
Ares dan Violet sama-sama terdiam, dimana posisi mereka masih berpelukan. Perasaan haru seketika menyelimuti mereka, hanya seminggu tak bertemu membuatnya rindu setengah mati.
Sekarang hati mereka tiba-tiba tak karuan dengan jantung terus berdetak kencang layaknya akan copot dari tempatnya. Ares semakin mengeratkan pelukannya dan ingin terus berada dalam posisi tersebut. Hingga membangkitkan sesuatu yang tersembunyi dalam dirinya.
Ares melonggarkan pelukannya, namun masih tetap melingkarkan kedua tangannya di pinggang Violet. Ia menatap wajah Violet dengan begitu intens. Posisinya sangat dekat sekali hingga hembusan nafas mereka begitu jelas menerpa wajahnya masing-masing.
Sementara Violet sendiri seolah terbius dengan ketampanan Ares, kenapa baru sekarang ia mengakui bahwa Ares sangat tampan jika dilihat dari jarak dekat seperti ini.
“Katakan sekali lagi bahwa kau sangat merindukanku, sayang.” Ucap Ares dengan tatapan hangat yang tak pernah surut dari wajah cantik istrinya. Sontak saja membuat wajah Violet bersemu merah bak kepiting rebus.
“Aku sangat merindukanmu, suamiku.” ucap Violet menunduk yang sedang malu-malu kucing.
Ares tersenyum mendengar ucapan Violet. Ia pun menyentuh dagu Violet, supaya mau menatapnya dan benar saja Violet mengangkat wajahnya hingga pandangan mata mereka bertemu.
Ares seolah bisa mendengarkan detak jantungnya sendiri maupun detak jantung Violet dengan posisi mereka tanpa jarak. Ia tidak bisa menahan untuk tidak mendekatkan wajahnya ke wajah Violet yang masih terpaku plus malu menatapnya..
Perlahan Ares memiringkan kepalanya dan benar-benar mendekatkan bibirnya, ia sudah tak tahan untuk mencium bibir Violet yang sedaritadi menggodanya, walau sekarang ia masih berada di tempat keramaian.
Saat bibir mereka akan menempel, tiba-tiba saja terdengar suara seseorang memanggil Violet, sontak Violet langsung mendorong dada bidang Ares dan segera mengalihkan pandangannya kearah sang empunya. Begitupun yang dilakukan oleh Ares.
Terlihat Hana melangkah menghampirinya dengan raut wajah memucat. Seolah sesuatu hal sedang terjadi.
"Apa yang terjadi Hana?" tanya Violet sambil mengubah posisi duduknya. Ares pun ikut mengubah posisi duduknya.
"Miss Violet, salah satu model kita mengalami insiden kecelakaan di belakang panggung. Kondisinya sangat parah, dia mengalami patah tulang ketika terjatuh dari tangga." ucap Hana menjelaskan.
"Apa! bagaimana bisa hal itu terjadi? terus bagaimana dengan kondisi modelnya?"
"Aku juga kurang tahu Miss. Sekarang model itu ditangani oleh pihak medis, padahal model itu menjadi penampil terakhir. Siapakah yang akan menggantikannya!" ucap Hana sambil menghela nafas berat.
"Jadi dia penampil terakhir?" tanya Violet memperjelas nya dan Hana hanya mampu mengangguk cepat sebagai jawabannya.
"Astaga, kalau begitu biar aku saja yang menggantikannya sebagai penampil terakhir. Aku tidak ingin acara fashion show ini berantakan dan tak berjalan lancar." ucap Violet dengan keputusan finalnya.
"Violet, kau yakin akan menggantikannya!" timpal Ares.
"Mau bagaimana lagi, seluruh tim termasuk aku dan kak Daisy sudah jauh-jauh hari mempersiapkan acara fashion show ini agar dapat terlaksana dengan lancar." sahut Violet.
"Ya sudah, lakukanlah sesuai keinginanmu sayang, aku tidak akan menghalangi mu. Aku mendukung keputusanmu" ucap Ares mendukungnya. Ia hanya mampu mengikuti keputusan yang sudah diambil oleh istrinya. Karena notabenenya istrinya adalah seorang model, tidak mungkin juga ia harus melarangnya untuk urusan genting begini.
Mereka melangkah bersama-sama ke ruang ganti, namun langkahnya terhenti saat melihat salah satu panitia acara menghampiri mereka.
"Maaf atas insiden yang baru saja terjadi nona. Kami sangat lalai dan kurang memperhatikan di sekitar." ucap pria berkemeja biru tua yang merupakan salah satu panitia penyelenggara acara.
"Lain kali aku tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali." ucap Violet dengan tegasnya.
"Baik nona, sekali lagi kami dari panitia penyelenggara meminta maaf yang sebesar-besarnya atas insiden yang menimpa model dari Agensi anda." ucap pria itu sambil membungkukkan badannya dengan penuh hormat di hadapan Violet.
"Sudahlah, semuanya sudah terjadi. Tidak ada yang bisa menebak kapan kecelakaan datang menghampiri kita, termasuk insiden yang baru saja dialami oleh model ku " ucap Violet dengan bijaknya.
Pria itu lalu pamit undur diri dari hadapan mereka.
"Violet, aku ada urusan sebentar. Tidak apa-apa kan jika aku tidak menemanimu ke..."
"Tidak apa-apa, Ares. Santai saja." potong Violet sambil mengelus lengan kekar Ares.
Sementara itu, Violet melangkah ke ruang ganti bersama Hana. Violet akan berganti pakaian, setelah itu bersiap-siap untuk tampil di atas catwalk memamerkan rancangan busana dari perancang ternama.
Kini Violet sudah mengenakan gaun mewah dari perancang ternama. Ia mulai melenggak-lenggok dia atas catwalk setelah menjadi penampil terakhir.
Penampilan Violet sangat memukau, ia terlihat begitu cantik dan anggun mempesona di atas catwalk. Hingga beberapa audience dan tokoh penting terus memuji kehebatannya, bahkan tak henti-hentinya mereka memuji kecantikan Violet yang bersinar seperti bintang di malam hari.
Hingga akhirnya acara fashion show itu berakhir dengan sangat meriah dan berjalan lancar berkat kerjasama dari semua pihak.
Ares sudah menunggu Violet di belakang panggung dengan sebuket bunga mawar merah di tangannya. Saat melihat kedatangan Violet yang baru saja keluar dari ruang ganti lekas menghampirinya.
"Selamat sayang, kau menjadi pemenangnya, kau berhasil membius semua orang atas penampilanmu." ucap Ares sembari menyodorkan buket bunga untuk Violet.
"Terima kasih, Ares." ucap Violet tersenyum manis menerima buket bunga dari Ares.
"Ayo, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat." ajak Ares lalu menggandeng tangan Violet.
"Kemana?" tanya Violet.
"Rahasia"
"Apa kau ingin mengajakku ke acara musik?"
Violet mulai menduga-duga. Karena beberapa model ingin menghadiri acara musik.
"Tidak, aku ingin mengajakmu dinner." jawab Ares tersenyum simpul.
"Emm ya sudah, ayo." ajak Violet antusias.
Mereka melangkah bersama-sama sambil bergandengan tangan menuju kabin kapal. Kebetulan Ares sudah mempersiapkan acara makan malam romantis sebagai ucapan maafnya kepada sang istri.
Kini mereka sudah berada di atas kabin kapal. Mata Violet berkaca-kaca melihat suasana kabin kapal sudah di dekorasi seindah mungkin hanya sekedar untuk dinner bersama.
Sepasang kursi beserta meja yang sudah dipenuhi aneka makanan kesukaan Violet sudah tersaji. Tidak hanya itu, pemain musik biola dan gambus beserta penyanyi aliran musik jazz akan mengiringi dinner romantisnya.
"Mari"
Ares menuntun Violet duduk di kursi, seketika musik biola dan gambus mulai terdengar syahdu diikuti suara merdu dan melengking dari penyanyi wanita.
Violet tersenyum merekah dengan mata berkaca-kaca, tanpa sadar ia langsung berhambur memeluk Ares. Baru kali ini ia mendapatkan sebuah kejutan istimewa dari orang yang mulai berarti dalam hidupnya.
"Apa kau senang dengan dinner romantis kita sayang?." tanya Ares dan Violet langsung mengangguk cepat dalam pelukannya.
Perasaan Violet saat ini sangat bahagia plus haru. Setelah itu, Violet melepaskan pelukannya dan langsung mencium bibir Ares.
"Aku mencintaimu, Ares." ucap Violet dengan entengnya yang baru menyadari perasaannya.
Ares hanya mampu tersenyum menawan mendengar penuturan istrinya. Jujur saja ia sangat bahagia, akhirnya Violet mencintainya. Ia kembali menarik tubuh istrinya masuk kedalam pelukannya.
Bersambung....
Untuk bab selanjutnya entar malam nyusul ya.