King Mafia and Queen Mafia

King Mafia and Queen Mafia
Menikmati peran



Persalinan Violet berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala sedikitpun. Semua anggota keluarga begitu senang atas kelahiran bayi kembarnya.


Setelah beberapa jam kemudian, Violet sudah keluar dari ruang operasi. Sekarang ia menempati ruang perawatan VIP yang sangat luas dengan fasilitas lengkap. Dan bayi kembarnya yang belum lama ini ia lahirkan juga berada di ruangan tersebut yang masih dalam pengawasan suster.


Tampak Violet menempati ranjang pasien, dimana Ares senantiasa mendampinginya. Ares terus berada disampingnya dari persalinan sampai istrinya berada di ruangan VIP tersebut.


"Ares!" panggil Violet dengan suara serak.


"Iya sayang" ucap Ares dengan mata berkaca-kaca bahkan rona wajahnya memancarkan kebahagiaan.


"Bayi Kita" ucapnya tersenyum dengan tatapan sendu.


"Jangan banyak gerak dulu, sayang. Anak-anak baik-baik saja, mereka lahir dengan selamat dan sehat. Sekarang mereka menempati boks bayi." jelas Ares dengan tatapan hangatnya. Membuat Violet merasa tenang mendengar tentang bayinya.


"Sayang, terima kasih. Kau sudah berjuang untuk anak-anak kita, kau sungguh istriku yang hebat, aku sangat mencintaimu." ucap Ares lalu mencium keningnya dengan mesra dan Violet hanya menarik senyuman disudut bibirnya.


Oeeekk...Oeekkk


Tiba-tiba salah satu bayi kembarnya menangis dengan keras, membuat Violet maupun Ares langsung mengalihkan pandangannya kearah bayinya.


Ares bergerak menghampiri bayinya, lalu mengambil bayinya yang tengah menangis setelah suster memintanya untuk menggendongnya.


Mata Ares berkaca-kaca menggendong salah satu bayinya dengan penuh kasih sayang. Mendadak bayi dalam gendongannya berhenti menangis.


"Aku ingin menggendongnya Ares." ucap Violet merasa iri melihat suaminya menggendong bayinya. Pasalnya ia yang melahirkan, namun belum juga bisa mendekati apalagi menggendong bayinya.


Ares tersenyum mendengar ucapan Violet, ia lalu menghampirinya. Kemudian Ares meletakkan si kembar tepat di samping ibunya.


Seketika Violet tersenyum merekah mendekap hangat salah satu bayi kembarnya. Air matanya bahkan menetes dengan sendirinya dengan hati yang sangat bahagia, seolah seisi dunia menjadi miliknya.


"Kau sudah menyiapkan nama untuknya?" tanya Violet tersenyum memandangi wajah bayinya yang masih memerah namun terlihat sangat tampan.


"Hemm, bukankah kita sudah menyiapkan nama anak-anak jauh-jauh hari. Kita akan memberinya nama setelah mereka pulang ke rumah." ucap Ares dengan idenya.


"Aku sangat setuju" sahut Violet tersenyum manis.


*


*


*


Violet dan bayi kembarnya sudah diperbolehkan pulang ke rumah setelah menjalani perawatan selama tiga hari.


Kedua orang tua Ares dan kedua orang tua Violet menyambut hangat kepulangan mereka dengan sangat gembira. Sementara Daisy bersama keluarga kecilnya hanya mampu mengirimkan hadiah untuk si kembar begitu halnya dengan Victor yang begitu sibuk dengan pekerjaannya. Tapi, kapan-kapan mereka akan berkunjung untuk menemui si kembar.


Sementara Evan dan Aileen juga tidak bisa berkunjung ke negara xxx untuk melihat si kembar, mengigat kondisi Aileen juga tengah hamil besar, jadi merekapun hanya mampu memberikan selamat dan kado spesial untuk si kembar.


Ares sudah menyiapkan kamar khusus untuk bayi kembarnya dan segala perlengkapan bayi kembarnya sudah disiapkan dengan baik di dalam kamar tersebut.


Nyonya Viona dan Nyonya Laurent mulai membantu Violet mengurus si kembar. Mereka belum ingin menyewa jasa babysitter untuk mengurus cucunya. Sedangkan Violet juga tidak ingin bayinya di asuh oleh babysitter. Biarlah dirinya seorang yang sibuk mengurus si kembar.


"Lalu siapa nama cucu kembarku?" tanya Nyonya Laurent setelah berhasil mengganti pakaian salah satu cucu kembarnya.


Sementara nyonya Viona juga melakukan hal yang sama, ia pun turun tangan mengganti pakaian si kembar. Karena Violet sedang berada di ruang ganti yang juga tengah dibantu oleh Ares berganti pakaian.


"Mereka masih belum ingin mengumumkan nama cucuku." ucap Nyonya Viona tersenyum membaringkan si kembar di tempat tidur bayi.


"Mama sangat ingin tahu nama si kembar." ucap Ares yang tengah menggandeng tangan Violet.


"Iya nak, cepat katakan." pinta Nyonya Laurent dan begitu ingin tahu nama cucu kembarnya.


Ares dan Violet mendekati tempat tidur bayinya. Mereka tersenyum melihat bayi kembarnya kembali tertidur.


"Wah nama cucuku sangat bagus, Aaron dan Aufar. Kau bahkan menyelipkan nama keluarga besar kita nak" ucap Nyonya Laurent tersenyum jenaka.


Violet hanya mampu tersenyum melihat tingkah ibunya dan ibu mertuanya yang begitu heboh dengan bayi kembarnya.


*


*


*


Hari-hari Violet dan Ares semakin berwarna berkat hadirnya bayi kembarnya dalam kehidupannya. Baik Ares dan Violet sangat menikmati perannya sebagai orang tua.


Mereka saling bekerjasama mengurus si kembar. Untungnya orang tuanya senantiasa membantunya mengurus si kembar. Maklum mereka masih awam dalam urusan mengurus bayi.


Namun, hari ini Ayah dan ibu Ares memutuskan pulang ke negara xxx karena urusan pekerjaan, maklum lah mereka orang sibuk. Kurang lebih dua minggu mereka menginap di rumah putranya dan menemani cucu pertamanya.


"Kapan-kapan kami akan datang menemui si kembar. Oh aku bahkan tidak bisa pergi meninggalkan cucuku." ucap Nyonya Laurent sedih lalu memeluk Violet.


"Si kembar pasti merindukan kalian." ucap Violet tersenyum.


Nyonya Laurent melepaskan pelukannya lalu bergerak memeluk putranya.


"Bantu istrimu mengurus si kembar." ucap ibunya dengan nasihatnya.


"Iya, pasti mama" ucap Ares dengan anggukan kepala.


"Benar yang dikatakan mamamu Ares. Kau seorang ayah dan harus bisa melakukan segalanya, termasuk menjaga anak-anak mu. Sekarang kau memiliki keluarga kecil dan tanggungjawab penuh untuk menjaga istri dan anak-anakmu. Karena anak dan istrimu adalah kebahagiaanmu, tapi kau harus bisa membahagiakan mereka juga." ucap Tuan Alex sambil menepuk pundak putranya.


"Iya Papa." ucap Ares mengangguk paham.


"Mama dan papa akan sering-sering menghubungi kalian untuk menanyakan tumbuh kembang si kembar. Kalau begitu kami pergi dulu." ucap Nyonya Laurent berpamitan. Kemudian mereka bergegas masuk ke dalam mobil.


"Hati-hati mama, papa." ucap Violet sambil melambaikan tangannya.


Mobil yang membawa tuan Alex dan Nyonya Laurent mulai melaju meninggalkan kediamannya.


Ares dan Violet kemudian melangkah masuk ke dalam rumah. Mereka bergegas ke kamar bayi kembarnya. Kebetulan kedua orang tua Violet sedang menjaga si kembar.


"Violet, Aaron sudah lapar, cepat berikan dia ASI." ucap ibunya.


"Baik mommy." sahut Violet kemudian mulai menyusui bayinya.


Sementara Ares memilih duduk di samping ayah mertuanya yang tengah membaca koran. Merekapun saling mengobrol bersama membahas tentang bisnis.


****


Setiap malam Ares dan Violet begadang mengurus bayi kembarnya. Karena kadangkala si kembar terbangun saat sedang lapar atau harus ganti popok.


Namun mereka tetap menikmati perannya sebagai orang tua untuk si kembar.


"Ares, tolong ganti popok bayi Aaron, dia habis pop." ucap Violet, karena tengah menyusui baby Aufar.


"Oke sayang." ucap Ares dan segera mengganti popok bayinya.


Awalnya Ares tidak tahu mengganti popok bayinya, namun seiring berjalannya waktu ia sudah pandai melakukannya.


"Huhh, akhirnya selesai juga." Ucap Ares dan Violet dengan kompaknya setelah selesai mengurus bayi kembarnya.


Mereka saling melempar senyuman sambil merangkul mesra memandangi wajah bayi kembarnya yang tampak tertidur pulas.


Bersambung.....