King Mafia and Queen Mafia

King Mafia and Queen Mafia
Musuh didepan mata



Violet duduk selonjoran di kursi malas sambil menatap view lautan yang tampak mulai senja. Penampilannya terlihat seksi mengenakan kemeja putih gading milik Ares yang tampak kebesaran di tubuhnya.


Seharian ini ia terus berada di dalam kamar bersama sang suami melakukan hubungan suami istri. Tak ada kata lelah bagi mereka jika mengenai urusan ranjang. Mereka saling memanjakan satu sama lain di atas kapal pesiar yang masih terus berlayar jauh.


Sementara itu, Ares tengah sibuk membuat salad buah untuk Violet. Dapur mini di dalam kamar pribadinya mulai berantakan akibat ulahnya. Kulit buah dan mayonaise bertebaran di atas meja, beserta beberapa peralatan dapur termasuk talenan.


Ares tidak membereskan hasil kekacauan yang sudah ia perbuat. Nanti juga ia akan memanggil petugas kebersihan untuk membersihkan dapurnya.


"Akhirnya selesai juga." ucap Ares dengan perasaan lega selesai mempleting salad buah buatannya di piring keramik. Akhirnya ia berhasil membuat salad buah, walau rasanya masih diragukan.


Dengan bangga dan penuh percaya diri Ares membawa salad buah hasil buatannya sendiri kehadapan istri tercintanya.


"Sayang, kau harus mencicipi salad buah buatan ku." ucap Ares antusias sembari menarik kursi lalu duduk di kursi.


Violet yang tengah asyik memandang sunset langsung mengalihkan pandangannya kearah Ares yang sudah siap menyuapinya salad buah.


"Ayo buka mulutmu sayang." ucap Ares tak sabaran, membuat Violet langsung membuka mulut untuk menerima suapan dari Ares.


Violet mulai mengunyah dan meresapi salad buah buatan Ares, hingga sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman, karena rasanya tidak aneh.


"Rasanya sangat enak, aku mau lagi." ucapnya tersenyum dan langsung mengambil alih piring yang berisi salad buah dari tangan Ares.


"Benarkah? padahal rasanya tidak sesuai dengan selera lidahku. Mendingan makan buah apel satu buah atau buah naga, daripada makan salad buah dengan berbagai aneka rasa." timpal Ares. Namun ia pun besar kepala mendengar pujian dari istrinya bahwa salad buah buatannya sangat enak.


"Karena hidupmu terlalu monoton, tidak ingin mencoba rasa yang baru, ataupun hal baru. Selalu saja melakukan hal itu-itu saja tanpa ingin beralih pada hal menarik." sahut Violet dengan mulut penuh makanan.


Ares tersenyum tipis melihat tingkah menggemaskan Violet yang sedang menikmati salad buah buatannya


"Tidak ada lagi hal berarti dan istimewa ketika aku menjatuhkan pilihanku. Terutama untuk rasa maupun selera. Begitu halnya dengan hal yang kuinginkan. Hanya itu saja dan tak pernah berpaling ke yang lain." jelas Ares dengan prinsip hidupnya yang setia pada satu hal


"Ya, tapi kurasa hal itu sangat membosankan." ucap Violet lalu menyuapi Ares.


Ares tersenyum menerima suapan Violet dan perlahan mulai mengunyah makanannya. Padahal ia tidak begitu menyukai salad buah, walau itu hanya buatannya sendiri. Namun ia selalu menghargai segala tindakan yang diberikan istrinya untuknya.


"Eemm sayang, apa milikmu masih sakit?" tanya Ares harap-harap cemas. Mengingat Violet sempat merengek mengatakan bahwa miliknya sakit dan nyeri pas mereka habis bercinta.


Bayangkan saja mereka bercinta dari semalaman, terus berlanjut pagi sampai menjelang sore hari. Namun mereka tampak happy-happy saja, karena hal itu sesuatu yang baru bagi mereka. Menikmati surga duniawi yang sesungguhnya.


"Iya. Tapi cuma dikit." ucap Violet sambil mengangkat jemari tangannya untuk menunjukkan takaran kesakitan nya.


"Syukurlah, berarti aku masih bisa melakukannya nanti malam." goda Ares membuat wajah Violet merona dan refleks memukul lengan Ares.


"Apa masih kurang? kau sungguh tidak puas melakukannya? dasar pria mesum." ketus Violet dengan tatapan sinis dan kembali memasukkan potongan buah apel berlapis mayonaise kedalam mulutnya.


“Ha ha ha, karena tubuhmu sangat menggoda sayang dan aku begitu candu melakukannya. Aku tidak akan puas jika melakukannya hanya sekali saja. Berkali-kalipun masih terasa kurang. Aku rasa kau juga mulai ketagihan bukan.” Ucap Ares menaikkan alisnya sembari tergelak tawa yang kembali menggoda istrinya.


Violet yang sibuk menikmati salad buah kembali menghadiahkan Ares pukulan tepat di dada bidang pria itu.


“Dasar mesum” ucapnya mencibir dan segera menghabiskan salad buahnya yang tersisa sedikit.


“Sepertinya kau suka menyentuh dada bidangku, apa perlu aku menyentuh juga dadamu yang terekspos dibalik kemejaku?” tanya Ares tersenyum simpul sambil mengedipkan sebelah matanya, pandangannya menjurus pada gunung kembar Violet yang menggantung indah tidak terbungkus benda berbusa di balik kemeja yang dipakainya.


“Aku tidak akan mengajakmu berbicara jika kau terus….emmph”


Violet tidak melanjutkan ucapannya karena Ares langsung membungkam mulutnya menyesapi setiap inci bibirnya yang terasa manis dan masih ada rasa buah dan mayonaise tersisa di mulutnya.


Hingga Violet kembali hanyut dalam ciuman Ares. Mereka saling bertukar saliva cukup lama hingga menyudahinya saat terdengan pintu kamarnya di ketuk dari luar.


“Biar aku yang membukanya.” ucap Ares sembari mengelus pipi Violet.


Sedangkan Violet mengangguk cepat lalu meletakkan piring kotor di atas meja. Setelah itu ia kembali rebahan di kursi malas dengan gaya begitu seksi dan menggoda iman sang suami. Pasalnya kemeja yang dipakainya sebatas paha, hingga pahanya yang seputih susu terekspos jelas dan sangat menggoda.


Sementara itu, Ares membuka pintu kamarnya dengan kening berkerut melihat seorang pria bertopi hitam berseragam biru membawa peralatan kebersihan. Mata elangnya memindai pria itu dengan tatapan tajam dan mengintimidasi.


“Saya akan membersihkan kamar, tuan.” jelas pria itu yang mampu membaca pikiran pria di hadapannya hanya lewat ekor matanya saja yang sedang menatapnya.


“Oh. Masuklah.” Ucap Ares tanpa menaruh curiga kepada petugas kebersihan tersebut. Sedangkan pria itu menyeringai licik dibalik wajah datarnya, seolah pria itu akan menangkap mangsanya.


Ares berjalan terlebih dahulu untuk menghampiri istrinya. Ia menyambar selimut di atas ranjang lalu mendekati istrinya.


“Pakai ini sayang.” Ucap Ares dan Violet tampak bingung dengan tingkah Ares yang menyelimuti tubuhnya hingga sebatas leher.


“Ada apa Ares? Kenapa semua ini…”


“Aku tidak ingin orang lain melihatmu tampil seksi, sayang.” Ucap Ares gemes lalu mencium pipi Violet. Setelah itu, Ares menghampiri petugas kebersihan pria tadi yang sudah berjalan lebih dulu menuju dapur.


Violet sempat menoleh kearah petugas kebersihan, dimana petugas kebersihan itu juga mengalihkan pandangannya kearahnya. Tatapan pria itu terlihat tajam dan menusuk seolah memiliki dendam kesumat kepadanya.


“Aneh, dia seperti musuh di depan mata.” Gumam Violet yang entah mengapa instingnya begitu kuat melihat aura-aura negative dari petugas kebersihan itu.


Namun Violet memilih bersikap acuh, pasalnya ia melihat Ares sedang mengawasi petugas kebersihan itu membersihkan dapurnya. Jika pria itu memang memiliki niat terselubung, kan suaminya bisa langsung menghadapinya, pikirnya.


*


*


*


Sementara di kamar nomor 331 yang ditempati oleh Hana. Tampak Hana menggedor-gedor pintu kamarnya berharap ada orang yang mau membuka pintu kamarnya.


Soalnya kamarnya terkunci dari luar dan Jacobs lah yang melakukannya, menguncinya di dalam kamar itu


“Tolong buka pintunya, aku ingin selamatkan Miss Violet.” ucap Hana berderai air mata.


"Tolong, apa ada orang diluar. Tolong buka pintunya..hiks.. hiks." lirih Hana dengan Isak tangis, hingga tubuhnya merosot ke bawah tepat di depan pintu.


Tubuhnya begitu lelah meladeni pria bernama Jacobs, namun ia masih memiliki kekuatan untuk menyelamatkan bosnya. Tak peduli dengan kondisinya sekarang yang tampak berantakan.


Bersambung.....


Jangan lupa like, komen dan vote ya bestie 🙏