
"Selamat tinggal rumah mewah. Aku tidak akan pernah menginjakkan kaki ku di rumah ini lagi." ucap Aileen menyeringai sambil melangkah menuju pintu keluar dan bergegas masuk ke dalam mobil berwarna hitam yang siap membawanya pergi.
Setibanya di kediaman orang tuanya, Aileen berlari kecil masuk ke dalam rumah sambil menenteng tas yang dibawanya untuk menunjukkan kepada orang tuanya.
"Ayah, mami, aku pulang!." teriak Aileen dengan hebohnya mencari-cari keberadaan orang tuanya.
"Kau sudah pulang sayang" sahut suara seseorang dengan kompaknya yang sedang berada di ujung tangga. Kedua paruh baya itu saling pandang hingga tersenyum sumringah mendengar suara putrinya, mereka lantas menemui putrinya.
"Mami sangat senang kau pulang sayang"
Wanita paruh baya itu merentangkan kedua tangannya dan siap menyambut kedatangan putrinya lewat pelukan hangat.
Aileen tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia lantas berhambur memeluk ibunya, sang ayah juga segera bergabung memeluk mereka berdua.
Mereka saling merindukan satu sama lain. Ini kali pertamanya putri mereka keluar dari rumah demi sebuah misi untuk kehidupan keluarga mereka.
"Ayah, aku sudah mengambil berkas-berkas penting perusahaan nya." ucap Aileen antusias sembari melepaskan pelukannya. Ia lalu menyerahkan tas yang dibawanya dari kediaman tuan Alex kepada ayahnya.
"Bagus sayang, kau memang putri kebanggaan ayah" puji ayahnya dan langsung mengambil tas tersebut lalu memeluknya erat ibarat barang yang begitu berharga untuk kehidupannya.
Aileen hanya mampu tersenyum, begitu halnya dengan ibunya. Kemudian Aileen kembali memeluk tubuh ibunya dengan penuh kasih, sungguh ia sangat merindukan sosok yang disayanginya. Dan kini misinya sudah berhasil.
*
*
*
Sementara di tempat lain....
Akhirnya Violet memutuskan turun ke bawah bersama Ares untuk sarapan dengan keluarga Ares. Semua itu bermula karena ancaman Ares yang tak main-main di tujukan kepadanya.
'Jika kau tidak menuruti keinginanku, aku tidak segan-segan untuk membunuh salah satu anggota keluargamu. Ayahmu atau ibumu bahkan saudaramu! aku bisa saja membunuh salah satunya'. Begitu lah ancaman yang diucapkan oleh Ares kepadanya.
Sial! aku tidak boleh kalah darinya hanya sebuah ancaman basi seperti itu. Pokoknya aku harus cari cara untuk membalikkan keadaan. Aku sama sekali tidak takut dengannya!. Batin Violet sambil mengepalkan tangannya sembari menuruni anak tangga.
"Tunggu" ucap Ares menghentikan langkah Violet.
"Kenapa!" ketus Violet sambil memasang wajah sebal.
Ares mendekati Violet lalu menggenggam tangannya tanpa permisi.
"Kita harus seperti ini di depan mama dan Oma ku. Dan jangan lupa jalankan sandiwaramu sebagai istriku, kau paham kan" ucap Ares dengan pandangan lurus ke depan.
"Hemm, aku mengerti!. Lagian aku bukanlah gadis pelupa" ketus Violet sambil mencebik kesal.
Kemudian Ares membawa Violet ke ruang makan. Kedatangan mereka langsung mendapatkan tatapan tajam dari nyonya Laurent. Sedang Oma Meggy tampak heran melihat gadis yang berdiri di samping cucunya.
Nyonya Laurent terbelalak kaget memperhatikan wajah gadis yang berdiri di samping putranya. Seketika ia teringat dengan wajah gadis yang akhir-akhir ini mendekati putranya. Dan sekarang gadis itu kembali bersama putranya.
Kenapa Ares membawa putri Keynand ke rumah. Batinnya kesal.
"Ares! kenapa kau bawa wanita pulang ke rumah?" tanya ibunya dengan tatapan mengintimidasi menatap ke arah Violet.
Ares tidak menggubris ucapan ibunya, ia hanya menarik kursi untuk diduduki Violet. Lalu mempersilahkan Violet duduk di kursi.
Dengan ragu Violet duduk di kursi dan menjadi kikuk berada di tengah-tengah keluarga Ares. Apalagi melihat tatapan mengintimidasi dari wanita paruh baya yang sangat dia yakini adalah ibu Ares.
"Ares!" panggil ibunya dengan nada tinggi. Karena pertanyaannya sama sekali tidak dihiraukan oleh putranya. Membuat Oma Meggy ikut buka suara.
"Nak, gadis ini siapa?" tanya Oma Meggy dengan kening berkerut dan merasa heran melihat gadis yang bersama dengan cucunya.
Ares masih saja diam mendengar pertanyaan dari ibu dan Oma nya. Setelah memastikan Violet duduk di kursi, barulah ia buka suara.
"APA!!!" Nyonya Laurent terlonjat kaget mendengar ucapan putranya, begitu halnya dengan Oma Meggy yang hampir tersedak saat meminum teh hijaunya.
"Kau sedang bercanda kan Ares!" ucap Nyonya Laurent tertawa receh dan mengganggap ucapan putranya tidaklah benar. Namun tetap saja ada keraguan dari lubuk hatinya dan seolah membenarkan ucapan putranya barusan.
"Aku sungguh-sungguh mama. Kami sudah menikah." jelas Ares serius.
Kami sudah menikah! santai sekali dia mengatakannya. Batin Violet kesal.
"Menikah?"
Refleks Nyonya Laurent mengepalkan tangannya dan tak sengaja lengannya menyenggol gelas hingga terjatuh ke lantai.
Praanggg
Benda kaca itu langsung pecah dan serpihan kacanya mulai berhamburan kemana-mana. Wanita paruh baya itu hanya mampu menutup mulutnya.
Seketika perasaan kecewa mengisi relung hati Nyonya Laurent. Putranya lagi-lagi mengecewakannya dengan menentang keras keputusannya.
Sementara itu, Violet hanya diam membisu melihat perdebatan mereka dan tak ingin ikut campur dengan urusan mereka.
"Mama tidak memaafkan mu. Dan..mama tidak merestui pernikahan kalian." ucap Nyonya Laurent marah sambil bangkit dari duduknya lalu melenggang pergi.
"Mama..." Ares hanya mampu mengusap wajahnya dengan kasar. Ia sudah menduga akan terjadi hal seperti ini.
Pasalnya ibunya sudah memilihkan calon istri untuknya, namun ia malah mengambil keputusan yang tak terduga dengan menikah wanita yang baru di temuinya beberapa kali.
"Selamat atas pernikahanmu nak, Oma hanya doakan yang terbaik untuk hubungan kalian." ucap Oma Meggy.
"Terima kasih Oma." ucap Ares lalu memeluk Oma nya.
Mereka pun mulai sarapan dengan suasana hening. Selesai sarapan, Ares mengajak Violet kembali ke kamar untuk menjelaskan hal-hal penting yang harus dilakukan istrinya selama berada di rumah orang tuanya.
"Lihat sendiri bagaimana ibumu tidak setuju dengan pernikahanmu! bagaimana jadinya jika ayahku dan lainnya yang tahu tentang kau yang menikahiku secara paksa dan penuh kelicikan. Aku bersumpah mereka pasti akan menghabisi mu!" ketus Violet sambil menatap keluar jendela.
"Jangan berkata yang tidak-tidak. Karena aku akan berusaha mencari cara agar mama ku dan juga keluargamu merestui pernikahan kita. Perlu kau ingat, aku sama sekali tidak menyesal menikahimu." ucap Ares penuh keyakinan.
"Bicaramu sungguh omong kosong!" ucap Violet mencibir lalu memilih rebahan di atas sofa panjang.
"Yang jelas aku orangnya serius dan tidak main-main terutama urusan perasaan." balas Ares menyeringai, membuat Violet menggerutu kesal.
Ares memutuskan ke ruangan kerjanya, meninggalkan Violet seorang diri di dalam kamar. Ia harus berpikir jernih untuk meyakinkan ibunya bahwa pernikahannya memang atas dasar keinginannya sendiri, tanpa ingin menikah dengan wanita pilihan ibunya. Tidak hanya itu, ia ingin ibunya berhenti menjodoh-jodohkan nya dengan gadis yang bernama Kayla.
*
*
*
Sementara di tempat lain...
Rombongan tuan Keynand tiba di negara xxx setelah melakukan perjalanan jauh lewat transportasi udara milik tuan Keynand sendiri. Mereka berjalan beriringan keluar dari bandara.
Sebuah mobil sudah terparkir di halaman bandara dan siap untuk mengantar mereka ke suatu tempat. Karena tujuan mereka datang ke negara xxx semata-mata hanya untuk mencari keberadaan Violet.
Mereka bergegas masuk ke dalam mobil hingga mobil melaju meninggalkan tempat tersebut.
Bersambung....
Jangan lupa, like love komen dan vote ya teman-teman 🙏 terima kasih 🤗