King Mafia and Queen Mafia

King Mafia and Queen Mafia
Bodyguard mesum



Brukkk


Pandangan mata mereka bertemu, dimana posisi mereka sangat intim.


Seketika jantung Ares dan Violet berdetak kencang layaknya akan copot dari tempatnya. Tidak hanya itu, mendadak aset berharga Ares langsung on.


Ya ampun Jon, kenapa kau harus terbangun di situasi seperti ini. Batin Ares gugup setengah mati.


Violet mendengus kesal menatap tajam wajah Ares. Ia mencoba menggeser tubuhnya ke samping, namun Ares masih setia memeluk erat pinggangnya. Dengan kesal Violet langsung memukul dada bidang Ares.


“Awww”


Ares meringis kesakitan mendapatkan pukulan dari Violet, ya walau sejujurnya pukulan Violet tak begitu keras menghantam dada bidangnya yang sangat kokoh itu, hanya saja Ares bersikap sedramatis mungkin.


“Lepaskan tanganmu, berani sekali kau memelukku!.” ucap Violet dingin dengan sorot mata tajam menatap wajah pria dibawahnya.


“Ma-maaf nona Violet, aku hanya takut anda terjatuh” ucap Ares dengan wajah memelas dan mulai melonggarkan pelukannya.


Saat Violet menggeser tubuhnya, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya.


“Violet sayang!” Terdengar suara lembut seseorang memanggil namanya.


Deg!


“Mommy!"


Violet langsung panik mendengar suara ibunya terdengar dari luar kamarnya. Tanpa basa-basi Violet langsung mendorong tubuh Ares menjauh darinya, namun bukan Ares namanya jika tidak memanfaatkan keadaan sekarang.


Ares malah memeluk tubuh Violet dari belakang dan tak lupa menarik selimut menyelimuti tubuh mereka. Padahal Violet sudah memberontak sambil menyikut perut Ares.


Bersamaan pula pintu kamar Violet terbuka lebar dan terlihat ibu tercintanya berdiri di ambang pintu.


Seketika itu pula Violet menghentikan aksinya, raut wajah Violet tampak pucat plus gugup. Ia hanya mampu mengeratkan selimut tebal yang membalut tubuhnya bersama Ares, dimana posisi mereka menyamping dengan selimut yang menyembul ke atas.


Nyonya Viona mengerutkan keningnya melihat raut wajah Violet terlihat gugup, apalagi ia merasa aneh melihat selimut menyembul ke atas dan sangat tidak memungkinkan jika tubuh putrinya sebesar itu, namun ia tidak ingin menapik hal yang aneh-aneh terhadap putrinya.


Padahal sesungguhnya Violet sedang menyembunyikan tubuh kekar Ares di bawah selimut, tepatnya posisi Ares sedang memeluk pinggangnya.


“Mommy” ucap Violet sambil menarik senyuman di sudut bibirnya.


“Sayang, apa kau demam?” tanya Nyonya Viona sambil melangkah mendekati ranjang. Karena melihat putrinya membalut tubuh dengan selimut sampai leher.


Gawat, semoga mommy tidak curiga kalau aku sedang menyembunyikan bodyguard ku. Batin Violet.


“Aku hanya kurang enak badan mom, ini juga aku mau istirahat.” Jawab Violet tenang sambil menunjukkan wajah memelas.


Jantungnya semakin berdebar kencang saat merasakan nafas Ares terasa hangat menerpa punggung polosnya. Sedangkan Ares tersenyum kemenangan membenamkan wajahnya di punggung polos sang istri.


Ia benar-benar berhasil modusin Violet dan menang banyak kali ini. Setelah Violet sembuh dari amnesia nya, ia bersumpah akan menggempur habis-habisan tubuh molek istrinya.


Apalagi diposisi seperti itu saja sudah membuatnya tersiksa. Bagaimana tidak, aset berharganya memberontak ingin menjelajahi surga duniawi milik sang istri.


“Ya sudah beristirahatlah sayang.” Sahut ibunya tersenyum, kemudian berbalik badan dan akan melangkah menuju pintu. Akan tetapi, langkahnya terhenti dan kembali menghadap ke arah sang putri.


“Oh iya, apa perlu mommy memijit tubuhmu biar rileks seperti yang sering mommy lakukan kepada daddymu ketika kurang enak badan.” tambah ibunya yang berniat untuk memijitnya sambil mendekatinya.


“Tidak usah, mom. Aku sudah ngantuk. Sebaiknya mommy juga istirahat, karena mommy pasti lelah menjagaku selama di rumah sakit." ucap Violet sembari menguap untuk menunjukkan sandiwaranya bahwa ia benar-benar sudah ngantuk.


Maaf mommy, aku harus berbohong. Batin Violet dan merasa bersalah membohongi ibunya.


Sehingga hanya Violet dan Ares yang tersisa dalam kamar tersebut. Setelah memastikan ibunya sudah keluar, barulah Violet langsung beraksi.


Tanpa aba-aba Violet langsung mendorong tubuh kekar Ares untuk keluar dari bawah selimut. Kesabarannya sudah cukup kepada pria itu. Bahkan Violet kembali menghadiahkan bogem mentah ke perut bodyguard mesumnya, lalu menendangnya tanpa perasaan.


Brukkk


Tubuh Ares langsung terbanting ke lantai, membuat Violet tersenyum sinis melihatnya sambil berkacak pinggang.


"Dasar bodyguard mesum. Awas saja, aku pasti laporin kau ke Daddy, bahwa kau berbuat macam-macam kepadaku." ucap Violet dengan entengnya yang melontarkan kata-kata ancaman.


Ares tampak mengumpat dalam hati, pinggangnya hampir encok akibat ulah istrinya. Namun ia terlihat baik-baik saja untuk menyembunyikan semua perasaan kesalnya.


"Maaf nona Violet. Aku sungguh minta maaf. Harusnya anda berterima kasih kepadaku, karena aku berhasil melakukan sesuai rencana anda. Bukankah anda sendiri yang memintaku untuk naik ke atas ranjang." ucap Ares menjelaskan sambil memasang wajah polos tak berdosa.


"Ya. Aku memang memintamu untuk naik ke atas ranjang, tapi tidak seharusnya kau membawaku juga. Harusnya hanya kau yang berbaring di sana untuk menggantikanku, bukan sebaliknya. Kau sangat-sangat bodoh. Sudahlah kau sungguh membuang-buang waktuku." kesal Violet lalu mengambil tas dan dompetnya.


"Sekarang tugasmu menjaga kamarku, jika kau mendengar suara Daddy atau mommy ku lekas lah berbaring di atas ranjang dan selimuti seluruh tubuhmu. Dan jangan lupa pakai ini." ucap Violet sambil melempar rambut wig kearah Ares dan Ares dengan sigap menangkapnya.


"Ingat! pakai Wig itu" peringat Violet


Kemudian Violet bergerak membuka jendela kamarnya, lalu menurunkan tali tambang ke bawah yang dapat ia gunakan keluar dari kamarnya.


Karena ia akan menyelinap keluar melewati jendela kamarnya dan pastinya orang tuanya tidak akan tahu. Kebiasaannya itu sering ia lakukan semasa duduk di bangku sekolah menengah atas sampai sekarang.


"Tunggu, nona kau mau kemana?" tanya Ares mencoba menghentikannya.


"Berpesta" sahut Violet sambil memegang tali tambang dan mulai bergerak turun ke bawa menggunakan tali tersebut.


Ares hanya mampu menjadi penonton menyaksikan aksi heroik ala-ala menyelinap keluar yang dilakukan oleh Violet.


Setelah melihat Violet sudah berhasil turun ke bawah, mau tak mau ia pun ikut melakukan aksi yang sama dilakukan oleh Violet. Kemudian berjalan mengendap-endap di halaman dan berhasil keluar persis pergerakan sang istri.


Namun sayangnya, Violet sudah pergi menggunakan mobil sport hitam, entah siapa orang yang sudah menjemput istrinya.


Ares mengepalkan tangannya menatap kepergian istrinya, pergerakannya teramat lambat sehingga Violet berhasil pergi.


"Yuta, siapkan aku mobil sekarang juga. Aku hanya memberimu waktu tiga menit." ucap Ares di ujung telepon yang sedang menghubungi tangan kanannya.


"Bain tuan." ucap Yuta dengan suara berat di ujung telepon.


Mau tak mau Yuta langsung mengiyakan ucapan tuannya, namun dalam hati ia terus menggerutu dengan sikap penjajah yang selalu dilakukan tuannya terhadapnya.


Tidak ingin kehilangan pekerjaan dan salah satu tubuhnya, Yuta bergerak cepat mengikuti perintah tuannya.


Kini Ares tampak fokus berkendara dan penampilannya sangat keren dengan texudo hitam melekat di tubuh atletisnya. Ia sempat berganti pakaian di dalam mobil.


Tidak mungkin juga ia mengikuti Violet tanpa berganti pakaian. Pasalnya istrinya akan menghadiri sebuah pesta. Ares semakin menambah kecepatan laju mobilnya karena mampu melihat titik lokasi sang istri lewat ponsel pintarnya.


"Kau harus selalu berada dalam pengawasanku, sayang." gumam Ares tersenyum ketika sampai di sebuah hotel.


*


*


Bersambung..


Jangan lupa like, komen dan vote ya teman-teman 🤗 terima kasih 🙏🙏🙏