
Aileen dengan ragu memegang jas Evan lalu berjinjit sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Evan, hingga mencium bibir pria itu.
Cup
"Aileen!" Terdengar suara seseorang memanggil namanya.
Sontak Aileen terlonjat kaget dan langsung menjauhi Evan. Sementara Evan membulatkan kedua matanya dan baru menyadari aksi wanita itu. Ia perlahan menggeleng-gelengkan kepalanya seolah baru saja dilanda amnesia sesaat.
"Kau menciumku!" ucap Evan dengan suara meninggi dan seakan tak percaya dengan aksi wanita itu. "Kenapa kau menciumku?" tambah Evan yang melontarkan pertanyaan kepada Aileen dengan sorot mata tajam menatap ke arah Aileen yang terlihat menyentuh sudut bibirnya.
Bodoh bodoh, Aileen...kau sungguh melakukannya? Ya ampun, apa yang sudah kau lakukan kepada pria arogan ini? kenapa kau malah menciumnya. Kau sungguh bodoh Aileen melakukan hal gila yang terpikirkan di otakmu, sekarang kau harus berurusan dengannya. Batin Aileen.
"Jawab aku!" bentak Evan karena melihat wanita itu hanya bengong, membuat Aileen terkejut bukan main mendengar bentakan Evan.
Apalagi Aileen tengah memandang ke arah ibunya dan Asisten rumah tangga yang tampak berjalan menghampirinya.
"Ak-aku ti-tidak sengaja melakukannya." jawab Aileen gugup dan sungguh menyesal mencium pria itu, ia terus merutuki kebodohannya di dalam hati.
"AILEEN!" Ibunya kembali memanggil namanya lalu mendekat ke arahnya. Pandangan ibunya beralih pada pria jangkung yang berdiri di samping putrinya.
"Mami, kau sudah pulang." ucap Aileen cemas, namun tetap tersenyum di depan ibunya.
"Jawab mami dengan jujur, siapa pria ini?. kenapa kalian berduaan di dalam rumah, bahkan mami sampai melihat kalian berciuman. Dan mami semakin curiga melihat penampilanmu, apa kalian habis berhubungan badan di rumah ini? jawab mami, Lee" ucap ibunya marah dan terus melontarkan pertanyaan kepada putrinya, dimana pandangannya terus tertuju ke arah Evan.
Sementara Evan yang mendengar ucapan wanita paruh baya di hadapannya hanya mampu memijit pelipisnya. Ia begitu yakin terjadi aksi persekongkolan antara wanita paruh baya itu dengan anaknya.
Aku sangat yakin mereka sedang menjebakku. Batin Evan curiga.
"Mami, dia itu..." Aileen menjeda ucapannya, tidak mungkin juga jika ia berkata jujur kepada ibunya bahwa pria yang berdiri di sampingnya adalah orang yang pernah membuat perusahaan ayahnya jatuh bangkrut sekaligus mantan majikannya, pemilik rumah yang pernah ia curi.
"Aileen! jawab mami! siapa pria ini?" tanya ibunya sambil menunjuk ke arah Evan.
"Mami, maafkan aku, sebenarnya dia itu..."
"Jangan bilang jika pria ini kekasihmu." potong ibunya cepat.
"Tidak mami, dia bukan kekasihku! aku tidak berpacaran dengannya." protes Aileen sembari menggelengkan kepalanya
"Benar, kami tidak berpacaran. Aku ada urusan dengan nona Aileen, makanya aku menyempatkan waktu untuk berkunjung menemuinya." sahut Evan membenarkan ucapan Aileen. Sungguh ia tidak ingin disangka berpacaran dengan wanita pencuri itu.
"Mami tidak percaya! karena mami melihat langsung dengan kedua mata mami kalian itu berciuman. Dan Mina yang menjadi saksinya, karena dia bersama dengan mami melihat aksi mesum kalian, bahkan kelakuan kalian juga disaksikan oleh Tuhan. Jadi, kalian tidak usah mengelak lagi." kekeh ibunya dengan peraduganya. "Maka dari itu, mami putuskan bahwa kalian harus menikah sekarang juga, sebelum aib kalian merambah keluar dan dijadikan sebagai bahan gosip oleh orang-orang yang tidak berkepentingan." ucap ibunya dengan entengnya.
"APA!!" Aileen dan Evan terlonjat kaget mendengar ucapan ibu Aileen.
"Tidak bisa, aku tidak setuju, nyonya. Karena apa yang anda lihat hanya kesalahpahaman belaka. Sebenarnya putrimu lah yang begitu bar-bar menciumku terlebih dahulu. Bahkan lihatlah penampilannya, dia sungguh ingin menggodaku, setelah itu dia pasti berencana untuk menjebakku." jelas Evan kepada ibu Aileen.
Agar aku menikahinya dan dia terbebas dari jeratan hukum. Sungguh pandai wanita ini berakting dan pastinya bersekongkol dengan ibunya sendiri. Batin Evan menyeringai dengan dugaannya.
"Aku juga tidak setuju dengan ucapan mami. Karena Mami, sungguh tega membawaku ke dalam neraka bersama tuan arogan." ucap Aileen kepada ibunya.
"Loh, kenapa malah menyalahkan mami. Apa kalian begitu kesal ketika mami memergoki kalian sedang berciuman." ucap ibunya berbicara sesuai fakta.
Lagi-lagi Aileen merasa malu dengan ulahnya sendiri, apalagi ibunya terus berbicara ceplas-ceplos tanpa menyaring ucapannya terlebih dahulu.
"Anda hanya salah paham, aku bisa saja melaporkan anda atas kasus pencemaran nama baik sekaligus kasus pencurian yang dilakukan oleh putri anda di kediaman ku." tantang Evan memberikan ancaman kepada wanita paruh baya itu.
"Tapi, aku memiliki bukti yang lebih akurat anak muda, kau tidak akan bisa lari dari kenyataan setelah berhasil menyentuh putriku. Bisa-bisa kau dan keluargamu yang akan menanggung malu dan tau sendiri seperti apa akibatnya ." ucap ibu Aileen dan tak gencar dengan keputusannya sendiri. Ia bahkan tidak menyadari jika pria yang berdiri di hadapannya adalah mantan majikan putrinya.
Sementara Evan sendiri menjadi bungkam saat mendengar langsung ucapan ibu Aileen. Walaupun membantahnya, tetap saja ibu Aileen bersikukuh untuk menikahkan mereka. Namun Ia harus menggagalkan rencana mereka yang memintanya untuk menikahi wanita pencuri itu.
"Mina, cepat panggil pak RT dan pak penghulu beserta para saksi untuk segera datang ke rumah untuk menikahkan mereka. Soalnya aku ingin menghubungi suamiku dulu." ucapnya kepada sang asisten rumah tangga.
"Baik nyonya." ucap Bu Mina lalu pamit pergi.
"Dan kau anak muda, segera hubungi orang tuamu bahwa kau akan segera menikahi putriku." perintah ibu Aileen.
Dengan terpaksa Evan menghubungi kedua orang tuanya, lalu meminta mereka berdua untuk datang ke kediaman keluarga Aileen.
***
Tak berselang lama kemudian, ketiga orang penting itu datang tepat waktu bersamaan dengan para saksi. Tak berapa lama, orang tua Evan juga baru sampai di kediaman orang tua Aileen.
Evan sudah tidak bisa berbuat apa-apa setelah ibu Aileen menjelaskan kepada kedua orang tua nya, bahwa anak-anak mereka harus dinikahkan segera, kalau tidak bisa saja anak-anak mereka membuat malu keluarganya sendiri
Tak ada lagi yang perlu ia gagalkan, walaupun Evan bersikeras untuk menggagalkan pernikahan dadakannya hanyalah sia-sia saja. Begitu halnya yang dialami oleh Aileen. Semuanya sudah terlambat ketika mereka masing-masing melafalkan janji suci sehidup semati.
Dan hari ini juga tepat pukul 10.00 waktu setempat, Evan dan Aileen resmi menikah disaksikan langsung oleh orang tua mereka masing-masing.
Evan seakan tidak percaya dengan nikah dadakannya, bahkan ia seolah mimpi buruk menikahi Aileen yang notabenenya adalah seorang pencuri.
Bagaimana tidak, pernikahannya didasari atas kesalahpahaman dan tanpa dasar cinta diantara mereka. Pada intinya Evan berakhir menikahi Aileen, walaupun pernikahannya begitu dadakan.
Sementara Aileen sendiri merasa tidak percaya bisa menjadi istri dari tuan arogan itu. Padahal sebelum-sebelumnya ia tidak pernah memikirkan untuk segera menikah. Namun takdir lah yang sudah mengaturnya, ia sudah menyandang status sebagai istri dari tuan Evan.
Kini mereka duduk bersama di sofa sambil membuang muka ke sembarang arah dan tak berani bersitatap apalagi mengucapkan sepatah kata.
"Sungguh licik kau! aku sangat yakin kau begitu bahagia sudah mendapatkan keinginanmu." sinis Evan.
"Apa maksudmu? aku sama sekali tidak mengerti" balas Aileen.
"Cihhh, kau pura-pura lupa atau pura-pura polos. Sungguh kau hanya wanita bermuka dua." ejek Evan. Dia merasa tidak terima dengan aksi wanita itu yang sudah menjebaknya.
Bersambung.....