
Suara tembakan terus menggema dan saling bersahut-sahutan di tempat tersebut. Ares begitu menggila membantai seluruh anak buah Tao tanpa ampun. Tak membiarkan satu orangpun lolos dari kekejamannya.
"Hancurkan tempat ini tanpa sisa!. Jangan biarkan satu orangpun lolos, mereka semua harus mati!" teriak Ares dengan amarah menggebu-gebu kepada anak buahnya.
"Baik tuan" ucap salah satu anak buahnya.
Pertempuran masih terus berlanjut, menembak mati seluruh anak buah Tao tanpa ampun. Beberapa anggota The Hunter bergerak cepat melakukan perintah tuannya. Beberapa dari mereka menyiramkan solar oplosan yang memang di produksi di tempat itu pada bangunan yang bermaterial kayu tersebut.
Sementara itu, tampak Yuta keluar dari gudang setelah selesai menyiksa Kayla tanpa ampun. Namun yang menyita perhatian seorang Ares adalah orang kepercayaannya itu menggendong anak perempuan yang kurus kerempeng layaknya anak itu kekurangan gizi.
Mendadak ia merasakan perasaan iba melihat anak perempuan dalam gendongan Yuta. Ia ingin bertanya, namun diurungkan ketika melihat salah satu anak buah Tao yang terkapar di halaman gudang kembali bergerak.
Dengan sigapnya Ares langsung melepaskan tembakan, menembak mati anak buah Tao. Tak ada yang bisa lolos darinya.
Sedangkan Yuta terlihat begitu melindungi anak perempuan dalam gendongannya yang di temukannya bersembunyi di dalam drum.
Ares kembali mengamati disekelilingnya dengan mata elangnya, melihat cara kerja anak buahnya. Setelah itu, salah satu anak buahnya datang menghampirinya lalu menyerahkan alat pemantik api kepada tuannya dengan penuh hormat.
Dengan cepat Ares langsung mengambil alat pemantik api dari tangan anak buahnya. Dia mencengkeram kuat alat pemantik api sambil menggertakkan giginya yang sedang diselimuti amarah.
Tanpa basa-basi, Ares langsung menyalakan alat pemantik api lalu melemparkannya ke belakang, tepatnya kearah bangunan kayu.
Byaarrrrr
Seketika api langsung berkobar melalap bangunan kayu tersebut. Ares dengan santainya melangkah lebar menuju helikopternya, sedang di belakang sana si jago merah begitu brutalnya melalap bangunan tersebut, melalap habis seluruhnya termasuk sosok Kayla yang sudah mengenaskan di dalam sana.
Ledakan terus terjadi beberapa kali dari tempat produksi bahan bakar oplosan, membuat api semakin berkobar dahsyat menghanguskan dengan cepat bangunan bermaterial kayu di dalam hutan tanpa sisa.
Asap hitam semakin mengepul hebat di udara sebagai bukti bahwa tempat tersebut sudah di luluhlantahkan oleh seorang king Mafia.
Setelah memastikan semuanya sudah hancur, barulah Ares lekas naik ke atas helikopter, dimana anak dan istrinya sudah naik terlebih dahulu. Setelah semuanya sudah lengkap, barulah 3 helikopter mulai terbang tinggi meninggalkan tempat tersebut.
Diluar dugaan, sebuah helikopter yang juga akan mendekat dari arah berlawanan memilih terbang rendah, lebih tepatnya bersembunyi di saat mengetahui ada helikopter lain juga berada di dalam hutan.
Apalagi melihat kobaran api semakin besar menghancurkan markasnya di tengah hutan.
"Bos, apa yang harus kita lakukan?" tanya sang pilot.
"Putar balik, aku tidak ingin mengambil resiko" ucap pria berkacamata hitam kepada pilotnya.
"Baik bos." balasnya dengan penuh hormat.
Kemudian sang pilot melakukan perintah bosnya. Namun tiba-tiba saja terjadi hujan peluru terus mengarah ke helikopternya.
"Shittt!" umpatnya marah melihat orang-orang yang menyerangnya, mereka semua adalah anggota The Hunter yang berada dalam dua helikopter tempur.
Pria berkacamata hitam dan satu anak buahnya langsung balik menembaki dua helikopter yang menyerangnya membabi-buta.
Dor
Dor
Dor
Satu anggota The Hunter terjatuh dari atas helikopter, sedang helikopter yang ditumpangi oleh pria berkacamata hitam baling-balingnya rusak parah mengakibatkan helikopter itu menjadi oleng dan mulai terbang tak tentu arah.
Hal itu menjadi kesempatan emas bagi Yuta yang sedang memimpin pasukannya. Yuta langsung melemparkan granat kearah helikopter tersebut dan lemparannya tepat sasaran mengenai badan helikopter dan seketika itu pula helikopter langsung meledak menghancurkan isinya beserta penumpangnya.
"Yes, berhasil!"
Yuta menyeringai licik berhasil menghancurkan helikopter tersebut. Awalnya ia tidak menduga jika ada helikopter lain yang juga memasuki kawasan hutan selain anggota The Hunter berarti itu adalah musuhnya. Dan benar saja Instingnya tidak pernah salah.
"Ayo berangkat" perintahnya kepada pilot yang bertugas mengemudikan helikopter.
Kedua unit helikopter kembali terbang tinggi meninggalkan tempat tersebut.
*
*
*
"Sayang, bagaimana kondisi Aufar?"
"Dokter sudah menanganinya, sekarang dia mencarimu" ucap Violet dengan mata sembab. Itu semua karena ia terlalu lama menangis melihat buah hatinya terluka.
Ares menghembuskan nafas lega sembari mengangguk mengikuti langkah kaki Violet masuk ke dalam kamar si kembar.
Terlihat Aufar berbaring di atas ranjang. Kedua tangan dan lututnya di balut kain perban. Sementara itu, Aaron duduk di kursi sembari menunjukkan mainan kesukaan kembarannya guna untuk menghiburnya.
Karena semenjak pulang ke rumah, Aufar tidak banyak bicara dan tampak murung. Hal itu membuat kembarannya berinisiatif menghiburnya. Namun usahanya gagal total.
Ares tersenyum melihat anak kembarnya, ia mendekat dan langsung mencium kening anak kembarnya secara bergantian.
Aufar tidak membiarkan ayahnya pergi, anak berusia lima tahun itu kembali berhambur memeluk ayahnya dengan tubuh bergetar, seolah hal yang dialaminya masih membekas tajam dalam ingatannya.
"Aufar takut, Daddy" ucapnya pelan.
"Jangan takut, nak. Semuanya baik-baik saja, jadikan hari ini sebagai pelajaran untukmu" ucap Ares dengan nasihatnya sambil mengelus punggung anak bungsunya.
"Baik, Daddy. Aufar anggap hari ini adalah pelajaran yang harus selalu kuingat" ucap Aufar dengan anggukan kepala.
"Ingat yang baiknya saja diks, yang buruknya buang jauh-jauh" sahut Aaron lalu ikut memeluk ayahnya.
"Nah, betul yang dikatakan oleh Aaron. Ibaratnya hari ini Aufar lagi mimpi buruk" ujar Violet sembari duduk di pinggir ranjang.
"Sekarang waktunya Aufar makan, biar jadi anak yang kuat dan hebat" ucap Violet disertai pujian sembari memegang mangkuk berisi bubur ayam kesukaan Aufar.
Aufar melepaskan pelukannya, lalu menoleh kearah ibunya. Pandangannya kembali beralih pada semangkuk bubur ayam di tangan ibunya, ia bahkan sampai menelan ludahnya mencium aroma bubur ayam yang seketika membuat perutnya kerongkongan.
"Buka mulutmu, nak. Karena mommy yang akan menyuapi mu" ucap Violet lemah lembut sambil memamerkan gigi ratanya.
"Mommy, kenapa hanya Aufar yang makan, kenapa kalian tidak makan?" tanya Aufar sebelum menerima suapan dari ibunya.
Ares tersenyum dan begitu gemes mendengar ucapan anaknya. Ia lantas mendudukkan putra bungsunya di pangkuannya.
"Karena mommy dan Daddy masih kenyang, nak. Dan Aaron baru saja selesai makan." jelas Violet.
"Ya, Aufar, sekarang kau harus makan, jangan sampai kau jatuh sakit. Siapa yang akan memainkan semua mainan ini" timpal Aaron kembali membujuk kembarannya.
"Baiklah.... mommy, suapi Aufar yang banyak." ucap Aufar dengan antusiasnya.
"Tentu sayang" ucap Violet tersenyum sembari menyuapi anaknya.
Mereka tak henti-hentinya menghibur Aufar semata-mata untuk membuatnya melupakan kejadian hari ini.
Tidak hanya itu, Aufar sempat menanyakan keberadaan teman barunya dan ayahnya mengatakan bahwa teman barunya sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Aufar senang mendengarnya, akhirnya Emma keluar dari tempat menyeramkan tersebut. Kapan-kapan ia akan mengunjungi teman barunya. Hingga akhirnya ia tidur nyenyak setelah minum obat.
Ares dan Violet saling pandang hingga mereka kembali fokus memandangi wajah anak kembarnya yang terlelap.
"Terima kasih sudah melindungi anak-anak." ucap Violet.
"Ini sudah menjadi tugasku sayang, aku ayahnya dan akan terus melindunginya, kalau perlu nyawaku yang menjadi taruhannya." ucap Ares dengan tatapan hangatnya lalu mencium kening Violet, membuat Violet tersenyum tipis sambil mengelus rahang kokohnya.
"Kau suami sekaligus ayah yang hebat bagi anak-anak. Aku semakin mencintaimu, Ares. Aku janji akan merawatmu dan menjagamu sampai hari tua." ucap Violet dengan tatapan penuh cinta.
"Terima kasih, sayang. Aku tidak salah memilihmu menjadi ibu dari anak-anakku. Akupun semakin mencintaimu dan akan terus mencintaimu hingga akhir hayatku" ucap Ares menunduk menatap wajah cantik istrinya. Kemudian Ares menarik Violet masuk ke dalam pelukannya. Mereka saling mencintai, menyayangi dan tak bisa terpisahkan.
Kehidupan pernikahan Ares dan Violet terus berjalan, walau terkadang rintangan masih saja menghalanginya. Sementara anak kembarnya menjadikan setiap masalah yang dihadapinya sebagai pelajaran hidup dan mengambil setiap hikmahnya.
Hari ini dan masa mendatang semakin berat lagi yang akan dihadapi oleh anak kembarnya. Untuk itu, mereka mendidiknya dengan baik dan memberikan banyak bekal tentang kejamnya dunia yang harus mereka hadapi kedepannya.
*
*
TAMAT..
Terima kasih untuk seluruh teman-teman yang selalu memberikan dukungannya. Baik berupa, like, hadiah, komen dan vote nya selama ini, author sangat berterima kasih🙏
Akhir kata, sampai jumpa di lain kesempatan 🤗🙏