King Mafia and Queen Mafia

King Mafia and Queen Mafia
Kedatangan Ares



Tanpa basa-basi, Violet langsung menancap gas meninggalkan tempat tersebut. Ia mengemudikan mobil orang lain menuju markasnya yang sedang di serang oleh musuhnya.


Diluar dugaan, Ares berlari menuju mobilnya dan akan menyusul istrinya. Ia sungguh tidak ingin jika istrinya sampai kenapa-kenapa.


Kurang lebih 30 menit perjalanan mobil yang membawa Violet tiba di markasnya yang tersembunyi di dalam hutan. Itu karena Violet berkendara secara ugal-ugalan di jalan, bahkan polisi yang sedang mengatur lalu lintas di jalan sempat mengejarnya, untungnya Violet berhasil kabur dari kejaran polisi.


Sebelum turun dari mobil, Violet terlebih dahulu merobek gaun pengantinnya, karena ia kesulitan membuka gaun pengantinnya, maka menggunakan cara praktis dengan cara merobeknya menggunakan gunting yang sempat ia temukan di dalam dasboard mobil. Hingga hanya menyisakan tank top hitam dan celana pendek dengan warna senada.


Kemudian Violet bergegas turun dari mobil sambil memegang pistol. Dari luar bangunan, Violet mampu melihat beberapa anggotanya sudah berjatuhan. Ia melangkah cepat mendekati salah satu anggotanya yang sudah tak bernyawa.


"Keparat kalian!" ucap Violet marah sambil mengepalkan tangannya melihat anggota kelompoknya berjatuhan.


Dari dalam bangunan terdengar suara tembakan, hingga ledakan dahsyat yang mampu menghancurkan bagian dinding bangunan dua lantai tersebut.


Beberapa Anggota The Vio berhamburan keluar dari bangunan, diikuti oleh kelompok Black Devil yang juga berlarian keluar bangunan. Kelompok Black Devil merupakan musuh bebuyutan kelompok The Vio dan mereka para musuh yang berhasil memporak-porandakan markas The Vio.


Dor


Dor


Dor


Terdengar tembakan saling bersahut-sahutan dari halaman di samping gedung. Violet berlari ke sumber suara tembakan. Perkelahian pun sudah tak terelakkan diantara dua kubu kelompok. Violet tampak murka melihatnya.


Tanpa aba-aba Violet langsung melepaskan tembakan kearah musuhnya dengan tembakan bertubi-tubi hingga beberapa pria berseragam lengkap berjatuhan.


Kehadiran Violet sempat menyita perhatian anggota kelompok Black Devil, termasuk ketua dari kelompok Black Devil. Mereka terpesona akan kecantikan Violet, ditambah penampilan Violet yang benar-benar menyita perhatian mereka.


Violet tak gentar melawan musuhnya. Ia bahkan kembali mengeluarkan pistolnya yang satu dan berjalan dengan santainya sambil menembak ke arah musuhnya menggunakan dua buah pistol. Hingga kelima anggota Black Devil kembali berjatuhan.


Tampak pria berwajah cukup tampan yang begitu mencolok diantara anggota kelompok Black Devil begitu murka melihat anggotanya berjatuhan di tangan seorang wanita. Sepertinya pria itu adalah ketua kelompok Black Devil.


"Kelompok The Vio harus musnah!. Aku bersumpah tak akan membiarkan kelompok The Vio lolos satupun" ucap Pria itu menyeringai.


Pria itu mengepalkan tangannya, namun sampai dibuat kagum dengan seorang wanita cantik yang begitu lihai dalam menembak, bahkan teknik menembak wanita itu sangat hebat layaknya pembunuh bayaran profesional.


Akan tetapi, pria itu tidak ingin tertarik dengan wanita itu. Apalagi pria itu sempat terpesona dengan kecantikan wanita itu yang merupakan queen mafia alias ketua mafia The Vio, musuh bebuyutannya yang selama ini dicarinya.


Saat mendapatkan serangan balik dari salah satu pria bertubuh kekar, Violet langsung berlari bahkan sampai berguling-guling di tanah menghindari peluru yang terus mengarah kearahnya.


Kemudian Violet bergerak cepat bersembunyi di balik drum yang tersusun di samping bangunan. Karena sekarang ia dalam bahaya.


"Arghhh sial!" gumam Violet kesal mendapati lengannya tampak memar akibat berguling-guling di tanah.


Sementara dua anggota Black Devil terus menembak ke arah drum tempat persembunyian Violet. Membuat Violet balik menembak ke arah mereka.


Dor


Dor


Dor


Tampak pria bertubuh kekar dengan senapan panjang yang dipegangnya menghampiri kedua anak buahnya. Lalu pria itu mengangkat sebelah tangannya untuk meminta kepada anak buahnya berhenti menembak.


"Tuan Carlos." ucap kedua anak buahnya dengan kompak.


Pria itu kembali memberikan kode-kode rahasia kepada anak buahnya.


"Tuan, kami hanya ingin...."


"Turunkan pistolmu Jamal! Baron!. Biar aku sendiri yang menghadapi si cantik." ucap pria itu yang bernama Carlos, ketua Mafia Black Devil.


"Baik, tuan" ucap mereka dengan kompaknya lalu membiarkan tuannya melakukan apa yang diinginkannya.


Carlos lalu melangkah mendekat ke arah drum, tempat persembunyian Violet. Pandangannya begitu fokus disekitarnya. Senapan panjangnya terus mengarah ke depan dan siap menghabisi incarannya.


Diluar dugaan tiba-tiba peluru melesat sempurna mengenai lengan kanan Carlos hingga senapan panjang yang dipegangnya terjatuh ke tanah. Saat mencoba mengambil senapannya, lagi-lagi lengan kirinya terkena peluru nyasar, entah siapa yang menembaknya.


Dor


Tiba-tiba peluru nyasar hampir mengenai kaki mereka, membuat mereka tampak waspada. Hingga pelaku penembak keluar dari tempat persembunyiannya.


"Sialan!" ucap Carlos dengan amarah menggebu-gebu melihat pria berjalan dengan gaya angkuhnya menghampirinya sambil memainkan pistol di tangannya.


Sementara itu, Violet memutuskan keluar dari tempat persembunyiannya hingga terlonjat kaget melihat punggung pria yang sangat dikenalinya.


"Ares!" ucap Violet memanggil nama suaminya.


Sontak pria itu menoleh kearahnya dengan tatapan sulit diartikan.


"Ares!" Lagi-lagi Violet memanggil nama sang suami.


Tanpa mereka sadari diam-diam salah satu anak buah Carlos membidik ke arah Violet hingga melepaskan tembakannya dan peluru melesat sempurna mengenai lengan kiri Violet.


"Aaakkhh" Violet meringis kesakitan merasakan peluru bersarang di lengan kirinya.


Mendadak Ares langsung murka dan menembak kedua anak buah Carlos secara membabi-buta tanpa ampun. Ia bahkan ingin mengeluarkan isi perut dari pria yang sudah membuat istrinya terluka.


Sementara itu, Carlos memilih untuk kabur, namun baru beberapa langkah peluru langsung bersarang di kepala dan juga lehernya. Ares terus menembak tubuh Carlos hingga pria itu ambruk di tanah dengan tubuh berlumuran darah.


"Cukup Ares! dia sudah mati." teriak Violet karena Ares masih terus menembak tubuh Carlos.


Ares menoleh sebentar kearah Violet, lalu menghampirinya.


"Kau datang kemari untuk membunuh orang atau malah menggoda mereka, Violet" ucap Ares dengan kesalnya sambil menatap penampilan Violet dari ujung rambut hingga ujung kaki. Sungguh ia tidak rela jika pria lain melihat penampilan istrinya sekarang.


"Jadi kau datang kemari hanya untuk memarahiku! kalau begitu pergi lah, karena aku tidak butuh bantuan mu." ketus Violet lalu menjauhi Ares.


Namun baru beberapa langkah Ares segera menghadangnya.


"Aku tidak akan pergi sebelum mengobati lukamu." ucap Ares menyentuh lengan Violet. "Ayo, aku akan mengeluarkan peluru di lenganmu." tambah Ares lalu memapah tubuh Violet, membuat Violet patuh tanpa membantah ucapannya.


Dengan hati-hati Ares mendudukkan Violet di kursi kayu di bawah pohon rindang, kemudian ia bergerak mengambil kotak obat di dalam mobilnya, setelah itu menghampiri Violet.


"Tahanlah sebentar, karena ini akan membuatmu kesakitan." ucap Ares sambil mencungkil peluru yang bersarang di lengan kiri Violet menggunakan belati kecilnya, ia hanya menggunakan peralatan seadanya untuk mengeluarkan peluru di lengan istrinya.


Violet hanya mampu memejamkan matanya merasakan kesakitan pada bagian lengan kirinya.


"Aku sudah terbiasa mendapatkan luka seperti ini, bahkan lebih parah dari pada ini." sahut Violet dengan mata terpejam.


"Untuk itu, aku ingin kau keluar dari dunia hitam, karena aku tidak ingin kau terluka." ucap Ares dengan entengnya membuat Violet terhentak mendengar ucapannya.


*


*


Bersambung


Violet saat mengenakan gaun pengantin



Violet pas lagi bertarung



Ini Ares saat bantuin Violet



Terima kasih atas dukungannya teman-teman 🙏