Just My Ex Husband

Just My Ex Husband
Part 69 - Teratai pijar



"Bersiaplah Jenn."


Ujar Arjuna yang sibuk mengemasi beberapa barang ke dalam koper.


"Kemana?"


Tanya Jenny polos.


"Bali."


"Hah?!"


Jenny masih tak percaya.


"Honeymoon belum berakhir."


Kilah Arjuna lagi. Jenny berpikir kalau momen honeymoon akan ia nikmati sekedar di apartemen saja.


"Tapi. . . Aku masih lelah Juna."


Memang kenyataannya tubuh Jenny masih merasakan lelah akibat ulah Arjuna.


"Please Jenny, dont wanna hear anything about rejection."


Kali ini Arjuna menghentikan aktivitas packing. Pria itu menghampiri Jenny yang masih duduk santai di sofa.


"Enjoy our time Jenn."


Bisik Arjuna sambil menatap Jenny lekat, kemudian wajahnya ia dekatkan di ceruk leher Jenny.


"Mumpung tidak ada krucil sayang."


Bisikkan Arjuna terasa sangat menggelitik perut Jenny. Wanita itu tertawa lepas saat Arjuna berbisik di kalimat terakhir. Rupanya semua ini sudah direncanakan oleh Arjuna matang-matang.


•••


Suasana malam di Bali tepatnya di danau Batur Kintamani, menjadi saksi romantis sepasang pengantin.


Arjuna dan Jenny tengah asyik berada di tengah danau menyalakan lilin lilin beralaskan bunga teratai, membuat hamparan lilin tersebut mengapung dan berpijar di hamparan danau.


Pijar dari lilin semakin menambah kesan romantis, membuat Jenny dan Arjuna mengabaikan pria yang berjasa menjalankan perahu rotan yang mereka naiki.


"Terimakasih Arjuna sudah membawaku ke tempat ini."


Ungkap Jenny setelah melayangkan teratai terakhir di danau. Hati wanita itu merasakan bahagia tak terkira bisa berada di tempat sedamai ini.


Sementara Arjuna langsung mendekap tubuh Jenny dari belakang, merubah posisi duduknya, membuatnya lebih dekat dengan Jenny.


"Aku masih punya satu teratai lagi Jenn."


Pria tampan itu menyodorkan teratai dengan lilin yang masih utuh.


"Simpan saja."


Ujar Jenny yang sudah tak ingin menyalakan lilin teratai.


"Tidak mau. Aku ingin kamu yang menyalakan untuk yang terakhir."


"Baiklah. Mana pematiknya?"


Jenny meminta korek api milik Arjuna.


"Tunggu dulu Jenn, sebelum kamu melepaskan lilin teratai ini ke danau, aku ingin kita mengucapkan janji dan harapan kita. Kita ucapkan doa kita Jenn."


Belum pernah Arjuna seromantis ini.


Entah mendapat ide dari mana?


"Did you mean our make a wish honey?"


Jenny memastikan lagi ide Arjuna.


"Aku ingin tahu seberapa besar mimpi dan harapanmu hidup bersamaku."


Mendengar pernyataan Arjuna membuat Jenny tersipu.


"Baiklah, sekarang bantu aku menyalakan lilinnya. Biar aku yang lebih dulu mengucap harapanku."


Sesuai permintaan Jenny, Arjuna segera meraih korek api di dalam saku celana.


"Silahkan Jenny ku."


Ujar Arjuna setelah lilin teratai tersebut berhasil ia nyalakan. Jenny pun menghela nafasnya dalam, berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk mengucap semua harapan hidupnya di hadapan Arjuna.


Tuhan. . .


Aku berterimakasih pada Mu yang telah mengirimkan pria ini mengisi tepat kekosongan hidupku.


Aku ingin dia yang terakhir untukku selama hembusan nafasku di dunia.


Walau takdir diantara kami sulit kami baca,


sulit kami kira,


tapi aku hanya memohon satu pada Mu,


biarkan pria ini yang selalu setia bersamaku sampai maut kami menjemput.


Kalau usia kita boleh berubah,


Raga boleh berubah,


Paras pun akan memudar,


Namun jangan dengan hati kami.


•••


Dengan begitu lembut Jenny menyampaikan isi hatinya, matanya menatap langit gelap bertabur bintang.


"Aamiin. . ."


Arjuna merasakan kedamaian tak terkira setelah mendengar doa doa Jenny. Pria itu menjadi semakin mencintai dan menyayangi Jenny.


"Sekarang giliran kamu Arjuna."


Kilah Jenny menahan rasa malu akan pernyataan harapan hidupnya pada Tuhan. Kemudian Jenny pun menyodorkan teratai pijar tersebut kepada Arjuna, memberikan kesempatan untuk Arjuna mengutarakan harapan hidupnya.


Tuhan. . .


Malam ini cukuplah catat hari kematianku hanya bersama wanita ini.


Wanitaku Jenny Florencia.


Takdirku hanya bersama Jenny Florencia.


Selebihnya aku tidak menginginkan apapun lagi.


•••


Setelah mengungkapkan semua harapannya, Arjuna langsung melayangkan lilin teratai tersebut ke danau.


Pria itu kini memeluk Jenny dengan erat, lalu mengecup kening Jenny dengan jeda waktu yang cukup lama.


Pelukan Arjuna mengisyaratkan rasa cinta dan sayang yang begitu mendalam dari lubuk hatinya.


••••


Klik like ya 😉😆