King Mafia and Queen Mafia

King Mafia and Queen Mafia
Menjauh dariku!



"Selamat malam" ucap Ares tersenyum tipis menatap wajah cantik istrinya, lalu menyelimutinya. Setelah itu, Ares memutuskan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Tak butuh waktu lama, Ares tampak segar mengenakan kaos hitam dan celana pendek. Ia kemudian membaringkan tubuhnya tepat di samping istrinya, beberapa menit kemudian, ia sudah terlelap dan terbuai mimpi.


Dua jam kemudian, Violet mengerjapkan matanya, seolah terbangun dari tidur panjangnya, namun masih saja membuatnya mengantuk. Violet meregangkan otot-ototnya yang kaku sambil mengumpulkan kesadarannya yang baru saja bangun tidur.


Hal pertama yang ia lihat adalah langit-langit kamar yang ditempatinya. Karena suasana kamar tersebut tampak temaram, hanya lampu tidur di atas nakas yang menyala, sehingga tak membuatnya leluasa mengamati kamar tersebut.


"Hoaamm" Violet masih dilanda kantuk dan tidak memperhatikan dengan jelas di sekelilingnya. Ia pun kembali melanjutkan tidurnya, berbaring di samping Ares dan sama sekali tidak menyadari keberadaan pria itu.


*


*


*


Keesokan harinya....


"Aaaaaaa"


Terdengar suara histeris dari dalam kamar Ares. Sedangkan pemilik kamar tersebut tampak santai dan tidak berniat untuk bangun, apalagi akan meladeni teriakan wanita yang sudah berstatus sebagai istrinya.


Ares hanya mengeratkan pelukannya pada sosok yang dianggap guling. Tiba-tiba pukulan keras mendarat sempurna di kepalanya.


"Awwww" Ares mengaduh kesakitan, namun tetap saja melancarkan aksinya.


"Lepaskan aku!" murka wanita yang Ares peluk dari semalaman, bahkan menganggapnya sebagai guling serbaguna.


"Lepaskan aku, tuan jelek!" ulang wanita itu sambil memberontak dalam pelukan Ares, membuat Ares menyeringai licik, seolah memiliki ide gila untuk wanita yang sudah berstatus sebagai istrinya.


"Iya baiklah...nona Violet! tapi dengan satu syarat_" Ares menggantung ucapannya, membuat putri kesayangan keluarga Keynand tampak mencebik kesal lalu meninju perut Ares.


"Aaakkkh, kau benar-benar istri durhaka!" kesal Ares dan langsung melepaskan pelukannya. Hal itu memberikan keuntungan bagi Violet, karena berhasil lepas dari pelukan Ares. Violet menggeser tubuhnya dan melompat turun dari ranjang.


"Istri? ciihh!..ingat baik-baik, aku tidak sudi menikah denganmu, apalagi sampai menjadi istrimu!" ketus Violet sambil menunjuk ke arah Ares.


"Meskipun kau memaki-maki aku sampai esok lusa, tetap saja semuanya sudah terjadi. Sekarang kau sudah menjadi istri sah ku dan tak bisa diganggu gugat." ucap Ares dengan entengnya.


Violet membulatkan matanya mendengar ucapan Ares, namun ia tidak ingin gampang mempercayai pria itu.


"Bohong! aku tidak percaya kepadamu!" tegas Violet dan tidak akan pernah mempercayai ucapan Ares.


"Kalau kau tidak percaya, periksa sendiri map merah di atas meja beserta iPad milikku. Semua kebenarannya ada di sana tanpa ada yang aku tutup-tutupi darimu." ucap Ares serius, lalu mengubah posisinya menjadi duduk bersandar di kepala ranjang, dengan pandangan masih saja tertuju ke arah Violet.


Tanpa mengucapkan sepatah kata, Violet bergerak memeriksa map merah beserta iPad milik Ares untuk membuktikan kebenarannya. Tiba-tiba raut wajah Violet berubah datar setelah memeriksa dengan seksama isi dari map merah tersebut. Aura-aura dingin nan membunuh seketika mengelilinginya, bahkan kedua tangannya mencengkram kuat map merah tersebut, seolah ingin menghancurkan map merah tersebut beserta isinya.


"Sialan!" ucapnya marah persis akan memakan hidup-hidup pria itu.


Tatapan Violet sangat mengintimidasi melirik ke arah Ares yang terlihat santai rebahan di atas ranjang berukuran king size, dimana pria itu sedang asyik memperhatikannya.


Kemudian Violet beralih memeriksa iPad milik Ares yang sama sekali tidak terkunci. Ia langsung saja mencari rekaman video yang menayangkan dirinya pada saat pria itu menjebaknya.


Violet hampir saja menjatuhkan iPad milik Ares di tangannya saat melihat rekaman video tentang dirinya bersama Ares. Pria itu teramat licik dengan menikahinya secara diam-diam tanpa sepengetahuan orang tuanya.


"Bajingan kau!" ucap Violet dengan nada tinggi yang sedang diselimuti amarah menggebu-gebu. Violet langsung menjatuhkan iPad di tangannya ke lantai lalu berjalan mendekat ke arah ranjang.


"Aku akan membunuhmu!" murka Violet dan tak terima menikah dengan Ares. Violet mengeluarkan belati kecilnya yang selalu ia bawa kemana-mana dan ia sembunyikan di saku celananya, agar tak ketahuan membawa benda tersebut.


"Aku tidak ingin meladeni mu. Cepat bersihkan dirimu, karena sebentar lagi kita akan turun sarapan." perintah Ares kepada Violet. Sedangkan Violet hanya menyeringai licik mendekat ke arah Ares.


Tanpa basa-basi, Violet langsung melempar belati kecilnya ke arah Ares.


Srekkk!


Refleks Ares langsung menghindar, hingga belati kecil itu tertancap di bantal guling nya. Untungnya bidikan Violet tidak tepat sasaran, jika tidak ia bisa saja terluka.


"Kita sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Baru sehari saja, kau sudah mengajakku bertengkar, bahkan ingin membunuhku. Lupakan segalanya, karena kau memang ditakdirkan untukku. Dan aku pastikan kau tidak akan pernah bisa membunuhku, akan ku buat kau jatuh cinta kepadaku." ucap Ares tersenyum tipis.


Raut wajah Violet semakin merah padam mendengarkan ucapan Ares yang membuatnya muak.


"Apa perlu aku memandikan mu, sayang?. Lihatlah, wajahmu sampai memerah." ucap Ares tersenyum simpul dan perlahan turun dari ranjang.


"Jangan harap kau bisa menyentuhku! aku akan mencincang-cincang tubuhmu sampai hancur!" ucap Violet marah sambil mengepalkan tangannya.


Ares tertawa kecil mendengar ucapan Violet. Ia lalu meneguk segelas air putih yang selalu tersedia di dalam kamarnya, kemudian ia melangkah mendekati Violet yang masih berdiri di samping ranjang.


Perlahan Ares mendekati Violet, membuat Violet mundur beberapa langkah. Ares terkekeh melihat tingkah laku Violet, ia pun terus mendekati istrinya.


Hingga tubuh Violet mentok di dinding dan Ares langsung mengurung tubuh Violet dengan kedua tangannya, agar istrinya tak bisa kemana-mana.


"Menjauh dariku!" kesal Violet dengan sorot mata tajam sambil mendorong dada bidang Ares.


Bughhhh


Tidak hanya itu, Violet kembali melayangkan pukulan keras ke wajah Ares, untungnya dengan sigap Ares langsung menghindar dan menangkap tangan Violet dengan gesitnya lalu menguncinya, tepatnya di atas kepala Violet.


Ares menatap Violet dengan raut wajah sulit diartikan, sorot matanya begitu tajam bagaikan elang yang siap menerkam mangsanya. Membuat Violet bergidik ngeri melihat tatapan pria yang super menyebalkan itu.


"Aku hanya ingin menyampaikan satu hal kepadamu." ucap Ares dingin sembari menghela nafas panjang. "Aku menyukaimu dan jadilah istri penurut, hanya itu." ucap Ares lalu melepaskan tangannya dan menjauh dari tubuh Violet.


Diluar dugaan, Violet langsung melayangkan tendangan pada leher belakang Ares, dan seketika itu pula pria itu langsung ambruk di lantai.


"Aku tidak peduli jika kau menyukaiku. Yang jelasnya, sekarang aku akan membunuhmu!" ucap Violet dengan seringai licik diwajahnya. Seketika jiwa pembunuhnya meronta-ronta untuk menghabisi nyawa Ares.


Tok


Tok


Tok


"Ares, bangun sayang, kau harus sarapan." ucap suara lembut seseorang dari luar kamar.


Membuat Violet terlonjat kaget mendengar suara seseorang dari luar kamar.


"Gawat, aku harus bersembunyi. Tapi, bagaimana dengan pria ini." gumamnya panik.


Mau tak mau Violet memindahkan tubuh Ares ke atas ranjang. Ia sampai kewalahan memapah tubuh kekar Ares yang bobotnya sangat berat dan begitu jauh dari bobot tubuhnya.


"Sial! berat banget sih pria ini." ucapnya kesal sembari membasuh keringatnya.


Violet dengan cepat menyelimuti tubuh Ares, kemudian ia berlari masuk ke kamar mandi untuk bersembunyi di dalam sana.


Bersambung.....