
Di luar dugaan, diam-diam Violet mengintip dari balik pintu untuk melihat langsung situasi yang terjadi di dalam ruangan tersebut. Hingga sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman melihat keadaan di dalam sana.
"Aku sangat senang akhirnya keluarga Paman Alex bisa berkumpul. Daddy, aku sudah mengabulkan janjimu, jadi jangan lagi khawatir dengan keluarga paman Alex." ucap Violet tersenyum lalu menutup pelan pintu ruangan tersebut, takutnya keberadaannya di ketahui oleh mereka.
***
Violet pura-pura terkejut melihat keluarga Paman Alex tampak akur keluar dari ruangan tersebut. Raut wajah mereka tampak bahagia dengan mata yang masih terlihat sembab seperti habis nangis.
Untuk itu, Violet berusaha terlihat takjub menatap keluarga paman Alex yang seolah dirinya tidak tahu apa-apa. Pandangannya tidak lepas dari mereka, dimana terlihat Ares merangkul pundak ayahnya layaknya sahabat karib, sedang Evan menggandeng mesra tangan ibunya.
Kenapa tidak dari dulu mereka bertemu. Andai saja dari dulu aku dipertemukan dengan Ares, mungkin mereka sudah bertemu dan akur seperti sekarang ini. Batin Violet tersenyum tipis dan sangat menyayangkan waktu yang baru mempertemukan dirinya dengan Ares.
Oma Meggy yang baru saja dari dapur terkejut melihat pemandangan yang mampu menyejukkan mata dan hatinya, sebab Oma Meggy tidak pernah melihat momen langka tersebut. Karena kini putrinya terlihat sangat bahagia dengan keluarganya, begitu halnya dengan cucunya yang bisa menerima kembali ayah kandungnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa kalian melupakan Oma disaat hal bersejarah terjadi di rumah ini. Ares, jawab kebingungan Oma sekarang, Oma butuh penjelasan dan kejelasan dari kau dan kalian semua." ucap Oma Meggy menatap mereka satu persatu dengan mata berkaca-kaca dan mencoba menyembunyikan kebahagiaan yang menghinggapi seluruh perasaannya yang sudah campur aduk.
Ares tersenyum tipis mendengar ucapan Omanya, ia lalu bergerak memeluk tubuh Oma nya.
"Oma, aku hanya ingin mengatakan kabar bahagia kepada Oma, karena mulai sekarang aku memiliki ayah dan juga saudara. Aku menerima Paman Alex sebagai ayahku dan menerima Evan sebagai saudaraku. Aku senang bisa bertemu dengan ayah dan juga saudaraku. Aku menerima mereka dan melupakan hal yang pernah terjadi diantara kami, sekarang kami sudah menjadi keluarga." ucap Ares tersenyum membuat Oma Meggy tak kuasa meneteskan air mata haru yang bercampur bahagia.
Wanita tua itu tidak bisa berkata-kata. Inilah hari yang selalu ia tunggu-tunggu sejak dulu, melihat putri dan cucunya bahagia hingga bisa berkumpul bersama dengan pria bernama Alex dan satu lagi cucunya Evan.
"Kami akan memulai hubungan dari awal dan membina kembali rumah tangga bersama. Dan anak-anak menyetujui keputusan kami. Jadi, jika berkenan aku ingin meminta restu kepada anda untuk menebus segala kesalahan dan dosa yang pernah aku perbuat kepada Laurent. Aku sungguh minta maaf karena mengingkari janjiku kepada anda dan Laurent di masa lalu. Sekarang aku berjanji kepada anda akan terus membahagiakan Laurent bersama anak-anak dan tidak akan pernah lagi menyakiti hati mereka" ucap tuan Alex bersungguh-sungguh.
"Tolong Oma, restui hubungan ayah dan mama. Kasian ayah sudah lama hidup sendiri dan selalu dihantui rasa bersalah atas kesalahannya di masa lalu. Dan selama bertahun-tahun lamanya, ayah selalu kesepian tanpa adanya sosok pendamping hidup, serta tak ada yang mengurus keperluan ayah selama ini. Tapi, tidak pernah sekalipun ayah berpikiran mencari pendamping untuk menggantikan posisi mama, karena bagi ayah...mama adalah satu-satunya wanita yang sangat dicintainya di dunia ini bahkan sampai mati." ucap Evan panjang lebar.
Tuan Alex senyum-senyum mendengar ucapan putranya yang memang seratus persen benar adanya. Sedangkan Nyonya Laurent tersipu malu dan wajahnya berseri-seri dengan jantung berdetak lebih kencang, layaknya anak abg yang baru jatuh cinta.
"Aku sangat setuju dengan ucapanmu, Evan. Oma, aku sangat mendukung jika mama Laurent dan Papa Alex kembali bersatu, tolong restui hubungan mereka." sahut Violet sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada memohon kepada Oma Meggy.
Ares menaikkan sebelah alisnya melihat tingkah laku Violet yang tidak biasanya
Sementara Oma Meggy tertawa bahagia mendengar ucapan Evan dan Violet. Karena menurutnya ucapan keduanya ada benarnya. Sebagai orang tua, ia hanya perlu memberikan keputusan yang terbaik dan dianggap benar demi kerukunan dalam keluarga.
"Baiklah, karena cucu Oma begitu kekeh...maka dari itu Oma merestui hubungan kalian. Lagian siapa tahu setelah ini Evan dan Ares bisa memiliki adik." ucap Oma Meggy diiringi gelak tawa dan sengaja menggoda pasangan suami istri itu yang kembali bersatu dipertemukan oleh takdir.
Membuat Violet tertawa terbahak-bahak, saking lucunya ia membayangkan jika Ares memiliki adik, apalagi jika adiknya sampai kembar. Ia pasti akan betah tinggal di rumah dan membantu ibu mertuanya merawat adik ipar kecilnya.
Lagi-lagi Ares mengerutkan keningnya melihat tingkah Violet yang masih saja tertawa, jangan sampai membuat ibunya menjadi risih dan ilfil akan tingkah istrinya. Ares bergerak cepat mendekati Violet lalu menjitak keningn nya untuk menyadarkannya.
"Awwww, kau apakan keningku." ucap Violet pelan dengan bibir mencebik sambil mengusap-usap keningnya.
"Jaga sikapmu di depan orang tuaku." sahut Ares terlihat tenang lalu menggenggam tangan Violet, jangan sampai Violet kembali bertingkah aneh-aneh.
"Hei, aku selalu jaga sikap di depan semua orang termasuk orang tuamu. Tadi, aku hanya membayangkan ucapan Oma, jika kau memiliki adik bayi yang menggemaskan, dengan senang hati aku akan membantu ibumu merawatnya dan kuharap adikmu tidak menurunkan sifat menyebalkan kakaknya yang seperti bunglon." ucap Violet membela diri.
"Sudahlah, kau tak perlu membayangkan hal yang tidak-tidak, pikirkan realitanya saja." ucap Ares tidak ingin memperpanjang perdebatannya.
Mereka kembali serius kepada orang tuanya yang kembali buka suara.
"Mommy, kami sudah tua dan hanya ingin hidup bersama dan saling menjaga. Kami juga ingin menebus kembali segala kesalahan kami masing-masing di masa lalu dengan hidup bersama. Juga fokus kami kepada anak-anak, dengan memikirkan pasangan yang cocok untuk Evan, tapi kami tidak ingin mendesaknya untuk segera menikah jika memang belum dipertemukan dengan sosok wanita yang siap mendampinginya." ucap Nyonya Laurent panjang lebar perihal keputusannya yang ingin memulai kembali hubungan bersama tuan Alex alias suaminya.
"Dan satu lagi, kami pengen menimang cucu bukan lagi anak dari kami. Lagian Ares dan Violet secepatnya akan memberikan kabar bahagia itu untuk kami." tambah Nyonya Laurent dengan senyum menghiasi wajahnya menatap ke arah putranya.
Sontak Ares dan Violet langsung gelagapan mendengar ucapan mama Laurent. Runtuh sudah harapan Violet ingin memiliki adik ipar kecil yang bisa ia timang-timang, karena sejujurnya dirinyalah yang harus memberikan cucu untuk keluarganya.
Anak, cucu. Oh my God. Aku bahkan tidak pernah membayangkan akan memiliki anak. Lagian aku wanita kejam dan tidak memiliki belas kasihan. Bagaimana ini? mereka pengen cucu dan seolah ucapannya barusan mendesak ku untuk segera hamil. Batin Violet menjerit-jerit kecil.
"Aaah...kau memang benar Laurent. Aku juga ingin segera melihat bayi mungil di keluarga ini dan akan menjadi cicit ku." sahut Oma Meggy dengan antusiasnya.
Bersambung....