Love Shot

Love Shot
Diskusi



Liam menyergap Flora yang dikuasai oleh amarah. "Jo kenapa kamu memukul Flora?"


Jonathan mengernyit, ia merasa heran bagaimana Liam bisa menarik kesimpulan kalau dirinya memukul Flora. Maksud hati Jonathan hanya menepis tangan Flora untuk melindungi Aurora, serta menghentikan aksi Flora yang sudah di luar batas. "Aku tidak memukul Flora. Aku hanya mencegahnya agar tidak bertindak lebih jauh."


"Baiklah ... aku anggap begitu. Flora masih emosi saat ini jadi sebaiknya kamu bawa kekasihku pergi. Aku akan menenangkan kekakasihku," ujar Liam sengaja menyulut amarah Jonathan.


Jonathan bukan orang yang mudah terpancing. Meskipun ia jago bela diri, bagi Jonathan baku hantam tidak akan pernah bisa menyelesaikan suatu masalah. Jonathan menguraikan dekapnnya, membantu Aurora berdiri tegap dan memberikan saputangan untuk menutupi pipi Aurora yang mengeluarkan darah akibat goresan kuku kekasihnya. Jonathan pengacungkan telapak tangan. "Ulangin perkataanmu ... siapa kekasih yang harus kamu tenangkan?"


Liam mendekap Flora, menegaskan bahwa kekasih yang Liam maksud adalah Flora. Jonathan mengepalkan tangan menahan emosi. Jonathan menghela napas. " Flo ... bisa jelaskna arti dekapan Liam?"


Sikap kesatria Jonathan yang melindungi gadis lemah seperti Aurora berhasil mengusik rasa cemburu Flora hingga ia dikuasai emosi, membuat ia lupa diri dan hanya berhasrat membuat Jonathan cemburu hingga meninggalkan Aurora. Flora mengelus-elus tangan Liam yang melingkar diperutnya. Jonathan mengerti apa yang dilakukan Flora, Jonathan merasa lega ternyata instingnya masih tajam. Kecurigaannya akan sikap Liam dan Flora yang terlihat janggal memang benar, menandakan ada hubungan spesial diantara mereka.


"Aku butuh alasan kenapa kalian melakukan ini padaku? kita perlu berbincang mengenai hal ini. Sebelum itu aku harus mengobati luka di wajah nona Aurora. Tiga puluh menit dari sekarang kita bertemu lagi di cafee depan." Jonathan berjalan senatural mungkin meninggalkan Liam dan Flora. Menuntun Aurora menuju sebuah mini market untuk membeli plester dan membeli minuman lemon. Jonathan perlu kadar asam untuk membantu otaknya tetap berpikir logis.


Setelah kepergian Jonathan, air mata mengalir membasahi pipi Flora. Dirinya tidak menyangka Jonathan meninggalkannya tanpa ada marah sedikitpun. Itu tidak sesuai dengan ekspektasinya. Flora menduga Jonathan akan melayangkan bogem mentah ke pipi Liam atau menarik kerah kemeja Liam atau paling tidak Jonathan berteriak pada Liam. Namun, apa yang terjadi. Jonathan dengan tenangnya mengajak mereka berdiskusi. Sikap Jonathan membuat Flora sedih. Hatinya terluka dengan Jonathan yang selalu bersikap baik, sempurna bagai malaikat hingga Flora merasa dirinya menjijikan karena sudah bermain api di belakang Jonathan.


***


Dada Ansel terus berdegup kencang, rasanya Ansel sangat gugup saat mengantre kali ini. Meski mereka sudah membuat jadwal ulang tetap saja Ansel dan Freya tetap harus menaati peraturan siapa yang duluan datang, akan diutamakan oleh dokter. Amira dokter yang berprinsip. Tiba saatnya Freya diperiksa.


Dokter Amira menanyakan apa yang dirasakan Freya. Freya menceritakan gejala aneh yang terjadi pada tubuhnya. Dokter Amira menggngguk mengerti dengan penjelasan Freya.


"Nyonya Freya dan tuan Ansel tidak perlu khawatir. Saya akan membuatkan resep Vitamin untuk menambah daya tahan tubuh nyonya dan beberapa alat tes kehamilan. Nanti besok setelah bangun tidur nyonya Freya lakukan cek kehamilan. Bila hasilnya masih belum jelas, Nyonya bisa mengeceknya setelah satu minggu kemudian. Nyonya sudah mengerti cara cek kehamilan?"


Freya mengangguk mengiyakan. Ansel tidak puas dengan ucapan dokter Amira. "Dok, sebaiknya kita lakukan USG saja."


Amira tersenyum ramah menanggapi permintaan Ansel. "Saya rasa tidak perlu untuk saat ini. Pada usia kehamilan satu minggu, belum ada janin yang terlihat karena prosesnya masih sel telur yang meninggalkan indung telur dan menuju tuba falopi. Anda belum benar-benar hamil karena peristiwa pembuahan belum terjadi hingga dua minggu setelah masa menstruasi Anda berakhir. Saya sangat mengapresiasi suami siaga dan sangat peka seperti tuan Ansel. Karena kebanyakan suami tidak sadar dengan perubahan kecil yang terjadi pada istrinya bahkan adakalanya pasangan baru mengetahui setelah masa kandungan beranjak enam minggu. Namun, tetap saja minggu pertama kehamilan tetap dihitung dalam kalender kehamilan untuk membantu para dokter menghitung hari pertama dari menstruasi terakhir. Dengan mengetahui hari pertama menstruasi terakhir, saya bisa memperkirakan kapan HPL (Hari Perkiraan Lahir). Jadi pada usia kehamilan satu minggu, Nyonya Freya, belum perlu melakukan USG karena belum ada janin yang bisa dilihat," jelas Amira.


Ansel mengaku kalah, tidak bisa memaksakan kehendaknya lagi. Ansel hanya bisa berterima kasih lalu menuntun istri tercinta mendapatkan vitamin di apotek sesuai resep Dokter Amira.


***


Dada Jonathan bergemuruh, bibirnya akan memulai percakapan. "Liam aku akan menanyaimu nanti. Aku ingin mendengar penjelasan dari Flora terlebih dahulu. Flo ... apa alasanmu menjalin kasih dengan Liam?"


"Tidak ada alasan," lirih Flora.


"Tidak perlu takut, aku tidak akan marah. Aku hanya ingin tahu saja alasan kamu menduakanku. Kenapa menangis?! jangan menangis, itu hanya akan membuatmu merasa sedikit lega dan membuatku semakin terluka. Jangan ucapkan kata maaf, itu juga hanya kata lain untuk bungkam," tutur Jonathan.


Flora sudah menduga Jonathan tidak akan berhenti. Sarkasme yang di lontarkan Jonathan melukai hati Flora. Ia mengambil tisu yang di sodorkan Liam. Menarik napas panjang, menekan air mata yang akan kembali berhamburan. "Aku hanya ingin membuktikan kalau lamanya mengenal bukan takaran untuk menjalin kasih dengan seseorang. Dan aku ingin membuktikan bahwa seiring berjalanannya waktu, Papa akan merestui hubunganku denganmu."


Jonathan termenung. Kekasihnya hanya terjebak oleh keadaan, sebenarnya Flora tidak bermaksud berselingkuh, tapi tetap saja Jonathan harus meluruskan Flora yang mulai tersesat. "Flo ... setia adalah kunci kepercayaan, adakala kesempatan menjerumuskan kita pada ketidakjujuran. Aku tidak bisa membenarkan dusta, sekalipun tujuannya kebaikan. Jika ada ketidak nyamanan sudah sewajarnya sebagai kekasih kamu mengeluh padaku bukan menanggapi tantangan pria lain."


Flora tidak bisa menyangkal ucapan Jonathan. Hanya air mata Flora semakin membanjiri wajahnya. Jonathan tidak menyeka air mata Flora maupun memberi penghiburan Flora yang sedang sedih. Itu hukuman karena menjalin kasih dengan pria lain di belakangnya.


"Liam, apa alasanmu menjalin kasih dengan Flora? padahal kamu tahu kalau Flora sudah menjadi kekasihku."


Kali ini giliran Liam yang di introgasi. Liam bukan pria sembarangan, dirinya sudah tahu apa yang harus Ia ucapkan untuk memenangkan debat ini. "Aku menjalin hubungan dengan Flora karena aku mencintainya. Kalau kamu pikir hubunganku dan Flora salah, itu hanya pikiranmu. Aku serius menjalin hubungan dengannya, aku sudah direstui oleh Papa. Aku akan menikahi Flora. Aku hanya mempercepat proses yang selama ini sudah Papa rencanakan. Kamu hanya kekasih dan Aku calon suaminya Flora," tegas Liam.


Next \=>


πŸ₯° baca juga Cinta itu Kamu ya ...


πŸ™Terima Kasih sudah mampir baca.


πŸ™πŸ™ Jangan lupa like + Komentar + Vote


πŸ™πŸ™πŸ™ Dukungan reader sangat berpengaruh bagi Author untuk bisa terus semangat Up.