King Mafia and Queen Mafia

King Mafia and Queen Mafia
Aku berhasil menikahimu



"Tenang mommy, Violet pasti kembali dan berkumpul bersama kita. Bukankah Violet gadis yang kuat dan tak akan pernah menyerah walau menghadapi masalah sekalipun." ucap Daisy menenangkan ibunya dan ia begitu mempercayai kemampuan saudaranya.


Tuan Keynand menghela nafas berat melihat kesedihan yang terpancar di wajah istrinya. Ia pun mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan putrinya. Apapun resikonya, putrinya harus kembali malam ini juga.


Tidak hanya itu, tuan Alex juga mengerahkan mata-matanya untuk mencari keberadaan putri sahabatnya. Ia tidak akan membiarkan pencuri itu lolos membawa calon menantunya.


***


"Sial! pencurinya teramat licik, tak ada jejak yang ditinggalkan." kesal Victor yang sama sekali tak menemukan rekaman cctv tentang pencurinya.


"Kita pasti bisa menemukannya. Kakakmu gadis yang kuat dan tidak akan pernah tinggal diam jika hanya melawan seorang pencuri. Dia bahkan mampu melawan perampok bank dengan mudahnya." ucap Juno sembari menepuk bahu adik iparnya.


Victor mengangguk mengiyakan ucapan Juno bahkan balas menepuk lengan kekar kakak iparnya.


"Ayo, kita temui yang lainnya." ajak Juno.


Kemudian mereka berjalan bersama-sama menemui orang tuanya yang berada di area teras rumah.


"Bagaimana Victor? kau menemukan sesuatu?" tanya Daisy.


Victor hanya mampu menggeleng menanggapi ucapan kakaknya.


"Sebaiknya kakak antar mommy ke kamar." ucap Victor dengan tatapan hangat menatap ke arah ibunya.


"Kalau begitu aku bawa mommy ke kamar." pamit Daisy lalu membawa ibunya ke kamar.


Sehingga hanya tersisa para pria yang tampak serius mengobrol di teras rumah. Mereka seolah merencanakan sesuatu agar bisa menemukan Violet secepatnya.


*


*


*


Sementara di tempat lain....


Mobil yang membawa Ares berhenti tepat di depan sebuah kantor pencatatan sipil. Tampak beberapa anggota The Hunter berjaga-jaga di tempat tersebut.


Yuta bergegas turun dari mobil dan bergerak membukakan pintu mobil untuk ketuanya. Lalu Ares turun dari mobil dan kembali menggendong tubuh Violet lalu memasuki tempat tersebut.


"Mari tuan, petugasnya sudah menunggu di ruangan. Kami terpaksa menyekapnya berjam-jam lamanya demi menunggu kedatangan tuan" ucap salah satu anggota The Hunter.


Sementara Ares tak menimpali ucapan anak buahnya. Ia hanya fokus menatap wajah Violet yang tampak pulas dalam gendongannya.


Sebentar lagi kau akan menjadi milikku. Batin Ares dengan seringai licik diwajahnya.


Yuta yang melihat tingkah laku ketuanya memilih buka suara.


"Tunjukkan ruangannya!" ucap Yuta dengan tatapan dingin.


"Baik tuan Yuta" ucapnya lalu melangkah lebih dulu sebagai penunjuk jalan.


"Tuan Ares!" panggil Yuta.


Ares langsung mengalihkan pandangannya ke arah orang kepercayaannya.


"Petugasnya sudah menunggu anda." ucapnya dengan sopan.


"Hemm." Hanya deheman yang dilakukan oleh Ares.


Kemudian Ares dan Yuta berjalan beriringan menuju sebuah ruangan tempat petugas pencatatan perkawinan itu di sekap.


"Si-ilahkan du-duk tu-tuan." ucapnya tergagap saking takutnya melihat mereka semua.


Perlahan Ares mendudukkan tubuh Violet di kursi yang memang di khususkan untuknya bersama Violet. Setelah itu barulah dirinya ikut duduk di samping Violet.


Terdapat dua map hijau di atas meja, tepatnya di depan petugas pencatatan perkawinan. Kedua map itu berisi berkas-berkas pendaftaran pernikahan antara Ares dan Violet. Semua itu sudah diatur oleh Yuta, sehingga Ares hanya tinggal terima beres saja.


"Cepat jalankan tugasmu." ucap Ares dingin sambil menggebrak meja kerja petugas tersebut.


"Ba-baik tu-tuan." ucapnya terlonjat kaget dengan tubuh bergetar ketakutan. Bahkan tangannya gemetaran memegang bolpoin. Hingga beberapa kali menjatuhkannya. Namun tetap bersikap profesional di hadapan kliennya.


Ares tidak peduli melihat tingkah petugas tersebut, ia menoleh ke arah gadis yang mulai mewarnai kehidupannya.


"Aku terpaksa menggunakan cara licik untuk menjadikanmu sebagai istriku." gumam Ares tersenyum, lalu menyentuh tangan Violet.


Kedua matanya memancarkan kilatan amarah melihat jari manis Violet tersemat sebuah cincin di sana. Dengan kesalnya ia melepaskan cincin tersebut lalu melemparkannya ke sembarang arah.


Kemudian Ares merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan kotak beludru berwarna biru. Ares tersenyum tipis memandangi kotak beludru tersebut lalu membukanya. Tampaklah cincin berlian berkilau indah dan terdapat ukiran inisial huruf dari nama mereka.


"Dengan cincin ini, aku mengikatmu dan berjanji akan selalu membahagiakanmu sampai maut memisahkan." ucap Ares dari lubuk hatinya yang terdalam, lalu menyematkan cincin berlian di jari manis Violet. Ia sudah merencanakannya untuk menikahi Violet.


Tak membutuhkan waktu yang lama Ares berhasil mendaftarkan pernikahannya dan pastinya mereka sudah resmi menjadi pasangan suami istri secara agama dan negara.


Ares sangat bahagia bisa menikahi Violet. Walaupun caranya terbilang licik. Ditatapnya lekat-lekat wajah cantik Violet hingga satu kecupan mendarat di kening Violet, itu sebagai bukti bahwa ia sudah memiliki gadis incarannya.


Aku berhasil menikahimu. Batin Ares.


"Selamat atas pernikahanmu, tuan." ucap Yuta memberikan selamat kepada ketuanya sambil membungkuk hormat. Begitu halnya yang dilakukan oleh anggota The Hunter yang berada di ruangan tersebut.


"Hemm." ucap Ares dengan raut wajah bahagia. Kemudian menggendong tubuh Violet untuk membawanya pergi dari tempat tersebut. Ia harus secepatnya meninggalkan negara tersebut.


"Bagaimana dengan kepulangan ku ke negara xxx?" tanya Ares kepada Yuta yang tampak fokus mengemudi menuju bandara.


"Semuanya aman terkendali, tuan. Pesawat jet pribadi anda sudah siap terbang ke negara xxx." ucap Yuta.


Segala tugas yang diberikan oleh ketuanya, akan selalu ia jalankan dengan baik. Termasuk mengatur keberangkatan dan kepulangan ketuanya ke berbagai negara.


"Bagus. Kau selalu menjalankan tugasmu dengan baik." ucap Ares menyeringai. Perlahan tangannya terulur menyentuh puncak kepala Violet. Pasalnya Violet masih terpengaruh oleh obat bius dan tak kunjung bangun.


"Nona Violet, kuharap kau tidak membenciku atas tindakanku ini." ucap Ares sambil mengelus puncak kepala Violet, dimana gadis itu sudah resmi menjadi istrinya.


Hal itulah yang kembali ia pikirkan untuk saat ini. Bagaimana jika Violet tidak setuju dengan pernikahannya dan mencoba kabur darinya. Bukan perkara mudah untuk menundukkan gadis keras kepala yang sudah berhasil ia nikahi dengan cara licik.


"Arrgghhh, aku tidak boleh memikirkannya sekarang! yang terpenting dia sudah resmi menjadi istriku." ucap Ares sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


***


Kepulangan Ares ke negara xxx berjalan lancar tanpa adanya kendala sedikitpun. Ia berhasil membawa kabur Violet dari kejaran anak buah tuan Keynand maupun tuan Alex. Ia akan memulai kehidupan baru bersama Violet.


Ares memutuskan membawa Violet pulang ke rumahnya. Tak ada satupun orang yang tahu bahwa pria itu diam-diam membawa pulang seorang wanita ke rumahnya.


Ares begitu santai membawa Violet masuk ke dalam kamarnya. Dengan hati-hati Ares membaringkan tubuh Violet di atas ranjang, lalu bergerak membuka high heels yang masih terpasang di kaki jenjang istrinya.


Untungnya selama perjalanan pulang, Violet sama sekali tidak merepotkannya. Karena gadis itu masih terpengaruh obat bius.


"Selamat malam" ucap Ares tersenyum tipis menatap wajah cantik istrinya, lalu menyelimutinya. Setelah itu, Ares memutuskan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Tak butuh waktu lama, Ares tampak segar mengenakan kaos hitam dan celana pendek. Ia kemudian membaringkan tubuhnya tepat di samping istrinya, beberapa menit kemudian, ia sudah terlelap dan terbuai mimpi.


Bersambung.....