King Mafia and Queen Mafia

King Mafia and Queen Mafia
Ingin bercerai



"Tapi aku tetap ingin bercerai darimu. Aku tidak ingin pernikahan ini terus berlanjut, cukup sampai disini, selanjutnya kita jalani hidup masing-masing." ucap Violet dengan emosi.


"Sayang, jangan seperti ini. Aku sama sekali tidak membohongimu. Sumpah demi Tuhan aku tidak pernah memiliki kekasih apalagi sampai mengkhianatimu, tolong percayalah. Pernikahan kita sudah berjalan hampir lima bulan, apa kau tidak memiliki perasaan sedikitpun terhadapku? apa kau tidak mencintaiku? sampai kau ingin mengakhiri pernikahan kita. Sayang, pikirkan baik-baik tentang hubungan kita, jangan langsung mengambil keputusan secara sepihak. Kita bisa bicarakan baik-baik jika diantara kita mendapatkan masalah. Bukankah selama ini aku selalu bersikap terbuka kepadamu. Ya walau aku akui sempat menambahkan kebohongan pada cerita diawal-awal pertemuan kita, itu saja. Dan satu hal lagi jangan mempercayai omongan orang lain, karena bisa saja mereka sengaja ingin menghancurkan pernikahan kita." ucap Ares panjang lebar dengan tatapan sendu sambil menggenggam tangan Violet. Ia memilih menurunkan egonya daripada mengedepankan emosinya.


Prinsipnya emosi di lawan emosi bisa-bisa menimbulkan pertengkaran hebat dan semakin meledak-ledak yang bisa saja merambat mempengaruhi pernikahannya dan Ares tidak ingin hal itu terjadi.


Violet tak menimpali ucapannya, ia hanya mampu menundukkan pandangannya. Ia pun tak mengerti dengan isi hatinya, karena rasa cemburu yang lebih dominan menguasai pikirannya saat ini.


Tangannya yang di genggam oleh Ares ia lepas dengan cara kasar, membuat Ares menghela nafas berat dan kembali memeluknya erat.


"Lepaskan pelukanmu, aku tidak ingin disentuh olehmu!" ucap Violet dengan mata berkaca-kaca sambil memberontak memukul-mukul punggung Ares agar mau melepaskan pelukannya.


Tapi, entah mengapa Violet merasa nyaman setiap kali di peluk oleh Ares, namun egonya teramat tinggi sehingga tak peduli dengan sikap lembut Ares terhadapnya.


Sementara Ares tidak peduli dengan perlakuan kasar dari istrinya. Ia kembali mengeratkan pelukannya dan ingin menunjukkan bahwa dirinya benar-benar mencintai istrinya dan akan melakukan segala cara untuk mempertahankan rumah tangganya.


Pukulan Violet sudah melemah, namun air matanya mulai menetes dengan sendirinya hingga terdengar isak tangis keluar dari bibir mungilnya. Runtuh sudah pertahanan Violet, padahal ia tidak ingin menangis di depan pria itu. Sekarang ia sudah kalah.


Ares menghembuskan nafasnya dengan kasar mendengar suara tangis Violet, hatinya mendadak sakit melihat wanita yang dicintainya bersedih. Ia pun mencoba menenangkannya dengan mengelus punggung Violet.


Hal yang tersulit bagi Ares adalah membujuk seorang wanita yang tengah bersedih. Dan sekarang ia menjadi serba salah melihat istrinya menangis tersedu-sedu. Cukup lama mereka berada di posisi berpelukan. Hingga Ares tidak mendengar lagi suara isak tangis Violet.


"Sayang, katakan siapa orang yang sudah mempengaruhi mu." ucap Ares lemah lembut sembari melonggarkan pelukannya dan menunduk menatap wajah Violet yang berderai air mata.


Ia ingin tahu siapa orang yang sudah mempengaruhi jalan pikiran istrinya. Sedangkan Violet hanya diam seribu bahasa tanpa menggubris ucapannya.


Perlahan Ares menghapus sisa-sisa air mata Violet lalu mencium kening Violet dengan durasi cukup lama, membuat Violet membeku tanpa melakukan penolakan sama sekali.


Aku tidak akan mengampuni orang yang sudah membuat istriku menangis. Setetes saja air mata keluar dari pelupuk mata istriku, maka akan setimpal dengan lima kali sayatan di tubuh orang yang sudah membuatnya menangis. Batin Ares.


Ares melepaskan ciumannya, lalu menarik tubuh Violet masuk ke dalam pelukannya. Ia akan meminta Yuta untuk mencari tahu siapa orang yang sudah menghasut istrinya.


"Aku ingin pulang ke rumah orang tuaku hari ini juga" ucap Violet dingin yang mulai buka suara. Sontak Ares melepaskan pelukannya.


"Apa! tidak tidak, jangan katakan itu sayang. Aku tidak akan mengizinkanmu pulang ke rumah orang tuamu dengan kondisimu seperti ini. Lagian kita baru saja ber...."


Ares tidak melanjutkan ucapannya karena Violet langsung memotongnya.


"Tidak ada hak untukmu melarang ku. Lagian sebentar lagi kita akan bercerai!. Setelah itu, kau boleh menikahi kekasihmu yang bernama Kayla" tegas Violet dengan sorot mata tajam sambil mendorong tubuh Ares untuk menjauh darinya.


Violet langsung percaya dengan ucapan Kayla hanya melihat sebuah bukti berupa foto Ares dan wanita itu. Padahal sejujurnya foto itu notabenenya hanya foto editan.


Kayla, jadi wanita itu dalang semua ini. Batin Ares terkejut mendengar nama Kayla disebut-sebut oleh istrinya.


Ia mengepalkan tangannya, rupanya wanita itu ingin memainkan genderang perang terhadapnya. Baiklah, ia siap meladeninya dengan ribuan cara untuk menghancurkan wanita itu.


Ares tidak menyangka bisa-bisanya Violet langsung terpengaruh dengan segala ucapan Kayla.


"Tidak Violet, berapa kali aku katakan bahwa aku tidak ingin bercerai darimu. Bahkan sampai ribuan kali pun kau meminta cerai dariku, aku tidak akan menyanggupinya, camkan itu!" Ucap Ares dengan nada penekanan diakhir kalimat. Ia mulai terpancing emosi mendengar ucapan Violet.


Sementara Violet hanya tersenyum sinis mendengar ucapan Ares. Ia lalu melepas jarum infus di tangannya. Pasalnya kondisinya baik-baik saja setelah mendengar penjelasan dari dokter, bahkan ingatannya sudah kembali. Ia sudah diperbolehkan pulang hari ini ataupun besok oleh dokter yang menanganinya.


"Ap-apa yang kau lakukan, turunkan aku!" ucap Violet gugup sambil meronta-ronta dalam gendongan Ares.


Sementara itu, Ares tidak menggubris ucapannya dan malah melangkah lebar keluar dari rumah sakit.


"Ares, turunkan aku!" geram Violet sembari meronta-ronta.


"Diam! nanti aku turunkan di mobil." timpal Ares. Sedang Violet berdengus kesal dan langsung menggigit lengan Ares.


"Awwww, jangan menggigitku, Violet." Ares mulai merintih kesakitan dengan gigitan kuat yang dilakukan oleh Violet.


Ares segera memasukkan tubuh Violet ke dalam mobil, lalu ia memutar ke samping mobil dan bergegas masuk ke dalam mobil dan menempati kursi kemudi.


Sebelum menyalakan mesin mobilnya, terlebih dahulu Ares menghubungi Yuta untuk membawa Kayla ke perusahaannya. Setelah itu, barulah ia menyalakan mesin mobil, hingga mobilnya melaju pelan meninggalkan tempat tersebut.


"Ingat Ares, aku tetap ingin bercerai darimu!" ucap Violet dan terdengar tak ada tawar menawar lagi.


Ares mengepalkan tangannya dan tidak suka mendengar ucapan Violet yang lagi-lagi mengatakan ingin bercerai darinya


Akan ku buat kau tidak mengucapkan kata-kata itu lagi. Batin Ares penuh keyakinan.


Hanya 30 menit perjalanan, mobil yang membawa mereka sampai di perusahaan AR Group. Bersamaan pula Yuta baru juga sampai.


Tampak Yuta sudah bersama Kayla, karena ia begitu mudah menemukan wanita itu. Kebetulan Kayla berada di restoran dekat dari perusahaan AR Group.


"Bawa wanita itu keruanganku!" ucap Ares dingin dengan tatapan membunuhnya.


Kayla bergidik ngeri melihat tatapan Ares yang sangat menakutkan. Baru kali ini ia melihat tatapan pria itu yang langsung meruntuhkan sikap percaya dirinya dan kini tergantikan dengan perasaan takut setelah berada di dalam ruangan Ares.


Tampak Ares duduk di kursi kebesarannya sambil mendekap hangat tubuh Violet. Ia melakukannya dengan sedikit kasar agar Violet duduk di pangkuannya.


Sementara Violet sendiri merasa risih. Ia ingin menghajar habis-habisan wajah menyebalkan Ares.


"Ares, aku sangat merindukanmu!" ucap Kayla tersenyum manis dan Ares tidak menimpali ucapannya.


"Kemarilah! aku ingin mendengar langsung apa yang sudah kau katakan kepada istriku." ucap Ares dingin.


Yuta langsung mendorong tubuh Kayla hingga membuat Kayla jatuh bersimpuh tepat di hadapan Ares.


"Ares!" ucap Kayla.


Ares langsung menggebrak meja kerjanya dengan tatapan tajam, membuat Kayla terlonjat kaget. Apalagi ia sudah mendapatkan ancaman tak main-main dari pria itu. Kesepuluh jemari tangannya akan dipotong habis jika ia tak berkata jujur.


"Akui kesalahanmu! sebelum kesabaran ku habis!." ucap Ares dingin lalu mencium ceruk leher Violet, membuat Violet kegelian dan ingin mencakar seluruh wajah Ares, namun sayangnya tangannya sedang diborgol.


"Ak-aku... bukan kekasih Ares, foto tadi semuanya palsu. Aku melakukan semua itu karena aku sangat mencintai Ares. Aku ingin memilikinya." ucap Kayla menunduk.


Sementara Violet terkejut bukan main mendengar pengakuan wanita asing itu.


Bersambung.....