
Deburan ombak yang menggulung indah begitu nampak mempesona bagi siapapun pengunjung yang datang ke pantai Pandawa Bali. Rupanya masa honeymoon pasangan Arjuna Jenny belum usai.
"I Love you Jenny. . ."
Teriak Arjuna yang kini sedang berdiri menghadap pantai.
Pria itu nampak semakin mempesona dengan memakai kacamata hitam yang dipadukan dengan jeans santai. Sementara wanitanya hanya duduk di pasir putih menyaksikan tingkah lucu suaminya yang sedang dilanda asmara.
"Ayo lah Jenn, teriakkan I love you untukku."
Pinta Arjuna dengan nada setengah teriak, mengimbangi suara riuhnya deburan ombak.
Wanita cantik berambut panjang itu hanya terkekeh sambil menggelengkan kepala.
"Please Jenn. . . Just say I love you for me."
Jenny masih tetap menggelengkan kepala, tak menghiraukan permohonan Arjuna. Sampai akhirnya Arjuna hanya menghela nafasnya dalam dan kembali berbalik arah menghadap pantai.
"I love you. . . Arjuna Prasetya!"
Teriak Jenny sambil berlari ke arah Arjuna, lalu memeluk tubuh pria gagah itu dari belakang. Arjuna pun segera mengungkung Jenny ke dalam dekapannya.
"Kamu selalu saja gengsi buat say I love you."
Ujar Arjuna sambil mencubit hidung mancung milik Jenny.
"Bukan gengsi sayang."
"Lalu?"
Potong Arjuna.
"Aku hanya tidak ingin akibat terlalu sering bilang I love you jadi terasa hambar."
Kilah Jenny seperti berusaha melindungi diri dengan mencari cari alasan.
"Tidak akan ada kata hambar di hidupku, setelah hadirnya kamu Jenn."
Ungkap Arjuna yang kemudian memeluk bahu Jenny erat, lalu menatap hamparan laut lepas.
•••
Udara pagi di kawasan Ubud Bali terasa sangat menyejukkan. Hamparan pesawahan yang luas menghijau terasa menyegarkan mata, rasanya semua penat dan lelah akan hilang saat berada di kawasan tersebut.
Arjuna sengaja memilih tempat tersebut untuk penginapan mereka selama honeymoon di Bali, karena Arjuna sangat tahu betul karakter Jenny yang lebih suka ketenangan. Pria itu seperti mengerti apa yang dibutuhkan oleh Jenny.
Berada di Ubud bisa melepaskan rasa penat dari semua aktivitas harian.
Pagi pagi sekali Jenny sudah bangun, penampilannya sudah segar dalam balutan dress hitam selutut berbahan kaos polos.
Rambut panjangnya sengaja Jenny gulung ke atas, mungkin karena Jenny malu habis mandi basah akibat ulah Arjuna yang tidak mau absen minta jatah satu malam pun.
Aksesoris yang Jenny kenakan sangat mempermanis penampilannya. Jenny menggunakan kalung panjang warna hitam senada dengan dressnya, serta gelang tali berwarna pink tua pemberian Clarisa, selalu Jenny pakai selama masa honeymoon.
Walau hanya beralaskan sendal jepit hitam tidak mengurangi pesona Jenny. Wanita itu kini melangkah menuju saung pesawahan, tidak mempedulikan Arjuna yang masih terlelap tidur, karena Arjuna masih merasakan lelah akibat aktivitas ranjang yang tanpa henti semalam.
"Ma ma ma!"
Teriak Cleo setelah ponsel Jenny berhasil terhubung dengan sambungan panggilan video.
"Mamah kangen sekali sama kamu nak."
Ucap Jenny dengan mata antusias menatap putranya.
"Le. . . O, angen, angen, ma.. ma.."
Cleo kangen mamah.
"Iya sayang, besok mamah pulang."
Hari ini jadwal terakhir Jenny dan Arjuna berada di Bali.
Sebenarnya Arjuna masih ingin berlama lama untuk honeymoon, tapi berhubung Jenny yang sudah meminta pulang, akhirnya Arjuna menuruti permintaan Jenny, kalau hari ini adalah hari terakhir mereka berada di Bali.
"Awas kalau mamih bohong!"
Ancam Clarisa yang tiba tiba muncul di layar ponsel Jenny.
"Tidak sayang, mamih tidak bohong. Mamih sudah mengancam papihmu kalau besok kita akan pulang."
"Kalau papih bohong gimana?"
Ujar Clarisa yang masih tidak percaya kalau masa honeymoon papihnya hanya berlangsung tiga hari.
"Kalau papih kamu bohong biar nanti mamih hukum, suruh tidur sama Clarisa. Jangan sama mamih."
Jenny kembali meyakinkan pada Clarisa, lalu wanita cantik itu tertawa lepas membayangkan Arjuna yang tidak mendapat jatah darinya.
"Mamih jahat juga ya sama papih."
Ujar Clarisa yang sama sama ikut tertawa.
Mereka bertiga rupanya masih asyik dengan sambungan video call, sampai sampai Jenny tak sadar kalau dari tadi ada sosok pria berdarah setengah bule tengah menikmati pesona Jenny yang berada di saung sendirian.
Pria itu sudah mengambil beberapa foto Jenny yang sedang tersenyum dan tertawa bersama Cleo dan Clarisa.
"What's your name baby?"
Gumam pria bule itu sendirian sambil menatap hasil jepretan fotonya. Kemudian langkahnya mendekat ke arah Jenny, sementara Jenny masih tidak mengetahui kalau dirinya sedang diintai oleh pria bule tersebut.
••••
Hayo. . . Siapa ya? 😃
Klik like ya 😉