
Halo teman-teman, author balik lagi membawa extra part cerita Daddy Ares dan Mommy Violet. Semoga kalian suka😚
Happy reading
*
*
Sudah setahun telah berlalu pasca insiden penculikan anak bungsu dari pasangan Ares dan Violet. Seiring berjalannya waktu, kejadian tersebut mulai dilupakan oleh si kembar, Aaron dan Aufar.
Namun tidak bagi kedua orang tuanya, Ares semakin ekstra menjaga anak kembarnya. Pengawalnya semakin di perbanyak untuk mengawasi kemanapun perginya anak kembarnya, hanya saja mereka tidak terlalu mencolok dengan mengikutinya dari jarak dekat. Para anak buahnya hanya berkeliaran di sekitar lokasi dimana si kembar berada.
Sedangkan Violet sendiri semakin fokus terus mengawasi dan menjaga anak kembarnya, karena mau bagaimanapun mereka adalah buah hatinya yang harus ia jaga dengan baik dan sekaligus kelemahan utamanya saat ini bersama Ares.
Seperti sekarang ini, keluarga kecil Ares tengah berada di acara ulang tahun anak kembar Evan dan Aileen, lebih tepatnya sepupu Aaron dan Aufar.
Karena pasangan Evan dan Aileen dikaruniai anak kembar perempuan yang diberi nama Evelina Smith Robinson dan Eveline Smith Robinson.
Tampak Violet berjalan bersama-sama dengan anak kembarnya didampingi oleh Ares. Penampilan Violet sangat berbeda kali ini, ia semakin cantik mengenakan gaun model Sabrina berwarna peach dengan panjang sebatas mata kaki. Namun ada yang berubah pada tubuh Violet. Perutnya terlihat menonjol dibalik gaun yang dikenakannya. Kemungkinan calon buah hatinya bersama Ares kembali hadir di dalam perutnya.
Sedangkan Ares selalu saja terlihat tampan dan mempesona mengenakan setelan jas berwarna hitam dengan dasi kupu-kupu, membuat beberapa gadis yang hadir di pesta ulang tahun ponakannya memuja ketampanannya, walau sejujurnya sudah memiliki seorang anak kembar yang akan menjadi penerusnya kelak.
Sementara si kembar terlihat sangat tampan malam ini dan juga tak mau kalah dari orang tuanya. Mereka memakai setelan jas anak-anak serupa dengan ayahnya. Dan tingkah mereka persis orang dewasa dengan dasi kupu-kupu di lehernya masing-masing, ditambah tatanan rambutnya yang rapi dan mengkilap membuat para gadis berlomba-lomba ingin berfoto bersama dengan si kembar.
Tapi, tetap saja tingkah si kembar terlihat sangat lucu dan menggemaskan. Terutama sosok Aufar, anak berusia enam tahun itu terus memainkan dasi kupu-kupunya, menariknya ke depan maupun ke samping, seolah dasi kupu-kupunya mainan baru baginya.
Namun Violet dengan lihainya selalu merapikan penampilan anak kembarnya, salah satunya merapikan kembali dasi kupu-kupu di leher si bungsu.
"Mommy, tidak usah repot-repot mengurusi kami, lihatlah aku dan kakak sudah besar dan akan selalu tampan seperti Daddy, nanti mommy capek dan lelah, kasian kan dede bayinya. Tugas mommy hanya satu, menjaga dede bayi di dalam perut mommy biar segera lahir" ucap Aufar tersenyum bahagia lalu beralih mengelus perut buncit ibunya.
Ares hanya mampu tersenyum lebar mendengar ucapan si bungsu yang begitu siap dan semangatnya berkoar-koar akan memiliki adik.
"Benar sayang, serahkan semuanya padaku. Anak-anak biar aku saja yang mengurusnya. Fokuslah pada kehamilanmu." ucap Ares dengan tatapan hangatnya sembari melingkarkan tangannya di pinggang sang istri.
"Tak perlu mas, karena aku ibunya. Jadi akulah yang akan selalu mengurus anak-anak. Walaupun calon bayi kita tidak akan lama lagi terlahir di dunia." jelas Violet sambil tersenyum manis di depan suami dan anak kembarnya.
"Tapi aku akan tetap kekeuh menjaga kalian" bisik Ares di telinga Violet. Sontak Violet menoleh kearahnya dengan bibir mengerucut. "Ingat sayang, Aufar menginginkan 10 adik laki-laki dan 5 adik perempuan, jadi mulai dari sekarang kita harus sering-sering meluncurkannya setiap tahun." ucap Ares dengan seulas senyuman, membuat Violet langsung mencubit perut kotak-kotak nya.
"Emangnya aku pabrik elektronik, setiap tahun meluncurkan produk terbaru" sinis Violet dengan tatapan melotot membuat Ares langsung terbahak-bahak melihat wajah kesal istrinya, namun terlihat sangat menggemaskan. Ia semakin senang menggoda istrinya.
Aaron dan Aufar yang tidak tahu menahu tentang yang dibicarakan oleh orang tuanya, ikut tertawa melihat ayahnya tertawa terbahak-bahak. Violet yang melihat keduanya hanya bisa geleng-geleng kepala.
Ayah dan anak sama persis tingkahnya. Batin Violet tersenyum tipis.
"Setelah buah hati kita lahir, aku akan kembali menghamilimu." bisik Ares di telinga Violet, membuat wajah Violet seketika merona dan langsung mendaratkan pukulan di dada bidang Ares.
"Jangan bicara sembarangan!" ketus Violet dan Ares kembali berkata. "Apa yang tidak bisa terjadi sayang, jika kita sama-sama sanggup melakukannya. Umurmu dan umurku masih muda, bukankah itu hal bagus bagi kita memiliki banyak anak. Kau hanya perlu hamil sebanyak enam kali. Dan keinginan Aaron dan Aufar pasti terkabulkan." jelasnya sembari tersenyum smirk.
"Aku akan sering-sering melobi anak-anak biar mendukungku." Lagi-lagi Ares menyeringai tipis membuat Violet menjadi bungkam.
Semakin hari, tingkah Ares semakin menyebalkan menurutnya, namun tetap saja ia semakin mencintai suaminya sampai kapanpun.
"Ayo sayang, semuanya sudah menunggu kita" ajak Violet melihat tamu mulai berdatangan. Ia tidak ingin lagi berdebat dengan Ares yang ujung-ujungnya akan kalah dari suaminya sendiri
"Oke mommy." sahut si kembar dengan kompaknya. Mata keduanya berbinar ingin melihat langsung pesta ulang tahun sepupunya yang digelar meriah.
Kemudian Ares dan Violet membawa anak-anaknya memasuki ballroom hotel yang sudah di dekorasi seindah mungkin dengan tema Barbie.
Terlihat Keluarga Evan dengan kompaknya mengenakan baju couple berwarna pink. Anak kembarnya yang cantik jelita mengenakan kostum Barbie, mereka layaknya seperti Barbie sungguhan dengan hidung mancung, mata bulat, pipi putih yang kemerah-merahan, alis melengkung dan bibir tipis berwarna cheri, serta rambut panjangnya yang diikat tinggi, sungguh ciptaan Tuhan yang sangat cantik jelita.
Nyonya Laurent dan tuan Alex langsung menyambut kedatangan mereka. Menggendong si kembar secara bergantian, walaupun usia mereka sudah tak lagi muda, namun masih semangat menggendong cucu kembarnya yang sudah berusia enam tahun itu.
"Uuggh....cucu opa sudah pada besar" ucap Nyonya Laurent tersenyum sambil mencium pipi gembul Aufar. Karena Nyonya Laurent menggendong si bungsu dan tuan Alex menggendong si sulung.
Mereka sungguh bahagia bisa melihat cucunya tumbuh kembang. Mereka berharap bisa melihat cucu-cucunya tumbuh dewasa. Baik itu anak-anak Evan maupun anak-anak Ares kelak.
Sementara itu, Ares dan Violet hanya mampu tersenyum melihat anak-anaknya sedang bercengkrama bersama Opa dan Omanya.
"Akhirnya kalian datang" ucap Evan sambil menggandeng mesra tangan Aileen, wanita yang sangat dicintainya dan menjadi satu-satunya wanita yang menggetarkan hatinya yang sebeku es.
Kemudian mereka saling melepas rindu setelah beberapa bulan tak bertemu, mengingat karena aktivitas mereka masing-masing.
Aileen berhambur memeluk Violet dengan rona wajah bahagia. Sedangkan Evan merangkul pundak Ares, saudara kembarnya sembari tertawa lepas, entah apa yang sedang mereka obrolkan.
"Selamat Mbak Violet untuk kehamilan keduamu, aku jadi iri dan pengen hamil lagi." ucap Aileen tertawa kecil sambil mengelus perut buncit Violet.
"Terima kasih, Aileen. Semoga kau bisa mengikuti jejakku setelah ini. Lagian Evelina dan Eveline seharusnya sudah bisa memiliki adik" ucap Violet tersenyum.
"Hehehe iya mbak, tapi belum dikabulkan dari yang Maha Kuasa. Aku sih pengennya bisa hamil barengan kayak mbak dulu" balas Aileen tersenyum.
"Iya sih, tapi selalu saja keduluan sama aku." timpal Violet.
Si kembar Evelina dan Eveline berjalan mendekati ayah dan ibunya dengan wajah malu-malu.
"Anak-anak, salim dulu sama paman dan Tante." Aileen menegur putri kembarnya.
"Wah ponakan tante cantik-cantik" ucap Violet tersenyum manis saat Evelina dan Eveline menyalami tangannya. Bahkan Violet tidak berhenti memuji kecantikan ponakan kembarnya. Ia pun berharap bayi dalam kandungannya berjenis kelamin perempuan.
"Sekarang Aaron dan Aufar berikan kado sekaligus ucapan selamat untuk sepupu kalian yang berulang tahun" ucap Violet lemah lembut mengingatkan kembali kepada anak kembarnya.
Sontak si kembar tampak antusias untuk mengikuti instruksi dari ibunya. Namun sayang seribu sayang, mereka lupa membawa kadonya. Keduanya hanya mampu saling sikut sambil memamerkan gigi gusinya.