Love Shot

Love Shot
Pilihan



"Maksud ucapanmu apa Haidar ayo ceritakan semua, nenek ingin mengetahui semuanya !" pinta nenek Liza.


Haidar menjeda sejenak penjelannya. Dirinya masih memikirkan dari mana memulai untuk bercerita pada nenek Liza.


Haidar bercerita awal Freya bertemu dengan Ansel karena nenek terus menyuruh Ansel menikah akhirnya Haidar mendaftarkan Ansel ke love shot. Takdir mempertemukan Ansel dengan Freya dikencan mereka yang pertama.


Ansel mulai tertarik dengan Freya dari pertama kali mereka bertatapan. Namun semua tidak berjalan sesuai rencana Ansel. Freya menolak Ansel dengan alasan Ansel terlalu sempurna untuknya.


Ansel tentu saja tidak terima, Ansel mengancam Haidar untuk memberikan alamat Freya. Haidar yang tidak berdaya menuruti kemauan Ansel.


Keesokan harinya Haidar melihat punggung Ansel yang dibalut kain kasa, lukanya lumayan parah. Ajaibnya Ansel yang biasanya tidak pernah mentolerir sedikit saja ada yang salah dengan tubuhnya membiarkan begitu saja seperti luka itu kenangan untuknya.


Ansel bercerita pada Haidar bahwa dirinya sudah berjanji pada ibu Freya untuk menikahi Freya. Freya hanya bisa menerima karena ibunya salah paham menyangka Ansel adalah selingkuhan Freya. Memang Freya harus menikah secepatnya karena adik perempuannya sudah hamil oleh pacarnya yang merupakan salah satu artis yang bernaung di The King Entertainment.


Haidar juga menceritakan sebelum Freya bertemu Ansel, Freya memiliki pacar sudah 6 tahun lebih mereka menjalin kasih namun karena kesalahan Kyra mereka putus. Kyra membeli kekasih Freya, ibu Liam memang mengerikan. Ibunya menerima uang dari Kyra dan menyerahkan anak laki-lakinya sebagai mainan Kyra.


Nenek Liza sangat kaget mendengar cerita Liam. Nenek Liza merasa bersalah karena Freya menderita karena takdir Ansel.


"Haidar apa kamu tidak bisa memberi nasehat pada Kyra untuk melepaskan Liam ?" tanya nenek Liza.


"Kyra tidak mungkin mendengarkan ucapanmu. Tapi nenek tidak perlu khawatir, nenek juga sudah tahu kalau Kyra itu mudah bosan. Sebentar lagi dia juga pasti melepaskan Liam," ujar Haidar.


"Lalu bagaimana dengan Ansel apakah Ansel akan melepaskan Freya ?" tanya nenek Liza lagi.


"Itu hal yang mustahil nek, Ansel akan melakukan apapun untuk mempertahankan Freya disisinya. Kenapa nenek bertanya seperti itu ?" tanya Haidar penasaran.


"Freya gadis baik, pertama kali nenek bertemu Freya nenek sudah tahu kalau Freya tidak mencintai Ansel. Nenek kira Freya mendekati Ansel terlebih dahulu karena kekayaan yang dimiliki Ansel, seperti wanita-wanita lain yang mengejar-ngejar Ansel. Nenek akan menerima Freya jika alasan itu. Tapi bila Freya mengorbankan dirinya untuk menutupi kesalahan adiknya nenek tidak terima. Nenek tidak tega bila Freya harus hidup tersiksa dengan Ansel," jelas nenek Liza memijat pelipisnya.


"Nenek memang memiliki hati yang lembut. Tapi nek, tidak pernahkah nenek memikirkan bagaiman perasaan Ansel ? sebenarnya siapa cucu nenek ?" Haidar heran dengan nenek Liza karena nenek Liza sepertinya lebih setuju bila Freya bersama Liam.


"Kamu tidak tahu apapun Haidar. Tentu saja cucu nenek adalah Ansel. Nenek tidak ingin Freya merasakan perasaan sepertiku. Kakek Ansel melakukan apapun untuk mempertahankan nenek disisinya bahkan King melenyapkan kekasih nenek. Namun tetap tidak ada cinta yang tumbuh dihati ini, hanya ada kehampaan. Bahkan sampai saat ini meskipun King sudah tidak ada, nenek tidak merasakan apapun. Tidak ada kesedihan sama sekali karena kehilangan King, ini lebih mengarah ke arah rasa lega karena King sudah tidak ada didunia ini. Mungkin bagimu nenek sangat kejam, namun apa daya ini juga bukan ke inginanku. Mungkin keluarga King memeng tidak akan mendapatkan cinta. Jika ya mereka mendapatkan cinta, mereka harus membayarnya dengan mahal," jelas nenek Liza.


Haidar merinding mendengarkan penjelasan nenek Liza. Haidar baru melihat raut wajah nenek Liza yang serius. Seperti nenek Liza benar-benar sangat membenci kakek King.


"Nek lalu bagaimana paman King abhimata bisa menemukan cinta sejatinya tante Saras dan memiliki dua orang putri dan satu orang putra, mereka hidup bahagia sampai sekarang," ujar Haidar.


Nenek Liza tersenyum sinis mendengar ucapan Haidar, " Haidar apa kamu tidak tahu apa yang dilakukan abhimata ?"


"Memang apa yang dilakukan om abhi nek ?" tanya Haidar.


"Abhimata sudah sangat dibutakan cinta, Abhimata menginginkan Saras bisa membalas cintanya. Namun ini bukan salah Saras tidak merasakan cinta pada Abhimata. Kakek King sangat menyayangi Abhimata lebih dari anak-anaknya yang lain. Kakek King tidak tega melihat anak yang paling disayanginya merasa kesakitan karena cinta. Abhimata tidak sekuat ayahnya King. Akhirnya King memberi tahu satu cara agar Saras bisa membalas cintanya. Abhimata harus melenyapkan kembarannya Abiandaโ€”" Nenek Liza menghentikan ceritanya, bibirnya bergetar menahan kepedihan mengingat anaknya mendiang abianda.


"Ya abi menjadi korban kekejaman saudara laki-laki dan Ayahnya. Nenek tidak ingin tragedi itu terulang," ujar Nenek Liza, menyeka matanya yang memerah.


"Tragedi itu tidak akan terulang nek. Ansel tidak mempunyai saudara laki-laki. Meskipun Ansel sudah cinta mati pada Freya." Haidar menggenggam tangan nenek Liza.


"Ansel memiliki aura gelap sejak kecil dia bisa melakukan apapun tanpa ada rasa sesal setelahnya. Kamu salah Haidar, Ansel punya dua saudara laki-laki. Anak abhimata yaitu King Wardhana dan anak dari bibi Angela yaitu King Arthur," jelas Liza.


Mata Haidar membulat, tubuhnya bergetar bagai disambar petir. Dirinya tidak ingat kalau Ansel memiliki saudara sepupu laki-laki.


"Maka dari itu jauhkan Freya dari Ansel. Nenek dari awal sudah menjodohkan Kyra dengan Ansel. Ansel tidak mungkin menyukai Kyra dan kutukan itu akan berakhir di Ansel," jelas Liza.


"Apa kutukannya bisa lenyap jika Ansel menikah dengan adikku ?" tanya Haidar masih tidak percaya dengan apa yang di ucapakan nenek Liza.


"Ya kutukan akan lenyap dari keluarga King bila pasangan King mencintainya namun Kingnya sendiri tidak mencintai pasangannya. Bila mereka memiliki keturunan, keturunannya akan menemukan cinta sejati mereka tanpa harus melewati sebuah tragedi lagi," Jelas nenek Liza.


Terdengar suara mesin mobil berhenti. Nenek Liza dan Haidar menghentikan obrolan serius mereka. Ansel melangkah masuk ke rumah. Haidar menyingkirkan semua pikirannya yang serius kembali menjadi Haidar yang urakan.


"Bosku ... akhirnya bos datang. Aku sudah menunggu kita ada rapat penting membahas projek film yang akan memakai artis kita." Haidar langsung menarik tangan Ansel ke arah pintu.


"Batalkan saja aku malas. Sebentar lagi aku harus menemui Freya lagi untuk makan siang bersama," ujar Ansel.


"Bos ... ayolah aku mohon," Haidar bersimpuh di kaki Ansel.


"Dasar perusuh ... cepat berdiri !" Ansel menarik kerah jas Haidar, "ayo kita harus cepat berangkat supaya meeting nya cepat selesai juga,"


Ansel melangkah terlebih dahulu, Haidar menoleh ke belakang. Nenek Liza mengacungkan jempolnya ke Haidar.


Bos aku harus menyelamatkan mu ... meski mungkin dirimu akan membenciku.


Haidar mengambil langkah cepat mendahului Ansel masuk ke mobil.


Next \=>


๐Ÿ™Terima Kasih sudah mampir baca.


๐Ÿ™๐Ÿ™ Jangan lupa like + Komentar + Vote


๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™ Dukungan reader sangat berpengaruh bagi Author untuk bisa terus semangat Up.