Just My Ex Husband

Just My Ex Husband
Part 61 - Dipingit



Detik-detik hari pernikahan Arjuna dengan Jenny sudah sangat dekat. Dua hari lagi Arjuna dan Jenny akan resmi menjadi pasangan suami istri yang sah. Acara pernikahan akan berlangsung di kota kelahiran Jenny yaitu purwakarta.


Jenny dan Linda sengaja mengusulkan acara pernikahan akan dilaksanakan di kampung halamannya saja, agar tidak terlalu banyak tamu undangan yang datang. Padahal Arjuna sudah meminta pada Jenny kalau dia ingin menggelar pesta paling meriah untuk merayakan hari bahagianya. Namun keputusan Jenny yang lebih memilih untuk tidak menggelar pesta cukup menyulitkan Arjuna, karena Jenny sudah mengancam Arjuna.


Jika Arjuna tidak menuruti keinginan Jenny maka wanita itu tidak segan akan meminta mengulur waktu pernikahannya lebih lama lagi. Sedangkan Arjuna tidak akan mampu menahan hasratnya untuk segera menikahi Jenny. Terlalu banyak pria yang mengancam posisi Arjuna saat ini, sehingga Arjuna mau tidak mau harus menuruti keinginan Jenny yang menikah ala kadarnya. Cukup acara ijab qobul saja, selebihnya Jenny tidak ingin ada acara yang terlalu berlebihan.


Sudah sekitar satu minggu ini Arjuna nampak gelisah mengurung diri di dalam kamar, dia tak kuasa menahan rindu pada Jenny. Semua ini dilakukan atas ide Verlita yang sengaja meminta masa pingitan untuk Arjuna.


Verlita sengaja menjauhkan Arjuna dari Jenny, begitupun dengan Linda yang sangat mendukung ide Verlita. Linda sudah membawa Jenny pulang ke Purwakarta sekitar satu minggu sebelum hari pernikahan mereka berlangsung. Alasan mereka melakukan semua ini hanya untuk menambah rasa cinta Arjuna dan Jenny saat sudah sah menjadi suami istri. Sungguh alasan yang sangat konyol menurut Arjuna.


Arjuna meraih ponsel miliknya di atas nakas, lalu menekan panggilan di nomor kontak Jenny.


"Ayo sayang buruan angkat."


Gumam Arjuna yang sudah gelisah ingin menemui Jenny. Ingin sekali Arjuna melakukan sambungan video, tapi itu percuma saja karena Jenny sudah berkomitmen untuk tidak menerima panggilan video dari Arjuna sebelum ijab qobul terucap dari mulut Arjuna.


"Hallo."


Sahut Jenny di seberang sana.


"Akhirnya aku bisa mendengar suaramu sayang."


Arjuna menghela nafasnya dalam, entah kenapa walau hanya mendengar suara Jenny saja sudah cukup mengobati sedikit kerinduannya.


"Ada apa mas?"


Tanya Jenny yang semakin manja pada Arjuna, memanggil Arjuna dengan sebutan mas.


"Kamu ini suka aneh ya, calon suami telpon malah nanya ada apa?"


Arjuna sedikit kesal akan Jenny yang tidak mampu membaca rasa rindunya.


"Bukan begitu mas, barang kali ada hal penting yang mau kamu sampaikan ke aku."


"Kangen!"


Arjuna langsung memotong kalimat Jenny. Sementara Jenny hanya tertawa di seberang sana, wanita itu bisa membayangkan bagaimana raut wajah Arjuna yang sedang kesal.


"Sabar sayang, dua hari lagi kita akan sah menjadi pasangan suami istri."


Jenny berusaha memperbaiki suasana hati Arjuna.


"Aku pastikan nanti saat malam pertama kita, dari ujung rambut kamu sampai ujung kaki gak akan ada satu titik yang terlewat, karena aku benar-benar merindukanmu Jenny."


Otak waras Arjuna sudah hilang entah kemana? Mungkin karena tidak tahannya ingin bertemu Jenny, biasanya dia hampir tiap hari menemui Jenny di Cla Design`.


"Pa pa pa."


Tiba-tiba Cleo merebut ponsel Jenny, lalu menempelkan ponsel tersebut di telinganya.


"Apa kabar jagoan papah?"


Rasa rindu Arjuna bukan hanya pada Jenny saja. Pria tampan itu juga merindukan putranya.


"Angen papa, Leo angen papa."


"Papah juga sangat merindukan jagoan papah. Jaga mamah baik-baik sayang, jangan sampai ada pria yang datang merebut mamah dari papah."


Arjuna masih mengira ponsel Jenny masih digenggam oleh Cleo.


"Iya papah."


Sahut Jenny menirukan nada bicara Cleo, membuatnya terkekeh sendiri.


"Aku kira ponselnya masih ada di Cleo."


Arjuna tersipu malu.


"Tidak mas. Ini Cleo lagi punya mainan baru, jadi sedikit lupa sama kamu."


Biasanya putra Jenny akan berlama-lama mendengarkan suara Arjuna dari telpon, tapi kali ini Cleo lebih tertarik dengan mainan pesawat terbang yang dibelikan oleh Zalesya kemarin sore.


Tok Tok Tok


Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar dari pintu kamar Jenny.


"Mas sebentar ya, aku tutup dulu telponnya. Sepertinya ibu memanggilku."


Jenny berusaha pamit dari sambungan telpon Arjuna.


"Iya sayang, padahal aku masih kangen sama kamu Jenn, tapi ya sudahlah."


Terdengar helaan nafas Arjuna di seberang sana.


"Jenny, ada ayah Frans datang kesini. Dia ingin bertemu denganmu nak."


Ternyata Linda sudah memasuki kamar Jenny. Wajah Linda nampak gugup setelah mengetahui kedatangan Wicaksana ke rumahnya.


"Serius bu?"


Jenny pun ikut terlonjak mendengar informasi dari Linda.


"Ibu serius Jenn, Wicaksana datang ingin bertemu sama kamu."


Jenny menghela nafasnya dalam, berusaha mengumpulkan keberanian untuk menghadapi ayah mertuanya dulu. Kemudian Jenny melangkah meninggalkan kamar, sementara Cleo sudah dibawa oleh Linda lebih dulu.


"Ayah Frans?"


Gumam Arjuna setelah mendengar ucapan Linda dibalik ponsel Arjuna, karena sambungan telpon Arjuna dengan Jenny belum terputus.


Pikiran Arjuna menerawang jauh. Dia takut akan kehilangan Jenny lagi, sesaat Arjuna berpikir kalau kedatangan ayah Frans ingin merebut Jenny kembali untuk tetap menjadi menantunya.


"Ini tidak bisa dibiarkan."


Arjuna mengeratkan rahangnya kemudian dia menyambar kunci mobil di atas nakas. Seketika itu juga Arjuna berlari meninggalkan kamarnya, tujuannya hanya satu, yaitu menemui Jenny dan menahan ayah Frans untuk tidak meminta Jenny kembali bersama Frans.


••••


Vote yah 😉