Love Shot

Love Shot
Janji Freya



"Freya, mau makan apa?" tanya Elizabeth.


"Samakan saja dengan pesanan nenek. Freya menyukai semua jenis makanan," jawab Freya.


Nenek Liza tersenyum, memesan hidangan sesuai keinginannya. Sahabat-sahabat nenek Liza sangat antusias mengerubuni Freya. Melontarkan serentetan pertanyaan. Freya serasa menjadi aktris yang sedang terjerat sekandal. Mendapat puluhan pertanyaan yang Freya sendiri tidak tahu jawabannya. Freya hanya menjawab semampunya saja. Kebanyakan pertanyaan dijawab oleh nenek Liza. Freya sangat bersyukur punya mertua seperti nenek Liza. Bukan hanya ramah nenek Liza juga sampai mewakili Freya menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan Ansel. Freya belum mengenal Ansel, Freya ragu bila harus menjawab pertanyaan tentang Ansel. Freya takut salah bicara.


Freya tidak ingin membohongi sahabat Nenek. Namun, tidak bisa dihindari. Freya menggerutu dalam hati meyakini kalau satu kebohongan kecil akan menimbulkan kebohongan lainnya. Seperti saat ini, salah satu sahabat nenek Liza menanyakan apa yang Freya sukai dari Ansel. Freya harus konsisten. Freya menjawab seperti ucapan diawal pertemuannya dengan nenek Liza. Freya menyukai Ansel pada pandangan pertama. Freya sudah terpesona dengan ketampanan wajah Ansel semenjak mereka bertemu untuk pertama kalinya.


Ruangan menjadi heboh, mereka bersorak puas dengan jawaban yang terlontar dari bibir manis Freya. Bahkan salah satu sahabat nenek sampai berkata sudah bisa menebak jawaban Freya. "Ansel memang sangat tampan, perempuan mana yang bisa bertahan tidak terjerak karena itu."


Elizabeth tersenyum mendengarkan ucapan cucu menantunya. Elizabeth sudah tahu cerita sebenarnya yang menyebabkan Freya menikah dengan Ansel dari Haidar. Freya memang gadis yang baik bahkan terlalu baik untuk Ansel. Elizabeth kagum Freya tetap menutupi keegoisan Ansel.


"Kalau saja sikap Ansel lebih ramah, ia pasti sudah menjadi menantuku," timpal sahabat nenek Liza yang lain.


Mereka masih asyik berbincang, topik pembicaraan mereka seperti tidak ada habisnya. Freya menyadari sesuatu, ini bukan perkumpulan sahabat nenek Liza tapi lebih tepat perkumpulan fans klub Ansel. Freya hanya mendengarkan dengan seksama perbincangan mereka. Freya mendengar banyak hal baru mengenai suaminya. Entah itu benar atau hanya sekedar opini dari para sahabat nenek. Selagi nenek tidak membantah perkataan dari sahabatnya, Freya bisa menerima. Bisa saja itu kebenaran yang belum Freya ketahui.


Apa gunanya mata dan otak, jika Freya menilai Ansel hanya dengan telinga. Sudah bisa dipastikan sekumpulan makhluk cantik yang berada diruangan ini sangat mengagumi Ansel. Freya juga sedang berusaha sedikit demi sedikit menjadi seperti mereka. Mengagumi hal positif yang dimiliki suaminya tanpa mengabaikan hal negatif yang sudah melekat pada diri Ansel. Freya mengerti maksud nenek Liza memaksanya untuk ikut bergabung dengan para fans Ansel. Nenek Liza ingin Freya membuka hati untuk cucu kesayangannya. Freya akan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan keinginan nenek Liza.


Diruangan ini tidak hanya ada sahabat yang sebaya dengan nenek tapi ada juga yang terlihat sebaya dengan Freya, bahkan ada yang masih sangat belia. Freya tidak menyangka nenek sampai mempunyai fans club Ansel.


Pandangan Freya langsung tertuju pada seorang wanita yang memasuki ruangan dengan anggunnya. Wanita itu langsung memeluk mesra nenek Liza. Nenek Liza juga menyambutnya dengan hangat. Freya hanya terdiam, benaknya dipenuhi banyak pertanyaan tentang siapa dan apa hubungan wanita cantik ini dengan Ansel.


"Hai sepupuku yang cantik," ujar Angela.


Freya masih membatu saat wanita itu menyapa dirinya. Sepertinya Freya baru pertama kali melihatnya. Melihat Freya yang diam, Angela langsung memeluk Freya. Freya tidak mengingat siapa wanita ini. Ansel tidak pernah menceritan tentang keluarganya. Freya hanya tahu segelintir orang yang dekat dengan Ansel. Bisa dihitung dengan jari hanya nenek Liza, Haidar, Kyra dan baru-baru ini Wardhana.


"Aku Angela. Anak perempuan satu-satunya keluarga King," ujar Angela menjelaskan tentang siapa dirinya.


Angela mengurai pelukan. Freya tidak menyangka kalau yang ada dihadapannya ini anak perempuan nenek Liza. Wajah cantik Angela menyamarkan usia, membuat Freya hampir gelap mata. Freya sempat menduga kalau Angela itu calon yang sempat akan dijodohkan nenek dengan Ansel tapi Ansel menolak. Entah dari mana datangnya pikiran itu. Yang jelas Freya merasa malu dengan pikiran sendiri. Freya hanya bisa tersenyum kecut mendengar penjelasan Angela.


"Tante sangat cantik," ucap Freya sepontan.


"Saya yang beruntung bisa menjadi bagian keluarga King. Bisa mempunyai keluarga yang sangat baik seperti nenek liza dan tante Angela," ujar Freya.


Angela memeluk kembali Freya. Angela lega, Ansel menemukan wanita sebaik Freya. Meski Angela tahu pasti, bahwa Freya tidak mencintai Ansel.


"Tetaplah bersama Ansel. Meski kelak kamu bertemu kembali dengan orang yang mungkin selalu kamu cintai. Tetaplah bersama Ansel. Karena aku sangat mengerti rasa sakitnya. Rasa sakit mencintai seseorang secara sepihak. Apalagi bila sudah bertahun-tahun. Meski begitu, rasa sakitnya akan sedikit terobati jika orang yang kita cintai secara sepihak tetap ada didekat kita," bisik Angela mengurai pelukannya. Angela sampai berurai air mata. Angela merasakan betapa sakitnya menjadi bagian dari King.


Jantung Freya terasa ditikam pisau belati mendengar bisikan Angela. Freya tertegun, ucapan Angela sangat menyentuh hati. Melihat Angela sampai berlinang air mata. Freya merasa rasa sayang Angela pada Ansel sungguh teramat besar sampai ia merasa ikut tercabik saat mengetahui Freya tidak mencintai Ansel. Tangan Freya bergetar, merasa dirinya sangat jahat. Sudah mempermainkan perasaan seorang pria seperti Ansel. Dan memanfaatkan kebaikan keluarga King untuk menutupi masalah keluarganya.


"Ya saya akan selalu ada disisi Ansel," ujar Freya terbata. Freya berjanji dalam hati akan memegang teguh ucapan yang terlontar dari bibirnya.


Angela mengusap air matanya. "Baiklah aku akan memegang janjimu. Ayo kita makan. Aku lapar," ujar Angela menarik tangan Freya mendekati meja yang penuh dengan hidangan mewah.


Freya menyantap hidangan, perutnya kelaparan seharian ini ia belum makan apapun. Freya jadi teringat suaminya. Freya mengirim pesan mengingatkan supaya Ansel tidak melewatkan makan siangnya.


Semenjak Angela ikut bergabung ke fans club Ansel, pembahasan sudah beralih. Tidak lagi membicarakan tentang Ansel. Mereka membahas perhiasan yang mereka pakai. Lebih parah kali ini, Freya sama sekali tidak bisa mengikuti arah pembicaraan mereka. Bukan karena Freya tidak memakai perhiasan. Melainkan Freya tidak mengerti tentang perhiasan. Jangankan mengetahui siapa desainernya, harga dan tempat membeli perhiasan yang ia pakai saja Freya tidak tahu. Semua sudah disediakan Ansel, Freya tinggal memilih perhiasan mana yang cocok dengannya tanpa bertanya detail tentang perhiasan yang ia pilih. Kedepannya Freya akan bertanya detailnya terlebih dahulu pada Ansel, sebelum mengenakan mereka sesuka hati.


Pintu terbuka, kesatria datang menjemput istrinya. Angela berlari memeluk Ansel. Ansel berontak, tidak nyaman mendapat pelukan dari tantenya. Ansel melepaskan pelukan Angela, mengabaikan Angela melangkah menuju Freya. Ansel membungkuk membuka mulutnya meminta suapan dari Freya. "Ansel belum makan?" tanya Freya.


Ansel menggeleng, duduk di samping istrinya. Freya menghela napas, Ansel salah paham dengan pesan yang diterimanya. Freya bukan mengajak makan siang bersama melainkan menyuruh Ansel makan dimanapun ia berada. Nasi sudah menjadi bubur. Tidak mungkin Freya mengusir Ansel yang sedang kelaparan. Akhirnya Freya menyuapi Ansel makan. Tidak ada rasa canggung sama sekali, Freya sudah terbiasa menyuapi Ansel makan. Freya tidak sadar semua tatapan tertuju ke arah mereka. Tatapan kagum karena bisa menonton live Ansel yang bermanja-manja pada istrinya. Mereka tersenyum ikut senang melihat keromantisan pasangan ini. Meski dalam hati beberapa orang ada sedikit rasa iri, ingin bertukar tempat dengan Freya yang sedang menyuapi Ansel makan.


Next \=>


πŸ™Terima Kasih sudah mampir baca.


πŸ™πŸ™ Jangan lupa like + Komentar + Vote


πŸ™πŸ™πŸ™ Dukungan reader sangat berpengaruh bagi Author untuk bisa terus semangat Up.