
5 Tahun kemudian....
"Mommy, Daddy, buka pintunya!"
Teriak anak kecil dengan kompaknya sembari menggedor-gedor pintu kamar orang tuanya. Tak ada sahutan dari dalam, membuat dua anak kecil berwajah mirip itu kembali meninggikan suaranya.
"Mommy! Daddy! buka pintunya. Kami mau masuk!"
Teriaknya lagi dengan suara nyaring diiringi gedoran pintu dari luar kamar, membuat sepasang suami istri yang sedang bermesraan di dalam kamar harus menghentikan aksinya. Padahal mereka baru saja melakukan pemanasan untuk berolahraga malam, namun aksinya terhenti mendengar suara jagoan kecilnya di luar kamar.
"Mas Ares, nanti kita lanjutkan." ucap istrinya sembari mendorong dada bidang suaminya. Sedangkan sang suami tak bergeming dan masih sibuk menciumi bahunya.
“Mas Ares, sudah hentikan, anak-anak ada di luar.” tegur istrinya sembari mendorong kembali dada bidang sang suami.
“Shitt. Selalu saja mengganggu di waktu yang tidak tepat, anak-anak harusnya kalian itu sudah mendapatkan adik di umur segitu” gerutunya kesal sebelum menjauh dari tubuh istrinya, kemudian bergegas turun dari ranjang.
Mereka lekas memakai pakaiannya buru-buru, mengingat anak-anaknya sudah tak sabaran masuk ke dalam kamarnya.
“Daddy!”
“Mommy!”
“Buka pintunya!”
Lagi-lagi teriakan anak kecil semakin menjadi-jadi di luar kamarnya, bahkan pintu kamar seakan-akan akan roboh terus di gedor dari luar.
“Mas Ares, cepat buka pintunya.” ucap istrinya sambil memakai pakaiannya cepat.
Sementara itu sang suami hanya mampu mengusap wajahnya dengan kasar, karena anak kembarnya kembali mengganggunya ketika sedang bermesraan.
“Iya sayangku” balas pria tampan itu yang merupakan suaminya sambil mengancing piyamanya cepat dan melangkah untuk membuka pintu kamarnya.
Saking buru-buru nya ujung piyama tidurnya tidak sama panjang karena beberapa kancing salah pasang. Pria itu hanya bisa menggeram kesal.
Anak-anak, kalian itu selalu membuat Daddy tersiksa. Batinnya kesal.
Mereka adalah pasangan Ares dan Violet, sedang dua bocah kembar yang masih berteriak di luar kamarnya adalah anak kembar mereka yakni, Aaron Manav Robinson dan Aufar Manav Robinson. Sekarang anak kembarnya sudah berumur lima tahun bahkan sudah bersekolah di sekolah PAUD.
Selama lima tahun ini rumah tangga pasangan Ares dan Violet semakin harmonis saja berkat kehadiran si kembar. Dikaruniai anak kembar merupakan anugerah terindah dari Tuhan untuk mereka.
Tapi, dibalik semua itu bukan perkara mudah bagi pasangan Ares dan Violet bisa melalui waktu yang tidak singkat itu bersama anak kembarnya.
Karena nyatanya banyak halangan dan rintangan yang mereka lalui bersama selama membesarkan si kembar, kedatangan musuh masih terus mengintai keluarganya, namun mereka begitu hebatnya saling menjaga dengan pondasi yang selalu kokoh yang tertanam dalam diri untuk keluarga kecilnya.
Ares dan Violet saling bekerja sama membesarkan anak kembarnya dan mereka menjadi orang tua yang baik dan begitu menyayangi anak-anaknya dengan segenap jiwa raganya.
Tidak hanya itu, Ares menyiapkan pengawal khusus untuk menjaga keluarga kecilnya selama ini. Dan menempatkan bodyguard terlatih untuk menjaga anak kembarnya, mengingat anak kembarnya sudah bersekolah yang artinya setiap hari beraktivitas di luar, penjagaan ekstra ketat selalu ia lakukan untuk menjaga anak kembarnya yang berusia lima tahun itu.
Walau sejatinya Violet terus bersama anak-anak selama mereka berada di luar. Tapi alangkah baiknya jika ia memberikan pengawalan ketat untuk anak dan istri tercintanya.
***
Perlahan Ares mengulurkan tangannya meraih handel pintu lalu membukanya.
Ceklek
Baru saja pintu terbuka, seketika dua bocah kecil berlarian masuk dan langsung naik ke atas ranjang dengan bahagianya.
“Anak-anak….” Tegur Ares melihat tingkah anak kembarnya.
“Daddy, Mommy, kami ingin tidur disini. Boleh ya?” ucap kedua bocah kembarnya dengan kompaknya.
“Tentu boleh sayang” sahut wanita cantik dengan suara lemah lembut dan merupakan ibu dari bocah kembar tersebut.
Wanita cantik itu tidak lain adalah Violet yang sekarang menyandang gelar seorang istri sekaligus ibu dari si kembar. Walaupun sudah memiliki anak, namun penampilan Violet sama sekali tidak berubah, ia masih tetap cantik dan seksi dengan tubuh proporsionalnya, bahkan orang-orang diluaran sana masih beranggapan bahwa dirinya wanita single yang belum mempunyai anak.
Tidak hanya itu, ketika ia membawa anak kembarnya jalan-jalan diluar, sebagian orang beranggapan mereka adalah kakak beradik. Namun kenyataannya ia adalah ibu dari si kembar. Hot Mommy, patut di sematkan untuknya yang masih terlihat awet muda dengan usia kepala tiga.
“Tidak boleh, kalian sudah besar dan wajib tidur di kamar masing-masing.” Timpal Ares dengan raut wajah cemberut menatap kearah ranjang.
“Mas!..” Violet menatap tajam kearah suaminya itu.
“Daddy, kami maunya tidur di sini malam ini saja” ucap si sulung.
“Betul daddy” sahut si bungsu yang sudah berbaring di samping ibunya.
“Terima kasih mommy” ucap si kembar dengan kompaknya lalu berhambur memeluk ibunya.
Violet tersenyum merekah membalas pelukan kedua anak kembarnya, jemari tangannya mulai mengelus punggung anak kembarnya dengan penuh kasih sayang.
"Yeeay horee, kita tidur sama Daddy dan mommy." sorak gembira keduanya sebelum berbaring. Namun ibunya berhasil menghentikannya.
“Sebelum kalian tidur, mommy mau nanya apa kalian sudah gosok gigi dan cuci kaki?” tanya Violet menatap anak kembarnya secara bergantian. Itu menjadi rutinitas yang harus dilakukan oleh anak-anaknya sebelum tidur.
“Sudah mommy” jawab si kembar dengan kompaknya.
“Ya sudah sebaiknya kalian tidur, karena besok kalian harus ke sekolah.” ucap Violet tersenyum.
Kemudian Aaron dan Aufar langsung membaringkan tubuhnya, dimana posisi bocah kembar itu berada di tengah-tengah ranjang. Mereka diapit oleh ayah dan ibunya.
Karena Ares kembali membaringkan tubuhnya di samping Aaron, anak sulungnya. Sedangkan Violet berada disisi Aufar, si bungsu. Kedua bocah kembarnya sudah tertidur pulas.
Untuk itu, Ares kembali beraksi. Ia melirik kearah Violet, lalu menendang kecil kaki Violet dibawah sana.
"Anak-anak sudah tidur, ayo kita lanjutkan, sayang." bisik Ares dan Violet hanya cuek badai karena sudah ngantuk.
Ares tidak tinggal diam, ia kembali mengelus kaki mulus Violet menggunakan jari-jari kakinya. Namun Violet malah balas menendang kakinya.
Ares hanya bisa berdengus kesal, mendapatkan respon tak menguntungkan. Sungguh istrinya tak peka, disaat ia menginginkannya sekarang, malah istrinya cuek badai.
Tidak ingin membuatnya mati tersiksa karena kepala atas dan kepala bawanya sudah berdenyut nyeri ingin dipuaskan. Dengan terpaksa ia menggendong Violet lalu membawanya ke ruang kerjanya.
Walau Violet sempat melakukan penolakan, tapi tetap saja istrinya menjalankan tugasnya sebagai seorang istri dan melayaninya dengan baik.
Di ruangan itu menjadi tempat favoritnya bercinta bersama istrinya. Mau bagaimana lagi, tidak mungkin ia bercinta di dalam kamar, sementara anak-anaknya sedang tertidur di sana.
Sofa panjang di ruang kerjanya menjadi tempat pertempuran mereka. Ares terus menggempur Violet habis-habisan dan ingin membuatnya kembali hamil. Peluh keringat sudah membasahi tubuh keduanya yang baru saja selesai bercinta.
"Terima kasih sayang" ucap Ares dengan senyuman puas, sementara Violet hanya mampu tersenyum dengan raut wajah lelahnya.
Setelah itu mereka lekas memakai pakaiannya, lalu kembali ke kamar. Mereka tidur berempat diatas ranjang berukuran king size.
*
*
*
Keesokan harinya....
Violet sedang menyiapkan sarapan untuk keluarganya ditemani oleh pelayan.
Terlihat si kembar berlari kecil menghampirinya dengan memakai seragam sekolah.
"Pagi mommy" sapa si kembar dengan kompaknya lalu duduk di kursi. Membuat Violet menoleh dan tersenyum manis menatap jagoannya sudah rapi.
"Pagi sayang." ucap Violet tersenyum lalu mencium pipi anak kembarnya secara bergantian.
Kemudian Violet dengan telaten mengambilkan makanan untuk anak kembarnya.
"Makasih mommy" kompak Aaron dan Aufar tersenyum kearah Ibunya.
"Sama-sama sayang. Makan yang banyak, jangan lupa habiskan susumu" ucap Violet tersenyum.
"Siap mommy."
Saat hendak duduk di kursi tiba-tiba saja Ares menahan pinggangnya dan langsung mengecup pipi Violet.
"Selamat pagi istriku." ucap Ares dengan wajah berseri-seri, seketika membuat wajah Violet merona.
"Hemm. Duduklah" ucap Violet lalu mengambil makanan untuk Ares.
"Mommy, kapan kami punya adik? soalnya teman-teman kami sudah memiliki adik."
"Sedangkan kami belum." sahut Aufar.
Violet langsung terhentak mendengar ucapan anaknya, sedangkan Ares hanya mampu tersenyum tipis dengan menaikkan alisnya.
Bersambung....