
Sepasang mata mengawasi dari kejauhan. Pria berdiri tegap memperhatikan keadaan. Ia bukan seorang mata-mata apalagi agen rahasia, ia hanya seorang pria yang terjebak oleh pekerjaan dikala orang lain menghabiskan hari sabtu mereka. Jonathan Sang sekertaris dari MC sedang lembur menemani seorang gadis muda berjalan-jalan demi melancarkan pekerjaannya. Saat sedang menunggu Jonathan tidak sengaja menangkap dua pasangan sedang bercengkrama. Jonathan mengenali tiga orang diantara mereka. Gadis manis dengan rambut hitam lurus sebahu itu pujaan hatinya yaitu Flora, wanita satu lagi sahabat dekat pujaan hatinya yaitu Freya. Pria memakai kemeja denin itu rekan kerja bos Jonathan yaitu Ansel. Tinggal satu dari mereka, pria yang tak ia kenali. Sepenglihatan Jonathan pria yang memakai kemeja putih rapi itu memperlakukan kekasihnya dengan perilaku yang tak biasa. Terlihat spesial di mata Jonathan.
Jonathan seorang pria yang selalu berpikir rasional. Berpikir dengan pertimbangan yang logis dengan akal sehatnya. Jonathan sedang mencermati sejauh mana pria yang tidak ia kenali memberikan perhatian lebih pada kekasihnya. Cemburu buta tidak ada dalam kamus hidupnya. Jonathan menjungjung tinggi rasa percaya pada pasangannya. Terlebih lagi Flora seorang wanita yang cocok untuk Jonathan. Wanita yang tidak mencampuri urusan pekerjaannya, selalu memaklumi setiap waktu yang telah Jonathan korbankan untuk pekerjaan. Wanita yang selalu menuruti semua perkataan dan keinginan Jonathan tanpa ada perlawanan ataupun keluhan.
Jonathan melihat saat Pria itu merapikan rambut Flora yang berantakan selepas di terpa angin. Giginya mengeras saling beradu ada rasa tidak rela saat jemari pria lain menyentuh helaian rambut hitam kekasih hatinya. Jonathan percaya pada Flora, hanya saja rasanya Jonathan tidak ingin memberi kesempatan pada pria asing untuk merebut Flora dari sisinya. Jonathan melupakan pekerjaannya mendampingi relasi MC mengunjungi festival. Kaki Jonathan melangkah dengan pasti membelah kerumunan menuju meja tempat Flora berkumpul.
"Cintaku," sapa Jonathan.
Flora tertegun saat jemari Jonathan mengelus kepalanya. Jonathan sengaja mengelus kepala kekasihnya, menghilangkan bekas usapan pria asing sekaligus menegaskan kalau gadis manis ini miliknya.
"Jonathan ...." Freya tergagap. Freya kaget dengan kehadiran Jonathan. Flora yang berselingkuh di belakang Jonathan, tapi Flora yang merasakan kegugupan luar biasa. Takut kelakuan nakal sahabatnya ketahuan oleh Jonathan.
"Halo Freya ... Selamat siang Pak Ansel, tidak menyangka kita bertemu disini," sapa Jonathan ramah.
"Ya ... Sekertaris Jo juga ada disini. Kebetulan sekali. Mari bergabung, silahkan duduk."
Ansel mengelus pundak Freya. Ansel mengerti kalau Freya sedang merasa tidak nyaman dengan kehadiran Jonathan. Namun, Ansel tidak mungkin bisa mencegah Jonathan. Ansel menenangkan istrinya. Flora dan Liam masih diam seribu bahasa. Flora masih syok dengan kehadiran Jonathan, sebelumnya Flora sudah mengajak Jonathan untuk menghadiri pembukaan festival, tapi Jonathan menolak. Alasannya hari ini Jonathan harus lembur menggantikan Malik. Tanpa diduga Jonathan sekarang sedang duduk di samping Flora. Pikiran Flora melayang pikiran buruk bermunculan dari benaknya. Liam masih terdiam sedang mengamati saingan asmaranya kali ini. Liam merasa lega, rivalnya kali ini tidak setangguh seperti Ansel. Liam punya kesempatan lebih besar menjadi pemenangnya.
"Jonathan katanya lembur? tahu kamu juga mau kesini aku dandan lebih cantik tadi," ujar Flora.
"Kamu sudah cantik sayangku." puji Jonathan. "Ya ampun, aku sampai lupa ... Aku meninggalkan Aurora di tempat aksesoris. Kalau tidak keberatan, bolehkah aku membawa pekerjaanku membaur dengan Pak Ansel?" Jonathan masih canggung dengan Ansel, meski sekarang Ansel sudah jadi suami sahabat pacarnya, tapi tetap saja Ansel adalah patner bosnya yang harus tetap ia hormati sebagai atasan.
"Sekertaris Jo sangat giat bekerja. Tentu saja aku tidak keberatan ... kebetulan masih ada tempat kosong di sini," jawab Ansel.
"Terima kasih Pak Ansel. Aku undur diri sebentar," ujar Jonathan kemudian berlari menghilang di kerumunan.
Freya menghembuskan napas kasar. "Gila ... kalian yang nakal, aku yang merasa takut," ujar Freya menunjuk Liam dan Flora.
Liam terkekeh, merasa lucu dengan tingkah mantan kekasihnya itu. "Santai saja, anggap saja ini pemanasan."
"Aku jadi penasaran dengan Haidar. Sehebat apa dia," ujar Flora.
"FLORA," bentak Freya, hatinya belum tenang masih ada rasa mengganjal dalam hati.
"Sayang, tenanglah. Aku tidak akan membiarkanmu terjebak dalam masalah mereka. Pura-pura saja tidak tahu bila perselingkuhan mereka hari ini terciduk oleh Jonathan. Bila mereka lolos hari ini, anggap saja kita sedang triple date," jelas Ansel.
"Tetap aja aku tidak tenang," debat Freya.
"Kalau begitu, kita menghindar saja. Ayo, kira pergi ke dokter saja. Aku akan memberi kabar pada Afandi kalau jadwal kita dipercepat," saran Ansel.
"Ya itu lebih baik. Flo dan Liam, sebagai istri yang baik aku harus menuruti semua ucapan suamiku. Jadi kami pamit. Dan lagi anakku tidak boleh melihat contoh yang tidak baik," ujar Freya.
"Kamu tega padaku Freya," Flora merajuk. "Dede bayi tirulah hanya perbuatan yang baik dari kita ya. Tidak semua perbuatan yang kami lakukan buruk ko," ujar Flora mengelus perut Freya.
"Ya ... ya ... terima kasih tante Flora yang cantik jelita."
Freya membawa satu bungkus ayam pedas, membiarkan dua bungkus lainnya tetap di meja. Freya sebenarnya masih ingin berada di sini, Freya belum berkeliling. Namun, hari ini rasanya bukan hari yang tepat. Masih ada hari esok untuk dirinya mengunjungi kembali festival. Tidak baik bila harus mencampuri urusan rumah tangga orang lain. Semua ada batasan meskipun itu hubungan asmara sahabat dekat yang sudah kita anggap saudara sendiri. Freya juga tidak bisa menghakimi hubungan mereka. Menganggap mereka salah karena berhubungan di luar sepengetahuan Jonathan karena setahu Freya jodoh itu sebuah kejutan yang tidak terduga, selama janur kuning belum melengkung belum tentu kekasih kita saat ini merupakan jodoh yang ditakdirkan. Bisa saja kita hanya sedang menjaga dan mengurusi jodoh orang lain. Freya juga tidak bisa membenarkan ulah mereka yang menjalin hubungan dibelakang Jonathan karena hal itu sudah pasti menyakiti hati Jonathan. Freya tahu bagaimana sakitnya dikhianati oleh orang yang sangat dicintai.
Nextnya besok pada jam yang samaπ \=>
π mampir juga ke kisah "Cinta itu Kamu"
πTerima Kasih sudah mampir baca.
ππ Jangan lupa like + Komentar + Vote
πππ Dukungan reader sangat berpengaruh bagi Author untuk bisa terus semangat Up.