Just My Ex Husband

Just My Ex Husband
Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan



"Siapa Jenn yang datang?"


Teriak Linda sang ibunda Jenny yang ingin mengetahui siapa yang datang ke rumah Jenny.


"Tamu tidak penting bu."


Sahut Jenny yang masih berdiri di pintu utama dengan menggendong Cleo. Jenny tak ingin memberikan kesempatan pada Arjuna dan Ivan untuk memasuki rumahnya.


"Pa pa pa."


Cleo benar-benar rese kali ini, memanggil Arjuna dengan sebutan papa lagi. Ironisnya kedua tangan Cleo mengangkat ke arah Arjuna, meminta digendong oleh Arjuna.


"Lihatlah Jenn kamu sudah tidak punya alasan lagi untuk mengelak."


Cecar Arjuna. Kemudian Arjuna menarik tubuh gembul Cleo dari gendongan Jenny.


Arjuna yang sudah berpengalaman mempunyai anak sangat terlihat santai saat menggendong Cleo.


Tiba-tiba Linda datang menghampiri mereka yang masih berdiri di pintu masuk.


"Ya ampun Jenny, kamu gak sopan sekali tamunya disuruh berdiri terus di depan pintu."


Kesempatan yang tidak ingin Arjuna sia-siakan setelah kemunculan Linda.


Ibu mertua.


Gumam Arjuna dalam hatinya. Meyakini Linda adalah ibu dari Jenny, wajah mereka terlihat sangat mirip.


"Masuk nak. Ayo masuk, tidak usah hiraukan Jenny yang tidak sopan sama tamu."


Arjuna tersenyum penuh kemenangan mendengar ajakan Linda. Sementara Jenny hanya melirik Arjuna dan Ivan dengan raut wajah masam. Jenny menginginkan mereka segera pergi dari rumahnya, sayangnya Cleo tidak bisa diajak kompromi kali ini, dia justru menikmati gendongan Arjuna.


"Kalian mau ibu buatkan kopi atau teh manis hangat?"


Tawar Linda yang sangat menghormati kedua pria bertubuh gagah di ruang tamu.


"Tidak usah repot-repot bu, kita sudah ngopi tadi sebelum kesini."


Ujar Ivan yang merasa sungkan dengan Linda.


Jenny hanya tertunduk di sofa dengan mengepalkan kedua telapak tangannya, mengisyaratkan rasa gelisah dan kesal akan kehadiran Arjuna.


"Baiklah, ibu tinggal dulu kalau kalian tidak mau minum apapun."


Linda pun berlalu meninggalkan mereka di ruang tamu, seperti mengerti kalau tamu yang datang itu tidak lain adalah ayah dari Cleo.


Linda sempat terkejut saat baru melihat Arjuna, karena wajah Arjuna begitu mirip dengan Cleo, dapat Linda pastikan kalau Arjuna adalah ayah kandung Cleo.


Biarlah mereka menyelesaikan masalahnya sendiri, lagipula mereka sudah dewasa. Begitulah pemikiran Linda saat ini.


"Ivan tolong tinggalkan kami sebentar."


Arjuna meminta Ivan pergi.


Sepertinya Arjuna akan membahas hal yang sangat privasi dengan Jenny. Kemudian Ivan pun menuruti permintaan Arjuna meninggalkan mereka bertiga bersama Cleo yang masih setia dalam pangkuan Arjuna.


Suasana sempat sunyi setelah Ivan pergi, sementara Cleo hanya mengusap-usap wajah Arjuna dengan jemari kecilnya.


"Jangan pernah ambil Leo dari sisiku, aku mohon Arjuna."


Jenny yang terlihat gelisah lebih dulu membuka obrolan. Wajahnya terlihat pucat menahan rasa takut yang mendalam.


Cukuplah Jenny kehilangan laki-laki yang pernah dicintainya dulu yaitu Frans. Jenny tak ingin mengulangi rasa kehilangannya lagi. Rasanya tak sanggup bagi Jenny jika harus berpisah dengan putra kesayangannya.


"Apa aku terlihat sekejam itu Jenn?"


Arjuna menatap Jenny lekat, sementara Jenny masih tertunduk, tak ingin melihat wajah Arjuna.


"Aku tidak tahu kamu ini pria seperti apa Arjuna? Yang aku takutkan hanya Leo. Jangan pernah ambil dia dariku, hanya dia yang aku miliki saat ini."


Arjuna hanya tersenyum kecil mendengar pengakuan Jenny.


"Kita bisa memiliki Leo bersama-sama Jenn, tanpa harus memisahkan Leo darimu ataupun dariku."


Jenny tak mengerti akan kalimat yang diucapkan Arjuna


"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti."


Jenny memang tak mengerti dengan apa yang dikatakan Arjuna.


"Menikahlah denganku Jenn. Kita besarkan Leo bersama, kita bisa melihat Leo tumbuh menjadi pria kuat dan hebat. Bersama kita hidup menua membesarkan anak kita Jenn, tanpa harus ada yang merasa kehilangan salah satu."


Baru saja bertemu kembali dengan Jenny, pergerakan Arjuna terasa terlalu cepat bagi Jenny. Bagaimana Jenny bisa menerima Arjuna, sementara dari dulu Jenny tidak pernah tahu persis tentang Arjuna.


"Apa kamu sadar dengan ucapanmu Arjuna?"


Jenny memberanikan diri menatap pria di sampingnya, mencari gurat kebohongan dari sorot mata Arjuna. Namun tidak Jenny temukan, kasih sayang Arjuna terlihat begitu tulus untuk Cleo.


"Apa kamu meragukanku Jenny?"


Arjuna justru bertanya balik pada Jenny


"Aku hanya tidak ingin menerima pria yang mengikatku hanya karena alasan lain. Kejadian malam itu kita melakukannya tanpa cinta dan di luar kesadaran kita."


Mendengar Jenny mengatakan itu, seperti mampu terbaca oleh Arjuna kalau dirinya memohon pada Jenny untuk menikah atas dasar kehadiran Cleo.


"Maksudmu aku memintamu karena hadirnya Leo Jenn?"


Jenny terdiam, tebakan Arjuna sangat tepat.


"Kalaupun Leo tidak ada, aku tetap memilihmu Jenn."


"Dari awal setelah malam itu terjadi, hatiku berdetak kencang setiap melihatmu. Hanya saja saat itu aku tak mampu mengakuinya. Saat itu emosiku masih labil, masih merasa kehilangan istriku yang sudah tiada."


Arjuna menjelaskan semua perasaannya di hadapan Jenny.


"Aku tak mampu hidup bersama pria yang mencari bayang-bayang orang lain di dalam diriku."


Jenny mencecar Arjuna dengan berbagai alasan.


"Sebenarnya kalau saja waktu itu aku tahu kamu sendiri, tidak ada William di sampingmu, mungkin aku sudah bisa menikmati menjadi sosok ayah untuk Leo."


Memang saat itu hati Arjuna sangat hancur mendengar pengakuan palsu Jenny yang mengatasnamakan William adalah suaminya.


"Aku tidak bisa Arjuna. Aku tidak sanggup untuk memulai lagi."


Hati Jenny sudah terlalu takut untuk memulai cinta baru, yang dia pikirkan hanyalah tentang bagaimana caranya membesarkan Cleo.


Cleo yang mulai bosan dalam pangkuan Arjuna tiba-tiba meminta berpindah untuk duduk di pangkuan Jenny. Kemudian Arjuna menyerahkan Cleo ke dalam pangkuan Jenny membuat posisi duduk Arjuna dengan Jenny semakin dekat.


Jenny yang mangelus kepala Cleo penuh kasih sayang membuat Arjuna merasa bahwa wanita di sampingnya memang wanita yang tepat untuk dijadikan pendamping hidup.


"Jenn aku mohon pertimbangkan lagi permintaanku."


Arjuna meraih jemari Jenny yang terbebas dari tubuh Cleo, menggenggamnya erat penuh perasaan yang mendalam.


"Please Jenn. Jika kamu memiliki kandidat lain untuk kamu jadikan pasangan hidupmu, aku mohon masukkan namaku ke dalam daftar pilihanmu. Aku akan buktikan keseriusanku ini padamu."


Jenny merasa tidak tega akan penuturan Arjuna, lalu Jenny menarik tangannya dari genggaman Arjuna.


"Baiklah, tapi jika suatu saat aku tak bisa memilihmu, jangan menyalahkanku jika aku membuatmu kecewa."


Jenny tidak ingin menjanjikan apapun untuk Arjuna. Hati Jenny masih bingung. Bagi Jenny cinta yang dia miliki saat ini hanya tertuju untuk Cleo seorang.


••••


Aku pernah memasrahkan hatiku pada seseorang, hingga aku lupa rasanya berharap kembali.


Miss Viona~