
"Ares, aku sangat mencintaimu. Aku tidak ingin kehilangan dirimu. Bahkan aku bisa melakukan berbagai cara demi mendapatkanmu. Sekarang aku sudah mengakhiri pernikahanku demi bisa bersama dirimu." ucap Kayla menatap penuh damba pria yang sangat dicintainya.
"Cih! kau sangat berambisi hingga membuat istriku terluka. Tindakanmu itu tidak bisa dimaafkan. Yuta, beri wanita ini pelajaran, sampai dia tidak lagi banyak bicara." perintah Ares sambil menunjuk kepada wanita yang bersimpuh di hadapannya.
Tanpa basa-basi Yuta langsung mendekati Kayla, sontak Kayla kembali memohon-mohon kepada Ares.
"Tolong ampuni aku Ares. Jujur aku melakukannya hanya ingin mendapatkanmu kembali. Salah kah aku jika mencintaimu, salah kah aku jika ingin memilikimu, salah kah aku ingin membina rumah tangga bersamamu, Ares. Walaupun hanya sebatas istri kedua, aku tidak peduli yang jelas aku ingin hidup bersamamu." ucap Kayla memohon-mohon sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
Violet tercengang mendengar ucapan Kayla. Ternyata wanita itu begitu mencintai Ares dan sangat terobsesi ingin memiliki Ares. Haruskah ia merelakan Ares bersama wanita itu? pikirnya.
"Beri dia hukuman! aku sudah muak melihatnya!" ucap Ares dengan raut wajah datar.
Bisa-bisanya wanita itu terlalu banyak bicara dan berkata ceplas-ceplos bahwa mencintai dirinya. Hal demikian bisa saja menimbulkan rasa cemburu dalam diri istrinya.
Sebagai seorang suami, ia begitu menghargai perasaan istrinya. Benang kusut yang baru saja akan ia luruskan kembali diterjang badai dan bisa saja putus ditengah jalan hanya mendengar kata bualan wanita sialan itu.
"Ares, aku mohon, hanya kau pria yang kucintai." Yuta sudah menyeret paksa tubuh Kayla untuk menjauh dari hadapan tuannya.
"Hei lepaskan tanganmu! aku belum selesai bicara dengan Ares dan wanita yang sudah merebut Ares dariku!." ucap Kayla marah ketika tubuhnya diseret paksa.
Plakk
Satu tamparan keras mendarat sempurna di pipi kanan Kayla. Saat Kayla akan melakukan perlawanan, kembali pipi kirinya mendapatkan tamparan keras.
"Ares, tolong aku!" lirih Kayla dengan bibir bergetar bahkan air matanya sudah luruh membasahi pipinya yang kebas.
Sementara Ares tidak peduli dengan wanita itu, kalau pun wanita itu mati di ruangannya tetap saja dia tidak peduli.
"Buat dia jerah!." ucap Ares dengan suara lantang.
Tak perlu menunggu waktu lama, Yuta langsung menjalankan perintah tuannya, ia kembali menampar wajah Kayla berulangkali bahkan tak segan-segan menjambak rambut Kayla dengan brutal ketika wanita itu berteriak kesakitan.
Ares dan Violet hanya menjadi penonton, namun ada rasa iba dari dalam diri Violet ketika wanita itu dianiaya di dalam ruangan suaminya.
"Apa kau masih belum percaya kepadaku, Violet?" tanya Ares. Karena ia sudah mendatangkan langsung wanita yang sudah berbuat onar, bahkan sudah memberikan hukuman karena berusaha menghancurkan rumah tangganya.
"Walaupun kau membunuhnya, keputusanku sudah bulat, aku tetap ingin.... emmpphh"
Ares langsung membungkam mulut Violet untuk menghentikan ucapannya, ia tidak suka istrinya terus berkata ingin bercerai darinya. Sungguh istrinya wanita keras kepala tiada duanya.
"Tidak akan pernah Violet!." ucap Ares dengan suara meninggi dan kembali mencium bibir Violet dengan racusnya bahkan tidak segan mengigit bibir bawah Violet untuk menerobos masuk dan memainkan lidahnya.
"Emmpphh.." Violet mendorong dada bidang Ares untuk melepaskan ciumannya. Namun usahanya hanya sia-sia. Ares semakin menggila menciumnya sampai ia sudah kehabisan oksigen.
Karena amarah dan nafsu sudah merasuki pikiran Ares dan kali ini tidak akan melepaskannya lagi. Lagian ia sangat berhak atas diri istrinya, jadi tak perlu lagi menahan diri.
Ares menggendong tubuh Violet tanpa melepaskan pangutannya, kemudian membawanya masuk ke kamar pribadinya yang tersembunyi di dalam ruangannya.
Dengan hati-hati Ares menurunkan tubuh Violet di atas ranjang, ciumannya sudah lepas. Namun bukan Violet namanya jika tidak melakukan perlawanan.
Violet langsung melayangkan tendangan ke wajah Ares, untungnya dengan sigap Ares menghindar dan bergerak cepat mengunci tubuh Violet ke dinding.
Pandangan mata mereka bertemu dengan posisi sangat dekat tanpa ada jarak yang memisahkan.
Kedua tangan Violet sudah dicengkeram kuat oleh Ares, tepat diatas kepalanya, sehingga ia tak bisa berkutik apalagi akan melakukan perlawanan.
"Kau milikku selamanya dan akan tetap menjadi milikku. Sekarang aku menginginkanmu, Violet!." ucap Ares dengan nada penekanan, bahkan sorot matanya begitu tajam menatap penuh damba wajah cantik istrinya.
Tanpa basa-basi Ares langsung mencium bibir Violet dan mellumatnya kuat tanpa henti. Bibir istrinya sudah menjadi candu baginya. Sedangkan Violet masih saja tidak terima perlakuan Ares yang berbuat semena-mena terhadapnya. Ia sekuat tenaga mencoba menghentikan aksi Ares.
Sedang tangan Ares sudah bergerilya menyentuh punggung Violet lalu bergerak naik membuka resleting gaun yang dikenakan Violet.
"Cukup Ares! hentikan!" ucap Violet disela-sela ciumannya.
Sontak Ares melepaskan ciumannya dan menatap manik mata istrinya.
"Bukankah kau juga menyukainya!" sindir Ares sambil mengurung tubuh Violet di dinding.
"Aku tidak habis pikir kau hanya pria pemaksa. Perlu kau ingat, aku tidak akan memberikan mahkotaku kepadamu" ucap Violet dengan tatapan kebencian.
"Apa kau yakin sayang? Tapi kau salah besar, karena akulah sang pemilik mahkotamu!" ucap Ares menyeringai dan langsung menarik pinggang Violet hingga membuat tubuh mereka semakin menempel.
Bahkan gunung kembar Violet semakin tenggelam dalam dada bidang Ares, membuat tubuh Ares sudah memanas dengan aset berharga sudah memberontak di balik celananya.
Namun sayangnya ia masih sulit untuk menjinakkan istri tercintanya. Mau tak mau ia harus melakukan sedikit cara kasar untuk menjinakkannya.
Ares merobek paksa pakaian Violet hingga tamparan keras langsung mendarat di pipinya. Ares hanya mampu menyeringai tipis memegangi pipinya.
"Aku membencimu!" ucap Violet terang-terangan dengan mata berkaca-kaca. Penampilannya hanya berbikini.
"Kenapa kau begitu keras kepala! aku sama sekali tidak melakukan kejahatan terhadapmu. Masalah wanita itu sudah clear, tapi kau masih saja bertingkah bahwa akulah orang hina yang sudah melukaimu. Aku tidak tahu jalan pikiranmu seperti apa, tapi perlu kau ingat aku sangat memaklumi mu, karena aku sangat-sangat mencintaimu." jelas Ares tak main-main sambil mencengkram tangan Violet. Lalu Ares mendorong tubuh Violet hingga terhempas di atas ranjang.
Violet langsung beringsut, namun Ares bergerak cepat menindihnya. Lagi-lagi Violet memberontak dan terus mengedepankan sikap pembangkangnya.
"Aku meminta hakku sebagai suamimu." ucap Ares dingin menatap sendu wanita dibawah kungkungannya.
Deg!
Violet terlonjat kaget mendengar ucapan Ares, namun saat akan melontarkan kata-kata protes Ares sudah menciumnya.
"Ares, ini tidak benar. Tolong hentikan." ucap Violet memelas.
Tenaganya sudah terkuras habis meladeni Ares yang semakin menggila ingin menguasai tubuhnya.
Sementara Ares sama sekali tidak menghiraukannya, ciuman Ares sudah turun di leher jenjang Violet dan memberikan tanda kepemilikan disana, sedang tangannya membuka paksa bra yang menutupi gunung kembar Violet, hingga terpampang sudah aset berharga istrinya yang begitu kencang dan sangat menggoda.
Tanpa aba-aba Ares langsung memainkan gunung kembar Violet dengan sangat buas ibarat anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan baru.
Sementara Violet sudah meneteskan air matanya, ia belum siap menyerahkan mahkotanya kepada Ares. Ia belum yakin dengan perasaannya sendiri. Itulah akibatnya karena ia mengucapkan kata cerai kepada Ares.
*
*
Bersambung....
Jangan lupa tinggalkan jejak!