Love Shot

Love Shot
Baku Hantam



"Ehemmmm." Jonathan berdehem, krongkongannya kering melihat tingkah pujaan hati yang mulai bermain api di depan mata.


Flora menghentikan cubitannya, menyodorkan satu cup Boba ice coffe. Jonathan menerima minuman dari Flora. Menyeruputnya perlahan, Aurora memperhatikan jakun Jonathan bergerak maju mundur menikmati dinginnya Boba ice coffe. Flora geram menatap Aurora yang memandang Jonathan hingga mata Aurora berbinar-binar. Flora bisa melihat dengan jelas kalau Aurora ikut kehausan saat melihat Jonathan minum. Kehausan kasih sayang dari kekasih hati Flora, ia tidak akan membiarkan binar dari mata Aurora menjadi harapan awal bagi gadis manis itu untuk mendekati Jonathan.


"Nona, aku sudah berkeliling festival. Semua menarik, apalagi tempat game kami. Ayo aku antar nona untuk mengunjungi?" tawar Flora.


Aurora masih terdiam. Ia memang tertarik untuk berkeliling, tapi jika harus berkeliling dengan gadis yang tidak sopan seperti Flora rasanya Aurora harus menolak. Berkeliling dengan mereka hanya akan membuat jengkel Aurora saja, lebih baik Aurora pergi bersama Jonathan.


Flora menyeringai melihat Aurora yang hanya terpaku menatapnya. Flora menarik sebelah alisnya. "Hmmmppp ... maaf, sepertinya ajakanku tidak menarik. Mana mungkin gadis cantik dan anggun seperti nona Aurora bermain game, harusnya aku mengajak nona berkeliling melihat-lihat boneka atau deretan penjual aksesoris," cibir Flora.


Gadis tidak sopan ini mulai mencari gara-gara. Aku tidak sebodoh seperti yang kamu pikirkan, aku tidak akan terpancing dengan jeratan tipu muslihat dari wanita rubah sepertimu.


Aurora harus hati-hati mengambil keputusan. Aurora sudah hapal dengan karakter wanita seperti Flora. Aurora sudah menemukan banyak wanita seperti Flora dalam novel romansa yang menjadi bacaan favoritnya. Wanita yang bertingkah manis, tapi penuh dengan tipu muslihat menghalalkan segara cara untuk membuat pemeran utama wanita menderita. "Flora sangat mengerti, aku memang tidak terlalu mengerti game. Bagaimana ya? aku penasaran ... Flora punya waktu untuk mengajariku? Flora tidak perlu memaksakan diri. Jika Flora hanya sebatas bisa memainkan saja belum mencapai tahap bisa mengajari seseorang yang tidak tahu apapun sepertiku," timpal Aurora.


Flora mekan gigi bawahnya, menahan emosi yang hampir meluap. Flora menemukan kembali wanita yang langsung masuk ke list daftar musuh abadi dalam hidupnya saat pertama kali bertemu. Aurora berhasil menggeser posisi Kyra menjadi posisi kedua, menempatkan Aurora di urutan pertama list. Berkat keahlian Aurora secara elegan menabuh genderang perang di benak Flora. "Aku tidak akan menyombongkan diri. Mari nona saya antar ketempat saya," ujar Flora mempersilahkan Aurora berjalan terlebih dahulu seperti seorang budak yang menghormati majikannya padahal tangan Flora sudah geram ingin menjambak rambut hitam nan panjang Aurora.


Para pria membiarkan para wanita berjalan memimpin, mereka membuntuti dari belakang. Sama halnya dengan para wanita yang tidak sudi mengobrol akrab saat perjalanan menuju tempat game, Liam dan Jonatanpun terdiam bahkan mereka memalingkan pandangan satu sama lain.


Sesampainya diruang kaya yang penuh dengan pengunjung yang sedang asyik mencoba berbagai permaianan yang tersedia di Stand. Flora menghela napas, deretan PC sudah di penuhi pengunjung. Flora berteriak pada Asri, meminta ia mengosongkan dua PC untuknya. Asri yang ceria merayu dua pemuda agar mau beristirahat sejenak dari keseruan permainan mereka setelah bujukan demi bujukan dilontarkan Asri akhirnya dua PC kosong tersedia untuk Flora dan Aurora. Flora menjelaskan terlebih dahulu cara permainan game terbaru Dream Star. Aurora mengerti mencoba bermain melawan komputer terlebih dahulu. Liam beranjak meninggalkan mereka, Liam bermaksud memantau stand. menyisakan Jonathan yang berdiri di belakang, setia mendampingi dua gadis manis. Saku celana Jonathan bergetar lama, pertanda ada panggilan masuk ke smartphonenya tertulis CEO Mahadev Corporation. Jonathan berlari keluar dari ruang kaca mencari ketenangan karena di dalam terlalu bising.


"Bagaimana menurut nona?" tanya Flora.


"Gamenya menarik, aku masih belum ahli," ujar Aurora tersenyum.


"Bukan tentang game, tapi maksudku bagaimana menurut nona tentang kekasihku?" Flora memanfaatkan kesempatan saat Jonathan tidak ada bersamanya.


"Aku tidak bisa berkomentar ... aku baru mengenal Liam tadi," ucap Aurora matanya masih fokus ke PC.


Memang ucapannya tidak salah, Liam memang kekasih Flora. Namun, yang kali ini Flora ingin bahas bukan Liam melainkan Jonathan. Satu-satunya kekasih resmi Flora. "Bukan Liam, tapi Jonathan. Liam hanya teman kecil sekaligus rekan kerjaku. Kekasihku itu Jonathan."


Jleb ... heronya yang mati, tapi hati Aurora ikut merasa perih. Dia sudah menduga ada hubungan spesial antara Flora dan Jonathan. Hati tercabik mendengar sendiri kejelasan hubungan antara Flora dan Jonathan. Cahaya harapan yang baru mulai tumbuh seketika meredup kembali. Aurora menggenggam mouse dengan erat, air mata mulai mengumpul di pelupuk mata Aurora. Ia mengigit sedikit ujung bibir bawahnya mencoba menetralkan prasaan sedih yang mulai berkecamuk dalam dada. "Aku kira Liam kekasihku karena kalian terlihat sangat mesra."


"Hahaha apa kami terlihat seperti pasangan?! baiklah aku anggap itu sebagai pujian. Dimana kamu mengenal Jonathanku?" Flora menanyakan hal lain kepada Aurora.


Aurora meremas ujung rok. "Sekertaris Jo itu seniorku saat aku menempuh pendidikan. Sudah lama kami berpisah, takdir mempertemukan kami kembali."


"Bersikap manis, aku hanya bersikap sopan," tegas Aurora.


"Aku tidak suka kamu bersikap sopan pada kekasihku," bentak Flora.


"Aku anak dari keluarga terhormat tidak mungkin berlaku tidak sopan sepertimu," ujar Aurora mengacungkan jari telunjuk kepada Flora.


"Dasar rubah," pekik Flora.


Flora menarik rambut Aurora sambil merapalkan umpatan. Aurora merintis dan menggenggam tangan Flora mencoba menarik tangan kecil yang penuh tenaga itu supaya melepaskan jambakannya. Pengunjung riuh mengerubungi Flora dan Aurora. Mereka hanya menonton pertengkaran ke duanya tidak ada yang memisahkan mereka. Mereka asyik berbisik sambil merekam pertengkaran dua wanita. Flora melepaskan jambakannya. Aurora hanya sudah berurai air mata, Aurora tidak membalas Flora.


"Jangan menangis ... aku tidak butuh air mata palsu dari rubah sepertimu. Jauhi Jonathan," ujar Flora.


"Kenapa aku harus menjauhinya?! aku dan Sekertaris Jo akan menjadi rekan kerja. Aku harus bersikap profesional. Kedepannya ada kemungkinan kami akan sering bersama seperti kamu dan Liam," ucapan Aurora lirih mengelap air mata yang bercucuran. Dalam hidupnya baru kali ini ia mendapatkan perlakuan kasar. Aurora hanya bisa meneteskan air mata, ia berusaha menenangkan diri dari amarahnya yang meluap-luap.


"Beraninya kamu!" ucap Flora meninggikan suaranaya.


Amarah Flora semakin menjadi mendengar ucapan Aurora. Ia merasa tersinggung karena Aurora menyamakan hubungannya dengan Liam. Flora tidak rela kalau Aurora menjadi simpanan Jonathan. Flora melangkah maju mendorong tubuh Aurora. Jonathan yang baru datang dan membelah kerumunan berlari reflek menangkap tubuh ramping Aurora. Tangan Jonathan melingkar dengan sempurna di perut Aurora, dada bidang Jonathan menopang punggung Aurora. Mata Aurora yang menutup karena bersiap menghadapi benturan terbuka. Kejadian itu begitu cepat, Aurora mengangkat kepala memastikan siapa yang sudah menyelamatkan dirinya dari rasa sakit bertubrukan dengan lantai. Aurora terpaku matanya berkabut melihat wajah tampan Jonathan.


"Flora!" Bentak Jonathan.


Flora belum puas memberi pelajaran pada Aurora ditambah lagi sikap Jonathan yang membela Aurora membuat Flora semakin geram. Flora melangkah maju lalu, kebar-baran Flora menjadi. Flora berhasil mencakar wajah cantik Arora. Mata Jonathan membulat menyaksikan tingkah kekasihnya yang sudah kelewatan. Flora hendak menampar wajah Aurora, Jonathan menepis tangan Flora. Liam yang baru datang dan tidak tahu apapun mendekap Flora yang masih terbakar emosi.


Next \=>


πŸ₯° baca juga Cinta itu Kamu ya ...


πŸ™Terima Kasih sudah mampir baca.


πŸ™πŸ™ Jangan lupa like + Komentar + Vote


πŸ™πŸ™πŸ™ Dukungan reader sangat berpengaruh bagi Author untuk bisa terus semangat Up.