
"Upps, mommy, Daddy, kami lupa kadonya di mobil." ucap Aufar menunduk begitu halnya yang dilakukan oleh Aaron.
Ares hanya mampu tepok jidat mendengar ucapan anak-anaknya, sedangkan Violet geleng-geleng kepala lalu melirik kearah Ares. Sontak Ares mengerti arti dari lirikan mata sang istri. Ia segera menghubungi orang kepercayaannya, setelah itu barulah menghampiri anak kembarnya.
"Tunggu sebentar, Yuta yang akan mengambil kado kalian." ucap Ares menenangkan anak kembarnya yang mulai tak tenang di tempatnya.
Seketika si kembar tersenyum lalu bergerak memeluk kaki ayahnya, seolah ayahnya adalah penyelamat hidupnya saat ini.
"Terima kasih, Daddy" ucapnya dengan kompak, membuat Violet tersenyum tipis dan merasa lega, karena kado mereka ketinggalan di mobil.
Semua orang tersenyum, termasuk Nyonya Laurent dan tuan Alex melihat tingkah laku cucunya.
"Kalian tidak boleh nikmati pestanya, sebelum memberikan kami kado" ucap Eveline sambil memasang wajah galak dan berkacak pinggang yang sedang menantang sepupunya.
"Jangan berkata seperti itu Eveline, Aaron dan Aufar adalah saudara kita. Aku tidak masalah jika tidak mendapatkan kado, yang jelas mereka datang di hari ulang tahun kita" ucap Evelina dengan bijaknya.
"Benar yang dikatakan saudaramu, nak" timpal Aileen membenarkan ucapan putri sulungnya yang selalu berkata bijak.
Beda halnya dengan si bungsu Eveline yang masih saja egois dan ingin menang sendiri, maklumlah masih kanak-kanak otomatis sifatnya masih kekanakan.
"Tidak mom, karena peraturannya setiap orang yang datang di pesta ulang tahun kami harus membawa kado, titik!" ucap Eveline kekeh dengan bibir mencebik sambil menatap tajam kearah sepupunya.
"Berarti Tante tidak termasuk ya, soalnya Tante tidak bawa kado" ucap Violet mengulas senyum tipis.
Mendadak Eveline terdiam mendengar ucapan tantenya.
"Emmm itu..." Eveline melirik kearah Violet dengan wajah takut dan malu lalu kembali melirik kearah ibunya.
Violet melebarkan matanya hingga sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman. Ia begitu gemes dan ingin sekali mencium seluruh wajah Eveline yang tampak menggemaskan saat ini.
Nyonya Laurent dan tuan Alex hanya mampu senyum-senyum melihat tingkah cucunya yang satu itu. Eveline memang galak, tapi terlihat imut dan menggemaskan.
"Berarti Paman juga tidak termasuk kalau begitu" sahut Ares sambil menatap ponakannya secara bergantian. Lagi-lagi Eveline diam seribu bahasa dan Evelina tidak mau ikut campur membela saudara kembarnya.
"Baiklah kalau seperti itu, kami tidak akan menikmati pesta ulang tahunmu sebelum memberikanmu kado" ujar Aufar yang merasa tersinggung mendengar penuturan Eveline.
"Kalian sungguh payah" ketus Eveline sembari menunjuk kearah Aaron dan Aufar.
Seketika tawa Oma dan Opa nya pecah dan sudah tidak tahan melihat tingkah laku cucu perempuannya. Sedangkan Ares dan Violet hanya mampu menutup mulutnya agar tawanya tidak kedengaran keluar. Tingkah Eveline benar-benar menjadi hiburan tersendiri bagi keluarganya.
Lantas Evan bergerak mendekati putrinya lalu mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi putrinya.
"Sudah sudah, Eveline jaga sikapmu, nak. Aaron dan Aufar adalah saudaramu, tidak seharusnya kau berkata seperti itu, nak." ucap Evan sambil memegang kedua bahu putrinya.
"Tapi dad, mereka sungguh payah datang tidak bawa kado" ucapnya ketus. Lagi-lagi Eveline melirik tajam kearah sepupunya setelah mengatakannya.
"Eveline!..."
Refleks Eveline langsung memeluk leher ayahnya, bahkan minta digendong setelah mendengar ibunya memanggil namanya. Mendadak mood nya buruk, karena seolah dirinya akan dihakimi oleh ibunya.
Sementara Evan yang memang menyayangi putri kembarnya langsung menggendongnya, ia tidak ingin Eveline sampai menangis di pesta ulang tahunnya.
"Biarkan saja Aileen, maklumi saja dia masih anak-anak" potong Violet cepat, ia tidak ingin terjadi keributan pada pesta ulang tahun ponakannya. "Aku sungguh terhibur bisa menggoda ponakanku yang cantik jelita ini. Tingkah Eveline sama persis denganku saat masih kecil dulu, bahkan lebih parah darinya" tambah Violet diiringi gelak tawa karena sifatnya sebelas duabelas bahkan bisa dikatakan mirip dengan ponakannya.
"Iya nak, dia masih kecil dan belum bisa membedakan mana yang baik dan buruk" timpal Nyonya Laurent lalu mencubit gemas pipi gembul cucu perempuannya.
Mendadak Eveline mengerucutkan bibirnya lalu menjatuhkan kepalanya di bahu ayahnya, karena kemungkinan ibunya akan memarahinya atas apa yang sudah di ucapkannya. Pasalnya ia lebih dekat dengan ayahnya dibandingkan dengan ibunya.
"Berarti mommy cerewet dan galak seperti Eveline!" ucap Aufar dengan tebakannya yang mampu menyimak pembicaraan mereka.
Membuat Violet langsung mengangguk cepat.
"Yaah nggak seru, Aufar tidak mau memiliki adik perempuan yang cerewet dan galak seperti Eveline. Mommy, Daddy, buat ulang adik untuk kami ya" rengek Aufar dengan wajah polosnya.
"Benar, mommy, Daddy. Kami maunya adik laki-laki saja" Aaron ikut membenarkan ucapan saudara kembarnya.
Membuat para orang tua langsung tergelak tawa mendengar ucapan si kembar Aufar yang ceplas-ceplos dan Aaron yang selalu membela ataupun membenarkan ucapan saudara kembarnya.
"Kenapa malah bawa-bawa aku. Kalian itu datang tidak...." Eveline tidak melanjutkan ucapannya melihat anak perempuan yang sepertinya seumuran dengannya.
"Emma!" teriak Aufar dengan antusiasnya melihat teman barunya berada di gendongan Yuta.
"Hai Aufar, hai Aaron" sapa Emma dengan wajah ceria sambil memeluk kadonya.
Kondisi Emma sudah membaik, bobot tubuhnya sudah ideal setelah menjalani perawatan hampir enam bulan lamanya di rumah sakit. Hanya saja Emma tidak bisa berjalan dengan baik seperti biasanya. Ia menjadi cacat karena kekejaman para penculik terhadapnya. Namun Yuta akan berusaha keras untuk membuat putri angkatnya kembali berjalan normal.
Walaupun cacat, tetap saja Emma menjelma gadis kecil yang cantik jelita dan kecantikannya tidak jauh berbeda dengan si kembar Evelina dan Eveline.
"Emma, kau juga di undang?" tanya Aufar dengan mata berbinar dan Emma mengangguk cepat dalam gendongan ayahnya.
Ares langsung mengambil kado anak kembarnya dari tangan Yuta. Setelah itu menyerahkannya kepada anak kembarnya, Aaron dan Aufar.
"Memangnya cuma kalian yang ku undang? Emma juga temanku" sewot Eveline.
"Aku pikir Eveline tidak memiliki teman ha ha ha ha." Aaron dan Aufar menertawakan sepupunya.
"Dad, mereka...."
"Mereka saudaramu, nak. Bukankah seorang Barbie harus selalu tersenyum, kenapa Barbie cantik Daddy jadi cemberut" ucap Evan sambil mencubit kecil hidung mancung putrinya. Membuat Eveline tersenyum lalu mencium pipi ayahnya. Setelah itu meminta ayahnya untuk menurunkannya dari gendongan.
Lalu Eveline bersalaman kepada Aaron dan Aufar sembari meminta maaf. Dan sudah pasti sepupunya memaafkannya.
Kini acara inti dari perayaan pesta ulang tahun Evelina dan Eveline dimulai. Semua tamu yang hadir turut menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk si kembar Evelina dan Eveline dengan gembiranya.
Hingga si kembar Evelina dan Eveline melakukan make a wish memanjatkan doa dan harapan atas bertambahnya usia mereka, sebelum berbarengan meniup lilin pada masing-masing kue ulang tahun mereka.
"Horee.... selamat ulang tahun Evelina dan Eveline." ucap Aaron dan Aufar dengan kompaknya.
"Terima kasih Aaron, terima kasih Aufar" balas Evelina dan Eveline berbarengan. Lalu mereka saling berpelukan secara bergantian.
Pasangan Ares dan Violet tampak tersenyum melihat anak dan ponakannya kembali akur, begitu halnya dengan pasangan Evan dan Aileen.
"Selamat ulang tahun Evelina dan Eveline, semoga kalian panjang umur dan ini kado untuk kalian" ucap Aufar dan Aaron dengan kompaknya memberikan kado untuk sepupunya. "Maaf ya kadonya baru datang" tambah Aufar tersenyum jenaka.
"Tidak apa-apa. Terima kasih, Aaron, terima kasih, Aufar" sahut Evelina dan Eveline yang tak kalah kompaknya.
Para orang tua begitu senang melihat keakraban anak-anak mereka yang sedang menikmati pesta ulang tahun Evelina dan Eveline.
Tampak Aaron dan Aufar menghampiri ayah dan ibunya yang tengah duduk bersama di kursi. Disana juga ada Yuta bersama Emma yang tidak berbaur bersama dengan anak-anak lainnya.
"Mommy, Daddy, bagaimana kalau kak Aaron dan Emma saja yang membuatkan aku adik" ucap Aufar dengan antusiasnya.
Ares dan Violet langsung membulatkan kedua matanya hingga mereka kompak mengucapkan.
"JANGAN! ITU BERBAHAYA!" ucapnya berteriak. Sontak Yuta langsung terbatuk-batuk yang tersedak minuman saat mendengar ucapan tuan mudanya.
"Kenapa berbahaya?" tanya Aufar.
"Biar Daddy dan mommy yang melakukannya" jawab Ares cepat lalu menggelitik tubuh anak kembarnya guna mengalihkan pembicaraan mereka. Membuat anak kembarnya tertawa terbahak-bahak.
Violet hanya mampu tersenyum dan begitu bahagia melihat kebahagiaan keluarganya. Hingga Ares memeluknya dari belakang.
"Aku sangat mencintaimu, sayang"
"Aku juga sangat mencintaimu, King Ares Robinson" balasnya. " Sana awasi anak-anak, jangan sampai mereka melakukan..."
"Melakukan apa, mommy?" sahut Aaron dan Aufar.
"Hal bodoh, ha ha ha."
Seketika mereka tertawa bersama dengan suasana kebahagiaan tengah menghampiri keluarga kecilnya. Semoga kebahagiaan terus menghampiri pasangan Ares dan Violet kedepannya, tidak peduli walau badai kembali datang tiba-tiba, yang jelasnya mereka mampu menghadapinya bersama.
End
Cukup sekian Extra part nya dan sampai jumpa di lain kesempatan 🤗