajah gadis itu terlihat samar-samar kala itu. Meskipun begitu Haidar yakin, usaha tidak akan menghianati hasil. Tidak ada salahnya bila mencoba terlebih dahulu. Siapa tahu ada salah satu karyawan Dream Star yang mirip dengan siluet gadis berdess coklat yang tergambar di otak Haidar.


"Kamu yakin gadis itu kerja di sini ?" tanya Wardhana lagi. Dirinya ingin cepat pulang dan melanjutkan tidurnya. Semenjak Wardhana menyepakati menjadi sekutu Ansel dan Haidar dirinya tidak bisa tidur nyenyak. Tidurnya selalu gelisah, mimpi buruk silih berganti terus berdatangan mengganggu saat matanya mulai terpejam. Sudah dua hari Wardhana bolos kerja tanpa memberi kabar apapun pada orang tuanya.


Wardhana tidak mungkin berkata kalau dirinya tinggal dirumah Haidar. Papahnya sejak awal sudah mencurigai kedekatannya dengan adik Haidar. Sudah bisa dipastikan Kyra akan menjadi incaran papahnya, menjadikannya sebagai kelemahan Wardhana supaya dirinya bisa lebih patuh pada papahnya.


Wardhana tidak ingin itu terjadi. Dirinya tidak ingin Kyra terlibat. Wardhana sudah memutuskan besok hari terakhir dirinya membolos, setelah besok dirinya akan mencari alibi dan meminta bantuan salah satu wanita simpanannya.


"Nah itu !" teriak Haidar membuyarkan lamunan Wardhana. Haidar berlari keluar mengejar gadis berkemeja coklat. Wardhana hanya mengawasi dari dalam mobil.


"Hei," ujar Haidar berlari mendahului gadis itu kemudian merentangkan tangan menghadang langkahnya. "Sepertinya kita pernah bertemu ?!"


"Idih si aa ngagombal," gadis itu mencoba menghindari jegalan Haidar.


Haidar memutar otak, mencari ide supaya bisa mengobrol dengannya. "Hei, kamu temannya Freya kan ... Aku teman suaminya Freya. Ada beberapa pertanyaan yang ingin aku tanyakan padamu. Kebetulan ini masih pagi, masih ada waktu satu jam sebelum masuk kerja. Apa kamu mau pergi sarapan bersamaku ?"


Gadis itu hanya mengiyakan, lalu berjalan menuntun Haidar agar mengikuti dirinya masuk ke salah satu toko kue dilantai dasar kantornya. Wardhana tidak menghiraukan Haidar yang menghilang masuk ke toko kue. Dirinya sudah dikalahkan rasa ngantuk, akhirnya terlelap di kursi pengemudi.


"Namaku Haidar Jarvis, satu-satunya teman Ansel juga sebagai wakil direktur The King Entertainment," urai Haidar, menjelaskan siapa dirinya agar lawan bicaranya lebih tertarik. Biasanya cara ini sangat ampuh, apalagi bila lawan bicaranya itu seorang gadis.


Awalnya Asri tidak tertarik meskipun pria yang di hadapannya ini mengaku sebagai teman suami Freya. Tapi setelah menerima kartu nama Haidar, semua berubah mata Asri langsung berbinar melihat tulisan wakil direktur The King Entertainment tertera disana. Pikiran Asri sudah melayang jauh berpikir pasti laki-laki di hadapannya ini kaya raya, dan memiliki banyak kenalan aktor tampan.


Memang benar dugaan Asri sangat tepat. Haidar memang bisa di katakan kaya raya bila dibandingkan dengan para pekerja di Dream Star. Asri tidak akan menyia-yiakan kesempatan yang baik ini. Asri sangat antusias, sepertinya keberuntungan sedang mengelilinya tahun ini.


"Saya Asri Fatimah, saya tim jpg di Dream Star tapi sekarang sedang menggantikan Freya untuk sementara. Aa bisa panggil Asri kalau di sini karena kalau di rumah saya di panggil Imah ... kampungan pisan nya," ujar Asri tersenyum, dengan lancar menjelaskan tentang dirinya.


Haidar hanya tardiam mendengarkan penjelasan Asri. Haidar tidak mengerti apa itu tim jpg, yang lebih membuat Haidar penasaran kenapa namanya bisa disamakan dengan sebuah kampung. Setahu Haidar jpg itu gambar dan kampung itu pemukiman penduduk.


"Kunaon ... Eh kenapa bengong ?! kesurupan atau telat makan," ejek Asri.


Ansel tersadar dari kebingungannya. "Oh maaf, aku membuat Asri tidak nyaman. Aku tidak kesurupan karena aku tidak percaya hal gaib. Aku memang belum sarapan."


Mendengar ucapan Haidar Asri dengan sigap langsung memilih kue dan memesan secangkir kopi. Asri tidak akan membuat tambang emas di hadapannya kelaparan. Tak lama kue dan kopi disajikan di meja. "Dimakan dulu A !"


Haidar menikmati kuenya, tidak sopan bila langsung menginterogasi Asri. Haidar lebih bisa memahami wanita daripada siapapun. Itu juga yang membuat dirinya di juluki pemain.


"Katanya tadi ada pertanyaan. Pertanyaan apa ya, terus ada hadiahnya kalau saya jawab dengan benar," goda Asri.


"Kita pernah bertemu di pesta pernikahan Freya," ujar Haidar.


"Lalu," Asri memasukan potongan tiramisu.


"Saat itu kamu menolongku, waktu aku pingsan," tambah Haidar.


"Owh ya, maaf aku lupa saking banyaknya pria tampan dipestanya Freya. Lalu ada masalah dengan itu ... ini sepertinya seru," ujar Asri tersenyum.


"Kamu pasti tahu pestanya dibatalkan karena mempelai pria terlukaโ€”"


"Wah itu beneran, aku kira itu bohongan. Iya gimana ceritanya sampai suami Freya jadi terluka. Eh kayaknya sejam enggak bakal cukup untuk membahas ini. Aku minta nomermu ya," pinta Asri menyerahkan smartphone pada Haidar.


Haidar menerima lalu mengetik nomernya di smartphone Asri. "Itu bisa ditanyakan nanti. Saya pasti sangat menunggu Asri menghubungi saya. Tapi sekarang saya ingin mendengar cerita dari Asri dulu. Setelah saya pingsang siapa yang membawa saya dan saya di bawa kemana ?"


Asri menjeda jawabannya mengingat kembali bagaimana dirinya pertama kali bertemu dengan Haidar.


#Flashback.


Asri sudah berdandan cantik, mengenakan dress indah warna coklat, melekat pas ditubuh Asri memperlihatkan lekukan tubuh mungil Asri yang seksi, warna kesukaannya juga menambah kesan manis sipemakai. Asri datang sendiri karena Asri memang tidak punya kekasih, Asri hanya ingin bermain-main saja. Dirinya masih trauma dengan pernikahan pertamanya yang kandas meski sudah dua tahun berlalu, lukanya masih mengga sampai sekarang seperti luka baru.


Asri mengagumi tempat resepsi. Halaman hotel dihias sedemikian rupa, secara mendetail dengan bunga-bunga yang cantik, kursi dan meja serba putih yang sudah tersusun rapi dengan hiasan buket bunga serta lampu-lampu hias dari kristal menambah kesan romantis serta mewah.


Food stalk sudah siap tersaji dari makanan berat serta makanan ringan berbagai macam cake berbentuk bunga sangat manis dilihat, tidak lupa berbagai jenis Whine sudah terjadi dengan bantuan para pelayan yang hilir mudik melayani tamu dengan ramah membuat acara resepsi ini sangat sempurna membuat siapa saja iri saat menghadirinya.


Asri hanya menunggu di tempat resepsi karena tempat ijab di ballroom hotel tertutup untuk umum hanya keluarga yang mendapat akses masuk disana.


Asri sedang menikmati segelas whine sambil berbincang dengan para tamu undangan yang sudah hadir. Tentu saja Asri menargetkan para pria, apalagi ada beberapa aktor yang bernaung di The King Entertaiment sudah hadir bahkan ada yang sampai sedang bernyanyi untuk menghibur para tamu undangan di sela menunggu raja dan ratu sehari memasuki tempat resepsi.


Asri sudah berfoto dengan beberapa aktor favorit nya. Kantung kemih Asri sudah penuh Asri harus segera mengosongkannya. Diperjalanan Asri melihat seorang pria tampan sedang berjongkok.


"A kenapa sakit ?" Asri bertanya pada pria tersebut, tapi pria itu tidak merepon ucapan Asri. Pria tiba-tiba terkulai tak berdaya. Asri panik berteriak meminta pertolongan. Mendengar teriakan Asri datang dua pria berbadan tegap menghampiri. Mereka berkata Asri tidak perlu khawatir karena pria yang terkapar di hadapannya hanya kehilangan kesadaran akibat terlalu banyak mengkonsumsi alkohol. Penjelasan dari salah seirang pria membuat Asri merasa lega. Asri tidak memperdulikan kemana dua pria itu membawa Haidar yang tidak sadarkan diri. Asri disibukan kembali dengan panggilan alam, kemudian berlari tergesa menuju toilet wanita.


#Flashback off.


Next \=>


๐Ÿ™Terima Kasih sudah mampir baca.


๐Ÿ™๐Ÿ™ Jangan lupa like + Komentar + Vote


๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™ Dukungan reader sangat berpengaruh bagi Author untuk bisa terus semangat Up.