King Mafia and Queen Mafia

King Mafia and Queen Mafia
Siapa mereka?



"Pergi dari kediamanku!" ucap Ares dengan tatapan sulit diartikan.


"Aku datang untuk menjemput tunanganku!" ucap Evan dengan nada tegas.


"Kau bukan lagi tunangannya, perlu kau ingat.. Aku adalah suaminya." ucap Ares dengan nada penekanan di akhir kalimat.


"Jaga bicaramu tuan!. Anda pikir aku akan percaya dengan ucapan anda barusan? Salah besar! bagaimana bisa anda menikahi secara paksa tunangan ku!. Ibaratnya anda sedang merebut milikku dengan cara yang salah dan aku mengganggap anda hanyalah seorang pecundang yang tidak menghormati keluarga tunangan ku! bahkan sampai mengaku-ngaku sebagai suaminya. Lupakan semua lelucon mu itu dan jangan halangi aku untuk membawa tunangan ku pergi" tegas Evan sambil menunjuk ke arah Ares.


"Aku mengatakan sejujurnya, karena apapun yang aku inginkan, selalu aku dapatkan dengan mudah, termasuk menikahi Violet. Sekarang dia sudah resmi menjadi istriku dan aku tidak akan membiarkanmu membawa istri ku pergi. Apa kau tidak tahu siapa aku hah!" ucap Ares dengan tatapan tajam dan kembali mengingatkan pria itu tentang siapa dirinya yang memiliki kekuasaan di negara itu dan mampu mendapatkan apa yang diinginkannya.


"Aku tidak tertarik untuk mengetahui identitas anda. Aku datang kemari hanya untuk menyelamatkan tunangan ku." ucap Evan apa adanya.


"Berdebah sialan!"


Mendadak amarah Ares membuncah dan langsung mencengkeram kuat kerah kemeja Evan. Tak mau kalah Evan juga balik mencengkeram kuat kerah baju Ares. Hingga terjadi aksi tegang di antara mereka.


Violet yang melihat pertengkaran mereka hanya mampu menjadi penonton tanpa ingin melerainya.


Ketika Ares akan melayangkan pukulan ke wajah pria itu, mendadak ia merasakan perasaan aneh melihat lebih dekat manik mata pria itu yang hampir menyerupai manik matanya.


Sementara itu, Evan pun merasakan hal yang sama yang sedang dialami oleh Ares. Ia tidak bisa menggambarkan perasaannya seperti apa. Namun ia seolah memiliki ikatan batin dengan pria yang sedang bersitegang dengannya.


Mereka saling pandang dengan tatapan membunuh, bahkan kedua tangan mereka masih mencengkeram kuat kerah baju masing-masing.


Ares menghilangkan jauh-jauh perasaan aneh yang sedang ia alami. Ia tidak boleh terpengaruh akan kemiripan wajah pria itu dengan wajahnya. Ia harus menghabisi pria itu dengan kedua tangannya.


Bughhhh


Tiba-tiba Ares melayangkan pukulan keras ke wajah Evan, membuat tubuh pria itu sempat terdorong ke belakang. Kemudian Ares kembali mendekati Evan, sontak Evan langsung berdiri tegak untuk membalasnya dengan tangan di kepal kuat.


Dor


Terdengar suara tembakan dari luar gerbang utama, membuat Ares dan Evan kompak mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara. Tidak hanya itu, Violet yang berdiri di dekat pintu juga mulai penasaran dengan suara keributan di luar gerbang.


Siapa yang datang? jangan-jangan itu Daddy. Aku harus melihatnya sendiri. Batin Violet antusias.


Mereka terkejut mendengar suara perkelahian di luar gerbang. Apalagi sampai mendengar suara tembakan beberapa kali.


Siapa mereka? beraninya mereka menyerang kediamanku. Batin Ares marah.


Hal itu tak luput perhatian dari Nyonya Laurent dan Oma Meggy. Mereka lantas bergegas keluar dari kamarnya masing-masing untuk melihat situasi di luar.


"Mommy"


"Laurent" panggilnya bersamaan saat baru saja keluar dari kamar.


"Biar Laurent yang melihat situasi di luar mommy. Sebaiknya mommy tunggu disini. Aku tidak ingin sesuatu terjadi kepada mommy. Apalagi di luar sedang terjadi keributan." ucapnya dengan tatapan memohon. Sungguh wanita paruh baya itu mengkhawatirkan kondisi ibunya dan tidak ingin ibunya sampai kenapa-kenapa.


"Baiklah, sana periksa nak. Jangan sampai terjadi sesuatu kepada Ares, mommy sangat mengkhawatirkannya." ucap ibunya cemas dan Nyonya Laurent hanya menanggapinya dengan anggukan kepala.


Kepala pelayan dan tiga pelayan wanita yang sedang bekerja di dapur juga terkejut mendengar suara keributan di luar, mereka segera menghampiri majikannya yang terlihat sedang mengobrol di ruang tamu.


Tiba-tiba saja jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya. Apakah ia sedang sakit jantung, karena terkejut mendengar suara keributan di luar. Ataukah itu sebuah pertanda firasat buruk, dimana keluarganya akan berada dalam masalah, pikirnya.


Sementara itu, Violet berjalan dengan santainya melewati Ares dan Evan yang masih fokus memandang keluar gerbang. Hingga rombongan tuan Keynand berhasil masuk melewati gerbang utama. Sepertinya mereka berhasil melumpuhkan para penjaga yang berjaga-jaga di gerbang utama.


Para penjaga kembali berlarian menghadang rombongan tuan Keynand. Bersamaan pula Yuta bersama anggota The Hunter baru saja sampai di kediaman ketuanya mengunakan minibus sehabis mengantar pesanan senjata api. Mereka bergerak cepat untuk melawan orang-orang yang mencoba memporak-porandakan kediaman ketuanya, hingga terjadi aksi perkelahian di halaman rumah.


Nyonya Laurent yang berada di teras rumah terlonjat kaget dan samar-samar melihat situasi di halaman rumahnya terjadi aksi perkelahian. Ia tidak tahu harus berbuat apa, namun ia harus memastikan bahwa putranya baik-baik saja.


Sementara Ares yang melihat Violet berlari menuju rombongan orang yang baru saja masuk di kediamannya lantas bergerak cepat menyusul Violet, begitu halnya yang dilakukan oleh Evan bergegas menyusul mereka.


Tanpa basa-basi Ares langsung mengeluarkan pistolnya dari balik pinggangnya dan melangkah lebar untuk menangkap tubuh Violet. Namun insting Violet begitu kuat hingga mampu menyadari seseorang mengikutinya.


Violet berbalik badan, lalu melempar belati kecilnya ke arah Ares. Untungnya dengan cepat Ares menghindar. Violet geram dan kembali mengeluarkan belati kecilnya yang selalu ia bawa-bawa dengan beberapa jenis, lalu kembali mengulanginya melempar ke arah Ares hingga belati kecil itu hampir saja mengenai lengan kiri pria itu.


Tapi Ares tak kenal takut, ia terus maju mendekati Violet dan tanpa basa-basi langsung meringkus tubuh Violet layaknya tersangka pencurian yang mencoba kabur.


Violet langsung memberontak untuk lepas. Namun sayangnya, Ares langsung memborgol sebelah tangan Violet dengan sebelah tangannya juga.


"Apa yang kau lakukan! Lepaskan aku!" geram Violet sembari mencoba melepaskan borgol tersebut.


"Aku tidak ingin kau kabur dariku." sahut Ares dengan tegasnya.


"Lepaskan dia!! kau hanya perlu melawanku" ucap Evan tak main-main dan langsung menyerang Ares.


Dengan sigap Ares langsung meladeninya dan sama sekali tidak kesulitan saat pergelangan tangannya sengaja ia borgol bersama Violet.


Ketika Ares menghindari pukulan Evan, tubuh Violet ikut terombang-ambing kesana kemari mengikuti gerakan tubuh Ares. Violet menjadi geram dan ikut membantu Evan melawan Ares, tapi sayangnya teknik bela diri pria itu sangat mumpuni dan tidak bisa dianggap remeh.


Tuan Keynand dan tuan Alex mengalihkan pandangannya kearah mereka yang sedang melakukan perkelahian. Kemudian pria paru baya itu melangkah cepat menghampiri mereka.


Bughhhh


Ares menghajar wajah Evan secara membabi-buta, bahkan sampai menendang perut Evan berulang kali hingga tubuh pria itu terlempar jauh.


Ares menyeringai licik lalu membidik pistolnya ke arah Evan, ia sudah siap menarik pelatuk nya untuk menembak mati pria itu. Namun Violet langsung menghentikan aksinya, wanita itu berusaha merebut pistol di tangan Ares.


Sontak Ares langsung mengunci tubuh Violet dan sebelah tangannya digunakan memegang tangan Violet untuk memegangi pistol nya yang siap menembak ke arah Evan.


"Selamat tinggal kawan" ucap Ares menyeringai lalu menekan tangan Violet untuk melepaskan tembakan.


Tuan Alex yang melihat itu langsung berlari untuk melindungi putranya.


Dor


"Ares!" teriak seseorang dengan histerisnya.


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejak 🤧