
"Aku merindukanmu tante barbie."
Kalimat yang sangat sensual di telinga Jenny, membuat Jenny tak mampu berpikir lebih banyak lagi untuk cepat pergi dari hadapan Arjuna sebelum Arjuna semakin menahannya.
"Lepaskan aku Arjuna, please." pinta Jenny.
Jenny memohon, namun Arjuna justru semakin menarik tubuh Jenny hingga menempel di dada bidangnya.
Posisi mereka begitu dekat, tak ingin Arjuna sia-siakan untuk menikmati kecantikan Jenny. Walau usia Jenny sudah tiga puluh tahun, Jenny masih nampak cantik dengan tubuh yang masih langsing. Hanya ukuran dada Jenny yang sedikit lebih besar pasca melahirkan. Padahal masa asi sudah selesai, tapi itu justru semakin membangkitkan gairah Arjuna yang selama dua tahun lebih tak pernah menyentuh wanita lagi.
"Aku ingin bertemu anakmu Jenn." ucap Arjuna.
Ucapan Arjuna barusan layaknya petir yang menyambar di siang bolong bagi Jenny. Rasanya sangat tidak mungkin bagi Jenny untuk mempertemukan Arjuna dengan Cleo, Jenny takut kalau Arjuna akan merebut Cleo dari sisinya.
Bagaimanapun usaha Jenny untuk membohongi Arjuna dengan menyatakan Cleo bukan anaknya, tetap saja akan sia-sia. Jenny tahu persis kalau wajah putranya dengan Arjuna sudah seperti hasil fotokopi yang hanya berbeda skala saja.
"Anakku tidak bisa ditemui sembarang orang." ucap Jenny dengan nada kelu, menahan kerongkongannya yang seperti menelan duri.
"Kenapa Jenn?" tanya Arjuna semakin mencecar Jenny, lalu mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Jenny.
Mereka nampak seperti pasangan yang akan melakukan aksi ciuman di tempat umum, seketika itu pula Jenny langsung memalingkan wajahnya. Otak Jenny berputar mencari alasan yang tepat untuk menghindar dari Arjuna.
"Untuk apa kamu menemuinya? Dia jelas anakku dengan suamiku."
Sementara Arjuna hanya menahan senyum smirk, tak ingin mendengar kebohongan Jenny lagi.
"Suamimu atau mantan suamimu Jenn?" Arjuna semakin menekan Jenny.
Deggggg
Dari mana Arjuna tahu kalau rumah tangga Jenny sudah berakhir? Pertanyaan itu begitu menohok hati Jenny.
"Aku sudah tahu statusmu Jenn, jangan kamu kira aku sebodoh itu. Aku membiarkanmu pergi selama dua tahun ini bukan untuk lari dari tanggung jawab, hanya untuk menunggu waktu yang tepat untuk bisa memastikan anak yang dikandungmu itu benih mantan suamimu atau benihku sendiri."
Kalimat panjang yang dituturkan Arjuna sangat menohok hati Jenny. Entah harus bagaimana lagi Jenny mengelaknya? Memang kenyataannya Arjuna tak sebodoh itu untuk Jenny bohongi.
"Maafkan aku atas kebohonganku yang mengaku William adalah suamiku, tapi untuk anak itu dia benih dari mantan suamiku dulu. Jadi lupakan saja keinginanmu untuk menemuinya." tutur Jenny semakin bohong di hadapan Arjuna.
Wajah Jenny berubah merah padam, ada gurat ketakutan mendalam dari wajahnya, Jenny takut kalau Arjuna akan merebut Cleo dari sisinya.
"Kenapa kamu setakut ini Jenn?" tanya Arjuna lagi.
Jenny masih diam tak mampu lagi melawan pertanyaan Arjuna.
Akhirnya Arjuna mengakui perasaannya untuk Jenny.
Dulu Arjuna masih dihantui bayang-bayang Claudia yang membuatnya sulit mengakui perasaannya pada Jenny yang sudah mengusik hatinya, lalu membiarkan Jenny pergi begitu saja bersama William. Namun kali ini, Arjuna tidak akan melepaskan Jenny lagi.
"Lupakan niatmu Arjuna. Aku belum sanggup untuk memulai rumah tangga lagi." kilah Jenny.
Setelah mengatakan itu barulah Jenny pergi dari hadapan Arjuna dengan langkah cepat, tak ingin berlama-lama meninggalkan Cleo di rumah. Apalagi di hari ulang tahunnya.
Arjuna masih menatap kepergian Jenny yang berjalan semakin menjauh darinya, sampai bayangan Jenny hilang Arjuna masih berdiri terpaku di sana.
"Kali ini aku tidak akan melepaskanmu lagi Jenn." ucap Arjuna lirih.
Kemudian Arjuna melihat arloji di pergelangan tangan kanannya, bersiap melanjutkan niat awal datang ke hotel untuk pertemuan meeting dengan beberapa perwakilan perusahaan lain perihal kerja sama bisnis.
•••
Arjuna POV
Malam dimana setelah pengakuan Jenny kalau William adalah suaminya, membuat Arjuna tidak bisa memejamkan matanya. Saat itu Arjuna sendiri tak mengerti, kenapa fokusnya justru kepada pengakuan palsu Jenny?
Separuh hatinya ada yang terluka, akibat rasa kecewa melihat Jenny bersanding dengan William. Tapi rasa bersalah akan Claudia masih mengisi separuh hatinya lagi, membuat Arjuna tidak ingin mengejar Jenny kala itu.
Memang Arjuna tidak mengejar Jenny, tapi bukan berarti dia hanya diam tanpa mencari tahu informasi tentang Jenny lebih dalam lagi. Hingga akhirnya Arjuna mengutus Ivan, salah satu manager kepercayaannya di perusahaan milik Arjuna.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk Ivan mengorek data tentang Jenny. Keesokan harinya Ivan menginformasikan kalau Jenny baru saja menyandang status janda, ya janda dari Frans Wicaksana putra dari pengusaha sukses tuan Wicaksana.
Sungguh Arjuna tak menyangka, wanita yang nampak biasa saja, tanpa ada gurat kesombongan sedikitpun di wajah Jenny, begitu menampar hati Arjuna setelah tahu Jenny pernah masuk ke dalam keluarga Wicaksana. Karena Arjuna tahu betul siapa Wicaksana?
Pria paruh baya yang sangat detail dan perfeksionis dalam bidang apapun. Tentunya perihal memilih menantu, pasti Jenny bukan wanita kelas sembarang sehingga bisa memasuki keluarga Wicaksana.
Arjuna masih bersikeras kalau anak yang dikandung Jenny adalah benihnya. Berdasarkan laporan dari Ivan kalau selama lima tahun Jenny membina rumah tangga bersama Frans tidak dikaruniai anak.
Dalam hal ini artinya Frans lah yang berpotensi mandul, tapi biarlah semuanya berjalan mengalir terlebih dahulu karena Jenny masih berpura-pura memiliki suami.
Biarlah Arjuna menunggu saat dimana anak Jenny tumbuh, walau sebenarnya hati Arjuna tidak tega melihat Jenny yang harus mengandung tanpa sosok pria di sampingnya. Setidaknya kepergian Arjuna akan membuat Jenny tenang, cukuplah Jenny merasakan luka dari Frans saja demi keselamatan kandungan Jenny.
Arjuna juga sudah lelah mendengar ocehan Clarisa yang selalu merindukan tante barbienya. Meski Arjuna sudah berusaha membujuk Clarisa dengan berbagai cara, gadis kecil itu tetap bersikeras ingin menemui Jenny. Untung saja masih ada sang omah yang masih mampu mendamaikan Clarisa, hingga akhirnya Clarisa sudah lupa akan tante barbie dalam waktu dua tahun ini.
POV end
••••