Just My Ex Husband

Just My Ex Husband
Part 25 - Cleo Prastya



Bella masih tak habis pikir akan kelahiran anak Jenny yang terlalu mirip dengan Arjuna. Bisa-bisanya dalam satu kali berhubungan, Arjuna sudah membuahkan hasil bayi laki-laki.


Kulit bayi Jenny sangat putih, matanya hitam, alis tebal rapi, bibirnya yang merah membuat siapapun yang melihatnya akan merasa gemas.


"Apa tindakan lo selanjutnya Jenn?" tanya Bella setelah duduk di kursi yang menghadap ranjang Jenny.


"Maksud lo apa Bella?" Jenny justru balik tanya, dia tak mengerti pertanyaan Bella soal tindakan selanjutnya. Tentunya kehidupan Jenny selanjutnya pasti akan membesarkan putranya.


"Lo tega mau pisahin anak lo dari bapaknya?" cerca Bella.


Sering sekali Bella menyuruh Jenny untuk menerima tanggung jawab Arjuna, karena Arjuna juga pria single walau sudah memiliki putri cantik Clarisa.


Semua wanita sudah tergila-gila akan Arjuna sejak Arjuna menyandang status cerai mati, tapi Arjuna seperti sudah beku akan wanita. Cintanya masih tersimpan rapi untuk Claudia. Walau sudah tiada, Arjuna tidak mau egois kalau Clarisa masih membutuhkan sosok ibu untuknya, sekalipun itu hanya ibu sambung.


"Aku takut Bell, aku takut setelah dia tahu kalau anakku adalah darah dagingnya, dia akan membawa pergi jauh dariku." tutur Jenny merasa takut terpisah dengan putranya, tersirat rasa khawatir yang mendalam dari sorot mata Jenny.


"Aku yakin Arjuna gak akan sekejam itu Jenn, aku tahu sulit bagimu untuk menerima tawaran Arjuna yang ingin menikahimu, tapi setidaknya tanpa pernikahanpun jangan pisahkan ikatan antara anak dan orangtua. Bagaimanapun Arjuna adalah ayahnya, kamu harus mempertemukan mereka Jenn." ungkap Bella berusaha adil untuk semua pihak.


Bella benar, tidak ada yang berhak memutuskan hubungan antara anak dengan orangtua. Mungkin saat ini bayi yang dikandung Jenny baru lahir, tidak akan mempertanyakan siapa ayahnya. Namun suatu saat putra Jenny saat sudah mulai mengerti sosok ayah, apa Jenny akan tetap menyembunyikannya? Tentunya tidak mungkin selamanya Jenny akan berbohong.


"Iya Bell kamu benar, tapi aku butuh waktu untuk mempertemukan mereka."


Memang Jenny tidak ada niat untuk memisahkan hubungan antara anak dengan orangtua, tapi Jenny juga butuh waktu, bukan dalam waktu dekat ini.


Jenny ingin menikmati momen bahagianya menjadi seorang ibu, tanpa ada gangguan dari pihak manapun. Jenny ingin merasakan ketenangan bersama putra mungilnya, kehadiran putranya pasti akan menambah semangat hidup Jenny, menambah kekuatan Jenny untuk mengarungi hidupnya.


"Baguslah kalau suatu saat lo temuin dia dengan anak lo Jenn, syukur syukur lo bisa kawin sama dia, biar keluarga lo utuh." ungkap Bella, mengharap yang terbaik untuk sahabatnya.


Jenny hanya tersenyum menanggapi kalimat Bella, tak pernah terlintas dalam pikirannya untuk menikah dengan Arjuna, sekalipun Arjuna adalah ayah kandung putranya.


"Gak usah ngomong yang nggak nggak lo Bell." tepis Jenny.


"Ini anak dikasih saran bantah mulu."


Bella menoyor kepala Jenny, membuat Jenny terperanjat akan tindakan Bella.


"Aduh sakit Bell, parah lo! Gue habis melahirkan ini." keluh Jenny.


Keakraban mereka sudah keterlaluan, sampai sampai bercandapun sudah level akut.


Jenny terdiam sesaat mendengar pertanyaan Bella, dia memikirkan siapa nama yang akan diberikan untuk buah hatinya.


"Kok diem sih? Jangan bilang lo belum siapin nama buat anak lo sendiri."


Mendengar protes Bella barusan, Jenny hanya menggelengkan kepala pelan.


"Ya ampun Jenn parah bener lo yah." Bella semakin memaki sahabatnya.


"Gue bingung mau nyari nama apa? Soalnya lo sendiri tahu siapa bapaknya juga gue bingung."


Jenny terlalu takut benih siapa yang menitis hingga tak sanggup menyiapkan nama belakang putranya, mau diberikan atas nama Frans ataukah Arjuna? Jenny masih meragukannya.


"Iya juga sih, tapi bener bener lucu juga ya hidup lo." kembali Bella mengejek Jenny.


"Semuanya berawal dari lo minta jemput di club malam, jangan lo lupain itu Bell." pekik Jenny kembali mengancam Bella, tapi otaknya sedang berpikir keras mencari nama yang pas untuk buah hatinya.


"Cleo Prastya." gumam Jenny.


Akhirnya Jenny ingat akan Clarisa, putri kecil cantik milik Arjuna. Sengaja Jenny sisipkan nama Cla di sana, agar hubungan mereka kelak layaknya saudara kandung. Nama Prastya diambil dari nama belakang Arjuna, yaitu Arjuna Prasetya.


Jenny tersenyum menatap ke arah Cleo dan memanggil nama buah hatinya lirih.


"Cleo anak mamah, tumbuhlah menjadi sosok pria hebat dan berhati mulia Nak." bisik Jenny dengan pandangan penuh sayang.


Sebenarnya Jenny ingin sekali menggendong putranya, hanya saja jahitan cesar yang belum mengizinkan Jenny untuk melakukan itu, begitupun dengan kondisi Cleo yang masih harus diberikan perawatan khusus karena lahir prematur.


"Nama yang bagus Jenn." ujar Bella setelah Jenny mencetuskan nama putranya.


"Tapi jangan panggil dia Cleo, cukup panggil Leo saja. Jangan panggil Prastya juga, apalagi kalau suatu saat Arjuna datang menemuinya. Aku tidak mau Arjuna tahu dalam waktu dekat Bell, gue mohon sama lo." pinta Jenny.


Bella yang tak tega melihat Jenny memelas di hadapannya, akhirnya menganggukkan kepalanya pelan dan memeluk Jenny erat. Kemudian menyuruh Jenny istirahat, karena Bella sendiri sudah merasa lelah tak terkira setelah perjalanan meeting di luar kota.


••••


Happy reading yah 😉