
"Aku tidak peduli seperti apa dirimu, yang pastinya aku jatuh cinta kepadamu saat pertama kali kita bertemu. Jika kau belum siap untuk hamil, aku tidak akan memaksamu dan tidak akan menyentuhmu jika kau belum siap melakukannya." jelas Ares sungguh-sungguh lalu menarik tubuh Violet masuk ke dalam pelukannya.
Violet hanya mampu menyembunyikan wajahnya di dada bidang Ares dan begitu nyaman menghirup aroma maskulin dari tubuh Ares. Sungguh egois dirinya karena belum bisa mencintai suaminya.
Tapi ia akan berusaha mencintai Ares, membuka hatinya yang sebeku es yang belum pernah dicairkan oleh seorang pria, namun kali ini hatinya harus mencair hanya untuk suaminya seorang.
"Violet"
"Hemm"
Violet mendongak menatap wajah tampan sang suami.
"Jawab dengan jujur, apa kau mencintai pria lain?" tanya Ares dengan tatapan sendu. Pasalnya istrinya sama sekali tidak mencintainya.
"Ya. Aku memang mencintai seorang pria, bahkan pria itu menjadi cinta pertamaku." jawab Violet dengan polosnya.
Ares yang mendengar jawaban Violet langsung melepaskan pelukannya, tatapannya begitu tajam seolah menghunus jantung sang istri. Bahkan dadanya bergemuruh dengan tubuh terasa panas yang sedang terbakar api cemburu mendengar jika ada pria yang dicintai oleh Violet.
"Siapa pria itu? katakan!" ucap Ares dingin berusaha mengontrol emosinya.
"Siapa ya, kau sungguh ingin tahu." ucap Violet dengan tatapan sinisnya.
"Ya, katakan sekarang juga, karena tanganku sudah gatal dan tidak tahan untuk melenyapkannya!" ucapnya penasaran dengan aura-aura membunuh mulai menyelimutinya bahkan urat-urat di lehernya menonjol jelas bahwa king Mafia itu sedang marah plus cemburu.
"Pria itu adalah Daddy ku..ha ha ha. Kau kena tipuan ku." sahut Violet diiringi tawa lepas. Ia sangat puas melihat wajah Ares tampak kesal.
"Violet!"
Ares sampai menggertakkan giginya menyebut nama Violet. Ditambah ia melihat Violet masih saja menertawakannya.
"Ada apa suamiku?"
Violet masih saja tertawa terbahak-bahak menyahuti ucapan Ares.
"Aku sungguh serius, Violet." ucap Ares menghela nafas dan tidak ingin berbicara kasar kepada istrinya. Karena ia merasa Violet sedang berbicara ngeyel dan hanya memancing amarahnya.
"Kapan aku bohong. Aku juga serius, memang Daddy ku pria yang kucintai dan menjadi cinta pertamaku." balas Violet tak mau kalah. "Jangan-jangan kau cemburu saat aku mengatakan mencintai seorang pria, tapi sayangnya sikap cemburu mu itu tidak pada tempatnya, karena yang aku cintai adalah Daddy ku." sindir Violet dengan peraduganya.
"Ya, aku memang cemburu jika kau mencintai pria lain, bahkan aku tidak segan-segan untuk menghabisi nyawa pria yang kau cintai. Karena aku tidak ingin cintaku terbagi, hanya aku seorang yang harus kau cintai. Dan sekarang aku merasa lega setelah kau mengatakan mencintai ayahmu sendiri, jadi aku memakluminya." ucap Ares serius lalu mendaratkan ciuman di kening Violet.
Seketika membuat tubuh Violet membeku merasakan bibir Ares terasa hangat menempel di keningnya. Mendadak perasaannya menghangat saat suaminya mencium keningnya, tanpa sadar Violet menyentuh keningnya dengan senyuman menghiasi bibirnya.
"Sudah larut malam, sebaiknya kita tidur." ucap Ares sambil mengelus lembut puncak kepala Violet dan Violet sendiri mengangguk cepat menanggapi ucapan Ares.
Mereka lalu mengubah posisinya menjadi terlentang. Namun dengan cepat Ares menarik tubuh Violet masuk ke dalam pelukannya dan memeluknya dengan erat.
Violet sama sekali tidak melakukan penolakan sedikitpun, pelukan Ares selalu membuatnya nyaman. Bahkan membuat tidurnya semakin nyenyak semalaman.
***
Hingga hari terus berlalu dan tiba saatnya hari yang selalu ditunggu-tunggu oleh keluarga Ares yakni pulang ke negara xxx untuk merayakan pesta pernikahan Ares dan Violet.
"Violet, kau sudah siap?" tanya Ares yang sedang berdiri di belakang Violet, memperhatikan istrinya tengah mengikat rambut. Namun pandangan Ares malah fokus pada leher jenjang Violet.
Sementara Violet hanya mengangguk pasti menanggapi ucapan Ares.
"Ya ampun, apa-apaan kau ini. Balikin ikat rambut ku" kesal Violet sambil mengulurkan tangannya meminta Ares untuk mengembalikan ikat rambutnya.
"Tidak, kau lebih cantik dengan rambut tergerai." ucap Ares dengan pujiannya. Sungguh dirinya tidak rela jika pria lain sampai melihat leher jenjang istrinya.
"Ares!" Violet menatap tajam kearah Ares.
"Aku tidak akan mengembalikannya. Ayo, semua orang sudah menunggu kita." ajak Ares sambil menarik tangan Violet untuk membawanya turun ke lantai dasar. Karena semua orang sudah menunggunya di ruang tamu.
Violet mengerucutkan bibirnya berjalan mengikuti langkah kaki Ares, dimana pria itu menggandeng tangannya. Sungguh moodnya buruk gara-gara tingkah Ares yang ngeselin.
"Tuh lihat, akhirnya mereka turun juga. Oma sangat memaklumi pasangan pengantin baru di rumah ini. Tidak lama lagi kita akan menimang cucu" ucap Oma Meggy tersenyum lebar melihat Ares dan Violet sedang menuruni anak tangga.
Sungguh bahagia rasanya melihat cucunya tampak mesra. Wanita tua itu seolah bernostalgia kembali dengan masa mudanya bersama suami tercintanya yang lebih dulu pergi meninggalkannya ke alam baka.
Kemudian Ares dan Violet bergabung di ruang tamu, dimana ibu, ayah dan Oma nya sudah menunggunya.
"Karena seluruh anggota keluarga sudah berkumpul. Untuk itu, kita berangkat sekarang." ucap tuan Alex.
"Betul sekali, nak. Sudah puluhan tahun kami tidak pernah berkunjung ke negara xxx dan tidak tahu sama sekali bagaimana keadaan di sana." sahut Oma Meggy.
"Tunggu apa lagi, kenapa tidak ada yang mau bergerak berangkat ke bandara!" ucap Ares mengajak semuanya untuk bersiap pergi ke bandara.
"Astaga, Oma juga sudah siap sediakala berangkat ke bandara. Iyakan Laurent." ucap Oma Meggy melirik ke arah putrinya.
"Iya mommy." sahut Nyonya Laurent dengan anggukan kepala.
Kemudian mereka berjalan bersama-sama menuju pintu utama dan bergegas masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir di teras rumah. Setelah itu, mobil melaju menuju bandara.
Hanya 30 menit perjalanan, mobil yang membawa mereka sampai di bandara. Mereka bergegas turun dari mobil. Karena akan kembali menggunakan pesawat jet pribadi milik tuan Alex yang akan mengantarkannya ke negara xxx, bahkan sampai ke berbagai negara.
*
*
*
Sekitar tiga jam perjalanan melalui udara, akhirnya pesawat jet pribadi tuan Alex mendarat sempurna di negara xxx, negara yang menjadi kelahiran tuan Alex.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju kediaman tuan Alex menggunakan mobil yang sudah terlebih dahulu dipersiapkan untuk menjemput tuan Alex beserta keluarganya.
"Ares, aku mau mampir terlebih dahulu ke rumah orang tuaku, aku sangat merindukannya." ucap Violet menunduk, takutnya membuat Ares tersinggung akan ucapannya. Dan untungnya ia tidak satu mobil dengan keluarga Ares.
Akhirnya aku bisa pulang. Aku sungguh merindukan Mommy dan Daddy. Batin Violet bahagia dan berhasil menginjakkan kembali kakinya di negara tersebut.
Apa! jadi dia rindu orang tuanya. Dasar anak mami yang menggemaskan. Batin Ares menyeringai tipis.
"Baiklah, sekalian aku juga ingin meminta maaf kepada keluargamu. Aku sungguh minta maaf dan benar-benar khilaf saat itu, sampai-sampai tidak bisa mengontrol diri hingga menculik mu." ucap Ares sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Benar, kau harus meminta maaf kepada kedua orang tua ku." timpal Violet.
Hingga mobil melaju kencang meninggalkan tempat tersebut dan bergerak menuju kediaman tuan Keynand. Pasalnya Ares akan menurunkan egonya dengan cara meminta maaf kepada kedua orang tua Violet.
Bersambung......