Love Shot

Love Shot
SenyumanMu adalah semangatku...



Rumah chanyel


Jam 08.00


Tidak ada yang bangun kecuali Sehun yang lain masih menikmati tidur nyenyaknya, Sehun terbangun karena teringat kepada Zalfa yang telah membuat Sehun terpukau akan dirinya. Sehun hanya senyum-senyum sendiri sambil memegang kertas yang dia dapat dari Zalafa berkat bantuan Baekhyun.


"Hay ini gue Sehun, save ya!" Sehun mengirimi dia pesan agar dia bisa berkomunikasi dengannya setelah mengirim pesan itu kepada Zalfa. Sudah lima menit tapi belum ada balasan Sehun lihat di ponselnya sudah terkirim tapi belum di baca. Pikiran Sehun makin kacau karena tidak ada balasan darinya, Sehun mengacak-ngacak rambutnya karena belum mendapat balasan dari Zalfa. Lalu Chanyeol terbangun dan melihat Sehun sangat kesal sambil meremas-remas ponselnya sedangkan rambutnya yang berantakan.


"Kenapa elo, pagi-pagi muka udah kusut aja?"


"Gadis itu, aaaaaaakhhhrr!" jawab sehun sambil melempar ponselnya kekursi dan langsung pergi, tanpa menjawab pertanyaan dari Baekhyun.


"Gila tu anak." Jawab Baekhyun hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat sikap Sehun yang akhir-akhir ini selalu marah-marah tanpa sebab. Baekhyun melihat kearah yang lain masih tidur pulas sehingga Baekhyun tidak berani untuk membangunkan mereka, biasanya Baekhyun selalu menggaggu temannya yang sedang tidur tapi kali ini dia lebih memilih diam.


Sehun memilih keluar mencari angin agar tidak terpancing emosi karena nunggu balasan dari Zalfa, ketika berjalan diluar tidak sengaja Sehun melihat rombongan anak-anak sekolah yang sedang berolah raga. Yang memang kebetulan rumah Chanyeol tidak Jauh dari sekolah, jadi bisalah buat cuci mata pagi-pagi melihat anak-anak yang sedang lari. Sehingga Sehun teringat akan masa lalunya saat sekolah dulu, dia selalu di hukum karena selalu tidur di jam pelajaran yang tidak aku sukai, bahkan di waktu itu aku satu sekolah dengan Kay. Kay sering di hukum karena ketahuan nyontek pas ulangan, Sehun senyum-senyum sendiri melihat mereka. Saat melamun tiba-tiba ada yang memanggilnya sehingga membuyarkan lamunan Sehun.


"Kak, kak!" saat di lihat ada seorang gadis yang memakai seragam olah raga seperti anak-anak yang lari tadi. Sehun pun turun dari balkon untuk berbicara dengan gadis yang memanggilnya dengan sebutan kakak.


"Ada apa?" Jawab Sehun memandang wajah gadis SMA itu, tanpa Sehun sadari kalau gadis itu adalah Zalfa.


"Kakak lagi ngapain melamun di balkon?"


"Inget masa-masa sekolah saat liat kalian!" Zalfa tersenyum mendengar perkataan dari Sehun.


"Ini rumah kakak?" Tanya Zalfa sambil menunjukkan kearah rumah di belakang Sehun, sehingga membuat Sehun tersenyum melihat sikapnya.


"Iya kakak tinggal disini, kamu mau mampir?" Sehun mewarkan kepada Zalfa untuk mampir walaupun sehun masih belum sadar kalau dia itu adalah Zalfa.


"Hahahaha, ya kali kak, kan aku masih di jam pelajaran!" Zalfa menghampiri Sehun sendirian karena dia tidak memiliki teman saat di sekolah jadi apapun yang dia lakukan itu tak masalah baginya.


"Iya juga sih, ngomong saat melihat wajah kamu kayak familiar enggak asing gitu?" Akhirnya Sehun mulai menyadari bahwa yang di depannya itu sudah sering dia temui bahkan sering kesal karena gadis ini. Zalfa hanya menahan tawa karena Sehun berkata seperti itu terhadapnya.


"Kakak lupa, padahal baru tadi malem kakak mengajakku kenalan!" Sehun terkejut bukan main mendengar perkataan gadis yang sering membuat Sehun marah kesal.


"Tunggu-tunggu kamu?"


"Aku Zalfa kak, masa kakak udah lupa. Apa karena aku memanggilmu kakak, atau karena aku pakai seragam?" Jawab Zalfa sambil menghela nafas dalam-dalam melihat sikap Sehun yang seperti ilang ingatan itu. Sehun terlihat sangat bahagia bisa melihat Zalfa secara langsung ya memang tadi dia kesal karena dia tidak membakas pesan darinya.


"Ini beneran? enggak-enggak ini pasti cuman mimpi!" karena Sehun mengatakan kalau itu hanya mimipi jadi Zalfa mencubit pipi Sehun.


"Bangun kakak!"


"Aaaww, sakit." Sehun langsung memandang gadis itu untuk memastikan kalau yang dia lihat itu benar-benar nyata. Tanpa berfikir panjang Sehun langsung memeluk gadis itu dengan begitu erat, sehingga membuat teman sekolah Zalfa melihat ke arah Zalfa.


"Kak malu!" jawab Zalfa melepaskan pelukan dari Sehun, karena Zalfa tidak ingin teman-temannya semakin membencinya karena melihat di peluk oleh cowok.


"Maaf tadi kakak respek!" Sehun menggaruk-garuk kepalanya karena dia selalu bertingkah aneh saat bersama Zalfa.


"Iya!" Sehun melihat sekitar sepertinya teman-temannya sedang membicarakan Zalfa, karena di peluk oleh Sehun tadi sehingga membuat Sehun tidak tinggal diam. Dan menarik tangan Zalfa ke jalan entah kemana Sehun akan membawa Zalfa, sedangkan Zalfa hanya menundukkan kepalanya karena malu untuk nenatap wajah mereka. Ternyata Sehun membawa Zalfa ke sekolahnya agar semua orang makin terpukau melihat Zalfa yang terus di gandeng sama Sehun.


"Dengerin kakak, jangan dengarkan apa kata mereka. Satu lagi kakak boleh enggak nanti jemput kamu?" Zalfa makin tidak berani untuk mengangkat kepalanya, karena dia tidak mau melihat wajah teman-temannya yang sedang memerhatikan Zalfa.


"Kalau diem berarti kakak anggap iya?" Zalfa diam karena masih belum siap untuk mendengar perkataan dari teman-temannya terhadapnya. Sehun kesal karena Zalfa terus diam, bahkan Sehun bingunv akan melakukan apa agar gadis yang bisa membuat Sehun bahagia tersenyum kembali. Zalfa masih saja diam tidak menjawab pertanyaan Sehun.


"Sudah jangan takut kakak bersamamu!" Lalu Zalfa mengangkat wajahnya dan melihat wajah Sehun yang sedang tersenyum.


"Maaf!"


"Karena aku membawa kakak kedalam masalah ku!" Sehun tersenyum melihat sikap Zalfa yang begitu menggemaskan.


"Jangan bicara seperti itu lagi, kakak enggak suka!" Sehun melarang Zalfa untuk menyalahkan diri sendiri. Zalfa pun tersenyum setelah mendengar perkataan Sehun bahwa dia melarang Zalfa berkata seperti itu lagi, mungkin ini untuk pertama kalinya ada yang melarang Zalfa meyalahkan diri sendiri.


"Kenapa kakak begitu peduli terhadapku?"


"Karena kakak, sudahlah itu tidak penting yang paling penting sekarang kamu harus belajar untuk tidak menyalahkan diri sendiri ok!" sehun menyuruh Zalfa untuk belajar tidak menyalahkan diri sendiri dan berani menghadapi apa yang sudah terjadi.


"Siap bos!" akhirnya Zalfa mulai tersenyum kembali sehingga membuat Sehun bahagia melihat sikap Zalfa yang sangat menggemaskan.


"Ya udah kalau gitu kakak pulang dulu, sebaiknya kamu ke kelas gih!"


"Siap bos!" kali ini Zalfa tersenyum lebar di bandingkan dengan hari yang kemaren, Zalfapun masuk kelas.


#Rumah Chayeol


"Dari mana elo?" tanya Baekhyun, karena melihat Sehun senyum-senyum sendiri.


"Ada deh!" jawab Sehun membuat yang lain terkejut dengan perkataannya.


"Ayolah jangan bikin kita penasaran!" Baekhyun makin penasaran dengan apa yang terjadi terhadap Sehun.


"Kita? elo kali!" ledek Chanyeol terhadap Baekhyun karena membawa mereka atas ke kepoan mereka.


"Yaudah iya-iya gue yang penasan puas elo?"


"Hahahahaha!" mereka tertawa lepas dengan kelakuan Baekhyun.


"Gue ketemu lagi sama Zalfa, dia masih SMA. Bahkan dia tidak memiliki teman saat sekolah hehe!" Sehun malah tersenyum mengingat kejadian yang tadi.


"Elo suka sama anak SMA?" Tanya Baekhyun membuat yang lain kaget.


"Gue enggak yakin soal perasaan gue!"


"Lalu mau elo gimana?" Terdiam sejenak memikirkan masalah kedepannya.


"Entahlah!" perasaan Sehun belum pasti terhadap Zalfa, tapi yang jelas Zalfa satu-satu orang yang bisa membuat Sehun tersenyum kembali.


#Jam 13.00


"Guys gue keluar bentar ya!"


"Oh Sehun, elo mau kamana lagi?" Tanya Baekhyun yang selalu penasaran dengan apa yang akan dia lakukan saat ini.


"Jalan cari angin!" tanpa banyak bicara dia langsung pergi dari hadapan teman-temannya. Sehun benar-benar tersenyum kembali saat bertemu dengan Zalfa, biasanya Sehun palinvmg sulit untuk tersenyum kecuali benar-benar lucu. Zalfa memang pantas dia cungi jempol karena bisa menaklukan hati Sehun yang telah lama hilang.


"Kak Sehun?"


"Hey, udah pulang?" Tanya Sehun melihat Zalfa membawa tasnya keluar dari sekolah, sehingga membuat Sehun tersenyum.


"Emm!"


"Kakak temenin boleh?"


"Yaudahdeh boleh!" merekapun pergi meninggalkan sekolah, dengan jalan kaki karena rumah Zalfa juga tak jauh dari sekolah. Hal ini menjadi hal yang paling indah bagi Sehun, apa lagi kebersamaannya yang membuatnya bahagia sehingga melupakan kejadian di masa lalunya. Pada saat itulah kebahagian Sehun di mulai dan membuat masalah yang sudah menimpanya selama ini.