King Mafia and Queen Mafia

King Mafia and Queen Mafia
Hanya apa?



"Anak-anak, cepat habiskan makananmu. Jangan sampai kalian telat ke sekolah" ucap Violet mengalihkan pembicaraannya dan berpura-pura tidak menanggapi ucapan anak-anaknya.


"Baik mommy. Tapi, mommy harus janji akan mengabulkan permintaan kami." Aufar menimpali ucapan ibunya.


"Iya, nanti mommy pikirkan" sahut Violet sambil memijit keningnya.


Ares langsung terkekeh kecil melihat tingkah Violet yang tampak pusing mendengar ucapan si kembar. Ares memajukan wajahnya lebih dekat dari wajah sang istri.


"Apa aku bilang, sudah saatnya mereka memiliki adik." ucap Ares dengan entengnya sambil mengedipkan sebelah matanya, sontak Violet langsung memukul lengannya.


"Kau pasti yang sudah mempengaruhi anak-anak, iyakan. Sejujurnya aku tidak masalah jika kembali hamil, hanya saja...." Violet menggantung ucapannya sembari menatap tajam kearah Ares.


"Hanya apa?" sahut Ares yang mulai tak sabaran mendengar kelanjutan ucapan istrinya.


"Pikirkan saja sendiri." ketus Violet.


"Astaga kenapa kau menjadi sensi begini, sayang. Apa kau lagi PMS?" tanya Ares sambil meletakkan sendok ditangannya. Kemudian menepuk pelan pipi istrinya.


"Cepat habiskan makananmu. Bukankah kau ada rapat pagi ini. Dan mengenai permintaan anak-anak kita harus membicarakannya serius, aku hanya tidak ingin ada kesalahan kedepannya." ucap Violet dan Ares tersenyum dengan anggukan kepala.


Selesai sarapan bersama, mereka mulai melakukan rutinitasnya masing-masing. Ares berangkat ke kantor, sedangkan Violet mengantar anak-anaknya ke sekolah.


Mereka berangkat dengan mobil yang berbeda, Violet dan anak-anaknya diantar oleh supir dan pastinya selalu dikawal oleh para pengawal, sementara Ares setiap hari diantar jemput oleh Yuta (sekretarisnya).


Di perjalanan menuju sekolah si kembar, tiba-tiba saja ban mobil yang tumpangi oleh Violet bersama anak-anaknya mendadak kempes. Membuat mereka harus berpindah mobil, tepatnya mobil yang ditumpangi oleh para pengawal.


"Pak supir kami berangkat dulu, setelah selesai mengganti ban, lekas lah menyusul kami." ucap Violet sebelum naik ke atas mobil.


"Baik nyonya" ucap supir pribadinya ditemani oleh dua pengawal.


Setibanya di sekolah, Aaron dan Aufar berpamitan kepada ibunya, lalu mereka tampak bersemangat masuk ke dalam kelas.


Violet tersenyum melihat anak-anaknya tampak bersemangat masuk ke dalam kelas dan mengikuti pelajaran dengan baik. Sementara itu, Violet hanya mampu menunggu di ruang tunggu khusus para orang tua sampai pelajaran selesai.


Sembari menunggu si kembar yang tengah belajar, Violet mulai memeriksa laporan penjualan butiknya yang dikirimkan oleh karyawannya.


Di dalam kelas, Aaron dan Aufar tampak serius mengikuti pelajaran yang sedang diajarkan oleh ibu guru. Kali ini tema yang diajarkan oleh ibu guru mengenai hewan dan tumbuhan.


"Coba sebutkan hewan yang tinggal di darat?" tanya bu guru.


Semua murid kompak mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan dari ibu gurunya, termasuk si kembar yang sangat antusias.


"Ya baik, kita persilakan Aufar yang menjawab terlebih dahulu." ucap Bu Guru Manda menunjuk kearah Aufar.


Refleks Aufar langsung berdiri.


"Harimau, Bu guru." ucapnya sedikit gugup.


"Oh betul sekali, beri tepuk tangan untuk Aufar. Sontak semua murid memberikan tepuk tangan untuk Aufar.


Aaron langsung menepuk bahu saudara kembarnya sebagai bentuk apresiasinya.


"Kau hebat adik." ucapnya tersenyum.


"Terima kasih, kak" balas Aufar tersenyum jenaka menatap wajah saudara kembarnya.


"Selanjutnya Anton" ucap Bu Guru Manda yang kembali menyebut satu persatu nama muridnya untuk menyebutkan hewan yang tinggal di darat.


Sebelum pelajaran itu berakhir, tiba-tiba saja sosok wanita asing masuk ke dalam kelas, membuat para murid mulai bertanya-tanya dengan teman sebangkunya melihat kehadiran wanita asing tersebut.


Raut wajah wanita asing itu cantik dan terlihat begitu tegas, sorot matanya sangat tajam saat menatap satu persatu murid di dalam kelas tersebut.


"Baik anak-anak, sebelum pelajaran berakhir Bu guru ingin menyampaikan satu hal kepada kalian, bahwa mulai besok kalian akan diajar oleh Bu guru Livina, ini dia orangnya, cantik kan." ucap Bu Manda ceria memperkenalkan guru baru di hadapan murid-muridnya.


"Cantik Bu guru." sahut salah satu murid laki-laki.


Beberapa dari mereka tampak tidak suka melihat Bu guru barunya.


"Hai anak-anak. Mulai besok aku yang akan mengajar kalian!" ucapnya terdengar tegas.


Membuat beberapa anak takut-takut melihatnya. Sementara Aaron dan Aufar saling pandang, kemudian mereka berbisik-bisik sedang membicarakan tentang guru barunya.


"Perkenalannya bisa dilanjutkan besok, karena pelajaran sudah berakhir. Sekarang anak-anak sudah boleh pulang. Ingat, jangan lupa untuk tugas mewarnainya." ucap Bu Manda tersenyum dan begitu disukai anak-anak.


"Baik Bu guru." ucap murid-muridnya dengan kompak.


Aaron dan Aufar mulai memasukkan buku gambar dan peralatan mewarnainya ke dalam tas. Mereka berpamitan pulang terlebih dahulu kepada Bu gurunya.


Ketika Aufar hendak salim ke Bu guru bernama Livina itu, tiba-tiba saja Bu guru itu langsung menatapnya dengan tatapan mata melotot, membuat Aufar langsung ciut dan buru-buru menyalami tangannya.


Aku menemukan mereka. Gumam wanita bernama Livina dengan seringai jahat di wajahnya menatap kepergian dua bocah kembar itu.


"Kakak, aku takut kepada Bu guru baru " ucap Aufar memberitahu sambil merapatkan sedikit tubuhnya ketika berjalan bersama-sama dengan saudara kembarnya. Aufar memang sosok yang penakut, berbeda halnya dengan Aaron sosok pemberani.


"Sudah, jangan takut, ada aku yang menjagamu." sahut Aaron memberikan pengertian kepada kembarannya dan Aufar tersenyum mendengarnya.


Violet tersenyum merekah sembari merentangkan kedua tangannya saat melihat anak kembarnya keluar dari kelas.


"Bagaimana pelajaran hari ini anak-anak, apa menyenangkan? atau berjalan lancar tanpa ada kendala?" tanya Violet ingin tahu tentang apa-apa saja yang dilakukan oleh anak kembarnya.


"Semuanya berjalan baik, mommy. Tapi, kami kedatangan Bu guru baru dan sepertinya Bu gurunya sangat galak " ucap Aaron curhat.


"Betul, sangat galak, mommy" sahut Aufar.


"Oh benarkah, sepertinya kalian hanya keliru. Karena kalian belum mengenal ibu gurunya." ucap Violet tersenyum, membuat si kembar terdiam. "Ayo, kita harus pulang." tambah Violet, kemudian memasukkan anak-anaknya ke dalam mobil, lalu disusul olehnya.


Lalu Mobil mulai melaju meninggalkan tempat tersebut. Sepanjang perjalanan pulang, si kembar begitu riang gembira bernyanyi di dalam mobil.


Bahkan Violet ikut bernyanyi bersama anak-anaknya menyayikan lagu anak-anak pastinya. Mereka tertawa bersama dengan riang gembira di dalam mobil. Sementara sang supir hanya mampu tersenyum mendengar suara cempreng si kembar, namun tetap fokus berkendara.


Saat melewati toko mainan, Aufar langsung berteriak. "Stop!" ucapnya. Seketika sang supir langsung merem mendadak. Hingga tubuh mereka terguncang ke depan.


"Kenapa, nak?" ucap Violet terhentak mendengar teriakan anaknya.


"Mommy, kita mampir dulu ya ke toko mainan, Aufar mau beli mainan baru" ucap Aufar memasang wajah menggemaskan untuk menarik perhatian Ibunya agar diizinkan untuk membeli mainan.


"Baiklah" Mau tak mau Violet menyetujuinya.


Mereka bergegas turun dari mobil dan berjalan bersama-sama memasuki toko mainan anak-anak.


Diluar dugaan, terlihat pria berbaju hitam sedang mengintainya dari dalam restoran.


"Aku melihatnya masuk ke toko mainan." lapor pria misterius itu pada seseorang di ujung telepon.


"Bagus ikuti mereka!" ucap seseorang di ujung telepon


Sontak membuat pria misterius itu menyeringai licik menatap kearah bocah kembar yang akan menjadi targetnya.


Bersambung.....


Terima kasih atas dukungannya bestie 🙏