
Malam ini terasa hangat bagi seorang Jenny Florencia. Baginya tidak ada kebahagiaan yang lebih indah selain berkumpul dengan anak anak.
Sejak pulang dari Cla Design` Jenny sudah disibukkan oleh Clarisa dan juga Cleo. Sepasang anaknya selalu ingin menikmati waktu bersama Jenny, apalagi setelah mereka ditinggalkan liburan honeymoon oleh mamah papahnya.
"Mamih, kita selalu rindu mamih selama mamih liburan sama papih." ujar Clarisa sambil memeluk Jenny penuh kasih dan manja.
Mereka duduk bertiga di sofa ruang TV, sementara Cleo sedang asyik berada di pangkuan Jenny.
"Apa adik kecil Cleo nakal? Selama Mamih tidak ada di rumah."
Jenny selalu takut kalau putranya berbuat yang tidak tidak pada Clarisa, karena Jenny tahu sikap putranya yang selalu usil terhadap Clarisa.
"Tidak Mih, tapi adik Cleo sudah merobek baju boneka barbie favorit Clarisa."
Ternyata dugaan Jenny tidak meleset, selalu saja ada tingkah Cleo yang akan merugikan Clarisa.
"Tuh kan Cleo selalu usil sama baba." ujar Jenny memanggilkan Clarisa dengan panggilan ala Cleo, mengartikan sebutan mba dengan baba.
"Ayo minta maaf sama mba Clarisa." titah Jenny pada Cleo.
Anak gempal itu tidak mempedulikan ucapan mamahnya, dia masih fokus pada mainan robot transformer yang dibelikan Arjuna.
"Tidak usah Mih, memangnya dengan minta maaf baju barbienya akan kembali seperti dulu." sahut Clarisa.
Sikap Clarisa memang sedikit arogan, kalau Jenny bilang Clarisa itu mirip sekali dengan sikap papihnya yang kadang kadang suka seenaknya kalau bicara.
"Memang kata maaf itu tidak akan mengembalikan keadaan seperti dulu Clarisa sayang, tapi setidaknya dengan permintaan maaf bisa sedikit mengurangi rasa kecewa orang lain." tutur Jenny dengan nada bicara penuh kelembutan sambil membelai rambut Clarisa.
"Oh begitu ya Mih."
"Iya Sayang."
Jenny membelai pipi mulus Clarisa diiringi senyuman yang begitu tulus.
"Kalau begitu buruan minta maaf adik kecil Cleo." titah Clarisa pada Cleo.
Mendengar ajakkan Clarisa yang menyodorkan tangannya membuat Cleo hanya menggelengkan kepala dengan tatapan yang masih fokus pada robot mainannya.
"Tuh kan Mih, Cleo gak mau minta maaf sama Clarisa." gerutu Clarisa dengan menggembungkan pipinya.
"Ayo sayang minta maaf sama baba." bujuk Jenny lagi.
"Ma..af ba ba ba." celoteh Cleo.
"Aku sayang mamih, sayang adik kecil Cleo juga."
Clarisa mengeratkan pelukannya di pinggang Jenny, kemudian mengecup pipi Jenny sesaat.
"Mamih bahagia sekali punya anak anak pintar seperti kalian."
Memang tidak ada kebahagiaan lain lagi bagi Jenny selain bisa menikmati waktu bersama keluarga kecilnya.
"Gimana kalau weekend ini kita jalan jalan ke toko mainan?" tawar Jenny yang sudah merindukan kebersamaannya dengan anak anak.
"Yess! Nanti Clarisa dibeliin baju boneka barbie lagi ya Mih."
Ternyata Clarisa sudah pandai menebak isi kepala mamihnya.
"Iya Sayang." ujar Jenny dengan tatapan antusias penuh kehangatan untuk putrinya yang terlalu cerdas.
"Ngomong ngomong papihmu belum pulang juga ya."
Setelah melirik ke arah jam dinding, Jenny baru tersadar kalau jam di atas dinding ruang TV sudah menunjukkan pukul delapan malam. Harusnya Arjuna sudah pulang dari tadi.
"Mungkin papih sibuk Mih." kilah Clarisa yang sudah sangat mengerti dengan kesibukkan papihnya.
"Tapi perasaan Mamih tiba tiba tidak enak, Mamih takut ada apa apa dengan papih kamu Ba."
Panggilan kecil baba itu rupanya sudah melekat di lidah Jenny, seperti memanggilkan Clarisa pada Cleo.
"Mending sekarang kita berdoa buat papih Mih."
Putri Jenny langsung mengangkat kedua telapak tangannya.
"Ya Tuhan. . . Jagakan papih, kita semua sayang papih." ucap Clarisa dengan mata terpejam memimpin doa bersama Jenny.
Tuhan. . .
Jagakan selalu pria terhebat kami
Lindungi dia dimanapun dia berada.
(Doa Jenny dari hati yang terdalam).
••••