
"Terima kasih tante." ucap Kayla dengan seringai licik terpatri diwajahnya.
Bagus, selangkah demi selangkah aku bisa mendapatkan Ares. Batin Kayla menyeringai licik.
"Sama-sama, yang jelas kau harus berjuang keras untuk mendapatkan cinta dari Ares." ucap Nyonya Laurent dengan nasihatnya dan Kayla hanya mampu mengangguk menanggapi ucapan wanita paruh baya itu.
Mereka tampak asyik mengobrol, setelah itu mereka berjalan bersama-sama menuju teras belakang untuk melihat taman belakang yang dihiasi bunga-bunga bermekaran yang tampak indah untuk dipandang. Dan menjadi tempat favorit nyonya Laurent. Mereka sangat betah mengobrol sampai lupa waktu.
Sementara itu, juru masak dan pelayan wanita tengah sibuk memasak makanan untuk dihidangkan pada jamuan makan malam. Beberapa menu makanan sudah dihidangkan di atas meja. Dan lainnya masih sibuk memasak aneka menu masakan favorit sang tuan muda.
"Tante, kapan Ares pulang?" tanya Kayla karena suasana disekitarnya sudah mulai gelap.
"Mungkin Ares sudah pulang. Ayo Kayla, kita masuk ke dalam." ajak nyonya Laurent dan Kayla tersenyum dengan anggukan kepala.
Dan benar saja terlihat Ares sedang menuruni anak tangga dengan pakaian santainya. Mereka sempat berpapasan ketika Ares akan ke dapur untuk mengambil segelas air putih.
"Ares, jangan lupa bersiap-siap, karena orang tua Kayla sebentar lagi akan datang. Dan Oma mu juga sudah dalam perjalanan kesini." ucap ibunya mengingatkannya.
"Iya mama, aku tahu." ucap Ares dengan tatapan hangatnya lalu melangkah menuju kamarnya.
"Tante, aku ke kamar dulu." ucap Kayla dan Nyonya Laurent hanya mampu tersenyum dengan anggukan kepala mengiyakan ucapan Kayla.
Kayla begitu bersemangat berjalan ke kamar tamu. Ia harus tampil cantik malam ini, karena ini menjadi malam istimewa baginya. Dimana dirinya akan menjadi tunangan King Ares Robinson.
Sementara itu, Ares tampak mondar-mandir di dalam kamarnya. Ia menunggu Violet untuk menghubunginya, jangan sampai gadis itu hanya membohonginya perihal tawarannya.
Tlingg
Terdengar sebuah pesan masuk di ponselnya, Ares langsung memeriksanya hingga senyuman tipis tersirat di wajahnya saat membaca pesan singkat dari Violet.
Ares bergegas masuk ke ruang ganti untuk bersiap-siap. Ia akan menjemput Violet di salah satu hotel miliknya tempat gadis itu menginap.
Tak berselang lama kemudian, Ares sudah siap dengan setelan jas berwarna navy. Ia akan berangkat untuk menjemput Violet. Tapi sebelumnya, lagi-lagi ia melihat penampilannya di dalam cermin guna memastikan penampilannya sendiri. Entah mengapa ia ingin terlihat sempurna di depan gadis galak itu.
Ares tersenyum puas sambil mengusap rambutnya yang klimis ke belakang. Setelah itu, ia melangkah lebar keluar dari kamarnya. Langkahnya begitu terburu-buru menuruni anak tangga, hingga Oma nya yang baru sampai mengerutkan keningnya melihat tingkah laku cucunya.
"Ares, kau akan pergi?" tanya Oma nya. Karena melihat cucunya memegang kunci mobil.
"Iya Oma. Aku ada urusan di luar, tapi cuma sebentar." ucap Ares sambil menghampiri Oma nya, lalu mencium pipi Oma nya dengan penuh kasih sayang. "Tunggu aku pulang Oma." tambahnya sembari mencium punggung tangan Oma nya, lalu melenggang pergi.
"Ares, Ares! astaga anak itu, mau kemana lagi dia." ucap Oma nya sambil menatap kepergian sang cucu.
"Kenapa mommy terus memanggil nama Ares, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya nyonya Laurent kepada ibunya.
Wanita tua bernama Oma Meggy itu (Ibu nyonya Laurent) hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Oh itu, putramu ada urusan sebentar diluar." jelas Oma Meggy.
"Bagaimana bisa mommy membiarkan Ares pergi, sementara orang tua Kayla sebentar lagi sampai. Jangan sampai anak itu kembali berbuat ulah." ucapnya cemas, mengingat kelakuan putranya yang tak bisa diatur.
"Biarkan saja Laurent, lagian Ares sudah mengatakan hanya sebentar. Jadi jangan khawatir, dia tidak akan mengecewakanmu." ucap Oma Meggy tersenyum dan tidak ingin ambil pusing dengan kelakuan cucunya.
"Mommy selalu saja membelanya." timpalnya dengan raut wajah cemberut. Kemudian nyonya Laurent memilih ke ruang makan untuk memastikan kembali pekerjaan para pelayan.
"Ya Tuhan, sampai kapan aku harus menyembunyikan rahasia besar dalam keluargaku." gumamnya hingga air matanya menetes dengan sendirinya. "Aku sudah tidak kuat lagi menyimpannya rapat-rapat. Laurent dan Ares harus tau yang sebenarnya, aku tidak peduli jika harus mengingkari janjiku kepada mendiang suamiku. Yang jelas, aku harus memberitahu anak dan cucuku bahwa sebenarnya Ares memiliki saudara kembar." ucapnya terisak.
Sampai sekarang ia berada dalam lingkup penyesalan dan seolah terjebak dengan kehidupan yang begitu rumit dalam kehidupan keluarganya. Bukan tanpa sebab ia merahasiakan hal tersebut dari putrinya dan cucunya.
Tapi, ia terpaksa melakukannya dan menyimpan rapat-rapat rahasia tersebut demi kebahagiaan dan kehidupan baru putrinya sendiri.
Perlahan tangannya yang sudah keriput diulurkan untuk mengambil salah satu foto Ares saat masa balita yang terpajang di dinding.
"Aku sangat yakin kembaran mu sudah dewasa dan seumuran denganmu, nak. Maafin Oma karena harus memisahkan kalian." ucapnya terisak dan penuh sesal. Ia sudah tidak tahu lagi harus memperbaikinya darimana. Namun ia akan berusaha mencobanya.
Sehingga sebelum pernikahan Ares dilakukan, Oma Meggy akan mengatakan yang sejujurnya bahwa Ares memiliki saudara kembar dan juga seorang ayah yang masih hidup. Bukan ayah yang sudah mati yang selama ini sering dikatakan oleh ibunya.
Tok
Tok
Tok
Terdengar suara ketukan pintu dari luar hingga terdengar suara seseorang memanggilnya.
"Apa mommy ada di dalam!" teriak seseorang dari luar dan Oma Meggy sangat tahu betul siapa yang memanggilnya.
Buru-buru wanita tua itu mengusap kasar air matanya, lalu menyimpan cepat bingkai foto sang cucu di tempatnya semula. Setelah dirasa cukup tenang, ia memutuskan keluar dari ruang baca.
"Mommy! aku mencarimu kemana-mana. Karena orang tua Kayla baru saja sampai." ucap Nyonya Laurent kepada ibunya. Seketika ia mampu menghela nafas lega
"Ya sudah, kalau begitu kita harus segera menemui mereka." ucap Oma Meggy tersenyum dan Nyonya Laurent mengangguk cepat menanggapi ucapannya.
Mereka berjalan bersama-sama menuju ruang tamu untuk menemui tamu pentingnya.
*
*
*
Sementara mobil yang membawa Ares baru saja sampai di hotel AR. Ares bergegas turun dari mobil lalu mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Violet.
Hingga membuat kedua matanya terkunci melihat sosok gadis cantik berjalan melenggak-lenggok mendekat ke arahnya. Pandangan Ares tidak beralih dari wajah cantik gadis bergaun merah tersebut.
"Kau terlambat sepuluh menit!" ucap gadis itu dengan ketusnya dan tidak lain adalah Violet.
Ares sama sekali tidak menggubris ucapan Violet, ia masih saja terpesona melihat wajah cantik Violet, ditambah penampilan Violet yang sangat memukau malam ini.
"Hei! kenapa kau masih bengong!." ucap Violet sambil melambaikan tangannya ke depan wajah Ares, hingga membuat Ares gelagapan dan langsung melihat ke sembarang arah.
Violet berdengus kesal lalu berjalan ke arah samping untuk membuka pintu mobil Ares, kemudian bergegas masuk ke dalam mobil. Sedang Ares tersenyum tipis sambil geleng-geleng kepala menyadari tingkahnya yang sangat konyol di depan gadis galak itu.
Bersambung.....