Just My Ex Husband

Just My Ex Husband
Part 65 - I want you tonight



Malam ini adalah malam yang ditunggu-tunggu oleh Arjuna setelah seharian tadi keluarga besar Jenny dan juga Arjuna meresmikan pernikahan mereka. Senyum pun tak hentinya merekah di bibir Arjuna, sepertinya pria itu sudah tidak sabar ingin menghabiskan malam pertama dengan istri tercintanya.


"Aku mencintaimu Jenny."


Bisik Arjuna di ceruk leher Jenny sambil mendekap perut Jenny dari posisi belakang wanita cantik yang masih berbalut kebaya.


"Aku juga mencintaimu Arjunaku."


Bisik Jenny seperti tidak ingin kalah gombalnya dengan Arjuna.


"Berikan aku satu alasan mengapa kamu memilihku?"


Kembali Arjuna ingin mendengar pengakuan Jenny untuk meyakinkan kembali cinta wanita pujaan hatinya.


"Semuanya sudah tidak ada alasan lagi untukku Arjuna. Aku sudah memakai kebaya pengantin bersamamu, tapi mengapa kamu masih meragukan cintaku?"


Jenny masih tidak mengerti kenapa Arjuna masih saja meyakinkan cintanya lagi.


"Kenapa kamu tidak memilih William?"


Satu pertanyaan yang menyebutkan nama pria lain lepas dari bibir Arjuna. Pria itu masih bergelayut manja di ceruk leher Jenny.


"Sepertinya ada yang masih menyimpan rasa cemburu dengan William."


Ujar Jenny yang tidak tertarik menanggapi pertanyaan Arjuna.


"Aku tidak cemburu sayang."


"Lalu?"


Sergah Jenny memotong kalimat Arjuna.


"Terkadang aku merasa terkalahkan oleh William, karena dia yang dulu selalu ada untukmu dan juga putraku Cleo. Aku hanya merasa sedikit iri dengannya."


Tutur Arjuna mengungkapkan perasaannya terhadap Jenny. Mungkin akibat kehadiran William dan juga Renata yang datang ke acara pernikahan mereka.


"William sudah seperti saudaraku, dia selalu baik padaku. Aku bersyukur Tuhan sudah mempertemukanku dengan pria seperti dia, di saat sosok Arjuna tidak ada di sampingku."


Mendengar ucapan Jenny barusan hati Arjuna semakin merasa menyesal.


"Aku harus berterimakasih pada William."


Ujar Arjuna yang semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Jenny.


"Sepertinya tidak perlu, karena aku tahu betul keikhlasan William padaku dan juga Cleo."


"Bukan soal itu sayang."


Kini Arjuna yang memotong kalimat Jenny.


"Lalu soal apa?"


"Karena William sudah mau mundur dari persaingan cinta merebut seorang Jenny Florencia."


Rasanya sangat konyol menurut Jenny setelah mendengarkan pernyataan Arjuna tadi.


"Kamu ini ada-ada saja. Coba minggir dulu, aku mau mandi."


Jenny berusaha melepaskan pelukan Arjuna.


"Layani aku dulu biar kita mandi sama-sama."


Bisikkan Arjuna sangat terdengar nakal di telinga Jenny, kemudian di kecupnya pipi Jenny dengan memberi jeda kecupan sesaat.


"I love you my Jenny."


Rasanya bisikkan Arjuna semakin membawa Jenny terbang melayang. Tak bisa dipungkiri kalau Jenny pun menginginkan belaian Arjuna.


Pelan-pelan bibir Arjuna menjelajahi area leher Jenny, menghujani dengan ciuman kecil hingga membuat Jenny sedikit melayang. Jenny memutar tubuhnya, kini posisi mereka saling berhadapan, saling menatap penuh kemesraan.


"I want you tonight my sweety."


Ucap Arjuna sambil menopang pipi Jenny dengan telapak tangan kanannya. Arjuna menyentuh wajah Jenny penuh kelembutan, wanita mana yang tidak akan terbuai oleh pesonanya.


Jenny masih tetap diam, dia hanya menunggu aksi Arjuna memperlakukannya lebih jauh lagi. Pria itu kini menempelkan dahinya di dahi Jenny, kedua bola mata mereka saling bertemu.


Kini tiba saatnya Arjuna mencoba kembali tubuh Jenny, setelah sekian lama Arjuna rindukan aroma tubuh wanita yang sudah hampir membuatnya gila selama tiga tahun terakhir ini.


"Bersiaplah sayang, aku akan membawamu terbang."


Jenny hanya tersenyum nakal di hadapan Arjuna, lalu kedua bola matanya dia pejamkan, bersiap menerima ciuman Arjuna yang telah lama Jenny rindukan.


"Mama! Mama! Mama!"


Sial sekali pasangan pengantin baru ini, rupanya tangisan Cleo menghentikan detik-detik romansa mereka.


"Cleo!"


Seketika itu juga Jenny menepiskan tubuh Arjuna, sampai tubuh suaminya sedikit terjungkal. Kemudian Jenny meninggalkan Arjuna sendirian di kamarnya.


"Anak papah gak bisa diajak kompromi."


Ujar Arjuna sendirian sambil menggeleng-gelengkan kepala dan mengacak rambutnya kasar. Rupanya Arjuna harus lebih sabar lagi untuk mengulang momen malam pertamanya bersama Jenny.


••••


Taraaaaaa baru up lagi


😄