Just My Ex Husband

Just My Ex Husband
Part 74 - MC Production



Masa liburan honeymoon untuk pasangan Jenny - Arjuna sudah berakhir. Mereka sudah kembali dengan rutinitas masing masing.


Jenny sudah kembali dengan aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga sekaligus owner dari butik ternama Cla Design`. Begitu pun dengan Arjuna yang sudah kembali dengan segudang aktivitas bisnis di kantor A&J.


"Wih. . . Pengantin baru udah ngantor lagi."


Sapa Ivan yang sudah seenaknya masuk ruangan Arjuna. Sementara pria gagah itu hanya termenung di depan meja kerjanya dengan posisi tubuh bersandar di kursi kebesaran A&J.


"Lo kebanyakan enak enak nih jadi ngeheng begini."


Ujar Ivan lagi, mencoba menyulut respon Arjuna. Namun Arjuna masih tetap diam, pria itu justru memalingkan pandangannya dari Ivan.


"Gelisah bener bro."


"Gue lagi kepikiran."


Potong Arjuna seperti ingin menyampaikan sesuatu pada Ivan.


"Cerita man."


"Ada apa?"


Pandangan Ivan menelisik raut wajah Arjuna.


Menurut Ivan tak biasanya Arjuna terlihat sekalut ini.


Ivan pun tak habis pikir, bukannya pasangan yang baru saja menghabiskan waktu bulan madu itu datang ke kantor dengan ceria, tapi Arjuna justru terlihat seperti menahan kemelut yang Ivan sendiri pun tidak tahu.


"Mark."


Hanya satu kata dan satu nama yang terlepas dari bibir Arjuna, kedua bola matanya pun masih berpaling ke arah jendela kantor.


Dapat Arjuna pastikan kalau Ivan akan mengerti dengan ucapan Arjuna barusan.


"Jangan bilang Mark yang satu geng balap motor lo dulu, saat masa SMA."


Arjuna hanya menganggukkan kepalanya saat mendengar kalimat Ivan yang mencoba meyakinkan kembali pengakuan Arjuna.


"Lo ketemu dimana sama dia?"


Ivan yang sudah menjadi sahabat Arjuna sejak masa kuliah seperti sangat paham dengan apa yang akan ditakutkan oleh Arjuna.


"Bali."


"Terus?"


Kembali Ivan mencecar Arjuna untuk menceritakan detail pertemuannya dengan Mark.


"Sepertinya Mark tertarik dengan Jenny."


Mendengar pernyataan Arjuna membuat Ivan tak hentinya menggelengkan kepala.


"Jenny kan sudah sah jadi milik lo, gak mungkin dia berani ambil alih Jenny dari tangan lo."


Ujar Ivan yang sudah tak bisa menahan emosi tentang Mark.


"Hmmm pantas saja kemarin sudah ada email masuk dari perusahaan asing buat join dengan A&J."


Sebelum Arjuna kembali masuk ke kantor, rupanya Mark sudah memulai serangannya terhadap A&J. Sepertinya rencana Mark tidak main main.


"Maksud lo?"


Tanya Arjuna yang masih tidak mengerti akan pengakuan Ivan.


"Kemarin gue baca email masuk dari salah satu perusahaan dari New York minta kita join saham. Niatnya sih gue kesini buat bahas itu, tapi sepertinya bapak Arjuna lagi gak mood buat kerja."


Mendengar penjelasan Ivan barusan langsung membuat Arjuna menarik laptop secepat kilat. Jemari Arjuna langsung menelisik semua email masuk selama dia tinggalkan masa liburan.


"Apa MC Production maksud lo Van?"


"Perusahaan dari New York yang sudah meminta join saham dengan kita."


Keadaan justru berbalik, kini Arjuna yang nampak lebih antusias.


"Iya Juna."


Jawab Ivan, membenarkan dugaan Arjuna.


"Aku harus pastikan keselamatan Jenny."


Arjuna langsung menutup layar laptop dan segera menarik jas yang dia letakkan di sandaran kursi.


"Pak bos mau kemana?"


Tanya Ivan yang tak mengerti dengan tujuan Arjuna.


"Kamu tetap disini Van, pastikan semua divisi jangan memberikan celah pada MC Production. Jangan terima bantuan mereka dalam bentuk apapun."


Arjuna kembali melangkahkan kakinya setelah memberikan peringatan pada Ivan. Kemudian secepat kilat Arjuna sudah tidak nampak lagi dari pandangan Ivan.


"Apa mungkin MC Production itu perusahaan milik Mark?"


Gumam Ivan sendirian, dan masih berada di ruangan Arjuna.


"Tapi kalau bukan, tidak mungkin Arjuna akan sebengis tadi."


Akhirnya Ivan baru bisa menyadari situasi.


Pria itu hanya menyentuh dahinya kasar, lalu beranjak dari ruangan Arjuna bersiap menjalankan perintah bos besarnya.


••••


Klik like ya kak 😉