
"Akan aku pastikan, tidak akan ada satu titik tubuhmu yang terlewat dari seranganku sayang."
Kalimat itu benar-benar sukses membuat Jenny terkulai lemas di apartemen milik Arjuna. Serangan Arjuna sungguh luar biasa, pria itu seperti kesetanan menghabiskan malam pengantinnya.
Hanya dalam satu malam saja Arjuna sudah meminta lima kali untuk dilayani oleh Jenny. Wajar saja kalau pagi ini Jenny masih terkulai lemas di tempat tidur.
Arjuna sudah bangun lebih dulu, pria itu hanya tersenyum nakal menatap wanita yang sudah sah menjadi istrinya.
"Maafkan aku sayang. Semalam aku sudah sedikit egois."
Bisik Arjuna sambil mengelus puncak kepala Jenny.
"Aku tidak tahan dengan lekuk tubuhmu."
Ungkap Arjuna lagi. Kini pria itu hanya mengacak rambutnya kasar. Dia pun tak habis pikir mengapa hasratnya begitu kuat, energi pun seperti tidak ada habisnya.
Pria itu kini melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Arjuna sengaja tak ingin mengganggu tidur Jenny, karena dia tahu kalau tubuh Jenny masih terasa remuk redam akibat perbuatannya semalam.
•••
Cahaya yang menembus dari balik jendela apartemen menerpa wajah Jenny, membuat Jenny mengerjapkan kedua bola matanya.
Sudah siang. . . Cleo dimana?!
Batin Jenny mengatakan demikian. Wanita itu rupanya tidak terbiasa tidur tanpa putra tersayangnya. Disingkirkannya selimut yang menutupi tubuhnya, dan Jenny pun terkejut saat mendapati tubuhnya yang tak berbalut sehelai benang sedikitpun.
Kedua bola mata Jenny terbelalak saat melihat tubuhnya yang tak berbalut sehelai pakaian, lalu dililitkannya selimut putih yang tadi menempel.
"Selamat pagi istriku."
Sapa Arjuna yang sudah nampak segar dengan jeans santai selutut.
"Aku buatkan minuman jahe hangat untukmu sayang."
Ujar Arjuna lagi sambil menyodorkan secangkir minuman jahe hangat. Pria itu seperti mengerti kalau tubuh wanitanya masih terasa sakit akibat ulahnya.
Jenny masih terdiam, tak menghiraukan Arjuna. Entah mengapa Jenny merasakan kerinduan yang mendalam pada Cleo.
"Ada apa sayang? Kelihatannya kamu sedih."
Arjuna tidak sanggup melihat raut wajah Jenny yang murung.
"Aku merindukan Cleo."
Bisik Jenny tanpa menatap ke arah Arjuna.
"Cleo baik baik saja sayang."
Naluri ibu Jenny muncul di pagi ini, dirinya merasa menjadi sosok ibu yang egois dengan meninggalkan Cleo bersama Verlita dan juga Linda. Sementara Jenny justru asyik menikmati momen honeymoon.
Arjuna langsung membungkam bibir Jenny dengan jari telunjuknya.
"Sssst. . . Jangan berkata seperti itu. Ini momen kita, lagi pula Cleo baik baik saja."
Arjuna sudah memastikan kabar putranya pagi ini via video call yang Arjuna sambungkan ke kontak mamahnya yaitu Verlita.
"Tapi. . ."
"Ayo lah Jenn, sekali saja pikirkan kebahagiaanmu sendiri. Kebahagiaan kita berdua, aku jamin tidak akan terjadi apapun pada Cleo dan juga Clarisa. Kita nikmati momen honeymoon kita sayang."
"Tapi badanku terasa remuk semua Arjuna, dan itu karena ulahmu semalam!"
Jenny sedikit geram pada Arjuna yang menggempurnya tanpa ampun. Sementara Arjuna justru tergelak saat mendapati ekspresi wajah Jenny.
"Ah kamu juga suka aku serang terus."
Kilah Arjuna berusaha menyudutkan Jenny.
"Tapi gak begini juga Arjuna. Aku hampir mati kelelahan melayani hasrat kamu yang tak ada habisnya."
Arjuna hanya tertawa lepas mendengar ocehan Jenny.
"Apa kamu tahu sayang? Setiap kali aku bertemu denganmu aku selalu terbayang momen panas pertama kita di apartemen ini. Sorry kalau aku baru mengakuinya, jadi wajar saja kalau semalam aku gak mau berhenti."
Ternyata Arjuna semesum itu pada Jenny.
"Mesum!"
Umpat Jenny yang berusaha beranjak dari tempat tidur dengan langkah yang sedikit sulit menahan sakit.
Walau Jenny bukan gadis perawan, tapi tetap saja saat mengulang hubungan suami istri membuat Jenny merasakan sakit lagi. Mungkin karena terlalu lama Jenny tak tersentuh pria.
Saat Jenny berusaha berlari dari tempat tidur, Arjuna justru dengan sigap membawa Jenny ke dalam gendongan. Kemudian pria itu melangkah ke kamar mandi dengan posisi Jenny berada di pundaknya.
"Turunkan aku Juna!"
Teriak Jenny sambil meronta dan memukuli bahu Arjuna.
"Aku siap mandi lagi Jenn."
Bisik Arjuna dengan seringai nakalnya. Sepertinya aktivitas panas akan berlanjut di kamar mandi.
••••
Klik like ya 😅