
Violet manarik kopernya keluar rumah setelah selesai berpamitan kepada orang tuanya. Ia melangkah menuju mobil yang terparkir di halaman rumah dan siap membawanya pergi.
Terlihat Hana sudah menunggunya di samping mobil, ya ketika berurusan dengan pekerjaan Violet ikut melibatkan Hana. Mau bagaimana lagi, Hana selalu bisa diandalkan sebagai asisten pribadinya. Walau sejujurnya Hana salah satu karyawan butik milik ibunya, tapi jika mendapatkan panggilan pekerjaan darinya, wanita jomblo itu akan selalu siap sediakala.
“Wow, Miss Violet tambah cantik aja” puji Hana sembari cengengesan, membuat Violet hanya menatapnya acuh.
“Hana, masukkan koperku di bagasi.” perintah Violet dan Hana langsung gercap memasukkan koper bosnya di bagasi mobil.
Violet kemudian bergegas masuk ke dalam mobil dan menempati kursi di samping kemudi. Setelah itu, barulah Hana juga masuk ke dalam mobil dan menempati kursi kemudi. Karena Hana yang akan menyupiri bosnya. Mereka kompak memasang seatbelt.
“Miss, para model dari agensi Daisy Angel sudah berangkat sedari tadi. Mereka berangkat menggunakan bus menuju pelabuhan kulo-kulo.” Ucap Hana memberitahu kepada bosnya.
“Biarkan saja, tidak masalahkan jika aku berangkat belakangan atau palingan terlambat beberapa menit. Lagian aku tidak menjadi modelnya melainkan pihak perwakilan dari Daisy Angels yang akan mengatur para model dari agensiku.” Ucap Violet santai dan tak menganggap serius ucapan dari Hana.
“Jadi Miss tidak mengikuti acara fashion show?” tanya Hana dengan kening berkerut.
“Hemm” hanya deheman yang keluar dari bibir manis Violet. “Kapan kita berangkat, Hana? Cepat nyalakan mesin mobilnya!” tambah Violet yang langsung menegurnya.
“Baik Miss.” Hana mengangguk cepat sembari memberikan hormat kepadanya, lalu mulai menyalakan mesin mobil. Setelah itu, mobil yang membawa mereka melaju sedang keluar dari gerbang dan kecepatan laju mobil semakin tinggi setelah berada di jalan raya menuju Pelabuhan Kulo-kulo.
Sekitar 40 menit perjalanan mobil yang membawa mereka tiba di pelabuhan Kulo-kulo. Pelabuhan Kulo-kulo di kota ini menjadi salah satu pelabuhan terbesar yang biasa disinggahi kapal pesiar. Oleh karena itu, tidak heran jika fasilitas yang tersedia di pelabuhan ini pun lengkap dan menyesuaikan agar para wisatawan merasa lebih nyaman. Di antaranya adalah sebuah dermaga, gedung terminal yang luas dan kemudahan akses ke tempat wisata juga diperhatikan dengan baik.
Violet dan Hana bergegas turun dari mobil. Mereka mampu melihat banyaknya wisatawan dan penumpang kapal pesiar masih berkeliaran disekitaran dermaga dan terminal pelabuhan.
Kedua mata Violet langsung menatap takjub mengagumi kemegahan kapal pesiar berlogo AR dengan corak merah putih dari luar, bahkan mulutnya sampai mengaga saking takjubnya, begitu halnya dengan sang asisten sampai tak berkedip melihatnya.
Kapal Pesiar AR merupakan kapal pesiar megah dengan fasilitas mampu menampung 3000 orang saat berlayar di lautan. Fasilitas kapal pesiar begitu lengkap layaknya hotel berbintang, terdapat kamar hotel berbintang, restoran, mall, tempat hiburan termasuk di dalamnya (pertunjukan film ala gedung bioskop sinematik, pertunjukan konser musik, sirkus, lantai dansa dan taman bermain anak-anak). Terdapat salon Spa, fasilitas kebugaran dan olahraga termasuk di dalamnya ( Jogging track, gym, lapangan voli, tenis, basket, kolam renang dan lain sebagainya).
“Miss Violet, aku akan betah mengarungi lautan sampai ribuan tahun jika menaiki kapal pesiar ini.” Ucap Hana tersenyum bahagia.
Sontak Violet langsung memukul kecil kepala Hana sembari berkata “Kau saja yang tinggal selamanya di lautan, aku tidak ingin bernasib sama dengan kapal pesiar yang naas ratusan tahun yang lalu hingga melegenda sampai sekarang.” Ucap Violet sewot lalu menyuruh Hana membawa kopernya.
"Aaah, aku sangat senang liburan kali ini. Tak masalah liburanku hanya berkedok pekerjaan." gumam Violet dengan mata berbinar.
Violet memasang kaca mata hitamnya lalu berjalan melenggak-lenggok hingga rambutnya yang halus melambai-lambai di balik punggungnya.
Ia pun berbaur bersama para penumpang kapal dan wisatawan. Hana bergerak menyusul bosnya setelah selesai memarkirkan mobilnya di tempat tersebut.
Kini mereka sudah berada di dalam kapal pesiar, tepatnya di sebuah kamar yang akan mereka tempati selama beberapa hari kedepan.
Violet menempati kamar fasilitas VIP persis fasilitas kamar hotel bintang lima. Sedangkan Hana menempati kamar kelas menengah seperti kamar yang ditempati oleh para model, namun tetap saja fasilitasnya juga tak kalah lengkap dan mewah pastinya.
Dan terakhir yang membuatnya terkagum-kagum pemandangan langsung untuk menikmati angin laut dan pemandangan senja yang mempesona dari dalam kamar yang ditempatinya.
Violet merebahkan tubuhnya di atas ranjang lalu berguling-guling kesana kemari dengan bahagianya. Ia mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya dan memotret dirinya di atas ranjang. Setelah itu, fotonya ia upload di sosial media miliknya.
Tak berselang lama, Daisy langsung mengomentari postingannya hingga membuat sudut bibir Violet terangkat membentuk senyuman tipis.
"Ada-ada saja komentarnya." gumam Violet senyum-senyum sendiri.
Ia pun langsung menghubungi Daisy bahwa dirinya sudah berlayar di lautan.
"Jangan pulang sebelum kamu dinyatakan hamil." ucap Daisy diujung telepon yang langsung melontarkan kata sarkasme.
"Hah! ucapanmu sungguh lucu. Emangnya aku sedang berbulan madu. Mana ada wanita yang sedang liburan seorang diri bisa dikatakan hamil." ucap Violet tertawa kecil mendengar ucapan saudaranya.
"Siapa tahu ada yang menghamili mu disana. Ingat, ucapanku biasanya menjadi kenyataan" ucap Daisy tertawa mengejek yang kembali membalas ucapan adiknya.
"Hufff, berhenti berkata ngawur. Tolong sampaikan kepada Mommy dan Daddy bahwa kapal pesiar yang ku tumpangi sudah berlayar di lautan. Kapan-kapan aku ingin mengajak mereka berwisata dengan kapal pesiar. Aku tutup teleponnya ya, bye." ucap Violet mengakhiri panggilan teleponnya secara sepihak.
Ia melempar ponselnya ke samping dan memilih beristirahat sejenak. Karena nanti malam acara fashion show sudah digelar diikuti konser musik spektakuler.
***
Sementara di tempat yang sama, tepatnya di di dalam kapal pesiar. Terlihat pria tampan menempati kamar suite yang memang dikhususkan untuk pemilik kapal pesiar tersebut. Fasilitas kamar suite sangat mewah dibandingkan dengan kamar lainnya.
Pria tampan itu sedang berbicara dengan seseorang lewat ponselnya.
"Ya. Aku sudah melihatnya. Dia berada di kamar yang memang dipersiapkan untuknya." ucapnya terdengar dingin dengan sorot mata tajam bagaikan elang yang siap menerkam mangsanya.
"Bagus lah kalau begitu. Kau tahu sendiri kan anak itu begitu keras kepala dan sulit diajak bepergian. Jadi manfaatkan kesempatanmu dengan baik. Aku doakan semoga kau berhasil, jangan sampai gagal. Sudah dulu ya, bayiku sudah menangis." ucap seseorang di ujung telepon dan langsung mematikan teleponnya secara sepihak.
Pria tampan itu tersenyum tipis menatap keluar jendela memperlihatkan view Lautan lepas. Entah apa yang sedang direncanakan pria tampan itu.
"Aku tidak ingin gagal kali ini." ucap pria tampan itu menyeringai tipis.
*
*
Bersambung....