
New York memang terkenal dengan kota yang penuh keramaian, kota tersebut seperti tidak akan pernah mati akan kehidupan, bahkan selama 24 jam semua aktivitas di New York tidak akan pernah berhenti. Namun, ada satu pulau yang sulit diakses oleh sembarang orang, pulau tersebut jauh dari pusat keramaian, yaitu pulau Roosevelt Island.
Roosevelt island adalah pulau di east river New York yang terletak diantara pulau Mahattan dan Queens atau biasa dikenal dengan pulau long island. Roosevelt island menjadi salah satu lokasi pengasingan bagi orang yang ingin menjauhkan diri dari keramaian, termasuk salah satu wanita yang selama 4 tahun mengasingkan diri di pulau Roosevelt. Wanita itu nampak lusuh, kurus tak terurus.Ia seperti sudah pasrah dengan kehidupan, tidak ada siapapun di sana, hanya sesekali penjaga yang bertugas memberikan makanan dan asupan suplemen.
Sebenarnya ia tak ingin hidup berlama-lama dalam kondisi seperti ini, namun setelah aksi penculikan yang terjadi di kota Berlin - Jerman yang membuatnya harus berada dalam jerat penculikan dan penyanderaan. Wanita itu hanya menghabiskan waktu berdiam diri di kamar dengan sesekali menggambar pola desain fashion, kadang ia menangis ingin pergi, namun ia tidak tahu bagaimana caranya ia harus pergi. Jangankan untuk pergi, bahkan untuk mengenali dirinya sendiripun ia kesulitan.
Wanita itu sudah tidak mampu lagi mengingat siapa dirinya, serta bagaimana kehidupannya di masa lalu, bahkan orang orang terdekat yang ia cintai tidak mampu ia ingat. Mungkin semuanya akibat efek dari zat zat narkotika yang memiliki kandungan anti depresan, dan zat adiktif lainnya yang berdosis tinggi yang sudah banyak masuk ke dalam tubuhnya. Yang jelas wanita itu sering dihantui mimpi buruk tentang proses bagaimana dirinya sampai ke dalam vila terpencil di Roosevelt.
Dalam mimpinya menggambarkan kala itu ia sedang belajar perihal desain fashion di salah satu universitas ternama di Berlin, lalu sampai pada suatu hari ia menerima undangan pameran desain dari salah satu desainer ternama di Jerman, hingga akhirnya aksi penculikan itu terjadi, dan membawa ia hidup tiga tahun dalam jerat penyanderaan.
"Arjuna." bisik wanita itu dengan linangan air mata.
Setelah hampir 4 tahun berlalu akhirnya Claudia mampu mengingat pria yang paling ia cintai, ternyata yang dikatakan Mark pada Jenny memang benar adanya kalau Claudia masih hidup, karena Mark lah yang menjadi dalang dibalik penculikan Claudia.
Semua data identitas milik Claudia sudah Mark musnahkan, itulah yang menjadikan Claudia sulit untuk pergi dan melarikan diri.
"Tak pernahkah kamu mencariku Juna?" bisiknya dengan wajah tertunduk, serta nada suara bergetar menahan tangis.
Kembali Claudia memejamkan matanya, masih dengan posisi wajah tertunduk, namun kini ia teringat akan semburat wajah mungil nan pipi yang sedikit gempal, serta bola mata yang bulat hitam.
Clarisa...
Dituliskannya nama itu oleh Claudia, rupanya berangsur-angsur Claudia teringat akan kehidupannya di masa lalu.
"Clarisa,apa kabarmu Nak?" tanya Claudia dengan perasaan hancur.
"Kau pasti sudah tumbuh besar, dan sehat tanpa mamih." lanjut gumam Claudia.
Linangan air mata itu masih terus membasahi pipi Claudia, hingga akhirnya ia terpaksa harus menyeka air matanya ketika terdengar suara pintu kamarnya terbuka oleh seseorang, lalu Claudia pun bergegas meremas secarik kertas yang berisikan nama Arjuna dan Clarisa.