Just My Ex Husband

Just My Ex Husband
Part 51 - Yakinkan dulu hatimu



Arjuna POV


Setelah kepergian William dari kantor Arjuna membuat Arjuna berpikir lebih dalam lagi, menyesali masa sulit Jenny yang telah terlewati bersama William.


Arjuna merasa kalau ucapan William sangat menohok hatinya. Dirinya merasa dikalahkan oleh William, karena William lah yang selalu ada untuk Jenny dan juga putranya sendiri yaitu Cleo.


Batin Arjuna berada diantara rasa terimakasih atau iri pada William. Harusnya Arjuna yang selalu ada untuk Jenny, menjaga Jenny dan juga Cleo, tapi kenyataannya dia tidak ada untuk mereka. Sekalinya Arjuna datang ujungnya hanya membuat Jenny kecewa. Padahal Jenny tidak melakukan kesalahan apapun. Claudia meninggal pun bukan karena Jenny, tapi entah kenapa rasa kehilangan yang berlebihan pada Claudia justru harus menyakiti wanita yang akan hadir di masa depan Arjuna.


Cukup lama Arjuna termenung di meja kerjanya, memutar balik memory dimana Arjuna berkeras hati meyakinkan cinta Jenny, memohon cinta pada Jenny, tapi setelah semuanya didapatkan justru Arjuna merasa dirinya sudah mempermainkan hati Jenny.


Kalimat akhir William sangat mengusik batin Arjuna. William benar jika Arjuna masih menjaga cintanya untuk Claudia lebih baik tinggalkan saja Jenny, tapi di sisi lain Arjuna juga tidak ingin melepaskan Jenny begitu saja.


"Maafkan aku Jenny. Maafkan aku yang terlalu bodoh mengabaikanmu."


Gumam Arjuna sembari menghela nafasnya dalam.


Arjuna memutuskan untuk mencari Jenny di tempat kerjanya, tapi saat Arjuna sampai disana security bilang kalau Jenny sedang keluar untuk mengurus kontrak kerjasama dengan salah satu hotel ternama di Jakarta.


Batin Arjuna terkesiap saat security menyebutkan nama hotel tersebut, karena Arjuna mengetahui kalau hotel itu milik Frans.


Arjuna tidak ingin Jenny ada hubungan lagi dengan Frans. Cukuplah William saja yang sudah menjadi ancaman besar untuk Arjuna, walau sebenarnya ancaman besar itu bukanlah Frans ataupun William, tapi egonya sendiri serta kebodohannya sendiri yang akan meruntuhkan cinta Jenny untuknya.


Arjuna kembali melajukan mobilnya menuju hotel milik Frans.


"Tunggu aku Jenny."


POV end


•••


Setelah membuat keributan di caffe milik Frans, kini Arjuna membawa Jenny ke dalam mobilnya. Arjuna tidak ingin membiarkan Jenny pergi sendirian, biar nanti mobil Jenny dibawa oleh orang suruhan Arjuna.


"Kita perlu bicara."


Ucap Arjuna setelah berada di dalam mobil.


"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi Arjuna."


Hati Jenny masih merasa sakit akan sikap Arjuna beberapa minggu lalu. Jenny sudah tidak ingin lagi bertemu dengan Arjuna, dia mulai terbiasa lagi melalui hari-harinya tanpa Arjuna.


Arjuna tidak mempedulikan keangkuhan Jenny. Dia tetap membawa Jenny pergi dari hotel Frans, kemudian Arjuna pun melajukan mobilnya.


Sekitar setengah jam perjalanan, Arjuna sampai di caffe favoritnya. Caffe yang waktu itu mengajak Jenny untuk segera melangsungkan lamaran.


Jenny masih diam tak ingin menatap wajah Arjuna, hatinya masih menahan ribuan kecewa.


"Maafkan aku Jenn, sungguh maafkan aku."


"Untuk apa meminta maaf Juna? Hatimu masih untuk Claudia, tidak ada yang perlu meminta maaf ataupun memaafkan, karena hati selalu bergerak tanpa sadar di luar kendali pemiliknya. Bisa aku pahami itu."


Tutur Jenny yang telah lama ingin menyampaikan rasa kecewanya pada Arjuna.


"Maafkan aku yang terlalu bodoh, hingga larut dalam masa lalu, sampai mengabaikanmu, mengabaikan semua mimpi kita. Aku mohon kita lanjutkan lagi, tanggal pernikahan kita sudah dekat, hanya dalam hitungan hari Jenn."


Jenny masih tidak menghiraukan permohonan maaf Arjuna, batinnya semakin mantap untuk tidak menjadi bayang-bayang masa lalu Arjuna.


"Aku memilih mundur dari semua rencana kita. Lagipula selama kediaman sikapmu aku sudah terbiasa lagi hidup tanpa kamu Arjuna, begitupun dengan Cleo."


Saat menyebutkan nama Cleo hati Arjuna semakin sakit, semua usahanya untuk mendapatkan Jenny kini terhempas sudah.


"Apa karena William?"


Tiba-tiba pertanyaan Arjuna menyebutkan nama William. Pria yang selalu mengalahkan perannya untuk Jenny dan juga Cleo.


"Mungkin, karena William lah yang selalu ada di masa sulitku."


Hancur sudah perasaan Arjuna mendengar pengakuan Jenny tentang William.


"Aku mohon Jenn, ingat lagi janji kita untuk bersama. Yakinkan lagi hatimu untukku."


"Aku sudah mencoba untuk yakin, hingga kamu yang membuat keyakinanku runtuh kembali Arjuna. Justru kamulah yang tidak tegas sebagai laki-laki, untuk apa kamu datang di hidupku kalau ujungnya kamu sendiri yang sulit melangkah dari masa lalu. Apa Claudia itu mati karena aku Arjuna? Hingga kamu tega menyakiti perasaanku."


Jenny mencecar Arjuna dengan kalimat panjangnya. Menumpahkan rasa kecewanya.


"Aku tahu Jenn aku salah, aku yang terlalu dalam menjaga janji setiaku pada Claudia. Kini aku sadar hidupku harus terus berlanjut, masa lalu dan takdir biarlah tersimpan di tempatnya. Kamulah masa depanku sampai akhir usia kita bersama."


Mendengar kata-kata Arjuna membuat Jenny menghela nafasnya dalam.


"Aku tidak yakin Arjuna. Tinggalkan aku sendiri, yakinkan saja dulu hatimu."


Arjuna menggelengkan kepalanya di hadapan Jenny, tidak ingin menerima keputusan Jenny.


"Pergilah Arjuna, tanpamu aku dan Cleo akan baik-baik saja. Sebelum semuanya terjadi, sebelum semuanya terlalu jauh. Kalaupun Tuhan menakdirkan kita untuk bersama pasti semuanya akan kembali."


Ada gurat kesedihan di netra Jenny setelah mengatakan itu di hadapan Arjuna, kemudian Jenny bangkit dari duduknya meraih tas tangan warna hitam untuk meninggalkan Arjuna yang masih termenung dengan keputusan Jenny.


••••


Maafkan author kalau kalian halu di part ini.


😅