
Sekitar pukul lima sore Jenny sudah mulai mengemasi barang barang pribadinya, ia memutuskan pulang. Tapi, sebelum pulang Jenny ingin membelikan pesanan pizza kesukaan Clarisa.
Anak perempuan Jenny itu sudah mampu mengirimkan pesan whatsapp pada Jenny. Mungkin karena sikap Arjuna juga yang terlalu memanjakan fasilitas untuk Clarisa.
...[Clarisa]...
Mommy, kalau pulang bawa pizza kesukaan aku dan adik Cleo ya Mih.
Melihat pesan whatsapp dari Clarisa membuat Jenny tersenyum sendirian saat membacanya.
Betapa cerdasnya putri Arjuna, walau usianya masih enam tahun sudah pandai membaca.
Mobil milik Jenny sudah berhenti di salah satu kedai pizza, langkahnya segera menyusur memasuki kedai tersebut. Di sana Jenny mulai melihat lihat menu pizza yang akan dipesannya untuk Clarisa.
"Mba, saya pesan pizza isi sosis keju yang porsi jumbo ya." pinta Jenny pada salah satu pelayan.
"Berapa porsi pizzanya Mba?" tanya pelayan dengan nada bicara ramah.
"Dua saja Mba." sahut Jenny yang langsung mengingat keberadaan Mba Sinta di rumahnya.
Jenny berpikir kalau satu porsi pizzanya akan ia bagi dengan pengasuh dua krucilnya.
"Baik Mba, kalau begitu Mba bayar dulu saja di kasir." ucap pelayan seraya mengepakkan tangan kirinya, mengisyaratkan Jenny untuk melangkah menuju antrian kasir.
Akhirnya, Jenny mengikuti saran dari pelayan. Karena, peraturan di kedai ini harus membayar pesanan terlebih dahulu. Barulah pizza akan dibuat sesuai pesanan pelanggan.
Pelan pelan Jenny mendekat ke arah kasir yang sedang melayani satu pelanggan. Namun, dari suaranya Jenny seperti tidak asing. Ia seperti mengenal sosok kasir di sana.
"Alea." gumam Jenny sendirian sambil menutup mulutnya.
Hampir saja Jenny tak mengenali Alea, karena tubuh Alea yang lebih kurus dibanding dulu. Wajah Alea juga sudah tak sebening saat masih bersama Frans.
Alea nampak kusam tak terurus, tanpa Alea ceritakanpun sudah mampu Jenny tebak kalau hidupnya sedikit susah.
Ingin sekali Jenny pergi dari sana, tapi rasanya tidak mungkin, karena semua pesanan sudah ia pesan. Apalagi harus berpindah kedai, itu akan lebih lama lagi. Sementara Clarisa dan juga Cleo sudah menunggu kepulangan Jenny.
"Apa kabar Alea?"
Entah keberanian dari mana yang Jenny dapatkan, hingga dengan entengya bertanya kabar pada Alea setelah Alea baru saja selesai melayani satu pelanggan.
"Je... Jenny." ucap Alea menganga tak percaya.
Sejujurnya Alea sangat malu bertemu dengan Jenny, apalagi sekarang posisi Alea sedang di bawah, hanya seorang kasir dari kedai pizza.
Kemana Alea yang dulu?
Kemana Alea yang angkuh?
Sosok Alea yang bisanya menghabiskan uang suami hanya untuk membeli barang barang branded.
Tiba-tiba Alea langsung meninggalkan meja kasir, lalu berpindah menghampiri Jenny.
Wanita itu langsung meraih lengan Jenny, dan membawa Jenny duduk di salah satu meja pengunjung kedai.
"Mau bicara apa denganku Lea?" tanya Jenny setelah mereka berhasil duduk dalam posisi berhadapan.
Sesaat Alea terdiam, dan menghela nafasnya dalam.
"Jenny, maafkan semua perbuatanku di masa lalu." ucap Alea dengan pandangan tertunduk, mungkin Alea merasa sangat malu di depan Jenny.
"Sejak aku menikah dengan Arjuna, aku sudah memaafkanmu Alea."
"Benarkah?"
Kini Alea berani menatap Jenny, sementara Jenny hanya menganggukkan kepala dengan satu senyuman.
"Thanks Jenn." ucap Alea dengan menggenggam jemari Jenny.
"Kau memang wanita terbaik Jenn, pantas saja cinta Frans sangat besar untukmu."
Mendengar Alea mengatakan cinta Frans yang besar untuknya seketika senyuman di wajah Jenny berubah masam.
"Kalau cinta Frans sangat besar untukku, tidak mungkin dia diam diam menikahimu di belakangku." ucap Jenny seraya membuang pandangannya ke arah samping.
"Tidak Jenn!" sergah Alea.
"Dari awal Frans memang hanya berniat meminta sosok anak saja padaku, dia sudah memintaku untuk pergi jauh setelah aku melahirkan anakku, lalu membawa bayiku untuk hidup bersamamu. Biar nanti anak yang sudah aku kandung akan Frans atasnamakan anak adopsi."
Mendengar pengakuan Alea membuat Jenny tertegun, ternyata selama ini dirinya sudah salah sangka terhadap Frans.
"Aku yang terlalu tamak terhadap Frans, aku memanfaatkan situasi untuk mempertahankan hubunganku dengan Frans. Walau sebenarnya aku sering merasa cemburu padamu Jenn, karena di hatinya hanya ada kamu." Alea masih melanjutkan penjelasannya.
"Sudahlah Alea, cukup! Itu sudah tidak penting lagi bagiku."
Jenny tidak ingin mendengar lagi semua penjelasan Alea.
"Tapi, aku minta tolong padamu Jenn. Tolong bujuk Frans untuk bisa kembali denganku."
"Ajari aku untuk memiliki hati Frans." pinta Alea yang sangat tidak tahu malu di hadapan Jenny.
"Kamu memang tidak pantas untuk Frans, sekalipun Frans pria yang tak mampu memberikan keturunan." hardik Jenny dengan tatapan benci di depan Alea.
Tak pernah Jenny kira sebelumnya kalau permintaan maaf Alea hanya berujung pamrih pada Jenny.
"Awas kau Jenny!" ancam Alea dengan menatap kepergian Jenny yang berjalan menuju counter kasir. Karena, Alea sudah meminta pada teman kerjanya untuk menggantikan posisinya sementara Alea berbicara dengan Jenny.
•••